Kumpulan Artikel Mengenai Jurnal Ilmiah Dosen

SINTA Score sebagai Indikator Kinerja Penelitian Dosen, Berikut 5 Cara Mengoptimalkannya

Dosen dan peneliti di Indonesia, tentunya memperhatikan perolehan SINTA Score yang diraih. Melalui skor inilah, para dosen dan peneliti bisa mengetahui seberapa besar dampak penelitian dan publikasi hasil penelitian yang telah dilakukan. 

Skor pada SINTA dihitung dengan memperhatikan beberapa aspek, termasuk kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah. Sehingga terdapat beberapa cara bisa dilakukan dosen dan peneliti untuk mengoptimalkan skor di SINTA tersebut. Berikut informasinya. 

Apa Itu SINTA Score?

SINTA Score merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja penelitian dan publikasi ilmiah di Indonesia melalui platform Science and Technology Index (SINTA). Skor ini ditampilkan secara publik di laman SINTA dan dapat diakses oleh siapa saja.

Penilaian SINTA Score didasarkan pada aktivitas publikasi ilmiah peneliti atau dosen serta dampaknya dalam bentuk sitasi. Melalui skor ini, dosen dan peneliti dapat mengetahui sejauh mana kontribusi publikasi ilmiah yang dimiliki.

Semakin tinggi skor yang diperoleh, biasanya menunjukkan jumlah publikasi ilmiah yang lebih banyak, sitasi yang tinggi, atau kombinasi keduanya. Dengan demikian, SINTA Score menjadi salah satu indikator penting untuk melihat produktivitas dan dampak penelitian di lingkungan perguruan tinggi.

Baca juga: Penetapan Skor SINTA Tertinggi, Apa Dampak yang Ditimbulkan bagi Perguruan Tinggi?

Komponen dalam Penilaian SINTA Score

Membahas SINTA Score, tentunya membahas juga komponen apa saja yang dinilai oleh Kemdiktisaintek. Sehingga bisa didapatkan skor SINTA, baik SINTA Score Overal maupun SINTA Score 3Yr (3 tahun terakhir). 

Sesuai penjelasan sekilas sebelumnya, skor pada SINTA didapatkan dengan menilai jumlah publikasi ilmiah dan jumlah sitasi pada publikasi ilmiah para peneliti. Total ada 5 komponen yang diukur untuk mendapatkan skor SINTA dosen selaku author, yaitu: 

1. Jumlah Dokumen Artikel Jurnal di Scopus

Komponen utama dalam penilaian SINTA Score adalah jumlah artikel ilmiah yang terindeks di database Scopus. Artikel ilmiah ini dapat berupa jurnal maupun prosiding yang terbit pada publikasi bereputasi. Semakin banyak publikasi yang terindeks di Scopus, semakin besar kontribusinya terhadap peningkatan SINTA Score.

2. Jumlah Dokumen Non-Jurnal di Scopus

Selain artikel jurnal, publikasi lain seperti prosiding yang terindeks di Scopus juga dihitung dalam penilaian SINTA Score. Publikasi ini menunjukkan kontribusi dosen dalam berbagai bentuk karya ilmiah. Semakin banyak dokumen non-jurnal yang terindeks, semakin besar pula kontribusinya terhadap skor.

Dosen dan peneliti di Indonesia yang memiliki publikasi berbentuk buku dan masuk ke database Scopus. Maka akan ikut dihitung dalam penilaian skor SINTA. Semakin banyak jumlah buku terindeks Scopus yang dipublikasikan, semakin tinggi skor SINTA diraih dosen maupun peneliti. 

3. Jumlah Dokumen Artikel di SINTA

Publikasi ilmiah yang tercatat dalam sistem SINTA juga menjadi salah satu komponen penilaian. Publikasi tersebut umumnya berasal dari jurnal nasional yang telah terakreditasi. Semakin banyak artikel yang terindeks di SINTA, semakin tinggi pula kontribusinya terhadap nilai SINTA Score.

Baca juga: Cara Cek SINTA Dosen dan Jurnal Nasional Terakreditasi di Laman SINTA

4. Jumlah Sitasi di Google Scholar

Jumlah sitasi yang tercatat di Google Scholar menunjukkan seberapa sering publikasi dosen dirujuk oleh peneliti lain. Tingginya sitasi menandakan bahwa karya ilmiah tersebut memiliki dampak dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Sitasi ini juga menjadi indikator penting dalam penilaian kinerja penelitian dosen.

Baca juga: Mengenal 3 Perbedaan Sitasi dan Referensi

5. Jumlah Sitasi di Scopus

Sitasi dari publikasi yang terindeks di Scopus juga menjadi bagian penting dalam penilaian skor SINTA. Sitasi tersebut menunjukkan pengaruh penelitian dalam komunitas akademik internasional.

Semakin tinggi jumlah sitasi di Scopus, semakin besar kontribusinya terhadap peningkatan skor. Jadi, skor SINTA tidak hanya mengukur jumlah publikasi terindeks Scopus. Akan tetapi juga jumlah sitasinya. 

Baca juga: 4 Cara Mudah Mengecek Jumlah Sitasi Publikasi Secara Mandiri

Fungsi dari SINTA Score

Melalui penjelasan di atas, tentunya bisa dipahami bahwa SINTA Score bukan hanya angka yang menunjukan kinerja publikasi ilmiah dosen. Skor pada SINTA tersebut pada akhirnya memiliki fungsi yang cukup beragam. Berikut beberapa diantaranya: 

1. Menjadi Indikator Kinerja Penelitian Dosen

Skor SINTA berfungsi sebagai indikator untuk menilai kinerja penelitian dosen melalui aktivitas publikasi ilmiah dan jumlah sitasi yang diperoleh. Skor ini memberikan gambaran mengenai produktivitas dan dampak penelitian yang dihasilkan.

Jadi, skor ini bisa menjadi salah satu indikator untuk menilai atau mengukur kinerja penelitian dosen. Semakin tinggi kinerja penelitian dosen, maka semakin tinggi juga skor SINTA yang diraih. 

Baca juga: 12 Indikator Kinerja Penelitian yang Perlu Dicapai oleh Dosen

2. Salah Satu Acuan Perumusan Kebijakan Penelitian

Skor SINTA juga dapat digunakan oleh perguruan tinggi sebagai salah satu acuan dalam merumuskan kebijakan penelitian. Melalui data yang tersedia di SINTA, institusi dapat memetakan kinerja publikasi dosen serta perkembangan kegiatan riset yang dilakukan.

Misalnya oleh pihak perguruan tinggi, skor SINTA yang diraih dosen di bawah naungannya bisa dijadikan acuan dalam menentukan arah kebijakan penelitian. Seperti menjadi dasar pertimbangan penyelenggaraan insentif penelitian, insentif publikasi ilmiah, pelatihan penulisan artikel jurnal untuk dosen, dll. 

3. Sumber Motivasi untuk Meningkatkan Produktivitas Publikasi Ilmiah

SINTA Score dapat menjadi dorongan bagi dosen untuk terus meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah. Dengan memantau perkembangan skor yang dimiliki, dosen dapat melihat sejauh mana kontribusi penelitian yang telah dihasilkan. Hal ini mendorong dosen untuk terus meningkatkan kualitas maupun jumlah publikasi ilmiah yang dimiliki.

Cara Perhitungan SINTA Score Dosen

SINTA Score tidak hanya dimiliki oleh pemilik akun (selaku author). Namun juga dimiliki oleh perguruan tinggi atau lembaga penelitian. Namun, perhitungan skor SINTA di masing-masing akun berbeda. 

Khusus untuk perhitungan skor SINTA dosen selaku author, maka melibatkan 5 komponen yang dijelaskan sebelumnya. Adapun cara perhitungannya adalah sebagai berikut:

Komponen Penilaian KodeBobot Penilaian (W) Disclaimer
Jumlah Dokumen Artikel Jurnal di ScopusAQ1=40Q2=40Q3=35Q4=30No-Q=30Misconduct
Jumlah Dokumen Non-Jurnal di ScopusB15Misconduct
Jumlah Sitasi di ScopusC4Self Citation
Jumlah Sitasi di Google ScholarD0,5Self Citation
Jumlah Artikel di Jurnal Sinta (S1-S6)ES1=25 (non Scopus)S2=25S3=20S4=20S5=15S6=15

Adapun rumus perhitungan SINTA Score dosen adalah WA * A + WB * B + WC * C + WD * D + WE * E

Melalui tabel di atas, maka bisa diketahui bahwa semakin tinggi peringkat jurnal yang dimiliki dosen. Maka semakin tinggi bobot penilaiannya. Jadi, jika ingin mengoptimalkan perolehan skor SINTA perlu mengurus publikasi di jurnal peringkat tinggi. Baik yang terindeks SINTA (jurnal nasional terakreditasi) maupun Scopus (jurnal internasional bereputasi). 

Cara Menaikan SINTA Score

Sesuai penjelasan di awal, SINTA Score tidak hanya bisa ditunggu agar naik perahan. Para dosen dan peneliti juga bisa mengoptimalkan perolehan skor tersebut. Tentunya dengan cara yang benar dan bisa masuk dalam perhitungan skor SINTA. Berikut beberapa cara yang dimaksud: 

1. Meningkatkan Kualitas Publikasi Ilmiah

Salah satu cara meningkatkan skor SINTA adalah dengan menerbitkan artikel pada jurnal ilmiah yang berkualitas dan bereputasi. Publikasi pada jurnal yang terindeks SINTA atau Scopus memiliki bobot penilaian lebih tinggi. Oleh karena itu, penting bagi dosen untuk memastikan kualitas riset dan artikel yang disusun.

Baca juga: Strategi Optimalisasi Kualitas dan Kuantitas Riset serta Publikasi Dosen

2. Melakukan Kolaborasi

Kolaborasi penelitian dengan dosen atau peneliti lain dapat membantu meningkatkan kualitas publikasi ilmiah. Kerja sama ini memungkinkan adanya pertukaran ide, penguatan metodologi, serta penyusunan artikel yang lebih komprehensif. Selain itu, kolaborasi juga membuka peluang publikasi pada jurnal bereputasi.

3. Aktif Meraih Program Hibah

Mengikuti dan meraih hibah penelitian dapat mendorong peningkatan produktivitas riset dan publikasi ilmiah. Program hibah biasanya menyediakan dukungan pendanaan serta fasilitas penelitian yang memadai. Hal ini dapat membantu dosen menghasilkan penelitian yang lebih berkualitas dan berdampak.

Ketahui informasi terkait: Daftar Program Hibah sebagai Sumber Pendanaan Penelitian Dosen

4. Berusaha Mengoptimalkan Jumlah Sitasi

Jumlah sitasi menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian SINTA Score. Oleh karena itu, dosen perlu memastikan bahwa publikasi yang dihasilkan memiliki relevansi dan kontribusi yang jelas sehingga berpeluang lebih sering disitasi oleh peneliti lain.

5. Meningkatkan Kuantitas Publikasi Ilmiah

Selain kualitas, jumlah publikasi ilmiah juga memengaruhi perolehan skor SINTA. Dosen dapat meningkatkan produktivitas dengan secara konsisten melakukan penelitian dan mempublikasikan hasilnya di jurnal ilmiah. Konsistensi dalam publikasi akan membantu meningkatkan skor SINTA secara bertahap.

Sumber:
  1. Adji, A.(2026). Cara Menaikkan Score Sinta. Diakses pada 7 April 2026 dari https://authenticpublishing.id/blog/cara-menaikkan-score-sinta/
  2. Mengenal SINTA Score dan Cara Meningkatkannya. (2025). Parafrase Indonesia. Diakses pada 7 April 2026 dari https://parafraseindonesia.com/karir-akademik/karir-dosen/sinta-score-dan-cara-meningkatk/
  3. Satu Dikti. [@satudikti]. (2024, Apr 16). Skor SINTA adalah indikator yang mengukur kinerja peneliti dan… [Foto]. Instagram. https://www.instagram.com/p/C50gOytBjb_/?img_index=1
  4. Nas’al. (2025). SINTA Score dan Dampaknya terhadap Reputasi Peneliti di Indonesia. Diakses pada 7 April 2026 dari https://softwaremahasiswa.com/2025/09/01/sinta-score-reputasi-peneliti/
  5. Frequently Asked Questions. (n.d). Science and Technology Index. Diakses pada 7 April 2026 dari https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/home/faq

Ahmad Aziz

SEO Specialist and Content Editor who also manages website for Dunia Dosen. Highly interested in SEO, content marketing, and WordPress website development. With experience as a WordPress Web Developer, helping to optimize and manage website projects to support business goals.

Recent Posts

Pentingnya Kualitas Publikasi Ilmiah bagi Dosen, Berikut Strategi untuk Mencapainya

Meningkatkan kuantitas maupun kualitas publikasi ilmiah, tentunya menjadi PR bagi semua dosen di Indonesia. Meski…

3 hours ago

Ketentuan Pembagian Persentase Angka Kredit dalam Kolaborasi Publikasi Jurnal Ilmiah

Dalam Kepmendiktisaintek No. 39/M/Kep/2026, mencantumkan bahwa publikasi jurnal ilmiah untuk syarat khusus kenaikan jabatan fungsional…

5 hours ago

Strategi Memenuhi Syarat Khusus Kenaikan Jabatan Fungsional Asisten Ahli Menuju Lektor

Setelah memangku jenjang pertama, yakni Asisten Ahli. Tentu dosen tidak berhenti di jenjang tersebut. Melainkan…

1 day ago

Syarat Naik Jabatan Fungsional Menuju Lektor Kepala di Tahun 2026

Penerbitan dan pemberlakuan Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025, tentu mempengaruhi syarat naik jabatan fungsional menuju…

1 day ago

7 Platform AI untuk Membantu Penulisan Artikel Ilmiah bagi Dosen

Sebagai dosen maupun mahasiswa, menggunakan AI bukan sekedar pemanfaatan teknologi terkini. Akan tetapi harus menyesuaikan…

1 day ago

9 Kesalahan Dosen dalam Melakukan Penulisan Jurnal dan Tips Menghindarinya

Penulisan jurnal atau penulisan artikel ilmiah untuk diterbitkan ke sebuah jurnal, memang diketahui bukan hal…

1 day ago