Bagaimana Aturan Penulisan Jurnal Ilmiah agar Mudah Diterima?
Sebagaimana karya tulis ilmiah pada umumnya, artikel ilmiah juga terikat dengan aturan terkait struktur. Aturan ini yang membuat struktur artikel di berbagai jurnal tidak berbeda jauh. Mengikuti ketentuan struktur penulisan bisa memperbesar potensi artikel diterima pengelola jurnal. Berikut informasinya.
Jurnal ilmiah adalah media publikasi artikel ilmiah berisi hasil penelitian maupun hasil kajian pustaka yang diterbitkan secara periodik dan melewati tahap peer review.
Jurnal ilmiah secara umum dikelola oleh perusahaan maupun organisasi dan institusi. Fungsi atau peran utamanya adalah menerbitkan artikel ilmiah. Sehingga dari aspek ini, jurnal ilmiah sama seperti perusahaan penerbitan.
Jurnal ilmiah secara khusus hanya menerbitkan artikel ilmiah.Sekaligus fokus di satu scope keilmuan pada suatu bidang keilmuan. Sehingga seluruh artikel yang diterbitkan berada di scope keilmuan yang sama.
Peneliti dan dosen membutuhkan jurnal untuk membantu penyebarluasan hasil penelitian. Khusus pada profesi dosen, publikasi di jurnal ilmiah memiliki arti penting yang sangat kompleks. Diantaranya adalah:
Hasil penelitian dan kajian pustaka yang dilakukan dosen wajib dipublikasikan, sehingga diketahui banyak orang dan berdampak nyata. Sehingga publikasi di jurnal ilmiah sangat penting bagi dosen. Sebab menjadi salah satu bentuk kontribusi dosen dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).
Baca juga: 7 Hal yang Menunjukan Pentingnya Publikasi Jurnal bagi Dosen
Publikasi di jurnal ilmiah menjadi bagian dari upaya dosen dalam membantu menyediakan referensi ilmiah kredibel. Sehingga mendorong penelitian berkelanjutan dan publikasi ilmiah berkualitas dari peneliti dan akademisi lain.
Temukan berbagai informasi terkait publikasi ilmiah pada halaman berikut: Kumpulan Artikel Mengenai Publikasi Ilmiah
Publikasi ilmiah pada jurnal menjadi bagian dari peningkatan reputasi akademik dosen. Pertama, menjadi bukti dosen memiliki kinerja penelitian yang baik. Kedua, publikasi ilmiah yang dimiliki dosen kredibel. Sebab artikel yang ditulis dosen melewati proses review setidaknya dari 2 pakar di bidangnya.
Publikasi ilmiah dalam bentuk jurnal menjadi salah satu bukti kinerja akademik dosen dalam tugas penelitian. Sehingga bisa masuk dalam pelaporan BKD dan menambah poin angka kredit untuk AK Prestasi.
Baca juga:
Dalam penulisan jurnal ilmiah, terdapat aturan struktur penulisan yang harus dipatuhi. Secara umum, struktur penulisan artikel ilmiah ditetapkan pengelola jurnal. Para dosen sebelum mulai menulis manuskrip artikel ilmiah harus mengecek panduan untuk penulis. Berikut pembahasan lengkapnya:
Judul menjadi bagian paling awal dan akan dibaca pertama kali oleh pembaca maupun editor dan reviewer. Judul harus mencerminkan isi artikel ilmiah, akan tetapi dalam versi lebih singkat atau ringkas.
Abstrak adalah ringkasan yang menjelaskan isi artikel ilmiah dan mencantumkan tujuan penelitian, metode, hasil, dan kesimpulan secara ringkas. Umumnya abstrak terdiri dari 150 – 250 kata saja. Kemudian ditutup dengan kata kunci dan ditempatkan di bawah abstrak. Pada artikel jurnal ilmiah biasanya terdiri dari 3-6 kata kunci.
Bagian selanjutnya adalah pendahuluan. Pendahuluan adalah bagian yang berisi latar belakang pemilihan topik, tujuan penelitian, dan menyajikan hipotesis atau pertanyaan penelitian.
Baca selengkapnya: Cara Membuat Pendahuluan Artikel Jurnal Ilmiah dengan Efektif dan Efisien
Bagian berikutnya adalah tinjauan pustaka yang berisi beberapa teori yang menjadi dasar penelitian maupun penulisan artikel ilmiah. Umumnya teori yang dipaparkan sesuai dengan judul dan bersumber dari referensi yang sesuai, terkini, dan kredibel.
Pada bagian ini berisi penjelasan mengenai bagaimana penelitian dilakukan. Mulai dari menjelaskan metode penelitian yang digunakan, instrumen penelitian, teknik analisis data penelitian, dan prosedurnya.
Baca juga: Format Penulisan Artikel Jurnal Terindeks SINTA
Bagian berikutnya adalah hasil dan pembahasan. Pada poin hasil, peneliti mencantumkan data hasil penelitian apa adanya. Kemudian pada poin pembahasan, data hasil penelitian dibahas dengan hasil interpretasi penulis (peneliti).
Kesimpulan berisi hasil penelitian dan bagaimana temuan dalam penelitian menjawab pertanyaan penelitian. Sedangkan saran berisi rekomendasi kepada peneliti dan akademisi lain untuk melanjutkan penelitian yang telah dilakukan penulis.
Bagian akhir dalam struktur artikel jurnal ilmiah adalah daftar pustaka. Daftar pustaka berisi daftar seluruh referensi yang digunakan dalam penelitian dan penulisan artikel jurnal ilmiah. Daftar pustaka disusun dengan salah satu gaya sitasi dan ditentukan pengelola jurnal tujuan.
Baca juga: Pedoman Penulisan Daftar Pustaka Jika Sumber dari Prosiding dalam Berbagai Gaya Sitasi
Publikasi di jurnal ilmiah, tidak hanya fokus menyesuaikan dengan aturan penulisan jurnal. Namun, memperhatikan juga aspek lain yang kemudian menjadikan artikel ilmiah dipandang berkualitas serta layak terbit. Meminimalkan resiko artikel ditolak pengelola jurnal, berikut beberapa tips untuk mengantisipasinya:
Tips pertama untuk meningkatkan peluang artikel diterima adalah memilih jurnal yang tepat. Setiap jurnal memiliki scope keilmuan yang berbeda, sehingga penting menyesuaikan topik penelitian dengan fokus jurnal tujuan.
Misalnya, dosen di bidang Ilmu Komputer perlu memastikan jurnal yang dipilih sesuai dengan topik seperti cyber security atau digital forensics. Kesalahan memilih jurnal dapat menyebabkan artikel ditolak meskipun kualitasnya baik. Untuk mengurangi risiko, dosen disarankan menyiapkan beberapa alternatif jurnal sejak awal.
Baca selengkapnya: Scope Jurnal & Cek Dulu Agar Naskah Sesuai Jurnal Tujuan
Peluang artikel ilmiah diterima jurnal akan lebih besar jika topik yang dipilih sudah tepat sejak awal penelitian. Topik yang tepat umumnya memenuhi beberapa kriteria berikut:
Penulisan jurnal ilmiah harus mengikuti format dan struktur yang ditetapkan oleh pengelola jurnal. Format mencakup ketentuan teknis, seperti jenis dan ukuran font, ukuran kertas, margin, serta aturan penulisan lainnya. Sementara itu, struktur berkaitan dengan susunan bagian artikel yang harus disesuaikan dengan pedoman jurnal.
Agar tidak revisi berulang, penulis perlu memahami ketentuan tersebut sejak awal melalui panduan yang biasanya tersedia di website resmi jurnal atau file PDF.
Penggunaan referensi yang tepat dapat meningkatkan kualitas artikel ilmiah dan peluang diterima jurnal. Referensi yang digunakan sebaiknya memenuhi tiga kriteria berikut:
Editing dan penyuntingan mandiri penting dilakukan untuk memperbesar peluang artikel diterima jurnal. Proses ini membantu penulis menemukan kesalahan teknis, pencantuman data, susunan kalimat, maupun kekeliruan lainnya sejak awal.
Dengan naskah yang lebih rapi dan minim kesalahan, kualitas artikel akan meningkat dan peluang lolos penilaian editor menjadi lebih besar.
Proses revisi merupakan hal yang wajar dalam publikasi jurnal ilmiah dan tidak perlu dihindari. Revisi menunjukkan bahwa artikel telah melalui penilaian serta masih memiliki ruang untuk disempurnakan. Karena itu, penulis perlu menyikapinya dengan bijak, teliti, dan sesuai catatan reviewer agar kualitas artikel semakin baik.
Dengan menerapkan berbagai tips tersebut dan menyesuaikan penulisan dengan kebijakan jurnal tujuan, peluang artikel untuk diterima dan terbit akan semakin besar. Publikasi tersebut juga dapat mendukung kebutuhan akademik, seperti BKD maupun penilaian angka kredit.
Mempertimbangkan penggunaan AI untuk membuat abstrak jurnal tentu mulai dilakukan banyak kalangan akademisi. Baik itu…
Abstrak merupakan bagian penting dalam artikel jurnal ilmiah karena menjadi ringkasan isi penelitian yang pertama…
Meningkatkan kuantitas maupun kualitas publikasi ilmiah, tentunya menjadi PR bagi semua dosen di Indonesia. Meski…
Dosen dan peneliti di Indonesia, tentunya memperhatikan perolehan SINTA Score yang diraih. Melalui skor inilah,…
Dalam Kepmendiktisaintek No. 39/M/Kep/2026, mencantumkan bahwa publikasi jurnal ilmiah untuk syarat khusus kenaikan jabatan fungsional…
Setelah memangku jenjang pertama, yakni Asisten Ahli. Tentu dosen tidak berhenti di jenjang tersebut. Melainkan…