Memenuhi BKD (Beban Kerja Dosen) tentunya lewat pelaksanaan tri dharma, termasuk produktif publikasi jurnal ilmiah. Menariknya, publikasi dalam jurnal ilmiah bisa menjadi strategi untuk membantu dosen memenuhi BKD secara efektif dan efisien.
Bagi para dosen yang selama ini kesulitan memenuhi BKD sesuai ketentuan. Bisa mempertimbangkan untuk mengoptimalkan publikasi ilmiah. Khususnya pada jurnal ilmiah. Namun, seperti apa caranya? Berikut informasinya.
Sekilas Tentang Jurnal Ilmiah
Jurnal ilmiah adalah media publikasi secara berkala yang menerbitkan beberapa artikel ilmiah berisi hasil penelitian maupun kajian pustaka di suatu bidang keilmuan. Setiap jurnal biasanya menerbitkan beberapa artikel dalam volume baru.
Artikel-artikel ini biasanya berisi hasil penelitian maupun kajian pustaka dengan berbagai topik di satu bidang keilmuan. Sekaligus memiliki scope keilmuan yang sama. Dalam proses penerbitannya, artikel ilmiah akan melewati peer review setidaknya oleh 2 orang pakar di bidangnya.
Tak hanya diakses saat dosen maupun mahasiswa dan peneliti butuh media publikasi jurnal kredibel. Akses pada jurnal ilmiah juga dilakukan pembaca untuk mencari referensi ilmiah yang sesuai kebutuhan.
Pentingnya Publikasi Jurnal Ilmiah bagi Dosen
Dalam profesi dosen, publikasi ilmiah untuk hasil penelitian dan kajian pustaka yang dilakukan bisa dalam 3 bentuk. Yakni dalam bentuk prosiding, jurnal ilmiah, dan menerbitkan buku ilmiah.
Memiliki publikasi jurnal ilmiah secara kontinyu dan sepanjang karir dosen terbilang penting. Berikut beberapa alasannya:
1. Meningkatkan Reputasi Akademik Dosen
Publikasi ilmiah dalam bentuk apapun, bermanfaat untuk membangun reputasi akademik dosen. Termasuk juga publikasi berbentuk jurnal ilmiah. Sebab lewat publikasi inilah, dosen bisa menunjukan kinerja penelitian.
Sekaligus menunjukan kepada publik luas bidang keahliannya apa atau menjadi pakar di bidang keilmuan apa. Sehingga dosen diakui sudah bertanggung jawab dengan melaksanakan kewajiban meneliti. Sekaligus dikenal sebagai pakar di suatu bidang, sehingga publikasi sampai opininya dipercaya publik luas.
2. Menyebarluaskan Hasil Penelitian dan Kajian Pustaka Dosen
Dalam dunia pendidikan tinggi, dosen memiliki kewajiban melaksanakan penelitian. Namun, bukan sebatas melaksanakan saja. Akan tetapi, hasil dari penelitian tersebut juga wajib disebarluaskan agar diketahui dan dimanfaatkan masyarakat maupun industri.
Penyebarluasan hasil penelitian, salah satunya lewat jurnal. Hasil penelitian dicantumkan dosen di dalam manuskrip artikel ilmiah. Kemudian diterbitkan di sebuah jurnal, sehingga bisa diakses masyarakat ilmiah dan berdampak nyata serta luas.
3. Bentuk Kontribusi Dosen dalam Pengembangan Iptek
Hasil penelitian dosen yang diterbitkan melalui publikasi jurnal ilmiah juga menjadi bentuk kontribusi dalam perkembangan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi). Sebab hasil penelitian dan kajian pustaka dosen berisi temuan-temuan baru.
Temuan-temuan ini tentu mendorong ilmu pengetahuan berkembang terus menerus. Sekaligus mendorong teknologi berkembang secara pesat. Keduanya, yakni iptek tadi bisa membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak.
4. Membantu Dosen Memenuhi Target BKD
Arti penting berikutnya, publikasi dalam sebuah jurnal membantu dosen memenuhi BKD. Sebab masuk dalam kewajiban akademik, yakni tugas pokok sesuai tri dharma. Pelaksanaan penelitian dan capaian luaran berbentuk publikasi di jurnal bisa dilaporkan ke BKD.
5. Membantu Karir Akademik Dosen
Sejalan dengan diakuinya publikasi di dalam jurnal ilmiah ke pelaporan BKD. Maka tentunya publikasi ini sekaligus membantu dosen mendapat tambahan poin angka kredit. Sesuai kebijakan terbaru, publikasi jurnal ilmiah masuk dalam kegiatan penelitian sehingga masuk dalam penilaian AK Prestasi (Angka Kredit Prestasi).
Baca selengkapnya: Ketentuan dan Cara Pemenuhan Angka Kredit Penelitian (AK Prestasi)
6. Membuka Akses ke Program Hibah
Publikasi berbentuk jurnal ilmiah juga penting untuk dosen bisa mengakses program hibah. Baik itu hibah penelitian, pengabdian, maupun publikasi ilmiah. Sebab asesor hibah akan menelusuri rekam jejak kepakaran pengusul melalui riwayat publikasi ilmiah. Adanya publikasi di jurnal, membantu proses verifikasi tersebut.
Baca juga: Apa Itu Asesor? Pengertian, Syarat, dan Manfaat Menjadi Asesor
7. Ikut Serta Menyediakan Referensi Ilmiah
Arti penting lainnya, publikasi dosen dalam bentuk jurnal menjadi kontribusi dosen menyediakan bahan bacaan. Sekaligus referensi ilmiah kredibel. Sehingga bisa digunakan akademisi dalam pembelajaran, referensi penyusunan KTI, dll.
Optimasi Pemenuhan BKD dengan Publikasi Jurnal Ilmiah
Sesuai penjelasan sebelumnya, publikasi jurnal ilmiah ikut membantu dalam memenuhi BKD. Yakni 12 SKS per semester atau maksimal di 16 SKS per semester. Jurnal ilmiah diketahui memiliki bobot SKS yang tinggi. Terutama jurnal internasional bereputasi dengan peringkat Q1 maupun Q2.
Mengacu pada Rubrik BKD tahun 2021, berikut adalah besaran bobot SKS dalam BKD untuk publikasi berbentuk jurnal ilmiah:
| Jenis Jurnal Ilmiah | Bobot SKS dalam BKD |
| Artikel pada jurnal Internasional Bereputasi | 10 |
| Artikel pada Jurnal Internasional terindeks pada basis data internasional | 7,5 |
| Artikel pada Jurnal Nasional Terakreditasi | 6,25 |
| Artikel pada Jurnal Nasiona | 2,5 |
| Artikel pada jurnal ilmiah yang ditulis dalam Bahasa Resmi PBB namun tidak memenuhi syarat-syarat sebagai jurnal ilmiah internasional | 2,5 |
Selain itu, publikasi ilmiah dalam bentuk jurnal tidak ada batas kepatutan. Artinya, jika dalam satu semester dosen bisa menerbitkan 2 artikel di 2 jurnal berbeda. Maka keduanya bisa masuk ke laporan BKD. Berbeda dengan buku ilmiah, yang ada batas kepatutan 1 judul per tahun.
Baca juga: [Update] 50 Daftar Jurnal Indonesia Terindeks Scopus
Kiat agar Publikasi Jurnal Dapat Menunjang Pemenuhan BKD
Tidak cukup hanya memiliki publikasi jurnal ilmiah dan dilaporkan dalam BKD di laman SISTER. Dosen juga harus memastikan jurnal ilmiah tersebut diakui asesor BKD sehingga menunjang pemenuhan target 12 SKS. Berikut kiat-kiatnya:
1. Publikasi di Jurnal yang Diakui Kemdiktisaintek
Dalam tabel di atas, bisa dipahami bahwa jurnal ilmiah yang bisa dituju dosen memiliki jenis beragam. Pastikan publikasi di salah satu jurnal tersebut. Baik itu jurnal nasional maupun jurnal internasional, sehingga pasti diakui dan bobot SKS-nya jelas.
2. Memiliki ISSN
Jurnal yang dituju dosen untuk publikasi ilmiah, tentunya harus memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan Kemdiktisaintek. Salah satunya memiliki ISSN (International Standard Serial Number). Sehingga menunjukan jurnal dikelola secara profesional dan seluruh artikel yang diterbitkan bisa ditelusuri.
3. Dikelola Penerbit yang Kredibel
Selain memiliki ISSN, jurnal yang dituju dosen juga harus dikelola secara kredibel. Utamakan jurnal nasional terakreditasi sehingga terindeks di laman SINTA. Kemudian untuk jurnal internasional, bisa mencari yang terindeks di database kredibel dan bereputasi. Baik itu Scopus, WoS, dan sebagainya.
4. Jurnal Menerapkan Proses Peer Review
Publikasi jurnal ilmiah sebaiknya melewati proses sesuai standar publikasi di jurnal ilmiah. Salah satunya melewati proses peer review oleh setidaknya 2 reviewer atau pakar di bidangnya.
5. Terbit Secara Berkala dan Konsisten
Jurnal yang dituju wajib memiliki ciri-ciri jurnal kredibel bukan jurnal predator. Salah satu ciri tersebut adalah jurnal menerbitkan volume baru secara berkala dan konsisten. Jika per volume menerbitkan 10 artikel, maka begitu seterusnya. Jika per tahun menerbitkan hanya 1 volume, maka begitu seterusnya.
Melalui beberapa kiat tersebut, dosen bisa lebih mudah memenuhi BKD dengan publikasi jurnal ilmiah secara rutin. Sehingga jangan sampai asal terpublikas di sebuah jurnal. Sebab jika tidak sesuai kriteria Kemdiktisaintek, jurnal predator, dan sebagainya. Maka bisa tidak diakui asesor BKD, dosen pun gagal memenuhi target 12 SKS sesuai ketentuan.
Sumber:
- Lazardi, G. P. (2023). Pengertian dan Fungsi Jurnal ilmiah. Diakses pada 2 April 2026 dari https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-sidoarjo/baca-artikel/16733/Pengertian-dan-Fungsi-Jurnal-ilmiah.html
- Universitas Negeri Surabaya. (2024). Ini Dia 8 Pentingnya Publikasi Ilmiah Untuk Dosen. Diakses pada 2 April 2026 dari https://subditpublikasiilmiah.unesa.ac.id/post/ini-dia-8-pentingnya-publikasi-ilmiah-untuk-dosen
- Kaoru. (2024). Apa Manfaat Publikasi Jurnal bagi Dosen. Diakses pada 2 April 2026 dari https://www.kompasiana.com/hendysuhendi6101/6653fe98c925c465af225ab2/apa-manfaat-publikasi-jurnal-bagi-dosen?page=all#section1
- Universitas Negeri Yogyakarta. (2021). Rubrik BKD 2021. https://kepegawaian.uny.ac.id/sites/kepegawaian.uny.ac.id/files/datafile/Rubrik%20BKD%202021_27.05.2021-update%281%29.pdf
- Indonesian Scientific Publication. (2026). Jurnal untuk BKD Dosen: Cara Publikasi yang Diakui. Diakses pada 2 April 2026 dari https://idscipub.com/id/jurnal-untuk-bkd/














