Riset

Mengenal Apa Itu State of The Art (SOTA) dan Arti Pentingnya dalam Penelitian

Dalam kegiatan penelitian, tentu perlu menemukan novelty (kebaruan). Salah satu tahap untuk menemukan atau menentukan novelty penelitian, adalah merumuskan State of The Art (SOTA) dari penelitian tersebut. 

SOTA sendiri akan berbentuk teks, terdiri dari beberapa kalimat atau beberapa paragraf. Sehingga berkaitan erat dengan kemampuan analisis penelitian-penelitian terdahulu. Serta keterampilan menyusun karya tulis ilmiah yang menjelaskan fokus utama penelitian terdahulu tersebut. Jadi, apa itu SOTA dan apa arti pentingnya? Berikut informasinya. 

Apa Itu State of The Art (SOTA)?

Definisi dari SOTA memang cukup kompleks. Ada banyak sumber yang memberi definisi berbeda-beda terkait apa itu SOTA. Secara umum, State of The Art (SOTA) adalah suatu uraian berbentuk teks (tulisan) yang berisi perkembangan terkini dan mutakhir dari topik yang diteliti. 

SOTA berbentuk teks dan tercantum di dalam karya tulis ilmiah berkaitan dengan kegiatan penelitian. Mulai dari proposal penelitian, laporan kegiatan penelitian tersebut, dan karya ilmiah yang dipublikasikan sebagai luaran penelitian yang dilakukan. 

Sesuai definisi yang dipaparkan sebelumnya, SOTA berisi informasi fokus utama dari penelitian-penelitian terdahulu. Kemudian menjelaskan research gap yang berhasil ditemukan dan dianalisis. Sehingga ditutup dengan pernyataan yang menjelaskan novelty pada penelitian yang dilakukan. 

Jadi, SOTA berkaitan erat dengan research gap dan novelty. Tanpa SOTA, maka tidak mungkin seorang peneliti bisa menemukan novelty. Sebaliknya, jika ada novelty maka sudah pasti ada SOTA yang dipaparkan dan ditemukan oleh peneliti tersebut. 

Baca selengkapnya mengenai apa itu novelty dan bagaimana cara menentukannya pada artikel berikut: Memahami Apa Itu Novelty pada Penelitian dan Cara Menentukannya.

SOTA akan menegaskan penelitian yang dilakukan tidak memakai fokus yang sama dengan penelitian terdahulu. Sehingga tidak mengulang penelitian yang sama. Sekaligus memastikan penelitian yang dilakukan bisa menghasilkan temuan baru. Baik teori baru, produk baru, prototipe baru, dan sebagainya. 

Manfaat SOTA dalam Penelitian

State of The Art (SOTA) tidak hanya pemanis dalam kegiatan penelitian. Keberadaannya memiliki banyak manfaat bagi peneliti dan penelitian yang akan dilakukan. Mengacu pada salah satu artikel ilmiah yang terbit di jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, berikut beberapa manfaat SOTA dalam kegiatan penelitian: 

1. Membantu Peneliti Mendapatkan Informasi Terkait Topik yang Diteliti

SOTA wajib ada di dalam kegiatan penelitian. Dalam proses menyusun SOTA di dalam proposal penelitian dan karya tulis berkaitan penelitian lain. Seorang peneliti akan mencari referensi hasil penelitian terdahulu dengan topik yang relevan (sama). 

Sehingga sejalan dengan proses merumuskan SOTA, peneliti bisa mendapatkan informasi memadai terkait topik penelitian. Hal ini memudahkan peneliti memahami topik tersebut dan menemukan research gap serta memastikan penelitian punya novelty. 

Baca informasi lebih lengkap terkait pengertian, fungsi, dan korelasi antara research gap dan novelty pada artikel berikut: Research Gap : Pengertian, Fungsi, dan Korelasinya dengan Novelty Penelitian.

2. Memahami Relevansi Topik Penelitian dengan Penelitian Terdahulu

Manfaat kedua dari SOTA, adalah membantu peneliti memahami relevansi penelitian yang dilakukan dengan penelitian terdahulu. Tidak semua penelitian dengan topik yang sama, dijamin relevan dengan penelitian yang dilakukan. 

Bisa jadi menggunakan metodologi yang berbeda, pendekatan tidak sama, dan sebagainya. Sehingga SOTA membantu peneliti memahami bagaimana memilih penelitian-penelitian terdahulu yang benar-benar relevan. 

Dalam proses tersebut, peneliti sekaligus memahami perkembangan topik penelitian tersebut. Sehingga memastikan penelitian yang dilakukan masih layak dilakukan karena update dari penelitian sebelumnya dengan pendekatan yang berbeda. 

3. SOTA Menunjukan Pendekatan Penelitian yang Berbeda

Manfaat State of The Art (SOTA) berikutnya adalah membantu peneliti menunjukan pendekatan berbeda yang dilakukan. Sehingga memastikan dan mampu menjelaskan serta membuktikan penelitian tidak mengulang penelitian terdahulu. 

SOTA akan berisi rangkuman penelitian terdahulu dan pendekatan yang digunakan. Disusul dengan menjelaskan research gap yang diabaikan penelitian terdahulu tersebut. Sehingga bisa diteliti dengan memanfaatkan pendekatan berbeda yang diabaikan atau tidak disadari penelitian sebelumnya. 

4. SOTA Membantu Mengevaluasi Pendekatan Penelitian Terdahulu

Berikutnya yang menjadi manfaat SOTA adalah membantu mengevaluasi pendekatan di penelitian terdahulu. Peneliti harus bisa menjelaskan di dalam naskah karya ilmiah mengenai kelebihan dan kelemahan pendekatan tersebut. 

Kemudian disusul dengan menjelaskan pendekatan yang digunakan dan apa saja kelebihannya dibanding pendekatan di penelitian terdahulu. Hal ini akan menegaskan bahwa SOTA yang dimiliki adalah update terbaru dari topik penelitian yang dipilih. 

5. SOTA Membantu Menyaring Referensi yang Relevan

Sejalan dengan manfaat SOTA dalam penelitian yang membantu peneliti memahami relevansi hasil penelitian terdahulu dengan yang tidak. Maka peneliti akan dimudahkan, mana saja publikasi ilmiah berisi hasil penelitian terdahulu yang tepat dijadikan referensi. 

SOTA menjadi filter agar peneliti tidak menggunakan referensi yang tidak relevan dan membuang waktu. Sehingga apa yang dibaca, data yang dirujuk dari referensi dan sebagainya dijamin relevan. Hal ini akan menunjang kualitas penelitian dan karya ilmiah yang dihasilkan. 

Baca juga:

Kenapa SOTA Penting dalam Kegiatan Penelitian?

Tak hanya memiliki banyak manfaat, State of The Art (SOTA) juga diketahui penting untuk ada dalam penelitian. Sekaligus wajib tercantum dari proposal penelitian sampai publikasi ilmiah yang menjadi luaran penelitian. Berikut beberapa arti penting SOTA yang dimaksud: 

1. Membuktikan Penelitian Punya Dasar yang Kuat

Arti penting yang pertama dari SOTA dalam kegiatan penelitian adalah membuktikan dan menjelaskan penelitian yang dilakukan memiliki dasar yang kuat. SOTA punya arti penting ini karena berisi informasi perkembangan topik penelitian yang dipilih. 

Sehingga saat memutuskan menggunakan pendekatan atau fokus utama penelitian yang berbeda. Pilihan atau keputusan tersebut punya dasar yang kuat. Yakni dari pendekatan yang masih punya kelemahan pada penelitian-penelitian terdahulu. 

Sehingga pendekatan tersebut dipilih bukan karena asal pilih dan asal punya pendekatan. Namun dari hasil analisis yang membuat pendekatan ini tepat, terbaik untuk dipilih, dan menjadikan penelitian yang dimiliki layak untuk dilakukan. 

2. Memperjelas Posisi dalam Peta Penelitian

Arti penting State of The Art (SOTA) yang kedua adalah memperjelas posisi dalam peta penelitian. SOTA yang tercantum pada proposal penelitian akan menjelaskan apakah penelitian yang diajukan merupakan lanjutan penelitian sebelumnya, bisa menghasilkan temuan baru, bisa mengembangkan metode baru, atau lainnya. 

Jadi, keberadaan SOTA di dalam proposal penelitian membantu memperjelas posisi penelitian yang dilakukan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Apakah akan menghasilkan teori baru, mengembangkan metode baru yang berbeda, menguji objek penelitian yang berbeda, dll. 

3. Memastikan Penelitian Memberi Kontribusi Baru

Arti penting State of The Art (SOTA) selanjutnya adalah memastikan penelitian yang akan dilakukan bisa memberi kontribusi baru. Hal ini sesuai dengan penjelasan di poin sebelumnya, dimana SOTA bisa memperjelas posisi penelitian dalam peta penelitian. 

Sehingga penelitian yang dilakukan bisa diprediksi dari awal bisa menghasilkan temuan baru seperti apa. Baik itu teori baru, metode yang dikembangkan menjadi lebih baik, pengembangan desain produk atau prototipe yang lebih baik, dan sebagainya. 

4. Menghindari Duplikasi atau Pengulangan Penelitian

Dalam kegiatan penelitian, sangat rawan terjadi duplikasi dan redudansi. Tanpa sadar, dengan kajian literatur yang terbatas. Seorang dosen atau peneliti bisa saja melewatkan penelitian terdahulu. 

Sehingga bisa saja mengulang penelitian terdahulu yang terlewat tersebut. Maka SOTA membutuhkan ajian pustaka yang mendalam dan luas dari berbagai database. Tujuannya agar bisa benar-benar mengikuti perkembangan topik penelitian. Kemudian memastikan memakai pendekatan baru agar tidak terjadi pengulangan. 

5. Meningkatkan Kredibilitas Peneliti

Adanya SOTA di dalam artikel jurnal, prosiding, sampai buku ilmiah yang menjadi luaran penelitian. Sekaligus tercantum di dalam proposal penelitian. Maka menjadi sarana bagi peneliti menunjukan kredibilitasnya. 

Peneliti membuktikan sudah menganalisis sejumlah penelitian terdahulu dan memastikan penelitian yang dilakukan up to date serta bukan duplikasi. Sehingga hal ini menunjukan peneliti sudah menyusun rencana penelitian yang baik dan matang. Tentunya akan berdampak positif bagi reputasi peneliti. 

Baca juga: State of The Art dalam Penelitian dan 3 Cara Menentukannya

Tahap Merumuskan SOTA dalam Penelitian

Setelah memahami apa itu State of The Art (SOTA), manfaat, dan arti pentingnya. Maka tentu perlu memahami juga tahapan dalam menyusun SOTA di proposal penelitian dan naskah publikasi ilmiah sebagai luaran penelitian tersebut. Berikut beberapa tahapannya: 

1. Menentukan Topik Penelitian

Tahap pertama dalam menyusun SOTA penelitian adalah menentukan dulu topik yang akan diteliti. Sehingga bisa masuk ke tahap berikutnya. Yakni mencari publikasi ilmiah terbaru untuk mengetahui perkembangan penelitian di topik tersebut. 

Dalam memilih topik penelitian, tentu seperti yang diketahui perlu mengutamakan yang disukai atau dikuasai dengan baik. Bagi dosen pemula, hal ini bisa rumit dan sulit. Sebab topik tersebut harus berkelanjutan untuk membangun kepakaran dosen. Maka perlu dipilih dengan teliti. 

2. Menelusuri Publikasi Ilmiah Terbaru yang Relevan

Tahap kedua, mulai menyusuri publikasi ilmiah terbaru yang relevan dengan topik penelitian yang dipilih. Meskipun SOTA akan memaparkan penelitian terdahulu yang relevan untuk menjelaskan perkembangan topik dan pendekatan masing-masing. 

Bukan berarti peneliti harus mulai dari penelitian paling pertama. Perkembangan topik lebih mudah diikuti dan dipahami dari penelitian paling terkini. Maka utamakan publikasi ilmiah dalam kurun waktu 10 tahun terakhir pada topik tersebut. 

3. Menganalisis SOTA

Tahap ketiga, adalah mulai melakukan analisis dan tahap ini menjadi tahap inti dari State of The Art (SOTA). Terdapat 4 poin yang harus dijawab dari kajian literatur publikasi ilmiah terbaru sesuai topik. Yakni: 

  1. Apa yang sudah diteliti?
  2. Apa temuan utamanya?
  3. Apa kelemahannya?
  4. Apa yang belum diteliti?

4. Menyusun SOTA dalam Naskah Karya Ilmiah

Tahap keempat adalah mulai menyusun SOTA di dalam naskah proposal penelitian. Proposal penelitian menjadi dokumen pertama yang mencantumkan SOTA. Selebihnya akan menyesuaikan. 

SOTA sekali lagi berbentuk teks, terdiri dari beberapa kalimat maupun beberapa paragraf. Namun untuk memastikan jelas dan ringkas, sangat dianjurkan dalam satu paragraf saja. Isi dari SOTA yang paling utama ada 4 poin berikut: 

  1. Ringkasan hasil penelitian terdahulu dengan topik yang relevan.
  2. Metode, teori, atau pendekatan terbaru yang ingin digunakan dalam penelitian.
  3. Menjelaskan research gap atau kesenjangan dari penelitian terdahulu dan ingin dijawab dalam penelitian yang akan dilakukan.
  4. Kontribusi baru dari penelitian yang akan dilakukan.

Dalam menyusun SOTA, umumnya ditandai dengan menggunakan kata hubung seperti “namun”, “namun demikian”, “tetapi”, “however” , dan sejenisnya. Berikut contohnya: 

Temuan-temuan terdahulu telah dinyatakan bahwa ………………………………… namun, jika dirujuk kepada teori pokok dan hasil studi pendahuluan, maka ………………………………………………

5. Baca Ulang dan Koreksi

Tahap akhir, adalah membaca ulang SOTA yang sudah disusun. Kemudian melakukan koreksi jika dibutuhkan. Misalnya saat ada kesalahan ketik, susunan kalimat kurang tepat, dll maka bisa diperbaiki di tahap ini.

Ahmad Aziz

An SEO Specialist and Content Editor who also manages SEO and the website for Dunia Dosen. Highly interested in SEO, content marketing, and WordPress website development. With experience as a WordPress Web Developer, helping to optimize and manage website projects to support business goals.

Recent Posts

7 Tahapan dalam Cara Pengajuan NUPTK Dosen Tahun 2026

NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) diketahui menjadi nomor identitas bagi pemilik profesi dosen…

17 hours ago

Apa Perbedaan NUPTK dan NIDN, serta Arti Pentingnya bagi Karir Dosen Indonesia?

NUPTK dan NIDN tentu masih sering dianggap sama, padahal memang berbeda satu sama lain. Selain…

4 days ago

Strategi Memenuhi Syarat Khusus Kenaikan Jabatan Fungsional Asisten Ahli Menuju Lektor

Menyusun strategi kenaikan jabatan fungsional Asisten Ahli menuju Lektor, tentu menjadi agenda setiap dosen pemula.…

4 days ago

Pengelolaan Kinerja dan AK Prestasi Dosen ASN dan Dosen Non-ASN

Dalam kegiatan sosialisasi petunjuk teknis Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025 tahap kedua, menjelaskan secara lebih…

4 days ago

Syarat Pengangkatan Dosen dalam Jabatan Akademik Sesuai Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025

Salah satu kebijakan baru yang tercantum di dalam Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025 adalah terkait…

5 days ago

Cara Cek SINTA Dosen dan Jurnal Nasional Terakreditasi di Laman SINTA

Salah satu laman yang disediakan Kemdiktisaintek untuk diakses dosen, mahasiswa, dan peneliti adalah SINTA (Science…

5 days ago