Strategi Pelaporan BKD di SISTER untuk Pengembangan Jabatan Fungsional

strategi-menyusun-bkd-untuk-jabatan-fungsional
Strategi Pelaporan BKD di SISTER untuk Pengembangan Jabatan Fungsional

Menyusun strategi pelaporan BKD di SISTER tentu menjadi agenda rutin para dosen di Indonesia. Sehingga proses pelaporan lebih mudah dan bisa cepat selesai. Sekaligus meminimalkan resiko ada kesalahan. 

Laporan BKD atau LKD yang baik dan benar, tentu melancarkan tugas asesor BKD. Sehingga menunjang kelancaran proses penilaian. Semakin mudah pula mendapatkan nilai M (Memenuhi). Namun, seperti apa strategi yang efektif untuk diterapkan? Berikut informasinya. 

Apa Itu BKD? 

Sebelum masuk ke pembahasan mengenai strategi pelaporan BKD di SISTER. Maka perlu memahami dulu apa itu BKD. BKD (Beban Kerja Dosen) adalah kegiatan yang dibebankan kepada dosen dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai pendidik profesional dan ilmuwan pada kurun waktu tertentu. 

Tugas dan kewajiban dosen di dalam BKD mencakup tugas pokok sesuai tri dharma (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat), tugas penunjang, dan tugas tambahan untuk dosen tertentu (memangku jabatan struktural). 

BKD sendiri berbentuk laporan kinerja yang terdiri dari 2 laporan yang disusun di laman SISTER. Yakni RKD (Rencana Kinerja Dosen) yang disusun di awal semester. Kemudian LKD (Laporan Kinerja Dosen) yang disusun di akhir semester. Dosen diwajibkan memenuhi target 12 SKS per semester sampai maksimal 16 SKS. 

Keterkaitan BKD dengan Karir Akademik Dosen 

Membahas mengenai BKD dan strategi pelaporan BKD di SISTER, tentu tidak terlepas dari pengembangan karir akademik dosen. BKD merupakan laporan atas kinerja akademik dosen. Setiap tugas dan kewajiban akademik dilaporkan dosen dalam BKD tersebut. 

Kemudian, setiap tugas dan kewajiban akademik yang dilaksanakan dosen akan memberi tambahan poin angka kredit. Setiap tugas akademik memiliki poin angka kredit berbeda-beda. 

Misalnya, tugas pendidikan dijalankan dosen dengan menjadi pembimbing mahasiswa menyusun disertasi. Maka dalam satu semester dosen mendapat tambahan poin angka kredit sebesar 8 poin. Jika dalam tugas penelitian, dosen menerbitkan buku monograf. Maka mendapat tambahan angka kredit 20 poin. 

Semakin tinggi kinerja dosen dalam melaksanakan tugas dan kewajiban akademik. Semakin mudah untuk dosen memenuhi target BKD. Jika BKD berhasil dipenuhi, maka membantu dosen mendapat angka kredit maksimal. Sekaligus memenuhi syarat lain untuk mengajukan usulan kenaikan jabatan fungsional. Jadi, BKD dan karir akademik dosen saling berkaitan.  

Strategi Pelaporan BKD di SISTER 

Selain berusaha memenuhi target 12 SKS per semester. Pelaporan BKD di laman SISTER juga harus tepat. Sebab akan sangat mempengaruhi hasil penilaian asesor BKD. Jika keliru dan asal-asalan, bisa mendapat nilai Tidak Memenuhi. 

Kegagalan memenuhi BKD akan berujung pada sanksi akademik. Disusul dengan pengembangan karir akademik yang melambat. Maka dibutuhkan strategi pelaporan BKD di SISTER agar efektif dan efisien. Berikut beberapa strateginya: 

1. Membaca dan Memahami Rubrik BKD 

Strategi yang pertama adalah membaca dan memahami rubrik BKD. Dalam setiap penerbitan PO BKD, akan disertai rubrik. Rubrik ini berisi daftar tugas dan kewajiban akademik beserta bobot SKS-nya. 

Memahami rubrik dalam BKD membantu dosen menyusun strategi melaksanakan tugas dan kewajiban apa saja. Kemudian menghitung bobot SKS secara mandiri. Sehingga sejak jauh-jauh hari sudah ada perencanaan tugas akademik dan dipastikan memenuhi setidaknya 12 SKS. 

2. Membaca Petunjuk Teknis Pelaporan BKD 

Strategi kedua, usahakan membaca petunjuk teknis dalam proses pelaporan BKD di laman SISTER. Kemdiktisaintek sudah menerbitkan panduan berisi langkah-langkah proses pelaporan. Berisi teks penjelasan disertai gambar sebagai ilustrasi. 

Dosen pemula tentu bingung pelaporan dimulai dari mana dan bagaimana. Sehingga membaca petunjuk teknis tersebut dan sambil praktek sangat disarankan. Begitu juga dengan dosen senior yang bisa jadi lupa atau butuh validasi untuk memastikan proses sudah benar. 

3. Melaporkan Kegiatan Secara Berurutan 

Strategi pelaporan BKD di SISTER yang ketiga adalah menyusun laporan berurutan. Setelah berhasil login di akun SISTER, kemudian masuk ke menu layanan BKD. Maka akan mendapati sejumlah pilihan pelaporan tugas akademik yang dikerjakan. 

Susunan menu tersebut bisa dijadikan dasar acuan. Silahkan mulai menyusun pelaporan dari menu paling atas, baru ke menu di bawahnya, dan seterusnya. Pelaporan secara terstruktur seperti ini mencegah ada tugas akademik yang terlewat. 

Begitu juga saat masuk ke menu-menu tugas akademik yang dilaporkan. Maka akan muncul formulir untuk mengisi data dan tombol untuk melampirkan maupun menyimpan laporan. Silahkan mengisi data secara berurutan dari paling atas ke bawah. 

4. Mengisi Data Kinerja dengan Lengkap 

Poin keempat yang menjadi strategi pelaporan BKD di SISTER adalah mengisi data dengan lengkap. Sesuai penjelasan sebelumnya, setiap tugas yang dilaporkan akan menampilkan formulir. 

Setiap kolom perlu diisi dan menjelaskan data atau keterangan tugas akademik tersebut. Silahkan diisi berurutan dan sesuai dengan ketentuan. Pastikan juga data tugas dan kewajiban akademik yang dilaporkan sudah lengkap. 

Jika ada kolom yang dilewati, cek betul-betul apakah bisa atau boleh dilewati atau tidak. Sebab jika ada kolom yang wajib diisi dan sengaja dibuat kosong. Maka akan muncul notifikasi gagal menyimpan dan kegagalan lain. Jadi, pastikan sejak awal sudah diisi lengkap sesuai ketentuan. 

5. Dokumen Bukti Kinerja Tepat 

BKD bukan hanya menjelaskan tugas dan kewajiban apa saja yang sudah dilaksanakan dalam satu semester. Melainkan juga perlu dibuktikan menjalankan tugas dan kewajiban akademik tersebut. 

Sistem di SISTER untuk pelaporan BKD dirancang untuk menerima lampiran bukti tugas akademik. Format dokumen bukti biasanya PDF dan format lainnya. Jadi, pastikan format sudah sesuai. Sekaligus jenis bukti sudah tepat. 

Misalnya, ingin melaporkan tugas menjadi dosen pembimbing dalam penyusunan disertasi mahasiswa pascasarjana. Maka wajib mengunggah bukti berupa SK tugas yang ditandatangani pimpinan. Jangan sampai malah mengunggah SK tugas akademik lain. Hal ini memunculkan ketidaksesuaian. 

Cek juga kelas online “Unlock SISTER” Data Terintegrasi, Karier Tersinergi dan dengan integrasi SISTER, setiap langkah dalam pengajaran menjadi bagian dari perjalanan karier yang lebih terarah dan berdampak!

6. Memastikan Dokumen Bukti Kinerja Terunggah 

Pelaporan BKD secara online di SISTER memang membuatnya fleksibel. Bisa disusun dosen kapan saja dan dimana saja selama terhubung ke internet. Sekaligus sesuai jadwal pelaporan yang dirilis Kemdiktisaintek dan kementerian terkait. 

Hanya saja, pelaporan secara online meningkatkan ketergantungan pada internet. Baik ketersediaan jaringan, kestabilan jaringan, dan sebagainya. Jaringan internet mudah sekali  tidak stabil, termasuk ketika ada perubahan cuaca dan listrik padam. 

Maka saat mengunggah seluruh dokumen bukti kinerja akademik. Sebaiknya memastikan sudah terunggah sempurna. Lakukan pengecekan untuk mencegah ada dokumen gagal terunggah. 

7. Cek Ulang Pelaporan BKD 

Strategi pelaporan BKD di SISTER berikutnya adalah melakukan pengecekan ulang. Sebelum menyimpan seluruh laporan atau BKD, silahkan diperiksa ulang dari awal sampai pelaporan kinerja akademik terakhir. 

Pastikan seluruh data lengkap, dokumen bukti sudah sesuai dan terunggah sempurna, dan sebagainya. Jadi, dengan pemeriksaan ini bisa meminimalkan ada kesalahan teknis. Sebab jika ada kesalahan dan sudah masuk tahap penilaian asesor. Tentu berdampak pada hasil penilaian tersebut. 

8. Mencatat Jadwal Pelaporan BKD 

Secara umum, penyusunan laporan dalam BKD, baik untuk RKD maupun LKD tidak bisa dilakukan setiap saat. Melainkan ada pengaturan jadwal dari pihak kementerian terkait yang menaungi dosen yang bersangkutan. 

Jadi, sangat penting untuk update informasi jadwal periode pelaporan BKD. Biasanya dibuka dalam kurun waktu satu minggu atau lebih sesuai kebijakan kementerian masing-masing. 

Jika sudah melewati jadwal tersebut, tentu sistem di SISTER akan menutup fitur pelaporan BKD. Jadi, para dosen yang terlambat bisa masuk kategori Tidak Memenuhi. Mencegahnya, sebaiknya mencatat jadwal tersebut dan memasang alarm agar tidak lupa. 

9. Rapi Administrasi 

Melalui penjelasan di atas, tentu bisa dipahami bahwa semua tugas akademik yang dilaporkan dalam BKD wajib disertai bukti. Dalam melaksanakan tugas akademik, dosen akan menerima SK penugasan yang beragam. 

Jadi, dosen wajib rapi secara administrasi. Pastikan untuk menyimpan dengan baik dan benar seluruh SK penugasan tersebut. Kemudian jika dalam versi cetak, pastikan jauh-jauh hari dibuat versi elektronik. Kemudian disimpan dalam folder khusus dan diberi nama yang jelas. 

Pastikan juga untuk mengingat lokasi folder tersebut di partisi mana. Jangan sampai di hari H lupa dan kesulitan menemukan dokumen-dokumen tersebut. Jadi, wajib rapi administrasi sebagai strategi pelaporan BKD di SISTER tanpa kendala berarti. 

Kenapa Pelaporan BKD Penting bagi Dosen? 

Usai memahami apa saja strategi pelaporan BKD d SISTER agar efektif dan efisien. Mungkin bertanya-tanya, kenapa harus repot menyusun laporan seluruh tugas yang dilaksanakan dosen. Terutama ada beban administrasi yang rumit di dalamnya. 

Pelaporan BKD sendiri tidak serta merta hanya bermanfaat bagi perguruan tinggi dan kementerian yang menaungi. Akan tetapi juga penting bagi dosen yang bersangkutan. Berikut penjelasannya: 

1. Bagian dari Pemenuhan Kewajiban Dosen 

Menyusun LKD dan RKD adalah bagian dari kewajiban akademik dosen. Kebijakan ini sudah berlangsung dan berlaku dari lama. Sehingga sebagai dosen yang profesional akan bertanggung jawab atas profesi pilihannya. Kemudian akan menyusun pelaporan BKD sebaik mungkin sesuai ketentuan. 

2. Mendapat Hak Dosen 

BKD yang dilaporkan sesuai ketentuan akan membantu dosen lebih disiplin. Selain itu, dalam pelaporan tersebut akan menghubungkan dosen dengan sejumlah hak. Mulai dari gaji dan tunjangan tertentu. Jadi, pelaporan BKD penting untuk dipatuhi karena menjadi syarat pencairan gaji dan tunjangan tersebut. 

3. Menghindari Sanksi 

Dalam PO BKD 2021, dosen yang tidak menyusun laporan BKD di SISTER bisa dianggap Tidak Memenuhi. Dampaknya, dosen akan menerima sanksi atas hasil penilaian asesor tersebut. Mulai dari teguran lisan sampai sanksi lebih berat. Jadi, pelaporan BKD dengan baik menjadi bagian untuk terhindar dari sanksi tersebut. 

4. Menunjang Kenaikan Jabatan Fungsional 

Pelaporan BKD juga menjadi bagian dari pengembangan karir akademik. Dosen yang akan mengajukan kenaikan jabatan fungsional wajib memenuhi syarat tertentu. Mulai dari KUM sampai syarat khusus. Jadi, hasil pelaporan BKD menjadi bukti KUM dan syarat lainnya. 

5. Menjamin Akuntabilitas dan Transparansi 

Pelaporan BKD juga penting untuk dosen karena menjadi penjamin akuntabilitas dan transparansi. Kebijakan terkait pelaporan BKD memotivasi dosen untuk produktif menjalankan tugas akademik. 

Disusul dengan kesadaran untuk mendokumentasikannya. Sehingga rapi secara administrasi. Seluruh kinerja dosen pada akhirnya terbukti valid lewat pelaporan secara kontinyu di SISTER. 

Jadi, jangan sampai terlupa untuk menyusun pelaporan BKD di alman SISTER. Sebab menjadi sarana untuk dosen menerima tunjangan profesi dan gaji pokok serta tunjangan yang melekat pada gaji tersebut. Selama strategi pelaporan BKD di SISTER sudah tepat maka akan terasa mudah dan tidak menjadi beban.

Duniadosen juga memiliki kelas online dengan materi terbia dan sangat cocok untuk membantu pengembangan Anda! Jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftar E-Course dari Duniadosen dan tingkatkan kemampuan Anda!

Referensi:
  1. Aribowo, E.K. (2023). Strategi Pelaporan BKD Dosen via SISTER. [BUKA]
  2. Kementerian Pendidikan Tinggi dan Kebudayaan. (2021). .Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud No. 12/E/KPT/2021 Tentang Pedoman Operasional Beban Kerja Dosen. [BUKA]
  3. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2024). Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 209/PI 2024. [BUKA]