Informasi

10 Tips agar Dosen Tetap Produktif Mengajar saat Puasa Ramadan

Tanggung jawab akademik para dosen tentunya tetap wajib ditunaikan selama bulan Ramadan. Sehingga, dosen perlu memahami bagaimana tips dan trik tetap produktif mengajar saat puasa. Sekaligus aktivitas tri dharma lainnya. 

Sebab, selama bulan Ramadan perguruan tinggi tetap beroperasi. Sehingga kegiatan pembelajaran masih tetap berlangsung. Meskipun beberapa perguruan tinggi melakukan penyesuaian, misalnya mengatur jadwal perkuliahan ringkas agar pulang lebih awal. Jadi, bagaimana agar dosen bisa tetap produktif mengajar? Berikut informasinya. 

Kenapa Dosen Harus Tetap Produktif Mengajar Meski Berpuasa?

Ibadah puasa secara umum adalah ibadah menahan diri dari makan, minum, hawa nafsu, dan hal-hal lain yang membatalkan ibadah puasa. Puasa di bulan Ramadan merupakan puasa wajib bagi umat muslim. 

Dosen yang merupakan umat muslim tentu akan menjalankan ibadah tersebut sebagai bentuk ketaatan pada perintah Allah SWT. Namun, meski tidak makan dan minum seharian. Para dosen tetap harus menjalankan kewajiban akademik, termasuk mengajar. Berikut beberapa alasannya:  

1. Mendukung Kegiatan Pembelajaran Selama Ramadan

Sesuai penjelasan sebelumnya, perguruan tinggi tetap beroperasi di bulan Ramadan. Sehingga tetap menyelenggarakan kegiatan tri dharma, termasuk pembelajaran yang diisi oleh dosen. 

Jadi, dosen tetap harus produktif mengajar selama puasa wajib di bulan Ramadan. Sebab menjadi bagian dari kepatuhan dosen pada kebijakan pemerintah dan perguruan tinggi yang tetap menyelenggarakan pembelajaran. 

2. Memenuhi BKD

Puasa Ramadan selama satu bulan penuh tidak lantas menurunkan BKD (Beban Kerja Dosen). Sebab di semester yang bertepatan dengan bulan Ramadan tersebut, dosen tetap harus memenuhi target minimal 12 SKS. 

Jadi, dosen harus tetap menjalankan tri dharma dan kewajiban akademik lain sesuai ketentuan. Supaya bisa memenuhi BKD tersebut. Kemudian bisa mendapatkan haknya, yakni menerima tunjangan profesi sampai tunjangan kehormatan sesuai ketentuan. 

3. Menunjang Pelaksanaan RPS

Alasan ketiga kenapa dosen perlu tetap produktif mengajar saat puasa adalah menunjang pelaksanaan RPS. Setiap menjelang pergantian semester, dosen akan menyusun RPS sebagai acuan pelaksanaan pembelajaran di semester berikutnya. 

RPS ini mengatur materi apa saja dan jumlah pertemuan dalam satu semester di mata kuliah yang diampu dosen. Jadi, RPS juga berisi rencana pembelajaran di bulan Ramadan. Dosen perlu tetap mengajar agar RPS tersebut bisa dijalankan sepenuhnya. 

4. Panen Pahala Ganda

Bagi dosen, bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah tempat panen pahala lewat berbagai kegiatan ibadah. Ibadah yang dijalankan dosen tidak hanya ibadah wajib dan sunnah dalam agama Islam. Seperti puasa Ramadan, shalat lima waktu, shalat sunnah, mengaji atau tadarus, dan sebagainya. 

Namun juga mencakup kegiatan mengajar yang termasuk kegiatan ibadah. Sebab mengajar adalah kegiatan berbagi ilmu dan bisa diniatkan untuk ibadah. Dosen pun bisa panen pahala dari mengajar maupun kegiatan ibadah lainnya. 

5. Memberi Teladan bagi Mahasiswa dan Masyarakat Luas

Bulan Ramadan tentunya bukan bulan yang diisi dengan kegiatan santai di rumah. Namun diisi dengan berbagai kegiatan ibadah. Bahkan, bekerja juga termasuk ibadah yang memberi pahala saat dijalankan umat muslim selama berpuasa. 

Jadi, dosen penting untuk tetap produktif mengajar karena bisa menjadi teladan. Khususnya bagi mahasiswa, agar termotivasi untuk mengikuti perkuliahan dengan baik. Sekaligus memberi teladan bagi masyarakat luas. 

Cek juga kelas online Peta Capaian Pembelajaran, Merancang Mata Kuliah Efektif dalam RPS OBE dari Dunia Dosen dan kuasai cara merancang mata kuliah efektif dan menyusun peta capaian pembelajaran dalam RPS OBE untuk hasil pengajaran yang lebih terstruktur dan maksimal!

Tips Produktif Mengajar saat Puasa

Menjalankan puasa wajib di bulan Ramadan memang bukan hal mudah. Bahkan untuk semua umat muslim yang sudah memeluk Islam sejak lahir. Kewajiban untuk tetap aktif mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat. Tentu menjadi tantangan tersendiri bagi dosen. 

Lalu, bagaimana agar dosen tetap bisa semangat dan produktif mengajar saat puasa? Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan: 

1. Melakukan Manajemen Waktu dan Energi

Tips yang pertama, adalah melakukan manajemen waktu sekaligus manajemen energi. Selama bulan Ramadan, tentu ada banyak agenda untuk menjalankan lebih banyak ibadah sunnah. 

Selain itu, perlu  beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan jadwal kegiatan harian. Misalnya harus mengubah jam tidur agar bisa bangun sahur tepat waktu. Melewatkan sahur bisa berdampak pada tubuh lemas dan tidak maksimal saat mengajar. 

Jadi, silahkan melakukan manajemen waktu agar semua kegiatan penting bisa dijalankan setiap harinya. Terutama kegiatan akademik. Kemudian, melakukan manajemen energi. Misalnya dengan beberapa cara  berikut: 

  • Selalu berusaha sahur, sehingga mendapat asupan energi dan nutrisi cukup sebelum seharian berpuasa.
  • Mengatur jam makan dan porsi, misalnya tidak makan berat dan tinggi lemak saat sahur maupun berbuka. Melainkan bertahap agar asupan ke lambung teratur dan tidak membuat gula darah melonjak yang membuat tubuh lemas.
  • dan sebagainya.

2. Menerapkan Metode Pembelajaran yang Efektif

Tips tetap produktif mengajar saat puasa berikutnya adalah menerapkan metode pembelajaran yang efektif dan efisien. Artinya, perlu melakukan penyesuaian pada metode pembelajaran yang dijalankan. 

Utamakan metode pembelajaran yang membutuhkan sedikit sumber daya. Akan tetapi tetap efektif dalam menjaga mutu pembelajaran tersebut. Misalnya membatasi durasi presentasi ke mahasiswa, dan dikombinasikan dengan diskusi kelompok. 

Sehingga kelas tetap aktif, pembelajaran efektif, dan dosen bisa tetap mengelola energi selama mengajar sambil berpuasa. Jangan sampai dosen hanya masuk kelas dan memberi tugas, lalu keluar kelas. Sebab kegiatan mengajar tetap harus dilakukan dengan baik dan kelas dalam kondisi aktif. 

3. Menyederhanakan Kegiatan Pembelajaran Tapi Tetap Bermutu

Secara umum, mayoritas perguruan tinggi akan membatasi jam pembelajaran. Misalnya mengatur kebijakan pulang awal. Sehingga kegiatan pembelajaran dan aktivitas di kampus lebih pendek dibanding selain bulan Ramadan. 

Kebijakan ini tentu menjadi angin segar bagi dosen, karena durasi jam mengajar otomatis juga menyesuaikan. Yakni menjadi lebih pendek. Jadi, manfaatkan hall ini untuk manajemen energi tapi tetap membuat kelas aktif. 

Misalnya dengan menyederhanakan slide presentasi, jika sebelumnya ada 10 slide maka bisa disederhanakan menjadi 6-7 slide saja. Kemudian dikombinasikan dengan metode pembelajaran lain yang memotivasi mahasiswa tetap fokus dan semangat. 

4. Mempersiapkan Kegiatan Mengajar Sebaik Mungkin

Tips berikutnya agar dosen produktif mengajar saat puasa adalah menyiapkan pembelajaran tersebut dengan sebaik mungkin. Meski berpuasa dan memiliki kesibukan tambahan menjalankan ibadah sunnah. 

Namun, jangan sampai mengajar dilakukan secara asal-asalan. Tetap perlu dipastikan berkualitas dan menunjang pemahaman materi di kalangan mahasiswa. Jadi, pastikan mengatur waktu dan pekerjaan agar bisa mempersiapkan aktivitas mengajar. 

Misalnya, malam setelah shalat tarawih diisi dengan kegiatan membaca sejumlah referensi agar materi besok bisa dipahami dengan baik. Pada pagi harinya, misalnya selesai shalat subuh bisa digunakan untuk menyempurnakan slide presentasi, menentukan media pembelajaran, dll. 

5. Menjaga Pola Makan Tetap Sehat

Apa yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka akan berdampak pada kondisi tubuh selama berpuasa. Jadi, penting untuk mengatur pola makan yang sehat dan bergizi seimbang agar produktif mengajar saat puasa seharian penuh. 

Pada saat bersantap sahur, utamakan asupan makanan yang membantu menjaga tubuh tetap berenergi. Misalnya meningkatkan asupan protein yang diolah dengan teknik rendah lemak. 

Minimalkan asupan karbohidrat, karena membuat kadar gula dalam darah naik jika berlebihan. Sehingga bisa lemas di pagi sampai siang hari. Hal ini tentu akan mengganggu aktivitas mengajar. 

6. Mengajar dengan Niat Ibadah

Tips berikutnya agar dosen tetap produktif mengajar saat puasa Ramadan adalah mengajar dengan niat ibadah. Niatkan diri untuk menjalankan kegiatan mengajar sebagai bentuk pelaksanaan ibadah. 

Sebab dalam Islam sendiri, bekerja termasuk ibadah. Apalagi, pekerjaan dosen dalam mengajar adalah aktivitas berbagi ilmu dan keterampilan kepada mahasiswa. Sehingga ikut mencerdaskan dan meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa. 

Jadi, mengajar menjadi salah satu bentuk ibadah yang memberikan pahala kepada dosen. Jika dari awal diniatkan untuk ibadah, maka hati dan pikiran akan lebih ikhlas menjalankan tugas akademik tersebut. Hal ini akan membuat mengajar terasa lebih ringan dan prosesnya bisa dinikmati oleh dosen. 

7. Mengurangi Kegiatan Multitasking saat Mengajar

Produktif mengajar saat puasa akan lebih sulit jika dosen tetap multitasking. Misalnya sambil mengajar, sambil mengikuti rapat secara daring lewat Zoom. Contoh lain, sambil mengajar dosen mereview artikel di jurnal tempatnya menjadi reviewer atau mitra bestari. 

Berusaha multitasking mungkin bertujuan memberi waktu lebih untuk beribadah di sore hari sampai malam harinya. Namun, multitasking butuh energi lebih dan menyulitkan dosen menjaga fokus. 

Jika salah strategi, kualitas pembelajaran bisa menurun. Begitu juga dengan kewajiban akademik lain yang dikerjakan secara bersamaan. Jadi, dianjurkan untuk fokus di satu kegiatan akademik saja. Jika mengajar, maka fokus mengajar saja. Selanjutnya bisa mengerjakan kewajiban akademik lainnya. 

8. Rutin Olahraga Ringan

Salah satu tips yang jangan sampai dilewatkan agar dosen tetap produktif mengajar saat puasa adalah rutin berolahraga. Olahraga bisa meningkatkan kebugaran tubuh. Ada banyak manfaat bagi kesehatan. Seperti melancarkan peredaran darah, menjaga kesehatan organ jantung, pankreas, paru-paru, dan sebagainya. 

Sehingga rutin berolahraga justru membuat tubuh bugar saat berpuasa sambil tetap produktif menjalankan tri dharma. Namun, utamakan olahraga ringan dan dilakukan di jam buka. Baik setelah tarawih maupun setelah sahur. Jika di pagi atau sore hari, olahraga ringan seperti jalan kaki, sepeda statis, dll bisa dipertimbangkan. 

9. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

Jika selama bulan Ramadan lebih banyak begadang, jam tidur berantakan, kurang tidur, dan sering terbangun saat tidur karena tidak berkualitas. Maka tubuh akan mudah lemas dan rawan mengantuk di pagi sampai siang hari. 

maka tips berikutnya agar dosen tetap produktif mengajar meski berpuasa adalah tidur yang cukup dan berkualitas. Hindari begadang, agar jam tidur ideal dan bisa bangun sahur tepat waktu. Kegiatan akademik bisa dikerjakan di rumah di jam-jam sebelum sampai setelah sahur. 

10. Fokus Menyeimbangkan Ibadah dengan Produktivitas Tri Dharma

Tips berikutnya adalah berusaha fokus untuk menyeimbangkan antara ibadah dengan aktivitas tri dharma, termasuk mengajar. Kenapa? Sebab jika fokus di salah satunya saja. Maka dosen hanya bisa memilih salah satu yang bisa dijalankan. 

Padahal berpuasa, menjalankan ibadah sunnah, dan menjalankan tri dharma sama pentingnya dan sama-sama berpahala. Maka kuncinya adalah berusaha menjalankan keduanya beriringan. Usahakan fokus dan berniat untuk menyeimbangkannya. Sebab dari niat inilah, realisasi menjadi lebih mudah. 

Melalui beberapa tips tersebut, para dosen akan lebih mudah untuk produktif mengajar saat puasa. Sehingga bisa mengajar secara efektif, agar mutu pembelajaran dan hasil yang dicapai tetap optimal. Namun, ibadah puasa juga tetap bisa dijalankan dengan baik. 

Dunia Dosen juga memiliki kelas online dengan materi terbaik dan sangat cocok untuk membantu pengembangan Anda! Jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftar E-Course dari Duniadosen dan tingkatkan kemampuan Anda!

Referensi:
  1. Mayang, S. (2022). Dosen Muda, Ini 5 Tips Mengajar Yang Efektif dan Ideal. [BUKA]
  2. Mukorrobah, N. K. (2025). Dosen Psikologi UNAIR Bagikan Tips Jaga Produktivitas Kerja Saat Ramadan. [BUKA]
  3. Ulum, W. (2025). Kiat Mengatur Waktu agar Produktif di Bulan Ramadhan. [BUKA]
  4. Chidlir, Y. (2023). Tetap Fit dan Produktif selama Bulan Ramadhan. [BUKA]
Ahmad Aziz

An SEO Specialist and Content Editor who also manages SEO and the website for Dunia Dosen. Highly interested in SEO, content marketing, and WordPress website development. With experience as a WordPress Web Developer, helping to optimize and manage website projects to support business goals.

Recent Posts

Cara Manajemen Waktu Puasa bagi Dosen Supaya Tri Dharma Tetap Jalan

Manajemen waktu puasa dengan baik menjadi kunci penting menjaga produktivitas tri dharma para dosen. Selama…

2 hours ago

Dunia Dosen: Exclusive Class R&D Hack, Roadmap Riset Anti Stuck

Salah satu strategi dalam meningkatkan produktivitas kegiatan penelitian dosen adalah menyusun roadmap riset atau roadmap…

2 days ago

Syarat Sertifikasi Dosen 2026, PEKERTI dan AA Ditiadakan? Berikut Informasinya

Benarkah PEKERTI dan AA tidak masuk syarat serdos (sertifikasi dosen)? Pertanyaan ini, tentunya diajukan oleh…

2 days ago

Laporan Program Hibah Penelitian: Pengertian, Fungsi, dan Persiapan Penyusunan

Selain mencapai luaran yang ditargetkan, penerima program hibah juga memiliki kewajiban menyusun laporan program hibah…

5 days ago

Strategi Memenuhi Syarat Khusus Kenaikan Jabfung dengan Menyusun Roadmap Penelitian

Menyusun roadmap penelitian untuk memudahkan publikasi ilmiah bisa dikatakan langkah yang tepat. Sebab, roadmap penelitian…

5 days ago

Syarat Kenaikan Jabatan Menuju Profesor Berdasarkan Juknis Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025

Setiap dosen di Indonesia, tentu ingin mencapai puncak karir akademik. Yakni dengan menjadi Guru Besar…

6 days ago