Menerapkan sejumlah strategi sukses publikasi tembus jurnal SINTA tentu penting bagi dosen. Sebab, jurnal yang terindeks di SINTA sama artinya sebagai jurnal nasional terakreditasi.
Beberapa jurnal yang dikelola publisher Indonesia dan terindeks SINTA juga terindeks di database internasional bereputasi. Misalnya terindeks di Scopus maupun World of Science (WoS). Tentunya, publikasi ke jurnal-jurnal terindeks SINTA tidak mudah. Berikut informasinya.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Jurnal SINTA?
Membahas strategi sukses publikasi tembus jurnal SINTA, tentu akan membahas juga mengenai apa itu jurnal SINTA. SINTA (Science and Technology Index) adalah platform digital yang dikelola Kemdiktisaintek untuk mengelola dan menyajikan data jurnal ilmiah nasional.
Jadi, jurnal SINTA adalah jurnal ilmiah yang masuk dalam database SINTA. Sehingga jurnal tersebut bisa diakses melalui portal SINTA yang dikelola Kemdiktisaintek. Sekaligus tercantum sejumlah informasi berkaitan dengan jurnal tersebut.
Informasi jurnal SINTA yang dimaksud mencakup nama jurnal tersebut, ISSN, nama pengelola atau penerbit, peringkat SINTA, dampak melalui Impact dan H5-Index, dan lain sebagainya.
Tidak semua jurnal nasional terdata dan masuk dalam database SINTA. Sesuai ketentuan, jurnal nasional harus terakreditasi ARJUNA sesuai prosedur. Kemudian hasil akreditasi akan didapatkan peringkat jurnal nasional tersebut di posisi mana.
Peringkat jurnal SINTA dari SINTA 6 yang paling bawah dan peringkat paling atas adalah SINTA 1. Jadi, jika jurnal nasional belum terakreditasi maka otomatis tidak terdata di SINTA dan belum bisa disebut jurnal SINTA.
Kenapa Jurnal Nasional Harus Terindeks di SINTA?
Pengelola jurnal nasional di Indonesia tentunya perlu memahami pentingnya terindeks di portal SINTA. Sehingga segera mengurus prosedur untuk bisa masuk dalam database jurnal nasional yang dikelola Kemdiktisaintek tersebut. Berikut beberapa alasannya:
1. Kualitas dan Kredibilitas Jurnal Terjamin
Alasan yang pertama, karena jurnal SINTA adalah jurnal nasional terakreditasi. Sehingga tata kelola sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Kemdiktisaintek.
Sehingga jurnal nasional wajib terakreditasi untuk menjamin kualitas mutu, kredibilitas, dan reputasinya. Kualitas dan kredibilitas ini akan diakui secara nasional. Sehingga pengelola jurnal nasional bisa meningkatkan standar penyaringan artikel.
Hal ini memotivasi dosen menyusun strategi sukses publikasi tembus jurnal SINTA. Sehingga para dosen akan mengedepankan kualitas agar masuk ke jurnal SINTA tersebut.
Baca juga: Daftar Jurnal Open Access Gratis Terindeks Scopus untuk Dosen dan Peneliti
2. Memenuhi Standar Nasional Terkait Jurnal Ilmiah
Alasan kedua, kenapa jurnal nasional perlu memastikan terindeks di portal SINTA adalah untuk memenuhi standar nasional. Sesuai penjelasan sebelumnya, maka bisa dipahami bahwa semua jurnal di Indonesia harus terakreditasi. Setelah terjamin kualitasnya maka akan terindeks di ARJUNA dan SINTA.
3. Meningkatkan Visibilitas Jurnal
Pamor antara jurnal nasional dengan jurnal nasional terindeks SINTA tentu berbeda jauh. Ada lebih banyak masyarakat ilmiah yang mengetahui jurnal terindeks SINTA dibanding yang sebaliknya.
Sebab portal SINTA menjadi destinasi mereka untuk mencari referensi jurnal. Sekaligus mencari tempat publikasi ilmiah kredibel karena dijamin terakreditasi ARJUNA. Jadi, penting untuk memastikan jurnal yang dikelola masuk database SINTA agar visibilitas meningkat.
Ada lebih banyak orang mengetahui jurnal tersebut, tertarik membaca artikel-artikel yang diterbitkan, menjadikannya referensi adan dikutip, dan dipilih sebagai tempat publikasi ilmiah.
4. Menunjang Kebutuhan Akademisi dan Peneliti
Alasan keempat kenapa harus menjadi jurnal SINTA atau jurnal terindeks portal SINTA adalah untuk menunjang kebutuhan masyarakat ilmiah. Mencakup para akademisi yakni dosen dan mahasiswa, dan juga kalangan peneliti di Indonesia.
SINTA yang dikelola Kemdiktisaintek menjadi destinasi terpercaya mendapatkan referensi ilmiah dari berbagai jurnal nasional terakreditasi. Sekaligus menjadi tempat untuk mencari media publikasi berbentuk jurnal yang kredibel.
Keuntungan Publikasi di Jurnal Terindeks SINTA
Bagi dosen, publikasi ilmiah di jurnal nasional yang terindeks SINTA sangatlah penting. Mengurus publikasi artikel di jurnal SINTA memang tidak mudah sekaligus tidak selalu murah. Sehingga dibutuhkan strategi sukses publikasi tembus jurnal SINTA yang tepat.
Baca juga: Mengenal Seputar Indeks Jurnal dan Manfaat Publikasinya
Meskipun sulit dan dosen juga perlu mengeluarkan biaya publikasi lebih mahal. Namun dijamin tidak akan rugi, sebab ada banyak keuntungan bisa didapatkan oleh dosen tersebut. Diantaranya adalah:
1. Publikasi di Jurnal Nasional Berkualitas dan Kredibel
Publikasi ilmiah yang dimiliki oleh dosen Indonesia, tentu bukan sekedar menunaikan kewajiban akademik. Publikasi ini juga mempengaruhi reputasi dosen itu sendiri. Sehingga dosen perlu berusaha semua publikasinya terpercaya.
Publikasi di jurnal nasional, tentu wajib di jurnal nasional terakreditasi. Sehingga dosen bisa mengutamakan jurnal-jurnal terindeks di portal SINTA. Sebab jurnal tersebut sudah terakreditasi, sehingga dijamin berkualitas dan kredibel. Bukan jurnal abal-abal alias jurnal predator.
2. Kemudahan Meraih Hibah Penelitian dan Pengabdian
Dosen yang memiliki riwayat publikasi ilmiah di jurnal SINTA bisa lebih mudah mengakses program hibah. Baik itu hibah penelitian, pengabdian, publikasi ilmiah, dan lain sebagainya.
Misalnya pada buku panduan penelitian Kemdiktisaintek tahun 2026, salah satu syarat menjadi pengusul di beberapa skema adalah memiliki SINTA Score Overal sekian poin. SINTA Score ini tentu hanya bisa dimiliki dosen jika sudah ada riwayat publikasi di jurnal SINTA.
Tak hanya itu, target luaran dalam hibah tersebut salah satunya publikasi di jurnal SINTA (jurnal nasional terakreditasi) pada peringkat tertentu. Jika dosen pengusul sudah ada riwayat publikasi di jurnal SINTA. Maka peluang menjadi penerima hibah semakin tinggi.
Baca juga: 8 Cara Menaikkan SINTA Score dengan Cepat dan Tepat
3. Meningkatkan Dampak Publikasi Ilmiah
Dosen tentu memahami bahwa visibilitas jurnal SINTA lebih tinggi. Sehingga memiliki riwayat publikasi di jurnal SINTA bisa meningkatkan jumlah pembaca dan jumlah sitasi. Hasil publikasi tersebut akan berdampak nyata dan lebih luas dibanding publikasi di jurnal yang belum terindeks di SINTA.
4. Memenuhi Syarat Khusus Kenaikan Jabatan Fungsional
Keuntungan keempat jika dosen menerapkan strategi sukses publikasi tembus jurnal SINTA dengan benar, maka memudahkan kenaikan jabatan fungsional. Sebab pada jenjang tertentu, dosen wajib memiliki riwayat publikasi di jurnal SINTA.
Mengacu pada Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025, pada syarat khusus kenaikan jenjang jabfung menuju Lektor. Salah satu syarat yang bisa dipilih dosen adalah memiliki publikasi minimal 1 artikel pada jurnal nasional terakreditasi (jurnal SINTA) pada peringkat 4 (SINTA 4).
5. Optimasi Angka Kredit untuk Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen
Keuntungan kelima, riwayat publikasi di jurnal SINTA bisa memaksimalkan perolehan angka kredit. Sesuai ketentuan, publikasi di jurnal nasional terakreditasi bisa mendapat angka kredit 25 poin (SINTA 1 dan 2) dan 15 poin (SINTA 3 dan 4). Pemenuhan poin KUM juga bisa didapat dari sumber lain yaitu dilakukan melalui kegiatan lain seperti penelitian.
Perolehan ini tentu lebih tinggi jika dibandingkan di jurnal nasional belum terakreditasi yang maksimal di 10 poin angka kredit. Jadi, dosen bisa segera memenuhi ketentuan KUM dan mengajukan usulan kenaikan jabatan fungsional.
Baca juga: Lektor Kepala : Syarat, Poin KUM, Pilihan Cara Naik Jabfung Ini
6. Optimasi SKS untuk Pemenuhan BKD
Keuntungan berikutnya jika memiliki publikasi di jurnal SINTA adalah mendapatkan SKS maksimal dalam BKD. Dalam rubrik BKD tahun 2021, publikasi di jurnal nasional terakreditasi memiliki bobot 6,25 SKS.
Bobot SKS ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan publikasi di jurnal nasional belum terakreditasi. Yakni di 2,5 SKS. Jadi, karena terpaut cukup jauh maka jurnal SINTA bisa diutamakan. Sehingga dosen lebih mudah memenuhi BKD 12 SKS per semester.
Baca juga: 10 Faktor yang Mempengaruhi Pemenuhan BKD
Strategi Sukses Publikasi di Jurnal SINTA
Setelah memahami, pentingnya publikasi di jurnal SINTA. Sebab ternyata tak hanya berdampak pada peluang lolos program hibah. Namun juga mempengaruhi reputasi akademik dosen, BKD, dan perkembangan karir akademik lewat jabatan fungsional dosen.
Jadi, hal ini tentu memotivasi dosen untuk terus memiliki publikasi di jurnal SINTA. Sayangnya, menembus jurnal SINTA tidak semudah membalikan telapak tangan. Namun, bisa dioptimalkan dengan strategi sukses publikasi tembus jurnal SINTA berikut:
1. Niat Kuat Menembus Jurnal SINTA
Strategi yang pertama, adalah dengan menguatkan niat. Niat yang ditanamkan dengan kuat menjadi motivasi besar untuk dosen menembus jurnal SINTA. Dosen menjadi lebih kreatif, inovatif, dan berdaya juang tinggi untuk bisa menembus jurnal SINTA.
Lewat niat ini pula, dosen memiliki energi yang memadai untuk belajar bagaimana artikel yang disusun diterima jurnal SINTA. Selain mempelajari karakter jurnal tujuan, dosen juga akan aktif mengikuti pelatihan, seminar, workshop, kursus, dll berkaitan dengan strategi menembus jurnal SINTA.
Baca juga: Format Penulisan Artikel Jurnal Terindeks SINTA
2. Pilih Peringkat Jurnal SINTA Bertahap dan Realistis
Strategi sukses publikasi tembus jurnal SINTA yang kedua adalah realistis. Yakni dengan memilih jurnal SINTA pada peringkat sesuai kemampuan. Dimulai dari peringkat paling bawah dulu, yakni SINTA 6.
Perlahan, publikasi berikutnya ditingkatkan ke SINTA 5, SINTA 4, dan seterusnya sampai SINTA 1 dan 2. Jika dari awal dosen pemula menergetkan SINTA 1 dan 2 maka akan terasa berat.
Apalagi belum berpengalaman menulis artikel dan mempublikasikan ke jurnal. Jadi, pengembangan peringkat publikasi perlahan menjadi strategi tepat. Apalagi, peringkat paling bawah sekalipun tetap disebut jurnal SINTA.
Anda masih kesulitan untuk menembus jurnal SINTA dan Scopus? E-Course Strategi Publikasi Sukses Tembus Jurnal SINTA & Scopus akan membantu Anda memahami strategi publikasi ilmiah yang efektif agar karya riset Anda diakui secara nasional dan internasional!
3. Mematuhi Kebijakan Pengelola Jurnal Terindeks di SINTA
Strategi sukses publikasi tembus jurnal SINTA selanjutnya adalah patuh pada kebijakan pengelola jurnal. Format artikel harus bagaimana, memakai gaya sitasi apa, dan ketentuan lain yang ditetapkan.
Jadi, artikel yang di submit akan lebih mudah diterima karena sesuai dengan kebijakan pengelola jurnal tersebut. Kualitas artikel juga harus optimal dan dijamin orisinil. Sehingga menghindari resiko kasus di kemudian hari jika ada plagiarisme, falsifikasi, fabrikasi, dll.
4. Berusaha Meraih Program Hibah
Strategi keempat untuk menembus jurnal SINTA adalah berusaha meraih hibah. Baik hibah dari pemerintah seperti hibah Kemdiktisaintek, hibah dari perguruan tinggi, hibah dari BUMN, dll.
Sebab hibah tersebut sekaligus menyediakan pendanaan untuk publikasi ke jurnal SINTA sebagai luarannya. Dosen pun memiliki fasilitas memadai untuk menembus jurnal SINTA, sebab memang rata-rata biaya publikasinya tidak murah.
5. Melakukan Kolaborasi
Strategi berikutnya adalah berkolaborasi. Dosen pemula bisa berkolaborasi dengan sesama dosen senior, khususnya yang sudah Profesor. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas artikel ilmiah.
Selain itu, dosen senior dengan riwayat publikasi di jurnal SINTA sampai jurnal Scopus tentu lebih paham bagaimana menembus jurnal-jurnal kredibel. Bahkan mereka bisa menjadi penulis korespondensi agar submit sampai revisi berjalan lancar.
Selain beberapa strategi sukses publikasi tembus jurnal SINTA di atas. Para dosen juga bisa mendapatkan lebih banyak strategi yang efektif dengan mengikuti E-Course: Strategi Publikasi Sukses Tembus Jurnal SINTA & Scopus dari Dunia Dosen. Melalui e-course ini, para dosen bisa mengakses lebih banyak strategi menembus jurnal SINTA.
Perhitungan SINTA Score
SINTA Score adalah salah satu indikator kinerja publikasi ilmiah di Indonesia yang digunakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).
Skor di akun SINTA ini dibuat sebagai upaya untuk kemudahan monitoring dan mengevaluasi publikasi ilmiah di Indonesia. Dimana publikasi ilmiah ini bisa dilakukan dosen, mahasiswa, dan para peneliti di lembaga penelitian.
Lalu, seperti apa cara menghitung SINTA Score tersebut? Dikutip dari sinta.kemdikbud.go.id dijelaskan mengenai detail tata cara perhitungannya. Ada dua versi dalam perhitungan skor SINTA. Berikut cara menghitung SINTA Score:
1. SINTA Score v.1
Kategori pertama adalah SINTA Score v.1 yang menjadi komponen penilaian SINTA versi pertama. Terdapat 6 komponen penilaian di kategori ini, yaitu:
| Komponen Penilaian | Kode | Bobot Penilaian |
|---|---|---|
| Jumlah Dokumen Artikel di Scopus | A | 40 |
| Jumlah Dokumen Non-Artikel di Scopus | B | 15 |
| Jumlah Sitasi di Google Scholar | C | 1 |
| Jumlah Sitasi di Scopus | D | 4 |
Rumus perhitungan untuk menentukan SINTA Score v.1 ini adalah sebagai berikut:
( ( A x 40 ) + ( B x 15 ) + ( C x 1 ) + ( D x 4 ) ) / Pembagi
Adapun yang dimaksud dengan “pembagi” disini adalah sebuah angka hasil dari perhitungan statistik yang mempertimbangkan maksimum Sinta Score Personal/Dosen/Peneliti Tertinggi.
2. SINTA Score v.2
Kategori atau formula kedua dalam cara menghitung SINTA Score adalah SINTA Score v.2 yaitu proses penetapan skor SINTA pada versi kedua. Dalam perangkingan di halaman SINTA terbaru disebutkan sudah memakai formula ini. Komponen penilaiannya adalah:
| Komponen Penilaian | Kode | Bobot Penilaian |
|---|---|---|
| Jumlah Dokumen Artikel Jurnal di Scopus | A | Q1=40Q2=40Q3=35Q4=30No-Q=30 |
| Jumlah Dokumen Non-Jurnal di Scopus | B | 15 |
| Jumlah Sitasi di Scopus | C | 4 |
| Jumlah Sitasi di Google Scholar | D | 0,5 |
| Jumlah Artikel di Jurnal Sinta (S1-S6) | E | S1=25 (non Scopus)S2=25S3=20S4=20S5=15S6=15 |
Formula untuk perhitungannya adalah:
WA * A + WB * B + WC * C + WD * D + WE * E
Sebagai catatan tambahan, cut off untuk sitasi di Google Scholar adalah 1.000 sitasi. Jika suatu jurnal jumlah sitasinya di bawah angka cut off ini maka akan dianggap menjadi 1.000 sitasi.
Dikutip dari kanal YouTube Putri Dinda, dijelaskan bahwa kedua formula ini masih digunakan. Misal pada SINTA Score v.1 dan v.2 yang sama-sama digunakan untuk menghitung Overall Score (perhitungan keseluruhan).
Ikuti E-Course Digital Era Smart Lecturer Optimalisasi Riset dan Publikasi bersama Dr. Zadrian Ardi, M.Pd., Kons., dan pelajari strategi komprehensif dalam meningkatkan kapasitas akademik dosen melalui riset, publikasi, dan penguatan reputasi di era digital yang kompetitif.
Supaya lebih paham lagi mengenai cara menghitung SINTA Score, maka berikut contoh perhitungannya:
Dosen A memiliki publikasi ilmiah sebagai berikut:
- Terindeks SINTA 3 ada 1 artikel.
- Terindeks SINTA 4 ada 1 artikel.
- Jumlah sitasi di Google Scholar ada 6.
Maka perhitungannya menjadi:
S3= 1×20 = 20
S4= 1×20 = 20
Sitasi GS= 6×0,5 = 3
20+20+3= 43
Hasil akhir SINTA Score adalah 43.
Cara Melihat Sinta Score
Setelah mengetahui cara menghitung SINTA Score dan ketentuan terkait skor ini dalam program hibah penelitian DRTM. Maka pahami juga bagaimana cara cek SINTA Score tersebut.
Jadi, jika Anda belum pernah mengecek sudah mendapatkan skor berapa di akun SINTA. Maka berikut adalah cara melihat SINTA Score tersebut:
- Buka browser dan akses laman SINTA di https://sinta.kemdikbud.go.id/.
- Klik menu utama “Author”. Ketik nama Anda atau nama dosen secara lengkap yang ingin di cek berapa skor SINTA yang diperoleh pada kolom yang tersedia.
- Tekan tombol “Enter” pada keyboard perangkat Anda.
- Klik nama author yang dirasa paling tepat.
- Tunggu sampai sistem membuka profil author tersebut. Jika sudah maka di sebelah foto akan ada beberapa angka dengan ikon gambar berwarna jingga.
- SINTA Score terlihat pada angka “SINTA Score Overall”. Sedangkan pada angka di “SINTA Score 3Y” adalah skor SINTA yang dihitung setiap 3 tahun sekali.

Itulah tata cara cek SINTA Score yang tentunya mudah, Anda bisa mengecek berkala untuk monitoring publikasi ilmiah yang dilakukan. Jika ada pertanyaan terkait topik ini silahkan tuliskan di kolom komentar. Jangan lupa, klik tombol Share dan bagikan artikel ini ke kolega Anda.
PROMO HEMAT HINGGA 20% untuk semua produk E-Course hanya sampai tanggal 28 Februari 2026.
JANGAN LEWATKAN DAN BELI SEKARANG PRODUK E-COURSE DARI DUNIA DOSEN!














