Informasi

Berbagai Tantangan Menjadi Dosen yang Perlu Diatasi

Menjadi seorang dosen memang sejak awal perlu mempersiapkan mental menghadapi segala tantangan menjadi dosen itu sendiri. Tantangan ini kabarnya terasa lebih berat ketika dihadapkan pada era milenial seperti sekarang. 

Namun, setiap profesi dan bukan hanya dosen dijamin memiliki tantangannya sendiri-sendiri. Memutuskan untuk menyerah bukanlah pilihan tepat, apalagi untuk Anda yang memutuskan menjadi dosen dimana nantinya akan menjadi teladan bagi mahasiswa dan orang sekitar. 

Baca juga : 8 Cara Menjadi Dosen Yang Sukses Sejak Usia Muda

Berbagai Tantangan Menjadi Dosen Era Milenial

Supaya lebih siap dan mampu sukses menjadi dosen, maka kenali berbagai tantangan menjadi dosen tersebut sejak dini. Sehingga sudah memiliki persiapan mental untuk menghadapi dan menyelesaikan tantangan tersebut. 

Selama ini seorang dosen oleh masyarakat dikenal sebagai tenaga pengajar di lingkungan perguruan tinggi. Melalui pemahaman masyarakat awam tersebut, maka seorang dosen bisa disamakan dengan seorang guru. Apakah memang sama? 

Meskipun guru dan dosen memiliki tugas yang nyaris sama yaitu mengajar, namun keduanya memiliki perbedaan dari segi tugas dan juga objek yang dididik. Dosen akan mengajar mahasiswa yang saat ini santer disebut sebagai mahasiswa era milenial. 

Istilah generasi milenial dijamin sangat akrab di telinga sebab digaungkan dari berbagai media, sehingga bisa didengar sampai berkali-kali. Jadi, generasi milenial adalah sebutan untuk mereka yang terlahir dari tahun 1980-an sampai tahun 2000-an. 

Saat ini kalangan mahasiswa didominasi oleh usia antara 17 sampai 23 tahun, dan masuk ke dalam generasi milenial tadi. Menjadi dosen di era milenial dihadapkan pada sejumlah tantangan menjadi dosen yang lebih kompleks dibanding dosen di generasi sebelumnya. 

Perkembangan teknologi yang sangat cepat pada akhirnya kemudian mempengaruhi karakter dari generasi milenial, salah satunya adalah kalangan mahasiswa. Dosen pun dihadapkan pada tantangan tersendiri untuk menghadapi karakter mahasiswa milenial tersebut. 

Dosen Perlu Menyesuaikan Diri

Mahasiswa era milenial cenderung memiliki pemikiran yang lebih kritis dan juga idealis, melalui karakter ini maka mengajar dengan sistem lama dirasa kurang tepat. Sistem lama dalam pembelajaran di perguruan tinggi ini adalah kondisi dimana seorang dosen mendominasi kegiatan belajar dan mahasiswa hanya memiliki peran yang sangat terbatas. 

Kondisi ini sudah termasuk ke dalam tantangan menjadi dosen era milenial, dan solusinya tentu saja dengan menyesuaikan diri. Perbaharui metode pengajaran dari sistem lama ke sistem baru yang bisa diterima mahasiswa, supaya materi tersampaikan dan terserap dengan baik. 

Misalnya dengan lebih banyak melibatkan mahasiswa, mengajak mereka berdiskusi, membantu mereka menyelesaikan masalah, dan mengajar dengan santai tanpa menekankan ketakutan atau dengan marah-marah seperti yang terjadi di sistem lama. 

Dosen Harus Melek Terhadap Teknologi

Perkembangan teknologi yang bergerak dengan cepat menuntut dosen untuk melek terhadap teknologi tersebut. Tidak hanya tahu perkembangan teknologi terkini namun juga mau belajar untuk bisa menggunakan atau memanfaatkannya, jika memungkinkan bisa diterapkan di kelas saat menyampaikan materi. 

Mempelajari hal baru terkait teknologi merupakan tantangan menjadi dosen di era sekarang. Maka penting sekali bagi setiap dosen untuk memupuk semangat terus belajar, dan menjadikan mahasiswa sebagai teman diskusi. Sebab tidak tertutup kemungkinan dari mahasiswa, seorang dosen bisa lebih melek terhadap teknologi. 

Menjadi Dosen yang Menyenangkan

Dosen masa sekarang akan lebih mudah menyampaikan materi ketika berhasil menjadi dosen yang menyenangkan dan bersahabat dengan para mahasiswanya. Apalagi mahasiswa zaman sekarang lebih nyaman dengan dosen yang membimbing dan memotivasi bukan yang menggurui. 

Penulis : duniadosen.com/Pujiati
Editor : Wahyudha Wibisono

Sumber : https://www.qureta.com/post/tantangan-dosen-di-era-milenial

Admin Dunia Dosen

Admin Website Dunia Dosen Indonesia.

Recent Posts

Memahami Sebab Publikasi Ilmiah SLR Tidak Menunjang Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen

Menyusun artikel ilmiah dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) menjadi langkah yang sering diambil…

13 hours ago

Memahami Apa Itu Novelty pada Penelitian dan Cara Menentukannya

Salah satu indikator kualitas penelitian dikatakan baik adalah terdapat novelty pada penelitian tersebut. Novelty (kebaruan)…

13 hours ago

Research Gap : Pengertian, Fungsi, dan Korelasinya dengan Novelty Penelitian

Topik penelitian yang dipilih bisa jadi sudah pernah diteliti sebelumnya, dan tentu dalam kondisi ni…

13 hours ago

Beasiswa STEM Industri Strategis 2026 dari LPDP, Ini Syarat dan Cara Daftarnya!

Salah satu skema dalam Beasiswa LPDP tahun 2026 adalah Beasiswa STEM Industri Strategis. Beasiswa ini…

2 days ago

Pembukaan Beasiswa LPDP 2026, Ketentuan Baru dan Skema Baru!

Kabar baik untuk para calon dosen maupun dosen dan masyarakat luas di Indonesia yang menantikan…

2 days ago

Ini Ketentuan Baru dalam Penyetaraan Tunjangan Dosen Non-ASN dan Cara Perhitungannya

Dalam Permendikisaintek No. 52 Tahun 2025, besaran sejumlah jenis tunjangan dosen non-ASN dibuat setara dengan…

1 week ago