7 Syarat Publikasi SINTA Scopus yang Wajib Dosen Ketahui agar Tidak Salah Strategi

publikasi-sinta-scopus
7 Syarat Publikasi SINTA Scopus yang Wajib Dosen Ketahui agar Tidak Salah Strategi

Meskipun sulit, publikasi di jurnal terindeks SINTA dan Scopus menjadi kebutuhan dan kewajiban semua dosen di Indonesia. Maka dosen harus cermat menyusun strategi publikasi ilmiah agar pencapaian tersebut bisa diraih. Berikut informasinya. 

Arti Penting Publikasi Ilmiah di Jurnal SINTA dan Scopus 

Publikasi SINTA Scopus memang dikenal tidak mudah. Ada banyak artikel ilmiah diterima jurnal terindeks SINTA maupun Scopus. Sehingga pengelola jurnal menetapkan standar tinggi dalam memilih artikel mana saja yang akan diterbitkan. 

Dampaknya, artikel ilmiah yang disusun memiliki potensi lebih besar ditolak. Belum lagi dengan tantangan proses review panjang dan melelahkan. Disusul biaya publikasi atau APC yang terbilang tinggi. Lalu, seberapa penting publikasi terindeks SINTA dan Scopus bagi dosen? Berikut penjelasannya: 

1. Meningkatkan Visibilitas dan Dampak Kegiatan Tri Dharma Dosen 

Arti penting yang pertama, publikasi SINTA Scopus membantu dosen meningkatkan visibilitas hasil kegiatan tri dharma. Baik itu tugas penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang luarannya berbentuk publikasi jurnal. 

Jurnal SINTA dan Scopus juga berpotensi menjaring lebih banyak pembaca, lebih banyak sitasi, dan tentunya menjadi salah satu indikator hasil kinerja tri dharma dosen berdampak nyata serta skalanya luas. Maka seberapa banyak tantangan yang dihadapi, publikasi SINTA dan Scopus tetap menjadi agenda rutin para dosen. 

Baca juga: 50 Daftar Jurnal Indonesia Terindeks Scopus Terbaru!

2. Menguatkan Reputasi Akademik Dosen 

Arti penting yang kedua, rekam jejak publikasi SINTA Scopus membantu menguatkan reputasi akademik dosen. Pertama, menjadi bukti dosen aktif menjalankan tri dharma dan kompeten melaksanakan kewajiban tersebut. 

Kedua, menjadi bukti bahwa penelitian dan PkM yang dosen laksanakan berdampak nyata serta berkualitas. Sehingga artikel ilmiah yang membahas hasil kegiatan tersebut dinilai layak terbit oleh pengelola jurnal SINTA dan jurnal Scopus. 

Ketiga, menembus jurnal terindeks SINTA maupun Scopus dikenal sulit. Sehingga menjadi bentuk pencapaian dosen. Kemudian publikasi ilmiah tersebut akan diakui kualitas dan kredibilitasnya. Citra positif dosen otomatis terbentuk di mata masyarakat. 

3. Optimasi Pemenuhan BKD dan Perolehan Angka Kredit 

Arti penting yang ketiga, riwayat publikasi dosen di jurnal SINTA dan jurnal Scopus menjadi bagian dari strategi pemenuhan BKD. Sekaligus optimasi dalam memperoleh poin angka kredit bernilai tinggi. 

Dalam BKD, publikasi ilmiah berbentuk jurnal nasional terakreditasi (terindeks SINTA) memiliki bobot SKS lebih tinggi dibanding jurnal nasional (belum terakreditasi). Hal ini juga berlaku untuk jurnal internasional bereputasi, bobot SKS-nya lebih tinggi dibanding jurnal internasional. 

Dalam penilaian AK Prestasi, riwayat publikasi di jurnal SINTA dan jurnal Scopus juga memiliki angka kredit tinggi. Misalnya pada jurnal internasional bereputasi, nilai angka kredit maksimal bisa sampai 40 poin untuk jurnal Scopus atau jurnal WoS peringkat Q1. 

Baca juga: SINTA Score sebagai Indikator Kinerja Penelitian Dosen, Berikut 5 Cara Mengoptimalkannya

4. Memenuhi Syarat Khusus Kenaikan Jabatan Akademik 

Arti penting selanjutnya, rekam jejak publikasi SINTA Scopus membantu dosen memenuhi syarat khusus kenaikan jabatan akademik. Seperti yang diketahui, kenaikan jabatan akademik mewajibkan dosen memenuhi 2 jenis persyaratan. 

Dimulai dari syarat administratif dan juga syarat khusus. Apabila mengajukan usulan kenaikan jabatan akademik menuju Guru Besar, maka masih ada syarat khusus tambahan yang wajib dipenuhi dosen. 

Publikasi di jurnal SINTA dan Scopus berpotensi bisa digunakan dosen memenuhi syarat khusus. Baik kenaikan jenjang menuju Lektor, Lektor Kepala, maupun Guru Besar selama memenuhi ketentuan lainnya. Jadi, karir akademik dosen bisa lebih mudah dikembagkan dengan publikasi di SINTA dan Scopus. 

Baca selengkapnya: Syarat Khusus dan Kriterianya untuk Kenaikan Jabatan Akademik Dosen Sesuai  Kepmendiktisaintek No 39/KEP/2026

5. Memenuhi Syarat Program Hibah 

Rekam jejak publikasi ilmiah pada jurnal SINTA dan Scopus membuka peluang mengakses program hibah. Ada banyak program hibah yang mensyaratkan dosen pengusul memiliki rekam jejak publikasi yang relevan dengan topik yang diusulkan. 

Banyak juga yang mensyaratkan dosen memiliki riwayat publikasi di jurnal SINTA atau Scopus. Maka praktis, riwayat publikasi pada jurnal terindeks SINTA dan Scopus bisa menjadi jalan untuk memenuhi syarat program hibah tersebut. 

Syarat Umum Publikasi di Jurnal SINTA dan Scopus 

Salah satu strategi untuk dosen bisa membangun rekam jejak publikasi SINTA Scopus, adalah memenuhi syarat dari pengelola jurnal. Secara umum, berikut syarat artikel ilmiah bisa menembus jurnal SINTA maupun Scopus: 

1. Sesuai dengan Scope Jurnal 

Semua artikel ilmiah yang diterbitkan secara berkala memiliki fokus bidang keilmuan yang sama. Jadi, dosen wajib memastikan dari awal sudah memilih jurnal yang tepat. Scope atau fokus bidang antara artikel yang disusun dengan yang ditetapkan pengelola jurnal sudah sesuai. 

Jika tidak sesuai, editor jurnal yang memeriksa artikel akan menolak penerbitannya. Padahal penolakan ini bukan karena kualitas substansi artikel jelek. Namun, scope tidak sesuai. Dosen pun harus memberdayakan waktu dan tenaga untuk mencari jurnal lain yang lebih sesuai. 

Baca selengkapnya: Scope Jurnal & Cek Dulu Agar Naskah Sesuai Jurnal Tujuan

2. Manuskrip Merupakan Karya Orisinil 

Plagiarisme dipandang sebagai tindakan paling tercela dalam dunia akademik dan publikasi ilmiah. Sehingga pengelola jurnal memiliki sensitivitas tinggi dalam aspek ini. Jika indikasi plagiat ditemukan, maka artikel ilmiah otomatis akan ditolak penerbitannya. 

Kemudian, jika di masa mendatang baru diketahui ada tindakan plagiat dan pelanggaran etika publikasi bentuk lainnya. Maka pihak pengelola jurnal berhak menghapus artikel yang sudah terbit tersebut. 

3. Topik Menarik dan Berdampak Nyata 

Umumnya, topik dikatakan menarik jika memiliki urgensi tinggi, relevan dengan permasalahan di masyarakat (baik masyarakat dalam satu negara maupun tingkat global). Semakin besar dampak masalah tersebut, maka topik dinilai punya urgensi dan dampak paling besar. 

Jadi, melakukan riset topik yang akan diteliti sangat penting. Sebab topik ini akan sangat menentukan apakah artikel lebih mudah menembus jurnal SINTA dan Scopus atau sebaliknya. Jika topik terlalu umum, dampak topik kecil, urgensi rendah, dan sejenisnya. Maka peluang publikasi SINTA Scopus cenderung rendah. 

4. Memiliki Novelty (Kebaruan) 

Selain topik, syarat publikasi di jurnal SINTA dan Scopus berikutnya adalah memiliki kebaruan. Artinya, penelitian dan artikel berisi hasil penelitian tersebut menunjukan kebaruan. Bukan hasil penelitian yang sama dengan penelitian terdahulu. Jika penelitian tidak memiliki novelty. Maka tentu tidak ada aspek baru yang benar-benar dihasilkan. Jurnal SINTA dan Scopus tidak akan menerima artikel seperti ini. 

Baca selengkapnya: Memahami Apa Itu Novelty pada Penelitian dan Cara Menentukannya 

5. Metode Penelitian Jelas dan Kuat 

Syarat berikutnya untuk bisa mengurus publikasi SINTA Scopus adalah metode penelitin jelas dan memiliki kekuatan. Artinya, metode penelitian yang dipilih tepat dan dijelaskan secara rinci serta mudah dipahami. 

Sehingga pembaca, khususnya editor jurnal dan reviewer memahami metode penelitian dan bagaimana penelitian tersebut dijalankan. Jadi, penentuan metode penelitian harus tepat. Disusul dengan penentuan instrumen penelitian dan teknik analisis data penelitian. 

6. Sesuai Ketentuan Format dan Sistematika Penulisan 

Syarat berikutnya, artikel ilmiah yang disusun dosen wajib sesuai dengan ketentuan format maupun sistematika penulisan. Maka sebelum disusun, dosen wajib meluangkan waktu membaca panduan penulisan (author guideline) yang disediakan pengelola jurnal. Buku panduan akan menjelaskan seperti apa format penulisan. 

Baca juga: Cara Menulis Artikel Jurnal untuk Dosen agar Lebih Terarah

7. Tidak Melanggar Etika Publikasi Ilmiah 

Syarat umum lainnya, dosen perlu memastikan tidak ada pelanggaran etika publikasi ilmiah. Etika ini juga ditetapkan secara lebih rinci oleh pengelola jurnal. Biasanya dicantumkan di salah satu halaman pada website resmi jurnal tersebut. Silahkan dibaca dan memastikan artikel ilmiah tidak melanggar salah satu poin di dalamnya. 

Strategi Menembus Jurnal SINTA Scopus Melalui E-Course Dunia Dosen 

Publikasi di jurnal SINTA dan Scopus membutuhkan strategi yang tepat, mulai dari penyusunan draft, pemilihan jurnal, hingga proses submit. Tanpa strategi yang sesuai, artikel berisiko tertolak, revisi menjadi lebih panjang, dan peluang membangun rekam jejak publikasi bisa terhambat.

Untuk membantu dosen lebih siap, Dunia Dosen menghadirkan e-course SINTA Scopus Mastery: Dari Draft ke Accepted bersama Prof. Dr. Rudy Agung Nugroho, S.Si., M.Si., narasumber berpengalaman yang telah menerbitkan lebih dari 100 artikel ilmiah di jurnal SINTA dan Scopus.

Melalui e-course ini, peserta akan mendapatkan materi publikasi yang terstruktur, relevan, dan aplikatif, dengan benefit:

  1. Akses Materi Selamanya 
  2. Materi Relevan dan Up to Date
  3. Dibimbing Narasumber Berpengalaman: Prof. Dr. Rudy Agung Nugroho, S.Si., M.Si.
  4. Strategi Lengkap Publikasi Jurnal Bereputasi
  5. Video Terstruktur dan Aplikatif
  6. Resume Pendalaman Materi
  7. E-Sertifikat 20 JP

Dengan akses fleksibel dan lifetime, dosen dapat mempelajari strategi publikasi kapan saja agar lebih siap menembus jurnal SINTA maupun Scopus.

SINTA Scopus Mastery: Dari Draft ke Accepted

Dapatkan materi lengkap up to date, lifetime access,
dipandu narasumber profesional dan berpengalaman, serta bonus eksklusif lainnya sekarang!

More Posts

Kelas E-Course

Ebook Gratis

Tag Populer