Melaksanakan kegiatan penelitian tentunya akan rutin dijalankan dosen di Indonesia. Kewajiban ini sudah dimiliki dosen sejak pertama kali meniti karir. Sampai ketika dosen memasuki masa purna tugas alias pensiun.
Menunjang hal tersebut tersebut, maka menyusun roadmap penelitian dosen pemula sangat penting. Roadmap penelitian yang disusun sejak awal karir dosen inilah yang memberi arahan harus melaksanakan penelitian apa, kapan, dan bagaimana merealisasikannya. Berikut informasinya.
Apa Itu Roadmap Penelitian?
Pembahasan mengenai roadmap penelitian dosen pemula diawali dengan membahas apa itu roadmap penelitian. Istilah “roadmap” berasal dari bahasa Inggris, jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia maka menjadi “peta jalan”.
Sesuai ketentuan Kemdiktisaintek, roadmap penelitian adalah milestone kegiatan penelitian dalam rentang waktu 5-20 tahun yang dilakukan oleh peneliti atau oleh kelompok peneliti baik interdisiplin maupun multidisiplin bidang keilmuan.
Roadmap penelitian tersebut akan berisi susunan daftar rencana kegiatan penelitian. Misalnya dalam kurun waktu 5 tahun kedepan, 10 tahun ke depan, atau di 20 tahun ke depan. Sehingga, menjadi peta jalan yang membantu dosen tetap aktif dan produktif meneliti.
Pentingnya Roadmap Penelitian bagi Dosen Pemula
Menyusun roadmap penelitian dosen pemula tentu bukan sekedar aksi menyibukan diri atau iseng. Aktualnya, roadmap penelitian tersebut memiliki banyak sekali arti penting bagi dosen. Berikut beberapa diantaranya:
1. Menentukan Arah Penelitian Dosen dalam Kurun Waktu Tertentu
Dosen tentunya di masa awal berkarir di dunia akademik masih dalam posisi menekuni suatu bidang keilmuan. Pada bidang keilmuan tersebut, ada banyak sekali topik.
Dosen perlu fokus di salah satunya untuk menjadi pakar topik tersebut di bidang keilmuan yang ditekuni. Roadmap penelitian yang berisi rencana penelitian dalam kurun waktu 5-20 tahun. Pada akhirnya bisa membantu mengarahkan dosen untuk fokus di satu topik penelitian saja.
2. Berisi Target yang Ingin Dicapai dalam Kegiatan Penelitian
Roadmap penelitian yang berisi rencana penelitian dosen dalam 5-20 tahun kedepan. Tentunya bisa berperan sebagai target yang ditetapkan dosen itu sendiri dalam melaksanakan penelitian.
Sehingga roadmap juga berperan sebagai sumber motivasi dosen untuk terus melakukan penelitian. Sebab dosen akan selalu menyadari ada target penelitian yang perlu dicapai dan ditentukan di awal karir.
3. Menunjukan Bidang Kepakaran Dosen
Dosen yang mengabdi di perguruan tinggi tentunya akan masuk fakultas dan mengampu mata kuliah sesuai kualifikasi akademik. Sehingga menjalankan tri dharma sesuai bidang keilmuan yang ditekuni dosen tersebut.
Dalam bidang keilmuan ini, tentunya ada banyak sekali topik penelitian. Dosen perlu menentukan salah satu untuk dijadikan kepakaran di masa mendatang. Roadmap penelitian dosen pemula membantu dosen melaksanakan penelitian yang sesuai topik kepakaran tersebut.
4. Menyiapkan Kegiatan Penelitian dengan Baik
Roadmap penelitian pada dasarnya berisi daftar rencana kegiatan penelitian dalam jangka 5-20 tahun kedepan. Sehingga dosen sama artinya sedang menyusun persiapan melakukan penelitian-penelitian tersebut.
Roadmap menjadi penting, karena bisa membantu proses persiapan penelitian. Sehingga penelitian bisa berjalan dengan baik dan mendapat dukungan sumber daya sesuai perhitungan yang dilakukan.
Masih terkerndala dalam menyusun arah riset dan publikasi? E-Course Masterclass Roadmap Riset, Strategi Penguatan Kepakaran dan Akselerasi Publikasi wajib Anda ikuti dan pelajari penyusunan roadmap riset, penguatan kepakaran, dan strategi akselerasi publikasi secara sistematis dan aplikatif.
Isi Roadmap Penelitian Dosen Pemula
Dalam menyusun roadmap penelitian dosen pemula, isi di dalamnya tentu bukan sekedar judul dari rencana penelitian 5-20 tahun mendatang. Akan tetapi ditambahkan informasi lain yang memperjelas arah penelitian yang disusun di dalamnya. Secara umum, roadmap penelitian berisi hal-hal penting berikut:
1. Apa, Siapa, dan Target Hasil Penelitian
Isi yang pertama adalah informasi mengenai apa yang diteliti, siapa yang melakukan penelitian tersebut, target luaran yang ingin dicapai, dan detail lain berkaitan dengan rencana kegiatan penelitian.
Jadi, roadmap penelitian yang disusun juga berisi informasi mengenai topik penelitian, judul penelitian tersebut, SDM yang melaksanakan penelitian (tim penelitian), tujuan penelitian, dan target luaran yang ingin dicapai dari penelitian tersebut.
Meski tidak harus berisi informasi-informasi ini, akan tetapi semakin rinci maka semakin baik. Apalagi roadmap ini akan digunakan dalam 5-20 tahun mendatang. Jika tidak ada informasi rinci, ada kekhawatiran terlupa dan meleset dari rencana awal.
2. Proyeksi Tantangan dan Peluang
Isi kedua di dalam roadmap penelitian dosen pemula adalah proyeksi tantangan dan peluang. Artinya, dosen perlu mencantumkan hasil analisis mengenai peluang dalam melaksanakan penelitian sekaligus tantangan yang menyertainya.
Misalnya dosen ingin meneliti topik A di tahun 2027. Kemudian menganalisis adanya keuntungan berupa hibah penelitian dari Kemdiktisaintek, fasilitas penelitian yang memadai di laboratorium kampus, dll.
Namun, juga berhadapan dengan tantangan seperti resiko gagal mendapat hibah, keterbatasan SDM di lapangan, dll. Mencantumkan peluang dan tantangan membantu dosen melakukan persiapan penelitian yang lebih matang. Sehingga bisa mengantisipasi tantangan hasil proyeksi tersebut.
3. Pemilihan Keunggulan (Topik Kepakaran)
Isi ketiga di dalam roadmap penelitian dosen pemula adalah pemilihan keunggulan. Artinya, dosen menentukan bidang unggulan dari rencana penelitian yang akan dilaksanakan.
Sehingga perlu melihat prioritas bidang riset yang ditetapkan pemerintah, perguruan tinggi yang menaungi dosen, kemudian mengerucut ke bidang keilmuan yang ditekuni dosen. Dosen bisa menentukan topik apa dan dengan metode bagaimana agar sesuai dengan prioritas bidang riset perguruan tinggi atau pemerintah.
4. Proyeksi Tahun dan Tahapan Penelitian
Isi yang keempat adalah proyeksi tahun dan tahapan dari pelaksanaan penelitian. Jika penelitian yang dicantumkan bersifat tahun tunggal. Maka bisa fokus menyusun jadwal kegiatan penelitian dari awal sampai akhir, lengkap dengan proyeksi bulan pelaksanaan.
Sebaliknya, jika penelitian di dalam roadmap sifatnya multi tahun. Misalnya berjalan 4 tahun. Maka dosen bisa mencantumkan keterangan tahun pertama melakukan kegiatan apa, tahun kedua bagaimana, dan seterusnya sampai tahun keempat.
5. Alokasi Anggaran, Sarana, dan Organisasi
Isi dari roadmap penelitian juga dianjurkan menjelaskan kebutuhan anggaran di setiap tahapan penelitian. Kemudian berisi keterangan butuh fasilitas dan perlengkapan penelitian apa saja. Disusul penjelasan pembagian tugas tim penelitian yang dibentuk.
6. Penetapan Tinjauan Mutu
Isi dari roadmap penelitian juga sebaiknya mencantumkan tinjauan mutu. Artinya, ada perencanaan melakukan evaluasi dan monitoring mandiri. Yakni dari peneliti sendiri dan tim yang dibentuk.
Sehingga saat jadwal penelitian tidak sesuai, kebutuhan anggaran meleset, dan sebagainya. Bisa diketahui penyebabnya dan mencari solusi jika ada kendala yang muncul atas kondisi di luar proyeksi awal tersebut.
Ingin riset Anda tembus hibah dan luaran yang kompetitif? Anda wajib mengikuti E-Course Roadmap Riset Tembus Hibah & Luaran Kompetitif dari Dunia Dosen untuk hasil riset yang berdaya saing dan berpeluang besar lolos hibah!
Tahap Penyusunan Roadmap Penelitian Dosen Pemula
Menyusun roadmap penelitian dosen pemula tentunya tidak berbeda jauh dengan roadmap yang disusun dosen lebih senior. Sebab roadmap penelitian tersebut sama-sama menjadi peta jalan kegiatan penelitian yang akan dilakukan oleh dosen.
Menyusun roadmap penelitian akan lebih mudah jika sistematis. Sehingga ada tahapan yang dilakukan berurutan agar roadmap tersusun dengan baik, lengkap, dan tentunya jelas. Berikut penjelasannya:
1. Menentukan Bidang Fokus Penelitian
Tahap yang pertama, adalah menentukan dulu bidang fokus penelitian. Pada tahap ini, dosen perlu memahami bidang prioritas riset. Baik yang ditetapkan pemerintah maupun perguruan tinggi. Namun, biasanya selaras sebab perguruan tinggi akan mengikuti kebijakan pemerintah. Bukan sebaliknya.
Setelah mengetahui bidang prioritas penelitian apa saja, maka bisa menganalisis bidang keilmuan dosen termasuk di dalamnya atau tidak. Jika tidak, maka bisa menentukan topik penelitian yang bisa dikaitkan dengan bidang prioritas tersebut. Pada tahap ini, bisa sekaligus menentukan topik kepakaran dosen.
2. Melakukan Pemetaan Penelitian
Tahap kedua dalam menyusun roadmap penelitian dosen pemula adalah melakukan pemetaan penelitian. Artinya, pada tahap ini dosen perlu menganalisis tren penelitian yang sesuai dengan topik kepakaran yang ditentukan di tahap sebelumnya.
Tujuannya agar bisa diketahui topik tersebut sudah diteliti sampai sejauh mana. Sekaligus menganalisis research gap dari penelitian terdahulu dan memastikan penelitian yang direncanakan memiliki novelty.
Baca juga: Cara Membuat Roadmap Penelitian dan Contohnya
3. Menentukan Tujuan dan Target Luaran Penelitian
Tahap ketiga adalah proses menentukan tujuan penelitian. Mencakup menetapkan pertanyaan penelitian dan memastikan penelitian yang akan dilakukan bisa menjawab pertanyaan tersebut. Kemudian, menetapkan luaran yang ingin dicapai jika penelitian direalisasikan.
Jika penelitian yang dicantumkan sifatnya tahun tunggal, maka bisa menentukan 1 target luaran penelitian. Sebaliknya, jika sifatnya multi tahun maka bisa menetapkan target luaran per tahun.
Misalnya tahun pertama menghasilkan luaran draft artikel jurnal ilmiah. Kemudian di tahun kedua mengajukan Paten. Tahun ketiga berhasil mendapatkan Paten dari DJKI dan seterusnya.
Baca juga: 11 Strategi untuk Dapat Menghasilkan Luaran Riset Berkualitas
4. Menyusun Timeline Kegiatan Penelitian
Tahap keempat dalam penyusunan roadmap penelitian dosen pemula adalah menyusun timeline kegiatan penelitian tersebut. Dosen bisa menganalisis kebutuhan durasi penelitian berapa lama.
Kemudian menyusun timeline dari tahap awal penelitian sampai akhir bagaimana. Jika tahun tunggal maka di bulan Januari diisi dengan kegiatan apa, kemudian Februari, Maret, dan seterusnya sampai Desember.
Timeline ini melengkapi peta jalan penelitian yang disusun. Sehingga memudahkan dosen mengatur kebutuhan sumber daya. Supaya tahapan penelitian sesuai rencana dan penelitian selesai tepat waktu, ditandai dengan pencapaian target luaran yang ditetapkan.
5. Menyusun Rencana Kebutuhan SDM
Tahap selanjutnya adalah mulai menyusun rencana kebutuhan SDM. Yakni rencana pembentukan tim penelitian, menghitung kebutuhan SDM dari penelitian yang direncanakan, pembagian tugas seluruh tim dan SDM penelitian tersebut, dan detail lainnya.
Tim penelitian bisa ditetapkan dari kalangan dosen saja, bisa juga berkolaborasi dengan mahasiswa. Pada topik yang lebih kompleks, maka dosen bisa memprediksi kebutuhan kolaborasi dengan dosen dari bidang keilmuan lain.
6. Menyusun Kebutuhan Sumber Daya dan Pemenuhannya
Tahap berikutnya, roadmap penelitian dosen pemula juga perlu informasi mengenai kebutuhan sumber daya penelitian. Mulai dari kebutuhan anggaran, besarannya berapa dan untuk apa saja. Sekaligus mencari sumber pendanaan yang memadai dan bisa diakses oleh dosen.
Kemudian sumber daya lainnya. Seperti kebutuhan fasilitas penelitian, peralatan laboratorium, sewa tempat untuk tahap tertentu, dan sebagainya juga perlu ditetapkan. Setidaknya ada perhitungan kasar.
Baca juga:
7. Menyusun Tahapan Evaluasi dan Monitoring
Roadmap penelitian juga perlu mencantumkan informasi mengenai rencana evaluasi dan monitoring. Jadi, jika penelitian tahun tunggal maka perlu menentukan monitoring dan evaluasi dilakukan di bulan apa dan oleh siapa. Sekaligus apa saja yang akan dianalisis.
8. Memvisualisasikan Roadmap Penelitian Dosen Pemula
Tahap akhir, adalah proses memvisualisasikan seluruh roadmap penelitian yang sudah disusun. Bisa dalam bentuk flowchart atau diagram alir. Tujuannya agar lebih mudah dipahami dibanding roadmap berbentuk teks.
Tahapan yang sistematis dan dilaksanakan berurutan akan membantu menyusun roadmap penelitian dosen pemula dengan baik dan benar. Sehingga menghindari ada bagian yang terlewat, terlupa, dna sejenisnya. Jika sudah selesai disusun, ada baiknya memeriksa dan mengoreksi. Sehingga bisa menyempurnakan roadmap tersebut.
PROMO HEMAT HINGGA 20% untuk semua produk E-Course hanya sampai tanggal 28 Februari 2026.
JANGAN LEWATKAN DAN BELI SEKARANG PRODUK E-COURSE DARI DUNIA DOSEN!














