Memahami Cara Menentukan dan Mengukur TKT dalam Prorgram Hibah Penelitian
Pernahkah mencari informasi mengenai bagaimana cara menentukan dan mengukur TKT hasil penelitian? Bagi dosen, istilah TKT tentu tidak asing di telinga. Secara umum istilah ini dijumpai pada program hibah penelitian. Misalnya hibah penelitian Kemdiktisaintek, hibah dari BRIN, maupun hibah penelitian dari internal perguruan tinggi yang menaungi dosen.
TKT dalam setiap program hibah sudah ditentukan, hasil pengukuran menjadi indikator tercapainya TKT tersebut. Jadi, seperti apa pengukurannya dan siapa saja yang melaksanakan pengukuran TKT hasil penelitian tersebut? Berikut informasinya.
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara menentukan dan mengukur TKT. Maka perlu memahami apa itu TKT. TKT dalam ruang lingkup kegiatan penelitian memiliki kepanjangan Tingkat Kesiapterapan Teknologi.
Mengacu pada Permenristekdikti No. 42 Tahun 2016, TKT adalah tingkat kondisi kematangan atau kesiapterapan suatu hasil penelitian dan pengembangan teknologi tertentu yang diukur secara sistematis dengan tujuan untuk dapat diadopsi oleh pengguna, baik oleh pemerintah, industri maupun masyarakat.
Jadi, secara sederhana TKT hasil penelitian adalah sebuah ukuran yang digunakan untuk menentukan seberapa jauh hasil suatu penelitian siap digunakan atau diterapkan. Hasil penelitian dosen dan peneliti lain tentu bermacam-macam. Terkait riset dan penelitian, Anda juga perlu menentukan Roadmap Penelitian untuk Membantu Memudahkan Publikasi Ilmiah.
Hasil penelitian tidak selalu langsung siap digunakan. Apalagi jika masih dalam bentuk model, kemudian prototipe atau purwarupa, dan sebagainya. Sehingga hasil penelitian perlu diukur dengan TKT agar bisa diketahui siap tidaknya digunakan atau diterapkan, masih perlu dikembangkan atau tidak, sudah bisa dilakukan uji coba atau tidak, dan sebagainya.
TKT kemudian menjadi acuan penyelenggara hibah penelitian dalam menentukan target luaran, khususnya luaran wajib. Sehingga setiap skema hibah yang dibuka memiliki TKT yang berbeda. TKT tersebut juga ditentukan indikator pencapaiannya seperti apa. Indikator inilah yang menjadi hasil dari cara menentukan dan mengukur TKT.
Baca juga: Kebijakan Baru Profesi Dosen Sesuai Permendiktisaintek No 52 Tahun 2025
Dalam ruang lingkup perguruan tinggi, TKT diatur oleh Kemdiktisaintek (dulunya Kemristekdikti) di dalam Permenristekdikti No. 42 Tahun 2016. Dalam Permenristekdikti tersebut menjelaskan TKT hasil penelitian terbagi menjadi 9 tingkatan yang kemudian dibagi menjadi 3 kelompok. Berikut penjelasannya:
TKT tingkat 1-3 menjadi TKT untuk hasil penelitian dasar. Penelitian dasar bisa dipahami sebagai penelitian tingkat pertama dan umumnya dijalankan dosen atau peneliti pemula.
Hasil penelitian TKT 1 dalam bentuk prinsip dasar dari teknologi diteliti dan dilaporkan. TKT 2 dalam bentuk formulasi konsep dan/atau aplikasi teknologi. Sementara TKT 3 dalam bentuk pembuktian konsep (Proof of Concept) fungsi dan/atau karakteristik penting secara analitis dan eksperimental.
TKT tingkat 4-6 menjadi TKT untuk penelitian terapan, yakni penelitian tingkat lanjut setelah penelitian dasar. Jika TKT 1-3 masih dalam tahap riset awal, sehingga hasil penelitian masih berbentuk konsep dan ide.
Berbeda dengan TKT 4-6 yang sudah dalam bentuk produk, demonstrasi model atau prototipe sistem/subsistem yang sudah siap masuk tahap uji coba. Adapun untuk hasil penelitian TKT 4 dalam bentuk validasi komponen/subsistem dalam suatu lingkungan laboratorium.
TKT 5 dalam bentuk validasi komponen/subsistem dalam suatu lingkungan yang relevan. Sedangkan TKT 6 dalam bentuk demonstrasi model atau prototipe sistem/subsistem dalam suatu lingkungan yang relevan.
TKT tingkat 7-9 menjadi TKT untuk penelitian pengembangan, yakni penelitian lanjutan dari penelitian terapan. TKT pada 3 tingkat terakhir ini sudah didapatkan hasil penelitian yang siap diimplementasikan bahkan diproduksi untuk dikomersialkan (dijual, ditawarkan ke publik, dll).
Hasil penelitian pada TKT 7 berbentuk demonstrasi prototipe sistem dalam lingkungan sebenarnya. TKT 8 berbentuk sistem telah lengkap dan handal melalui pengujian dan demonstrasi dalam lingkungan yang sebenarnya. Sedangkan TKT 9 berbentuk sistem benar-benar teruji/terbukti melalui keberhasilan pengoperasian.
Baca juga:
Setelah memahami apa itu TKT, tingkatannya, dan setiap tingkatan untuk penelitian apa saja. Maka perlu memahami juga bagaimana cara menentukan dan mengukur TKT tersebut. Pengukuran dan penentuan TKT secara umum dilakukan pihak penyelenggara hibah penelitian.
Pengukuran dan penentuan TKT juga mengikuti ketentuan yang berlaku. Misalnya di lingkungan perguruan tinggi, maka diatur Kemdiktisaintek. Yakni melalui penerbitan Permenristekdikti No. 42 Tahun 2016 maupun kebijakan lain yang dibutuhkan.
Proses pengukuran bisa memanfaatkan teknologi seperti penggunaan software tertentu berbasis spreadsheet (seperti Ms Excel dan Google Spreadsheet). Setiap sel di dalam spreadsheet berisi pertanyaan capaian indikator untuk setiap tingkatan TKT. Selain itu, biasanya melibatkan banyak pihak.
Pada hibah penelitian yang bersifat nasional, misalnya hibah penelitian Kemdiktisaintek. TKT diukur dan ditentukan Ditjen Dikti. Kemudian, jika hibah penelitian diselenggarakan BRIN. Maka BRIN juga yang berhak mengukur dan menentukan TKT dalam hibah tersebut.
Begitu juga untuk hibah penelitian dari internal perguruan tinggi. Maka TKT diukur dan ditentukan perguruan tinggi tersebut. Hasil penentuan dan pengukuran TKT tidak hanya menghasilkan tingkat TKT 1-9. Namun juga mencakup indikator capaiannya apa saja.
TKT yang ditentukan akan menjadi luaran wajib pada skema hibah penelitian yang dibuka. Kemudian dicantumkan dalam buku panduan hibah. Sehingga para dosen bisa fokus pada target TKT dan memenuhi indikator yang ditetapkan dari hasil pengukuran TKT.
Masih bingung dalam menyusun roadmap riset supaya dapat tembus hibah? E-Course Roadmap Riset Tembus Hibah & Luaran Kompetitif wajib Anda ikuti untuk dapat melakukan riset yang berdaya saing dan berpeluang besar lolos hibah!
Pada hibah penelitian Kemdiktisaintek tahun anggaran 2026, juga sudah ditetapkan TKT di setiap skema yang dibuka. Jenis dan seluruh indikator capain TKT merupakan hasil dari cara menentukan dan mengukur TKT yang ditetapkan Kemdiktisaintek.
Total ada 8 jenis TKT di berbagai bidang keilmuan yang ditetapkan dalam hibah Kemdiktisiantek 2026 tersebut. Berikut penjelasan dan beberapa indikator capaiannya mengacu pada buku panduan hibah penelitian Kemdiktisaintek tahun 2026:
| Tingkat TKT | Indikator Capaian |
| TKT 1 | Asumsi dan hukum dasar (yang akan digunakan pada teknologi (baru) telah ditentukan.Studi literatur (teori atau empiris–riset terdahulu) tentang prinsip dasar teknologi yang akan dikembangkan. Formulasi hipotesis riset |
| TKT 2 | Peralatan maupun sistem yang akan digunakan, telah teridentifikasi. Studi literatur (teoritis maupun empiris) teknologi yang akan dikembangkan memungkinkan untuk diterapkan. Desain secara teoritis dan secara empiris telah teridentifikasi. dan lain sebagainya. |
| TKT 3 | Studi analitik mendukung prediksi kinerja elemen-elemen teknologi. Karakteristik atau sifat dan kapasitas unjuk kerja sistem dasar telah diidentifikasi dan diprediksi. Sudah dilakukan percobaan laboratorium untuk menguji kelayakan penerapan teknologi tersebutdan lain sebagainya. |
| TKT 4 | Test laboratorium pada komponen-komponen secara terpisah telah dilakukan. Persyaratan sistem untuk aplikasi menurut pengguna sudah diketahui (keinginan adopter). Hasil percobaan laboratorium pada komponen-komponen menunjukkan bahwa komponen tersebut dapat beroperasi.dan sebagainya. |
| TKT 5 | Persiapan produksi perangkat keras sudah dilakukan. Riset pasar (marketing research) dan juga riset laboratorium untuk memilih proses fabrikasi. Prototipe sudah dibuatdan sebagainya. |
| TKT 6 | Kondisi lingkungan operasi sesungguhnya sudah diketahui.Kebutuhan investasi untuk peralatan dan juga proses pabrikasi teridentifikasi. M&S untuk kinerja sistem teknologi di dalam lingkungan operasi.dan sebagainya. |
| TKT 7 | Peralatan, proses, metode dan juga desain teknik telah diidentifikasi.Proses dan prosedur fabrikasi peralatan mulai dilakukan uji coba. Perlengkapan proses dan peralatan test atau alat inspeksi diujicobakan di dalam lingkungan produksi. dan sebagainya. |
| TKT 8 | Bentuk, kesesuaian maupun fungsi komponen kompatibel dengan sistem operasi. Mesin dan juga peralatan telah diuji dalam lingkungan produksi. Diagram akhir sudah selesai dibuatdan sebagainya. |
| TKT 9 | Konsep operasional sudah benar-benar dapat diterapkan. Perkiraan investasi teknologi telah dibuat. Tidak ada perubahan pada desain yang signifikandan sebagainya. |
| Tingkat TKT | Indikator Capaian |
| TKT 1 | Merupakan tingkat paling rendah dari kesiapan teknologi perangkat lunak. Merupakan ranah perangkat lunak baru yang sedang didalami oleh pihak komunitas riset dasar. Termasuk juga pengembangan dari penggunaan tingkat dasar, sifat dasar dari arsitektur perangkat lunak, formulasi matematika, konsep perangkat yang dapat direalisasikan, kajian prinsip dasar perangkat lunak, prinsip ilmiah, formulasi hipotesis riset, maupun algoritma umum. |
| TKT 2 | Setelah prinsip dasar diteliti, maka berlanjut pada pembuatan aplikasi yang bersifat praktis.Aplikasi bersifat spekulatif, dan juga terdapat kemungkinan tidak memiliki bukti atau analisis rinci untuk mendukung asumsi yang ada atau yang dilakukandll. |
| TKT 3 | Terdapat inisiasi proses penelitian dan juga pengembangan yang dilakukan secara aktif. Kelayakan ilmiah ditunjukkan lewat studi analitik dan laboratorium; dll. |
| TKT 4 | Komponen perangkat lunak dasar sudah terintegrasi bekerja secara bersama-sama. Relatif primitif berkaitan dengan efisiensi dan juga kehandalan (robustness) dibandingkan dengan sistem atau produk akhirnya.dll. |
| TKT 5 | Merupakan tingkatan di mana teknologi perangkat lunak yang dikembangkan telah siap untuk diintegrasikan dengan sistem yang sudah ada. Implementasi prototipe yang sesuai dengan lingkungan atau dengan antarmukadll. |
| TKT 6 | Merupakan tingkatan di mana kelayakan rekayasa dari teknologi perangkat lunak mampu ditunjukkan;Termasuk juga implementasi prototipe laboratorium dengan permasalahan realistis skala penuh, di mana teknologi perangkat lunak sudah terintegrasi secara parsial dengan perangkat keras/lunak dari sistem yang sudah ada.dll. |
| TKT 7 | Merupakan tingkatan di mana kelayakan program dari teknologi perangkat lunak mampu ditunjukkan; Mencakup juga implementasi dari prototipe lingkungan operasional, di mana fungsionalitas risiko teknis yang bersifat kritikal tersedia untuk ditunjukkan serta diuji dalam kondisi teknologi perangkat lunak tersebut sudah terintegrasi secara baik dengan perangkat keras/ lunak dari sistem operasional.dll. |
| TKT 8 | Merupakan tingkatan di mana teknologi perangkat lunak sudah terintegrasi sepenuhnya dengan perangkat keras dan lunak dari sistem operasional. Dokumentasi pengembangan perangkat lunak sudah lengkap;dll. |
| TKT 9 | Merupakan tingkatan teknologi perangkat lunak siap untuk dikembangkan maupun dipakai secara berulang (rapid development/re-use). Perangkat lunak berbasis teknologi sudah sepenuhnya terintegrasi dengan perangkat keras atau lunak dari sistem operasional.dll. |
| Tingkat TKT | Indikator Capaian |
| TKT 1 | Formulasi pertanyaan penelitian atau hipotesis penelitian sudah ada. Studi literatur mengenai prinsip dasar terkait penelitian sudah dilakukan; Cara, metode, proses, atau produk yang diteliti dan akan dikembangkan sudah ada serta memiliki peluang keberhasilan. |
| TKT 2 | Sarana maupun prasarana yang akan digunakan telah teridentifikasi. Validasi hasil dari studi literatur telah dilakukan; Desain penelitian secara teoritis maupun secara empiris telah teridentifikasi. |
| TKT 3 | Desain riset telah disusun (metodologi pilihan, tahapan, dan data yang dibutuhkan pada penelitian). Secara teoritis, empiris maupun eksperimen telah diketahui dan komponen-komponen sistem teknologi tersebut dapat bekerja baik; Teknologi layak secara ilmiah (sudah melewati studi analitik, model/ simulasi, eksperimen). |
| TKT 4 | Test laboratorium pada komponen-komponen secara terpisah telah dilakukan. Kinerja masing-masing komponen teknologi dikembangkan sudah menunjukan hasil yang baik.dll. |
| TKT 5 | Prototipe teknologi siap untuk diuji pada kondisi laboratorium dimodifikasi yang mendekati lingkungan sesungguhnya. Akurasi atau fidelity meningkat. Integrasi komponen teknologi sudah diuji dengan akurasi tinggi (high fidelity). |
| TKT 6 | Persyaratan teknologi telah diketahui (pada kondisi yang optimal). Teknologi sudah teruji dan memiliki akurasi tinggi pada simulasi lingkungan operasional dengan data yang lengkap (sesuai dengan rancangan atau desain riset).dll. |
| TKT 7 | Kondisi lingkungan operasional atau lingkungan sesungguhnya bagi teknologi telah diketahui. Sudah dilakukan uji multilokasi teknologi skala lapangan.dll. |
| TKT 8 | Gambar prototipe dan juga detail engineering peralatan pendukung sudah tersedia. Proses budidaya dengan tingkat produktivitas yang diinginkan sudah dikuasai.dll. |
| TKT 9 | Konsep penerapan teknologi sudah benar-benar dapat diterapkan. Perkiraan investasi teknologi telah dibuat.dll. |
| Tingkat TKT | Indikator Capaian |
| TKT 1 | Studi literatur ilmiah mengenai prinsip dasar teknologi yang dikembangkan sudah ada. Survei tentang awal pasar telah dimulai dan dinilai. Potensi aplikasi ilmiah untuk memecahkan masalah telah digambarkan. |
| TKT 2 | Hipotesis sudah terbentuk. Pengembangan desain penelitian sudah ada.dll. |
| TKT 3 | Studi analitik mendukung prediksi kinerja elemen-elemen dari teknologi sudah ada. Karakteristik atau sifat dan kapasitas unjuk kerja sistem dasar telah diidentifikasi dan diprediksidll. |
| TKT 4 | Prototipe pada skala Lab telah dihasilkan. Prototipe dalam skala Lab Good Laboratory Practice (GLP) telah dihasilkan sebagai bahan uji Praklinisdll. |
| TKT 5 | Persiapan produksi dan juga fasilitas GMP. Produksi biologi atau vaksin skala pilot telah didesain dan dilakukan.dll. |
| TKT 6 | Uji klinis fase 1 pada manusia dengan jumlah terbatas sudah dilakukan dan telah memenuhi syarat keamanan dan menunjukkan hasil imnunogenesitas dan farmakokinetik (PK) dan farmakodinamik (PD) yang diharapkan; Data hasil uji klinis 1 yang mendukung disusunnya protokol uji klinis fase. |
| TKT 7 | Uji klinis fase dua di manusia telah dilaksanakan. Data-data dosis produk, dosis ranging, cara maupun waktu pemberian serta data PK dan PD menjadi dasar untuk menyusun protokol uji klinis fase tiga sudah adadll. |
| TKT 8 | Persetujuan registrasi dari pihak Badan POM. Penyusunan dossier yang telah dimulai terkait data chemical, material dan control, fasilitas, gedung, tenaga kerja, dan sebagainya. dll. |
| TKT 9 | Produksi rutin produk biologis atau vaksin telah dilakukan. Distribusi dan juga pemasaran produk biologi atau vaksin telah dilakukan.dll. |
| Tingkat TKT | Indikator Capaian |
| TKT 1 | Tingkat paling rendah kesiapan teknologi. Penjelasan secara teoritis prinsip dasar teknologi. Survei tahap awal kegunaan teknologi.dll. |
| TKT 2 | Merumuskan topik-topik penelitian, menyusun hipotesis, dan juga melakukan perencanaan rancangan eksperimen untuk menemukan solusi permasalahan dengan basis teknologi terkait. Penyusunan hipotesis-hipotesis ilmiah, pembuatan rencana penelitian maupun protokol mendapat reviu dan persetujuan;dll. |
| TKT 3 | Penelitian dasar, pengumpulan dan analisis data eksperimen, untuk menguji hipotesis yang disusun, memeriksa konsep alternatif, serta mengidentifikasi maupun mengevaluasi komponen teknologi. Pengujian pada tahap awal terhadap konsep rancangan dan evaluasi berbagai alternatifdll. |
| TKT 4 | Percobaan maupun pengujian skala model laboratorium untuk mengevaluasi dan mengkaji tingkat keamanan, efek samping serta efektivitas. Penyusunan prosedur maupun metode yang digunakan dalam studi non klinis dan klinis;dll. |
| TKT 5 | Penentuan klasifikasi prototipe alat kesehatan berdasarkan kesetaraan dengan alat kesehatan yang sudah ada. Pengujian tingkat keamanan prototipe dalam skala lab berdasarkan standar yang berlaku (misalnya: iec60601).dll. |
| TKT 6 | Pengujian validasi prototipe pada skala industri pada jumlah terbatas tentang efektivitas dan efek samping, serta gangguan terhadap atau dari peralatan lain. (untuk alat kesehatan kelas 1-2). Pengujian klinis di fase 1 prototipe skala industri untuk mengetahui tingkat keamanan dan juga efektivitas pada jumlah terbatas (untuk alat kesehatan kelas 3); dll. |
| TKT 7 | Pengujian validasi prototipe pada skala industri pada jumlah besar untuk memastikan efektivitas dan juga mengurangi efek samping, serta mencegah gangguan terhadap/dari peralatan lain (untuk alat kesehatan kelas 1-2). Pengujian klinis pada fase 2 prototipe skala industri untuk memastikan tingkat efektivitas dalam jumlah lebih besar (untuk alat kesehatan kelas 3).dll. |
| TKT 8 | Pengujian validasi prototipe skala industri dalam jumlah lebih besar untuk memastikan efektivitas dan juga melengkapi data yang diperlukan. (untuk alat kesehatan kelas 1-2). Pengujian klinis fase 3 prototipe dalam skala industri untuk memastikan tingkat efektivitas pada jumlah lebih luas (untuk alat kesehatan kelas 3).dll. |
| TKT 9 | Alat kesehatan dapat didistribusikan maupun dipasarkan setelah mendapatkan perizinan yang diperlukan. Penyiapan layanan dan juga pengawasan purna jualStrategi pemasaran dan juga pengawasan purna jual. |
| Tingkat TKT | Indikator Capaian |
| TKT 1 | Reviu dan juga penilaian penemuan ilmiah sebagai pondasi untuk penggolongan teknologi baru. Telah dilakukan survei awal mengenai market dan penilaiannya; Sudah terdapat penjelasan tentang penerapan ilmiah yang potensial untuk masalah-masalah yang telah ditentukan |
| TKT 2 | Telah dihasilkannya hipotesis. Telah dikembangkan, diulas, maupun disetujuinya research plan dan research protocol. |
| TKT 3 | Telah dilakukan dan juga dibuktikannya proof of concept awal sebagai obat kandidat dalam model penelitian in vitro dan in vivo dalam jumlah terbatasTelah dimulainya riset dasar, pengumpulan data dan juga analisis untuk menguji hipotesis, mengeksplorasi konsep alternatif serta mengidentifikasi serta mengevaluasi teknologi yang mendukung pengembangan obat. |
| TKT 4 | Riset dilakukan di laboratorium non GLP (Good Laboratory Practice) dalam suatu desain percobaan yang ketat (kondisi terburuk). Telah dilakukan riset eksplorasi obat kandidat (yaitu formulasi, cara pemberian obat, metode sintesa, sifat fisik dan kimiawi, jalur metabolisme dan ekskresi atau pengeluaran) dll. |
Ikuti juga E-Course Masterclass Roadmap Riset, Strategi Penguatan Kepakaran dan Akselerasi Publikasi dari Dunia Dosen dan optimalkan arah riset Anda melalui roadmap sistematis, penguatan kepakaran, dan strategi publikasi yang tepat sasaran.
Rincian keseluruhan indikator TKT hasil penelitian untuk program hibah Kemdiktisaintek tahun anggaran 2026 bisa dibaca di buku panduan program. Buku panduan bisa diunduh melalui laman [PANDUAN] pada website BIMA.
Meskipun dosen tidak menerapkan cara menentukan dan mengukur TKT hasil penelitian. Namun, tetap ada kemungkinan dosen menjadi anggota tim yang terlibat dalam penentuan dan pengukuran tersebut. Terutama untuk hibah dari internal perguruan tinggi yang menaungi dosen. Jadi, memahami ketentuannya sangat penting.
PROMO HEMAT HINGGA 20% untuk semua produk E-Course hanya sampai tanggal 28 Februari 2026.
JANGAN LEWATKAN DAN BELI SEKARANG PRODUK E-COURSE DARI DUNIA DOSEN!
NUPTK menjadi nomor identitas unik untuk profesi dosen di Indonesia. Sehingga dosen perlu memahami cara…
Bagi dosen, mahasiswa, maupun peneliti memahami cara mengetahui quartile jurnal ilmiah sangat penting. Khususnya pada…
Dosen di Indonesia memiliki hak menerima sejumlah tunjangan yang sifatnya khusus, salah satunya tunjangan sertifikasi…
Bagi dosen maupun calon dosen dan para peneliti yang mencari program beasiswa pascasarjana. Maka bisa…
Bagaimana dosen tetap produktif menulis saat puasa di bulan Ramadan? Pertanyaan ini, tentu menjadi pertanyaan…
Selama Ramadan, biasanya jam operasional perguruan tinggi di Indonesia menyesuaikan. Yakni menjadi lebih pendek dibanding…