Opini

Ternyata Inilah Penilaian Mahasiswa Terhadap Sosok Dosen di Kampus

Dosen adalah sosok yang memiliki peran penting dalam kehidupan perkuliahan seorang mahasiswa. Bukan hanya sebagai penyampai ilmu, tetapi juga penentu nilai kelulusan. Ribuan mahasiswa di negeri tercinta ini pasti memiliki penilaian yang berbeda-beda terhadap sosok dosen yang mengajarnya. Namun, saya coba merangkumnya menjadi beberapa faktor yang paling umum digunakan mahasiswa sebagai parameter untuk penilaian terhadap dosennya.

Penilaian mahasiswa terhadap dosen umumnya kiranya bisa dilihat dari tiga faktor, yaitu cara mengajar, pemberian tugas kuliah, dan pemberian nilai.

  1. Cara Mengajar

Cara mengajar seorang dosen atau dalam disebut juga dengan kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik merupakan salah satu kemampuan yang menurut undang-undang tentang guru dan dosen wajib dimiliki oleh seorang pendidik. Kompetensi pedagogik dengan kata lain adalah bagaimana seorang dosen dapat menguasai kelas dan menyampaikan materi dengan baik. Kompetensi pedagogik bisa dilatih oleh semua orang, termasuk guru maupun dosen.

Faktor cara mengajar ini menjadi salah satu poin penilaian mahasiswa terhadap dosen. Kebanyakan mahasiswa menilai dosen senior lebih mudah dipahami cara mengajarnya daripada dosen muda, walaupun tidak semua. Mahasiswa akan menilai seorang dosen dari bagaimana ia berbicara di dalam kelas, bagaimana cara dosen menyampaikan materi dalam kelas, bagaimana dosen menanggapi pertanyaan mahasiswa, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan cara mengajar dosen tersebut.

Baca juga : Gaji Dosen itu Kecil, Tapi Penghasilannya WOW

  1. Tugas

Poin kedua yang menjadi dasar penilaian mahasiswa adalah tugas perkuliahan. Kebanyakan seorang dosen dibenci karena alasan ini. Beban tugas kuliah yang sulit dan banyak yang diberikan oleh seorang dosen dapat membuat dosen tersebut memiliki gelar “dosen killer” dari para mahasiswa. Gelar ini bukan semata-mata diberikan oleh satu orang mahasiswa saja, tetapi sudah disepakati oleh satu angkatan atau bahkan satu jurusan.

Pada dasarnya, mahasiswa memahami mengapa seorang dosen memberikan tugas kuliah yang banyak. Hal itu tidak lain agar mahasiswa benar-benar belajar dan memahami materi perkuliahan. Namun bagi para mahasiswa, dosen yang memberi banyak tugas adalah dosen yang tidak memiliki toleransi. Kebanyakan mahasiswa tidak hanya mengambil satu perkuliahan dalam satu semester. Sesungguhnya mahasiswa berharap dosen akan memberi sedikit toleransi setidaknya dengan tidak memberi terlalu banyak tugas kuliah, karena mereka juga masih harus memikirkan tugas-tugas yang lain.

Simak pula: 4 Cara Untuk Jadi Dosen Yang Asyik!

  1. Nilai

Perkara nilai adalah sesuatu yang paling sensitif dimata mahasiswa. Jika sudah berbicara tentang nilai, sesulit apapun seorang dosen dalam memberi tugas pasti akan diusahakan oleh mahasiswanya. Ya, tidak lain dan tidak bukan adalah karena nilai menjadi penentu kelulusan. Hal ini juga seringkali dijadikan senjata bagi dosen untuk melawan mahasiswa-mahasiswa yang suka bolos atau suka seenaknya sendiri di kelas. Bahkan, bagi beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab, nilai dijadikan alat untuk mendapatkan apa yang dia inginkan dari mahasiswanya.

Penilaian

Ada beberapa dosen yang mudah dalam memberi nilai kepada mahasiswa. Dosen yang seperti ini seringkali menjadi dosen favorit di kampus. Apalagi jika ditambah cara mengajarnya yang bagus. Sebaliknya ada dosen yang pelit dalam memberi nilai bagus. Dosen yang seperti ini biasanya adalah orang yang perfeksionis. Ia menginginkan mahasiswanya mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya jika ingin lulus. Dosen seperti inilah yang sukses membuat beberapa mahasiswa terpaksa mengulang mata kuliah yang sama. Tentu saja, predikatnya menjadi sedikit buruk dimata mahasiswa.

Demikian beberapa faktor menurut penulis yang biasanya dijadikan mahasiswa untuk menilai sosok dosen di kampus. Namun, hal ini tidak dapat dijadikan sebagai tolok ukur karena pastinya penilaian antara mahasiswa yang satu dengan yang lain berbeda-beda.

Admin Dunia Dosen

Admin Website Dunia Dosen Indonesia.

Recent Posts

Beasiswa STEM Industri Strategis 2026 dari LPDP, Ini Syarat dan Cara Daftarnya!

Salah satu skema dalam Beasiswa LPDP tahun 2026 adalah Beasiswa STEM Industri Strategis. Beasiswa ini…

1 day ago

Pembukaan Beasiswa LPDP 2026, Ketentuan Baru dan Skema Baru!

Kabar baik untuk para calon dosen maupun dosen dan masyarakat luas di Indonesia yang menantikan…

1 day ago

Ini Ketentuan Baru dalam Penyetaraan Tunjangan Dosen Non-ASN dan Cara Perhitungannya

Dalam Permendikisaintek No. 52 Tahun 2025, besaran sejumlah jenis tunjangan dosen non-ASN dibuat setara dengan…

1 week ago

Kode Etik Dosen Sesuai Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025

Dalam melindungi marwah dan integritas akademik dosen, maka disusun dan diberlakukan kode etik dosen. Kode…

1 week ago

Penyebab Tunjangan Dosen Dihentikan Sesuai Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025

Selain bisa didapatkan, tunjangan dosen dapat dihentikan juga oleh pemerintah. Hal ini tentu penting untuk…

1 week ago

Dosen Wajib Tahu, Ini Jenis Tunjangan Dosen yang Dipengaruhi oleh BKD

Tahukah Anda, bahwa terdapat sejumlah tunjangan dosen dipengaruhi oleh BKD? Artinya, bisa tidaknya tunjangan tersebut…

1 week ago