Persiapan Tahun 2026! Tips Lolos Beasiswa LPDP

tips-lolos-lpdp
Persiapan Tahun 2026! Tips Lolos Beasiswa LPDP

Menantikan pembukaan program beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), tentu menjadi agenda bagi masyarakat Indonesia. Baik itu mahasiswa, dosen yang berencana studi lanjut, maupun siapa saja. Sehingga ada kebutuhan mencari tips lolos beasiswa LPDP. 

Beasiswa LPDP sendiri termasuk beasiswa bergengsi. Cakupan pendanaan luas dengan sejumlah benefit lain yang menarik. Seperti leluasa memilih program studi dan perguruan tinggi tujuan. Namun, sejalan dengan pamornya maka persaingan super ketat. Seperti apa tips untuk memperbesar potensi lolos menjadi awardee LPDP?

Kenapa Beasiswa LPDP Sudah Didapatkan?

Beasiswa LPDP pertama kali diselenggarakan di tahun 2013 dan terus kontinyu sampai sekarang. Setiap tahunnya, jumlah pendaftar beasiswa ini mengalami kenaikan signifikan. Seperti pada tahun 2023, jumlah pendaftar sebanyak 33.396. Sementara di tahun 2024 jumlahnya naik menjadi 52.839 pendaftar. 

Puluhan ribu pendaftar kemudian diseleksi secara ketat dan ditetapkan kurang dari 10 ribu penerima atau awardee LPDP. Pada tahun 2024, jumlah pendaftar 52.839 orang dan yang lolos seleksi hanya 8.592 orang. Jadi, di tahun tersebut ada lebih dari 40 ribu pendaftar gagal menjadi awardee. Kenapa beasiswa ini sulit didapatkan? Berikut beberapa alasannya: 

1. Persyaratan yang Kompleks 

Dalam beasiswa LPDP, tantangan dimulai sejak membaca daftar syarat yang harus dipenuhi. Terbagi dalam 3 kategori. Yakni syarat umum yang berlaku untuk semua skema, syarat khusus untuk masing-masing skema, dan syarat administrasi. 

Ada puluhan poin persyaratan di dalam beasiswa LPDP. Lengah sedikit, bisa saja ada syarat yang terlewat untuk dibaca dan dokumen administrasi yang kurang sesuai ketentuan. Pada tahap pendaftaran, ketelitian tinggi menjadi sangat krusial bagi pejuang beasiswa LPDP. 

2. Kewajiban Memiliki Letter of Acceptance (LoA) 

Tantangan berikutnya yang membuat kegagalan meraih LPDP meningkat adalah syarat LoA. LoA memang bisa diurus dan dilampirkan pendaftar belakangan pasca lolos seleksi dan resmi menjadi awardee. 

Awardee yang belum melampirkan LoA akan diberikan Letter of Sponsorship (LoS). Melalui dokumen ini, diharapkan bisa lebih mudah diterima perguruan tinggi tujuan. Kemudian bisa mendapatkan LoA. Waktu yang diberikan untuk melampirkan LoA adalah 18 bulan sejak dinyatakan menjadi awardee (lolos seleksi). 

3. Proses Seleksi yang Kompleks 

Resiko gagal meraih beasiswa LPDP meningkat saat menghadapi proses seleksi. Seleksi di dalam program ini dibuat bertahap dan kompleks. Mulai dari seleksi administrasi dan disusul seleksi substansi. Tahapan tes yang panjang membuatnya kompleks. Sehingga banyak yang tidak lolos. 

4. Peminat Tinggi 

Kebutuhan tips lolos beasiswa LPDP semakin tinggi ketika menghadapi fakta bahwa jumlah pendaftar tidak sedikit. Tidak hanya ribuan, melainkan sampai puluhan ribu pendaftar. Namun, jumlah pendaftar yang diterima tidak sampai 10 ribu orang. Sehingga akan lebih banyak yang gagal menjadi awardee dibanding sebaliknya. 

5. Kebijakan Pembatasan Jumlah Penerima oleh LPDP 

Pada tahun 2025 dan 2026 mendatang, jumlah awardee beasiswa LPDP akan dibatasi oleh pihak LPDP selaku penyelenggara. Pembatasan ini menetapkan hanya menerima 4.000 awardee. 

Hasil seleksi di gelombang I tahun 2025, ada 1.492 awardee. Gelombang II belum diumumkan ke publik. Sehingga dengan kebijakan ini dan jumlah pendaftar masih puluhan ribu orang. Praktis, persaingan semakin ketat dan potensi gagal sangat tinggi. 

Tips Lolos LPDP Tahun 2026 

Memahami bahwa potensi gagal menjadi awardee beasiswa LPDP sangat tinggi. Maka tentu butuh strategi yang tepat agar potensi lolos meningkat. Berikut beberapa persiapan dan tips lolos beasiswa LPDP yang bisa diterapkan: 

1. Memahami Program Beasiswa LPDP 

Tips lolos menjadi awardee LPDP yang pertama adalah memahami betul mengenai program beasiswa ini. Kenapa? Sebab memang tingkat kesulitan dan kompleksitasnya tinggi. 

Kompleksitas bisa dilihat dari skema yang ditawarkan. Skema ini sendiri sangat banyak. Pada penyelenggaraan tahun 2025 dibuka dalam 5 skema dan masing-masing masih terbagi lagi menjadi beberapa subskema. 

Masing-masing skema memiliki karakteristik tersendiri. Mulai dari persyaratan, sasaran atau target program, dan aspek lainnya. Jadi, pelajari dulu beasiswa LPDP. Setelah paham, maka memudahkan menentukan skema mana yang paling sesuai. Sehingga peluang lolos seleksi lebih tinggi.

2. Mengasah Kemampuan Bahasa Inggris dan Skor TOEFL/IELTS 

Beasiswa LPDP adalah untuk jenjang pascasarjana. Sehingga ada kewajiban untuk terampil dalam bahasa Inggris. Inilah alasan kenapa sertifikat TOEFL/IELTS menjadi salah satu syarat administrasi pendaftaran dan berlaku untuk semua skema. 

Jadi, pastikan untuk mengasah keterampilan bahasa Inggris. Khususnya lewat kursus bahasa Inggris dan banyak dipakai berlatih. Sehingga semakin terampil, semakin optimal skor TOEFL/IELTS. Hal ini akan memperbesar peluang lolos seleksi. 

3. Menyiapkan Rencana Studi yang Kuat 

Tips lolos beasiswa LPDP berikutnya adalah menyiapkan rencana studi yang kuat. Rencana studi ini akan disampaikan pendaftar di dalam esai yang melengkapi aplikasi pendaftaran. Rencana studi yang kuat akan mampu meyakinkan penyeleksi untuk menerima aplikasi yang diajukan. 

Rencana studi mencakup ketepatan dalam memilih program studi, perguruan tinggi tujuan, dan relevan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Indonesia. Jadi, rencana studi yang dimiliki perlu ada relevansi dengan kebutuhan pembangunan di Indonesia.

Ikuti juga kelas online Digital Era Smart Lecturer Optimalisasi Riset dan Publikasi dan kuasai strategi riset dan publikasi digital untuk memperkuat reputasi akademik Anda!

 

4. Menyiapkan Esai yang Memikat 

Menyusun dan melampirkan esai yang berisi perkenalan diri, rencana studi, dan rencana kontribusi adalah wajib bagi pendaftar beasiswa LPDP. Esai ini sebaiknya disusun dengan baik dan memikat. 

Esai tersebut, menjadi kesempatan bagi pendaftar untuk menunjukan kelebihan yang dimiliki. Ceritakan suatu pencapaian penting, ceritakan juga perjuangan meraih pencapaian tersebut, disusul dengan menjelaskan rencana kontribusi ke Indonesia pasca menyelesaikan studi. 

Membaca contoh esai awardee sangat direkomendasikan. Sehingga bisa memberi gambaran yang lebih jelas, esai untuk beasiswa LPDP sebaiknya seperti apa. Sekaligus bisa menyusunnya dengan optimal sesuai versi diri sendiri. 

5. Menyiapkan Syarat Administrasi dengan Teliti 

Syarat administrasi dalam beasiswa LPDP juga sangat beragam atau kompleks. Maka penting untuk menyiapkan dan melengkapinya dengan ketelitian tinggi. Pastikan untuk menyusun catatan berisi daftar dokumen yang harus diurus. 

Kemudian melakukan manajemen waktu dan pekerjaan untuk menentukan urutan pengurusannya. Sehingga dokumen yang tersulit dan memakan waktu lama, bisa diurus lebih awal. 

Seluruh dokumen dalam syarat administrasi harus dibuat dalam format digital. Sebab pendaftaran beasiswa LPDP sendiri secara daring. Maka pastikan dokumen lengkap, sesuai format dan aspek lain yang ditetapkan pihak LPDP, dan dilampirkan dengan baik. Wajib diperiksa dulu untuk mencegah gagal unggah. 

6. Menyiapkan Diri Menghadapi Seleksi Substansi (Wawancara) 

Tips lolos beasiswa LPDP juga mencakup persiapan menghadapi seleksi substansi. Seleksi administrasi pada dasarnya lebih mudah asalkan teliti saat mengurus dan melengkapi seluruh dokumen pendaftaran. 

Berbeda dengan seleksi substansi, yang diisi dengan seleksi wawancara. Seleksi wawancara tentu lebih sulit dibanding seleksi dalam bentuk tes tertulis. Maka perlu menyiapkan diri dengan baik dan sejak jauh-jauh hari. Berikut beberapa persiapan yang sebaiknya dilakukan: 

  • Memahami dan mengingat esai yang disusun, sebab isi dari esai ini akan ditanyakan lebih mendalam dalam wawancara. Misalnya perguruan tinggi mana yang dituju dan apa alasannya? 
  • Melakukan riset mendalam berkaitan dengan program studi yang dituju, sehingga bisa menjawab pertanyaan terkait hal ini dengan baik. 
  • Melakukan latihan wawancara, minta bantuan teman atau anggota keluarga di rumah untuk mendukung latihan ini. Sehingga menjadi simulasi dan membantu memiliki persiapan lebih menghadapi wawancara. 
  • Berhubung pewawancara sangat mungkin memberi kesempatan bagi pendaftar mengajukan pertanyaan, maka silahkan menyiapkan pertanyaan tersebut dengan baik. Hal ini akan memberi kesan sudah siap menghadapi wawancara dan menjadi awardee LPDP. 

7. Manajemen Waktu dengan Teliti 

Poin berikutnya dalam daftar tips lolos beasiswa LPDP adalah melakukan manajemen waktu. Jauh sebelum pendaftaran beasiswa dibuka, pastikan sudah menyusun rencana kegiatan. 

Mulai dari menentukan program studi, perguruan tinggi, menentukan kapan mendaftar mahasiswa baru di perguruan tinggi tersebut, mengasah keterampilan bahasa Inggris, ikut tes TOEFL/IELTS, menyusun esai, dan seterusnya. 

8. Membangun Jaringan dan Memiliki Mentor 

Salah satu tips yang jangan sampai terlupa adalah membangun jaringan. Khususnya menambah teman dari kalangan awardee LPDP. Kemudian memiliki mentor yang juga merupakan awardee LPDP. 

Hal ini penting, karena bisa mendapat informasi sampai tips dan trik berharga dari mereka yang sukses menjadi awardee. Jadi, silahkan mulai berkenalan dengan para awardee. Baik itu di media sosial, kegiatan seminar terkait beasiswa LPDP, LinkedIn, dan lain sebagainya. 

Apabila menemukan sebuah grup diskusi yang berkaitan dengan beasiswa LPDP. Maka jangan ragu untuk ikut serta. Biasanya ada awardee yang sharing tips dan trik di dalamnya. Manfaatkan internet dan media sosial untuk menemukan informasi terkait hal ini. 

9. Mengoptimalkan Profil Daring 

Tips lolos beasiswa LPDP selanjutnya adalah mengoptimalkan profil daring. Misalnya profil di LinkedIn, profil di media sosial seperti Instagram, blog pribadi, dan lain sebagainya. Sebab, pewawancara LPDP sangat mungkin mencari informasi tentang pendaftar melalui internet. Maka usahakan membuat profil Anda mudah ditemukan. 

Mengoptimalkan profil dimulai dengan menambahkan foto profil profesional, melakukan personal branding di akun media sosial, tautkan profil daring dengan media online lain yang merupakan portofolio (misalnya menautkan link URL publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi), dan sebagainya. 

10. Menjaga Kesehatan Fisik dan Juga Mental 

Tips berikutnya adalah menjaga kesehatan fisik dan juga mental. Menyiapkan diri dalam mendaftar beasiswa LPDP tentu akan menyita tenaga, waktu, pikiran, dan juga biaya. Contoh, mengurus sertifikat TOEFL sampai passing grade. Kadang kala butuh beberapa kali tes. Selain melelahkan dan menyita waktu, juga butuh biaya. 

Selain itu, masih harus berhadapan dengan proses pendaftaran yang kompleks. Sebab perlu melampirkan cukup banyak dokumen. Jadi, sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental agar semua bisa ditangani. Serta selesai tepat waktu. Sekaligus, lebih siap menghadapi wawancara dan tampil gemilang. 

Menjaga kesehatan fisik bisa dengan mengatur pola makan, rajin berolahraga, tidur yang cukup, dan sebagainya. Sedangkan kesehatan mental bisa dengan tekun beribadah, membangun hubungan baik dengan orang sekitar, meditasi, dan sebagainya. 

Menerapkan sejumlah tips lolos beasiswa LPDP di atas, tentunya akan mengoptimalkan usaha. Sehingga bisa meningkatkan peluang atau potensi menjadi awardee LPDP. Namun, jika memang harus mendaftar di  tahun berikutnya. Pastikan menyikapi kegagalan dengan bijak dan objektif. Sebab, menjadi awardee memang susah dan bukan karena aplikasi yang dimiliki tidak menarik atau tidak layak.

Duniadosen juga memiliki kelas online dengan materi terbia dan sangat cocok untuk membantu pengembangan Anda! Jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftar E-Course dari Duniadosen dan tingkatkan kemampuan Anda!

Referensi:
  1. Monash University. (2025). 10 Tips Ampuh Lolos LPDP 2025: Panduan Lengkap dari Persiapan hingga Wawancara. [BUKA]
  2. Ad’ha, D. (2024). Kenapa Banyak Orang Gagal Mendaftar Beasiswa LPDP? [BUKA]
  3. Kumparan. (2025). LPDP Bakal Batasi Jumlah Penerima pada 2025 dan 2026. [BUKA]