Kumpulan Artikel Mengenai AI untuk Dosen

7 Platform AI untuk Membantu Penulisan Artikel Ilmiah bagi Dosen

Sebagai dosen maupun mahasiswa, menggunakan AI bukan sekedar pemanfaatan teknologi terkini. Akan tetapi harus menyesuaikan dengan regulasi berkaitan dengan penggunaannya untuk penulisan karya ilmiah seperti pada artikel jurnal. Jadi, seperti apa regulasinya? Berikut informasinya. 

Apa Saja Manfaat AI untuk Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah Dosen?

AI digunakan sejumlah pengembang platform untuk menyediakan layanan tertentu kepada masyarakat luas. Sehingga memberi manfaat bagi para pengguna platform AI tersebut. Dalam konteks penggunaan AI untuk penulisan artikel jurnal ilmiah oleh dosen, manfaat yang didapatkan cukup beragam. Diantaranya adalah: 

1. Membantu Meningkatkan Kualitas Artikel Ilmiah

Teknologi AI bisa dimanfaatkan para dosen untuk meningkatkan kualitas artikel ilmiah yang disusun. Sebab ada banyak platform AI yang menunjang peningkatan kualitas tulisan ilmiah, termasuk yang berbentuk artikel ilmiah. 

Misalnya, menggunakan Grammarly untuk mengecek grammar pada artikel ilmiah berbahasa Inggris. Semakin baik grammarnya, semakin tinggi kualitas dan keterbacaannya. Sehingga lebih mudah menembus jurnal internasional kredibel dan bereputasi. 

Baca juga: 13 AI untuk Review Jurnal, Cari Referensi Publikasi Makin Mudah!

2. Mempercepat Penulisan Artikel Ilmiah

Manfaat menggunakan AI untuk penulisan artikel ilmiah berikutnya adalah mempercepat proses penulisan itu sendiri. Hal ini bisa terjadi, karena platform AI bisa mendukung kelancaran proses penulisan. 

Jika dosen belum memahami topik yang ditulis, bisa mencari penjelasan tambahan dan rinci di Chat GPT, Elicit, dan sebagainya. Jika dosen butuh referensi tambahan untuk argumen yang dipaparkan, bisa mencari di Elicit, Open Knowledge Maps, Consensus, dll. 

Baca juga: 20 AI untuk Membantu Penelitian

3. Menunjang Penulisan Kutipan dan Daftar Pustaka

Dalam menggunakan AI untuk penulisan artikel jurnal, para dosen akan terbantu dalam mencantumkan kutipan. Disusul dengan kemudahan untuk menyusun halaman daftar pustaka dengan cepat dan tepat. 

Misalnya dengan menggunakan Mendeley yang juga menggunakan teknologi AI. Melalui platform ini, para dosen dimudahkan dalam mencantumkan sitasi pada kutipan. Sehingga sesuai dengan ketentuan sitasi di dalam teks dari gaya sitasi yang digunakan. Baik itu APA, MLA, dll. 

Baca juga: AI Pembuat Abstrak Jurnal & Contoh Prompt, Menulis Makin Cepat!

4. Menunjang Tinjauan Literatur

Penulisan artikel ilmiah melewati beberapa tahapan, salah satu tahap awal adalah tinjauan literatur.  Yakni tahap dimana dosen membaca sejumlah literatur atau referensi ilmiah. Baik untuk memahami topik, menguatkan argumen dan data yang dipaparkan pada manuskrip, dan tujuan lainnya. 

Platform AI tertentu bisa menunjang proses tersebut. Misalnya Elicit, Open Knowledge Maps, Consensus, dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain membantu dosen mendapat informasi lebih detail terkait topik. Juga direkomendasikan sumber-sumber kredibelnya dan bisa diakses langsung. 

5. Memudahkan dalam Mengecek dan Menghindari Plagiarisme

Terdapat cukup banyak platform AI yang menyediakan fitur cek plagiarisme.  Salah satu contoh yang populer dan digunakan di lingkungan pendidikan tinggi adalah Turnitin. Lewat platform ini, artikel ilmiah yang disusun bisa di cek similarity indeksnya. Semakin rendah, semakin kecil pula kemungkinan artikel hasil plagiat. 

Pengecekan berlangsung cepat dan bersifat online, sehingga tidak memakan waktu lama. Hasil pengecekan bisa menjadi dasar untuk proses revisi. Sehingga skor similarity indeks berada di batas aman.

Baca juga: 14 Platform AI untuk Cek Plagiarisme

Daftar Platform AI untuk Menunjang Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah

Menggunakan berbagai platform AI untuk penulisan artikel jurnal ilmiah tentunya bisa dipertimbangkan para dosen. Berikut beberapa daftar platform AI yang bisa dipilih: 

1. Open Knowledge Maps

Secara umum, platform AI ini membantu menelusuri topik menarik untuk diteliti, sehingga bisa memilih topik penelitian yang tepat.  Selain itu, platform ini bisa digunakan dosen untuk melakukan tinjauan literatur. Selain menampilkan peta topik penelitian dan perkembangannya dari waktu ke waktu. 

Juga menampilkan luaran penelitian tersebut dalam bentuk prosiding maupun jurnal ilmiah. Sehingga bisa dipertimbangkan untuk dijadikan referensi. Open Knowledge Maps juga menampilkan rangkuman publikasi ilmiah tersebut, serta fitur untuk mengakses sumbernya langsung maupun melakukan sitasi otomatis. 

2. Elicit

platform AI satu ini bisa digunakan dosen untuk memahami topik penelitian dan topik artikel ilmiah yang disusun.  Sebab bisa menyajikan rangkuman dari berbagai hasil publikasi ilmiah, misalnya berbentuk jurnal dengan topik yang relevan. Setiap rangkuman disediakan fitur untuk mengecek sumbernya dari mana.

SelaIn bisa diandalkan dosen untuk memahami topik artikel ilmiah secara lebih mendalam. Juga bisa dimanfaatkan untuk mendapat referensi ilmiah yang tepat, karena relevan dan mudah diakses ke sumbernya langsung tanpa pindah atau membuat tab baru di browser. 

3. Chat GPT

Platform ini bisa membantu dosen dalam penulisan artikel jurnal ilmiah. Misalnya meminta dibantu dalam menyusun kerangka artikel dengan format IMRaD secara spesifik sesuai topik. 

Chat GPT juga bisa digunakan untuk merangkum artikel jurnal yang dijadikan referensi. Misalnya dilampirkan dan menyusun prompt berisi perintah dibuatkan rangkuman. Bisa juga untuk membandingkan dua artikel jurnal dan tujuan lainnya. Sehingga dengan Chat GPT, proses penulisan bisa lebih cepat dan tepat. 

4. Grammarly

Sesuai dengan namanya, platform AI satu ini menyediakan fitur utama mengecek grammar pada artikel ilmiah yang ditulis dengan bahasa Inggris.  Jika ada kalimat yang grammar masih keliru, maka akan terdeteksi.

Kemudian akan direkomendasikan susunan yang benar bagaimana. Platform ini bisa memastikan artikel ilmiah punya susunan grammar yang tepat. Sehingga enak dibaca dan mudah dipahami. 

5. Quillbot

Platform AI selanjutnya adalah Quillbot. Secara umum, platform ini membantu proses penulisan karya tulis jenis apapun dengan berbagai fitur. Termasuk membantu penulisan artikel ilmiah untuk jurnal. 

Quillbolt bisa digunakan untuk parafrase, menerjemahkan referensi dari bahasa asing agar mudah dipahami, mengecek grammar, mengecek plagiarisme, dan sebagaiya. Sehingga bisa membantu penulisan artikel jurnal dengan cepat dan tepat lewat berbagai layanan yang disediakan. 

6. Mendeley

Mendeley juga termasuk platform AI untuk menunjang penulisan artikel jurnal ilmiah. Lewat platform ini, para dosen dimudahkan untuk melakukan sitasi pada kutipan dan menyusun daftar pustaka dengan berbagai gaya sitasi. Sehingga selalu tepat sesuai ketentuan gaya sitasi tersebut dan dijamin konsisten dari halaman pertama. 

7. Turnitin

Turnitin juga menjadi platform AI yang bisa diandalkan dosen untuk menunjang penulisan artikel jurnal. Turnitin membantu mengecek skor similarity indeks, sebagai bagian deteksi dini kemungkinan terjadi plagiat tanpa disengaja. 

Selain platform AI untuk penulisan artikel jurnal ilmiah yang dipaparkan di atas. Tentunya masih banyak pilihan platform AI lain yang bisa dipertimbangkan. Sebab ada banyak platform AI dengan layanan serupa, hanya saja dikembangkan perusahaan lain sehingga namanya berbeda. 

Regulasi atau Ketentuan dalam Menggunakan AI bagi Dosen

Teknologi AI sejak awal masuk atau dimanfaatkan di pendidikan tinggi memang menimbulkan pro dan kontra. Pada tahun 2024, Kemdiktiristek menerbitkan Panduan Penggunaan Generative Artificial Intelligence (Gen AI) pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi.

Sehingga menggunakan teknologi AI dalam melaksanakan pembelajaran dan tugas tri dharma lain, pada dasarnya diperbolehkan. Hanya saja ada batasan yang ketat. Platform AI digunakan sebagai alat bantu, bukan pengganti kinerja akademik dosen. Sekaligus mendeklarasikan (mengakui) penggunaan AI tersebut sesuai ketentuan. 

Lalu, bagaimana dengan penggunaan AI untuk penulisan artikel jurnal? Terkait hal ini, mengacu pada kebijakan penggunaan AI oleh pengelola jurnal tujuan. 

Setiap pengelola jurnal memiliki kebijakan tersendiri dan ketentuan yang menyertai kebijakan tersebut. Sebagai contoh, publisher terkemuka Elsevier memperbolehkan penggunaan AI oleh penulis artikel yang submit ke jurnal-jurnal di bawah pengelolaannya. 

Untuk memastikan penggunaan AI dalam penulisan artikel jurnal maupun pelaksanaan tridharma perguruan tinggi tetap bijak dan sesuai dengan etika akademik, para dosen dapat memperdalam pemahaman melalui E-Course Dunia Dosen “AI untuk Dosen: Akselerasi Tridharma Perguruan Tinggi”.

Program ini menyediakan materi yang relevan dan mutakhir, disertai pendampingan dalam pemanfaatan AI secara tepat guna mendukung kegiatan riset, publikasi ilmiah, serta pengembangan aktivitas akademik.

Sumber:
  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. (2024). Panduan Penggunaan Generative Artificial Intelligence (Gen AI) pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi. https://lldikti3.kemdiktisaintek.go.id/wp-content/uploads/2024/11/Buku-Panduan-_-Penggunaan-Generative-AI-pada-Pembelajaran-di-Perguruan-Tinggi-cetak.pdf
  2. Populix. (2025). 7 Manfaat AI Membantu Proses Penelitian, Bikin Lebih Efisien. Diakses pada 6 April 2026 dari https://info.populix.co/articles/manfaat-ai-membantu-proses-penelitian/
  3. Tambunan, F. R. (n.d). Penggunaan AI dalam Penelitian: Pro dan Kontra dalam Revolusi Penelitian Ilmiah. Diakses pada 6 April 2026 dari https://socs.binus.ac.id/2025/10/06/penggunaan-ai-dalam-penelitian-pro-dan-kontra-dalam-revolusi-penelitian-ilmiah/
  4. Rahayu, S. (2024). Pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam penulisan artikel ilmiah. Prosiding PITNAS Widyaiswara, 1, 429-437. https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/300
  5. Suwarman, R. (2026). Panduan Penggunaan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) untuk kegiatan Akademik di FITB. Diakses pada 6 April 2026 dari https://fitb.itb.ac.id/panduan-penggunaan-ai-di-fitb-berdasarkan-pedoman-ai-itb-2024/
  6. Elsevier. (n.d). Generative AI policies for journals. Diakses pada 6 April 2026 dari https://www.elsevier.com/about/policies-and-standards/generative-ai-policies-for-journals
Ahmad Aziz

SEO Specialist and Content Editor who also manages website for Dunia Dosen. Highly interested in SEO, content marketing, and WordPress website development. With experience as a WordPress Web Developer, helping to optimize and manage website projects to support business goals.

Recent Posts

Strategi Memenuhi Syarat Khusus Kenaikan Jabatan Fungsional Asisten Ahli Menuju Lektor

Setelah memangku jenjang pertama, yakni Asisten Ahli. Tentu dosen tidak berhenti di jenjang tersebut. Melainkan…

1 hour ago

Syarat Naik Jabatan Fungsional Menuju Lektor Kepala di Tahun 2026

Penerbitan dan pemberlakuan Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025, tentu mempengaruhi syarat naik jabatan fungsional menuju…

2 hours ago

9 Kesalahan Dosen dalam Melakukan Penulisan Jurnal dan Tips Menghindarinya

Penulisan jurnal atau penulisan artikel ilmiah untuk diterbitkan ke sebuah jurnal, memang diketahui bukan hal…

6 hours ago

5 Manfaat Publikasi Jurnal untuk Menunjang Karir Akademik Dosen

Publikasi jurnal ilmiah memiliki beragam arti penting bagi dosen di Indonesia. Selain membantu mambangun dan…

5 days ago

7 Hal yang Menunjukan Pentingnya Publikasi Jurnal bagi Dosen

Memenuhi BKD (Beban Kerja Dosen) tentunya lewat pelaksanaan tri dharma, termasuk produktif publikasi jurnal ilmiah.…

5 days ago

7 Kesalahan Publikasi Ilmiah untuk Pemenuhan BKD yangn Harus Dihindari Dosen

Dosen di Indonesia memiliki target kinerja dalam bentuk BKD (Beban Kerja Dosen). BKD yang harus…

5 days ago