Profesi

Masih Bingung tentang Jenjang Jabatan dan Pangkat Dosen?

Bagi Anda yang masih baru menjadi dosen PNS, tentu bertanya-tanya tentang Jenjang Jabatan dan pangkat dosen. Atau bagi Anda yang bercita-cita menjadi dosen, informasi berikut bisa berguna bagi Anda. Berikut dijelaskan sekilas tentang jenjang jabatan dan pangkat dosen yang ada di Indonesia.

Adapun jenjang jabatan dan pangkat dosen adalah sebagai berikut:

Berikut ini jenjang jabatan dan pangkat dosen berdasarkan persyaratan jumlah angka kredit dosen:

NO

J. FUNGSIONAL

PANGKAT

GOLONGAN

A.K.

a

Asisten Ahli

Penata Muda

Gol. III/a

100

Penata Muda Tk. I

Gol. III/b

150

b

Lektor

Penata

Gol. III/c

200

Penata Tk. I

Gol. III/d

300

c

Lektor Kepala

Pembina

Gol. IV/a

400

Pembina Tk. I

Gol. IV/b

550

Pembina Utama Muda

Gol. IV/c

700

d

Guru Besar

Pembina Utama Madya

Gol. IV/d

850

Pembina Utama

Gol. IV/e

1050

sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Dosen

Sebagai tambahan yang perlu Anda tahu juga, dalam Jabatan dan pangkat dosen, pangkat dan jabatan dosen tidak paralel:

a. Ada jabatan yang memiliki dua jenjang pangkat, yaitu :

  • Asisten ahli : III/a dan III/b
  • Lektor : III/c dan III/d
  • Guru Besar : IV/d dan IV/e

b. Ada jabatan yang memiliki tiga jenjang pangkat, yaitu:

  • Lektor Kepala : IV/a, IV/b, IV/c

c. Kenaikan jabatan tidak bergantung pada pangkat yang dimiliki misal:

Asisten Ahli (100) -> Lektor (200/300) (reguler)

Asisten Ahli (100) -> Lektor Kepala (400/550/700) (loncat jabatan)

Dalam sistem ini :

a. Angka kredit untuk kenaikan jabatan misal : Asisten Ahli (100) -> Asisten Ahli (150) -> Penilaian Angka Kredit (PAK)

b. Angka Kredit untuk kenaikan jabatan dan pangkat misal: Asisten Ahli (150) -> Lektor (200) -> PAK dan SK Jabatan

Dimungkinkan lompat jabatan melewati satu jenjang jabatan misal: Asisten Ahli menjadi Lektor Kepala (melewati jabatan Lektor). Setiap kali kenaikan pangkat berikutnya setingkat lebih tinggi diwajibkan mengumpulkan angka kredit 30% yang berasal dari unsur utama (Tri Dharma Perguruan Tinggi) dari jumlah kredit yang dibutuhkan untuk kenaikan pangkat selanjutnya.

Angka kredit yang diperlukan untuk kenaikan jabatan dan pangkat harus memenuhi jumlah angka kredit dan persentase masing-masing unsur kegiatan yang ditentukan baik perjenjang maupun kumulatif minimalnya dengan ketentuan 80% harus berasal dari unsur utama (Tri Dharma Perguruan Tinggi)
misal : jalur akademik
a. kenaikan pangkat III/a ke III/b jumlah kebutuhan angka kredit adalah 150 – 100 = 50
persentase angka kredit perjenjang yang harus dipenuhi adalah :
Sedangkan persentase angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi adalah :
Agar persentase angka kredit kumulatif minimal ini terpenuhi, maka khusus untuk angka  kredit pengangkatan pertama kali sebagai dosen (dalam contoh ini Asisten Ahli 100), dipersentasekan terlebih dahulu ke dalam masing-masing unsur kegiatan, dengan menggunakan pola inpassing jabatan dosen. Hasil persentase tersebut kemudian dijadikan angka kredit lama

Kenaikan Pangkat Bagi Dosen

Adapun beberapa syarat dan macam kenaikan Pangkat bagi Dosen, yaitu sebagai berikut:

1. Menggunakan angka kredit
telah memenuhi angka kredit yang ditentukan, >2 tahun dalam pangkat terakhir, setiap unsur DP 3, > baik dalam 2 tahun terakhir
2. Dalam Masa Tugas Belajar
> 4 tahun dalam pangkat terakhir, setiap unsur DP 3, > baik dalam 2 tahun terakhir
3. Telah Selesai Melaksanakan Tugas Belajar
> 1 tahun dalam pangkat terakhir, setiap unsur DP3, > baik dalam 1 tahun terakhir, Pangkat masih gol. III/a bagi yang telah lulus dan memperoleh ijazah magister (S2) dan gol. III/b ke bawah bagi yang telah lulus dan memperoleh ijazah doktor (S3)
4. Karena Menduduki Jabatan Struktural
Dosen yang menduduki jabatan struktural dan pangkatnya masih dalam jenjang pangkat terendah yang ditentukan untuk jabatan tersebut, dapat dinaikan pangkatnya setingkat
lebih tinggi apabila :
– > 2 tahun dalam pangkat terakhir. dan
– setiap unsur DP 3, > baik dalam 2 tahun terakhir
5. Karena Diangkat sebagai Pejabat Negara
– > 4 tahun dalam pangkat terakhir. dan
– setiap unsur DP 3, > baik dalam 1 tahun terakhir DP 3 seorang PNS yang diangkat sebagai pejabat negara, atasan langsungnya adalah pimpinan tertinggi pada unit kerjanya dan atasan atasan langsung pejabat penilai adalah pimpinan instansi tertinggi pada instansi asal PNS yang bersangkutan.
Nah itulah informasi tentang jenjang jabatan dan pangkat dosen, utnuk lebih lengkapnya Anda bisa mengunjungi http://pak.dikti.go.id/portal/
Silakan share artikel ini, jika bermanfaat.
Admin Dunia Dosen

Admin Website Dunia Dosen Indonesia.

View Comments

Recent Posts

Ketentuan Penggunaan Anggaran Penelitian agar RAB Hibah Sesuai Regulasi

Memahami ketentuan penggunaan anggaran penelitian atau penganggaran penelitian tentu penting. Khususnya bagi dosen di Indonesia…

1 week ago

Pembukaan RIIM Kolaborasi International JST 2025

Kabar baik untuk para dosen di Indonesia yang tengah mencari hibah penelitian., Anda bisa berpartisipasi…

1 week ago

Program Hibah Kemdiktisaintek-KONEKSI 2025

Kemdiktisaintek secara resmi mengumumkan penerimaan proposal usulan untuk program hibah penelitian bertajuk Kemdiktisaintek - KONEKSI…

1 week ago

#JanganJadiDosen, Ikuti atau Abaikan? Ini Penjelasan Dosen Bina Nusantara University

Tahun 2024 lalu, profesi dosen di Indonesia santer menjadi bahan perbincangan warganet. Apalagi setelah #JanganJadiDosen…

3 weeks ago

5 Tahap Pengajuan Proposal Hibah Penelitian dan Pengabdian 2025

ⓘ Artikel telah disesuaikan dengan Sosialisasi Panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Batch I Para…

3 weeks ago

Tujuan Penelitian dan Cara Mencantukannya dalam Proposal Hibah

ⓘ Artikel telah disesuaikan dengan Buku Panduan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2025 Bagi para…

3 weeks ago