Salah satu syarat administrasi dalam mendaftar beasiswa LPDP adalah melampirkan essay. Essay LPDP menjadi salah satu dokumen yang wajib dilampirkan. Dalam proses penyusunannya banyak pejuang beasiswa LPDP mengalami kesulitan.
Bahkan, tidak sedikit yang mengaku gagal dari aspek essay tersebut. Hal ini terjadi, karena essay yang disusun kurang sesuai dan kurang memenuhi kriteria penilaian calon awardee. Lalu, seperti apa contoh essay beasiswa LPDP yang baik dan benar? Berikut informasinya.
Daftar Isi
ToggleEssay LPDP dan Ketentuannya
Secara umum, essay atau dalam bahasa Indonesia disebut esai adalah berbentuk prosa yang berisi gagasan, pendapat, atau pandangan penulis terhadap suatu topik tertentu. Sehingga sifat tulisan ini adalah subjektif akan tetapi tetap rasional, bukan hasil imajinasi.
Essay menjadi jenis karya tulis yang umum melengkapi syarat administrasi pendaftaran mahasiswa baru maupun program beasiswa. Pada perguruan tinggi di luar negeri, pendaftaran mahasiswa baru sangat umum mensyaratkan dokumen ini.
Sementara di Indonesia sendiri, ada beberapa yang menerapkan kebijakan serupa. Namun, paling banyak ditemukan pada syarat administrasi beasiswa. Salah satunya dalam program beasiswa LPDP yang dikelola LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Essay untuk LPDP adalah essay yang disusun untuk menjelaskan rencana studi dan rencana kontribusi pasca lulus untuk kebutuhan melengkapi administrasi pendaftaran beasiswa LPDP.
Essay dalam beasiswa LPDP biasanya disertai sejumlah ketentuan. Misalnya batas maksimal jumlah kata, format file atau dokumen essay saat dilampirkan, dan ketentuan lainnya. Isi dari essay ini akan ikut menentukan apakah pendaftar lolos seleksi atau sebaliknya.
Tips Menyusun Essay LPDP
Memahami bahwa essay LPDP akan sangat mempengaruhi potensi menjadi awardee (penerima beasiswa). Maka tentu penyusunannya tidak bisa asal-asalan. Berikut beberapa tips yang perlu dipertimbangkan:
1. Memahami Ketentuan Essay di Program Beasiswa LPDPÂ
Tips yang pertama adalah memahami ketentuan atau aturan dalam penulisan essay beasiswa LPDP. Sebagai program beasiswa resmi dari pemerintah. Tentu ada aturan khusus dalam setiap dokumen yang menjadi syarat administrasi. Termasuk pada essay.
Jadi, silahkan membaca buku panduan dan sumber lain dari pihak LPDP yang membahas ketentuan essay. Pastikan dibaca dan dipahami, sehingga paham betul rambu-rambu essay tersebut bagaimana. Hal ini akan membantu menghindari kesalahan.
2. Menggunakan Bahasa FormalÂ
Tips kedua, adalah selalu menggunakan bahasa formal. Sekalipun essay dipahami sebagai karya tulis yang subjektif karena menceritakan pengalaman dan prestasi yang diraih. Namun ditujukan untuk program beasiswa dari pemerintah. Sehingga bisa disebut dokumen resmi. Gaya bahasa yang digunakan dianjurkan formal.
3. Memahami Ketentuan Isi dan Melakukan PenyesuaianÂ
Dalam menyusun essay LPDP tentu akan ada informasi terkait ketentuan yang menyertainya. Termasuk ketentuan isinya apa saja dan melakukan penyesuaian. Jika instruksi atau informasi dari pihak LPDP tidak detail.
Maka bisa melihat contoh essay LPDP. Sehingga paham betul apa saja yang harus dijelaskan dalamnya. Misalnya menjelaskan prestasi atau pencapaian yang relevan dengan rencana studi. Sehingga menjadi latar belakang pemilihan program studi dan perguruan tinggi. Kemudian rencana kontribusi.
Jika sudah dipahami isinya apa saja. maka akan memudahkan proses penentuan apa yang akan disampaikan. Misalnya, ada 3 pilihan prestasi atau pencapaian. Berhubung ada batasan jumlah kata, maka perlu menentukan salah satu saja.
4. Mulai dengan Memperkenalkan Diri Baru ke Topik UtamaÂ
Essay LPDP sebaiknya dibuka dengan teknik yang benar. Mulai dengan perkenalan diri. Sehingga sama artinya bentuk sopan santun menyapa pembaca essay tersebut. Jangan langsung ke inti atau bagian lain dalam essay. Perkenalan bisa nama lengkap, asal daerah, dan lulusan perguruan tinggi mana.
5. Bersikap Jujur dan OtentikÂ
Essay dalam beasiswa LPDP menjadi sarana bagi pendaftar untuk melakukan refleksi diri. Memahami diri sendiri yang mengambil keputusan besar melanjutkan studi jenjang pascasarjana.
Essay yang sifatnya subjektif, tentu perlu disusun dengan penuh kejujuran. Menjelaskan suatu pengalaman dan pandangan pribadi secara jujur. Kemudian otentik, atau menjadi diri sendiri. Hindari mengikuti gaya bercerita pendaftar lain, karena akan menjadi tidak otentik dan hasilnya isi essay tidak mengalir.
6. Menyampaikan Rencana Studi dan Kontribusi dengan Tepat
Rencana studi dan rencana kontribusi bisa disebut sebagai topik utama dalam essay LPDP. Pastikan rencana studi tersebut sudah tersusun dengan baik. Sehingga menjelaskan bahwa sudah siap menempuh studi pascasarjana dengan beasiswa LPDP.
Sedangkan untuk rencana kontribusi, pastikan relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun industri dan pemerintah Indonesia. Sekaligus relevan dengan program studi atau ilmu dan keahlian yang didapat selama studi.
Tidak kalah penting, rencana kontribusi tersebut realistis sehingga mudah untuk diwujudkan. Rencana kontribusi yang terkesan menakjubkan, mungkin dinilai bisa menjadi nilai tambah. Namun, jika realisasinya masih kurang memungkinkan. Maka bisa dipandang tidak realistis, sulit diwujudkan. Sehingga menjadi minus pada essay.
7. Mempelajari Contoh Essay LPDPÂ
Tips penting berikutnya adalah mempelajari contoh essay untuk beasiswa LPDP. Jika memungkinkan bisa mempelajari contoh essay para awardee. Sehingga ada contoh nyata essay seperti apa yang meloloskan penyusunnya sebagai awardee. Contoh ini bisa membantu mempelajari tata cara menyusun essay yang baik.
Sebab bisa melihat langsung susunan essay seperti apa. Kemudian struktur dan aspek lain, termasuk gaya bahasanya bagaimana. Kadang kala kesulitan menyusun essay dimulai dari penentuan paragraf atau bahkan kalimat pertama. Jadi, dengan adanya contoh maka bisa menjadi solusi atas kendala ini.
8. Ikut Pelatihan Menulis Essay LPDPÂ
Tips berikutnya, membantu lebih lancar dan meminimalkan kesalahan dalam menyusun essay LPDP. Maka bisa ikut serta dalam kegiatan pelatihan. Biasanya diselenggarakan perguruan tinggi, akan tetapi bisa juga nonperguruan tinggi. Sehingga bisa belajar dari ahlinya dan lebih terstruktur.
Sifat pelatihan ini bisa saja berbayar. Namun, jika Anda berstatus mahasiswa dan kebetulan perguruan tinggi tempat studi menyelenggarakan. Maka tentu gratis atau ada subsidi, sehingga biayanya lebih terjangkau.
Kegiatan pelatihan, biasanya diikuti praktek langsung. Hasil essay kemudian dikoreksi oleh mentor. Sehingga benar-benar mendapat masukan dari ahlinya dan sudah berpengalaman dalam menyusun essay untuk beasiswa.
Baca juga artikel berikut yang berkaitan:
- Persiapan Tahun 2026! Tips Lolos Beasiswa LPDP
- 10 Tips Lolos Beasiswa LPDP dari Sejumlah Awardee
- Faktor Penyebab Gagal LPDP dan Cara Mengatasinya
Ikuti juga Live Class: Unlock Beasiswa LPDP Lanjut Study Doktoral. Kelas rutin GRATIS untuk dosen Indonesia tentang publikasi, Pengajaran, dan Peningkatan Karir Dosen yang dilengkapi banyak fasilitas untuk peserta!
Contoh Essay untuk Lolos LPDP
Membaca dan mempelajari contoh adalah salah satu kiat untuk menyusun essay LPDP yang baik. Sehingga memperbesar peluang lolos seleksi beasiswa LPDP. Berikut contoh yang bisa dipelajari lebih lanjut:
1. Contoh Essay LPDP 1
Peran Saya dalam Mendorong Ekonomi Syariah di Indonesia
Sejak kecil, orang tua saya menanamkan pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk memberi manfaat yang lebih luas. Nilai tersebut membentuk tekad saya, Muhammad Alif, sebagai anak sulung, untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Dalam perjalanan pendidikan saya, ekonomi syariah menjadi bidang yang paling menarik perhatian karena menawarkan konsep keadilan dan keseimbangan dalam pembangunan ekonomi.
Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan kemajuan yang signifikan, khususnya di sektor keuangan. Aset perbankan syariah dan unit usaha syariah mengalami pertumbuhan yang pesat, bahkan melampaui rata-rata pertumbuhan keuangan syariah global. Selain itu, pasar modal syariah juga terus berkembang, tercermin dari meningkatnya kapitalisasi saham berbasis syariah. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah memiliki pondasi yang kuat untuk terus dikembangkan.
Namun, pertumbuhan sektor keuangan syariah perlu diimbangi dengan penguatan sektor riil. Perekonomian Indonesia yang masih didominasi oleh konsumsi masyarakat memerlukan dukungan aktivitas usaha produktif agar tercipta keseimbangan ekonomi yang berkelanjutan. Tanpa penguatan sektor riil, pertumbuhan ekonomi berpotensi menimbulkan ketimpangan dan tekanan inflasi.
Dalam konteks tersebut, saya memandang peran pelaku usaha, lembaga keuangan, dan institusi pendidikan sebagai agen perubahan yang mendorong aktivitas ekonomi ke sektor riil. Lembaga yang saya kelola, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan, saya arahkan untuk berkontribusi dalam menciptakan keseimbangan antara sektor keuangan dan sektor riil sesuai prinsip ekonomi syariah.
Mewujudkan kontribusi tersebut, saya memerlukan pemahaman yang lebih mendalam dan komprehensif tentang ekonomi syariah. Melalui beasiswa LPDP, saya berharap dapat menempuh pendidikan lanjutan yang memperkuat kapasitas akademik dan praktis saya. Dengan bekal tersebut, saya berkomitmen untuk kembali dan berkontribusi bagi Indonesia dalam mengembangkan ekonomi syariah yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah. Saya ingin mengambil peran aktif dalam mewujudkan visi tersebut dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Cek juga kelas online Digital Era Smart Lecturer Optimalisasi Riset dan Publikasi dan kuasai strategi riset dan publikasi digital untuk memperkuat reputasi akademik Anda!
2. Contoh Essay LPDP 2
Peran Saya dalam Membangun Kemajuan Bangsa Melalui Pendidikan
Pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Saya, Ika Susanti mulai menyadari hal tersebut sejak masih sangat muda. Semasa kecil, ibu saya menanamkan nilai bahwa pendidikan adalah kunci untuk membangun karakter dan kemajuan negara. Nilai tersebut membentuk cara pandang dan tujuan hidup saya hingga saat ini.
Sejak Sekolah Dasar, saya memahami bahwa menjadi guru bukan sekadar mengajar, tetapi juga mendidik dan membentuk karakter. Kesadaran ini menumbuhkan cita-cita saya untuk menjadi pengajar. Seiring waktu, cita-cita tersebut berkembang dari keinginan menjadi guru hingga menjadi dosen di perguruan tinggi, tanpa mengubah tujuan utama saya untuk berkontribusi di bidang pendidikan.
Sebagai langkah awal, saya menempuh pendidikan di Fakultas Farmasi untuk mempersiapkan diri sebagai akademisi. Selain belajar secara akademik, saya juga aktif dalam organisasi dan kegiatan riset untuk mengembangkan keterampilan pendukung. Setelah menyelesaikan Program Studi Profesi Apoteker, saya terlibat sebagai asisten dosen di beberapa perguruan tinggi, yang memberi saya pengalaman langsung dalam dunia pendidikan tinggi.
Saya menyadari bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di lingkungan formal, tetapi juga di keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk terus berkontribusi secara konsisten dalam pendidikan di berbagai lingkungan.
Saya percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter dan mental. Melalui peran saya sebagai pengajar, saya berharap dapat berkontribusi dalam membangun fondasi kemajuan bangsa dan membantu Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Selain contoh tersebut, tentunya masih banyak contoh essay LPDP lain yang bisa dipelajari. Silahkan memanfaatkan jaringan dan memberdayakan internet untuk mendapatkan lebih banyak contoh. Namun, hanya untuk dipelajari dan menjadi inspirasi. Bukan disalin ulang begitu saja. Sebab essay harus jujur dan otentik agar lolos seleksi.
Duniadosen juga memiliki kelas online dengan materi terbia dan sangat cocok untuk membantu pengembangan Anda! Jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftar E-Course dari Duniadosen dan tingkatkan kemampuan Anda!





