Kriteria Publikasi Ilmiah untuk Memenuhi Syarat Khusus Jabatan Akademik Sesuai Kepmendiktisaintek No 39/KEP/2026
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menerbitkan Kepmendiktisaintek No. 39/KEP/2026. Salah satu aturan yang tercantum di dalamnya adalah kriteria publikasi ilmiah dan karya seni, karya desain, maupun karya sastra untuk syarat khusus kenaikan jabatan akademik dosen.
Bagi dosen yang berencana mengajukan usulan kenaikan jabatan akademik di tahun 2026. Tentunya perlu memastikan sudah memenuhi syarat khusus sesuai jenjang yang dituju. Sekaligus, syarat khusus tersebut sudah memenuhi kriteria dari Kemdiktisaintek. Berikut informasinya.
Terhitung sejak tahun 2024, syarat kenaikan jabatan akademik dosen bukan lagi syarat administratif. Melainkan dibagi menjadi 2, yakni syarat administratif dan syarat khusus. Pada kenaikan di jenjang Profesor (Guru Besar), terdapat juga syarat khusus tambahan.
Terbaru, Kemdiktisaintek menerbitkan Kepmendiktisaintek No. 39/KEP/2026. Sehingga terdapat kebijakan baru berkaitan dengan syarat kenaikan jabatan akademik dosen. Termasuk juga terhadap syarat khusus maupun syarat khusus tambahan.
Syarat khusus sendiri adalah syarat kenaikan jabatan akademik dosen yang didasarkan pada riwayat publikasi ilmiah dosen. Publikasi ilmiah disini mencakup riwayat publikasi di jurnal nasional, jurnal internasional, dan kepemilikan karya seni. Karya seni disini mencakup karya seni, karya desain, dan karya sastra.
Jadi, dosen di bidang ilmu seni kini memiliki kewajiban memenuhi syarat khusus dalam bentuk karya seni, karya sastra, maupun karya desain. Bahkan dalam Kepmendiktisaintek No. 39/KEP/2026 yang juga mencantumkan bobor poin angka kredit setiap tugas akademik dosen juga melibatkan penerbitan novel, cerpen, puisi, dll.
Jadi, dosen di bidang seni ketika menulis novel dan menerbitkannya sesuai standar Ditjen Dikti. Maka bisa masuk dalam proses penilaian angka kredit saat mengajukan usulan kenaikan jabatan akademik. Detailnya bisa membaca dokumen Kepmendiktisaintek No. 39/KEP/2026.
Baca juga: Syarat Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen Sesuai Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025
Publikasi ilmiah maupun karya seni dan sastra yang dimiliki dosen bisa digunakan untuk memenuhi syarat khusus kenaikan jabatan akademik. Namun, dalam Kepmendiktisaintek No. 39/KEP/2026 juga mengatur kriteria syarat khusus tersebut.
Bagi dosen di luar bidang ilmu seni dan sastra, maka riwayat publikasi ilmiah di jurnal nasional dan jurnal internasional bisa dipilih untuk memenuhi syarat khusus. Kriteria yang diatur adalah untuk riwayat publikasi di jurnal internasional. Berikut rinciannya:
Baca juga: Format Penulisan Artikel Jurnal Terindeks SINTA
Baca juga: 10 Keuntungan Publikasi Jurnal Internasional bagi Dosen
Selain memenuhi kriteria jurnal internasional di atas. Publikasi ilmiah yang dijadikan pemenuhan syarat khusus kenaikan jabatan akademik dosen juga harus memenuhi ketentuan lainnya. Seperti:
Baca juga: Publikasi Karya Ilmiah Menjadi Syarat Naik Jabatan di Setiap Jenjang
Sementara bagi dosen di bidang seni dan sastra, maka pemenuhan syarat khusus bukan dalam bentuk publikasi ilmiah. Akan tetapi riwayat kepemilikan karya seni, karya desain, maupun karya sastra.
Dalam Kepmendiktisaintek No. 39/KEP/2026 juga mengatur kriteria karya seni, karya desain, dan karya sastra yang bisa dijadikan pemenuhan syarat khusus jabatan akademik. Berikut rinciannya:
Kepmendiktisaintek No. 39/KEP/2026 juga menjabarkan standar reputasi untuk karya seni, karya desain, maupun karya sastra untuk memenuhi syarat khusus. Standar ini sekaligus diikuti dengan padanan publikasi ilmiah atau disetarakan peringkatnya.
Artinya riwayat kepemilikan karya seni, karya desain, maupun karya sastra yang dipublikasikan maupun dipamerkan dalam suatu ajang nasional sampai internasional. Kemudian dipadankan apakah masuk publikasi di peringkat Q1, Q2, atau setara publikasi peringkat Q3. Berikut beberapa pemadanan yang dimaksud:
| Padanan Publikasi Ilmiah | Tingkat Reputasi | Contoh Ajang / Pameran |
| Q1 | Internasional | Documenta (Ger) Venice Biennale (Italy) Saint Etienne Biennale Design (Fra) Milan Design Week (Salone del Mobile) London Design Festival Maison & Objet Messe Ambiente, Frankfurt Internationale möbelmesse (Imm) Cologne Paris Design Week Design TokyoAjang atau pameran lain yang setara |
| Q2 | Regional | Istanbul Design Biennale Wenzhou International Design Biennale Seoul Living Design Fair Singapore-Find Design Fair Jakarta Biennale Jogja Biennale Museum Nasional Indonesia Ajang atau pameran lain yang setara |
| Q3 | Nasional | Selasar Sunaryo ArtJog International Nu Art Sculpture ParkGaleri Salihara 4. Inacraft Triennale Seni Grafis International Furniture Expo (IFEX)Trade Expo Indonesia (TEI), Indonesian Contemporary Art and Design (ICAD)Ajang atau pameran lain yang setara |
Baca selengkapnaya terkait quartile jurnal pada artikel berikut: Tata Cara Mengetahui Quartile Jurnal Ilmiah dan Daftar Jurnal Indonesia Q1-Q4 2026
| Padanan Publikasi Ilmiah | Tingkat Reputasi | Contoh Ajang / Pameran |
| Q1 | Internasional | Edinburgh Festival Fringe (Skotlandia) Seoul Performing Arts Festival (SPAF) India International Dance & Music Festival China Shanghai International Arts Festival and Performing Arts Fair (ChinaSPAF di Shanghai) Hong Kong Arts Festival (HKAF) Festival Seni Internasional Taiwan (TIFA)Ajang Festival Seni Pertunjukan (Luar Negeri) yang setara. |
| Q2 | Regional | deSingel (Antwerp, Belgia) Festival de Marseille (Perancis) SPRING Performing Arts Festival (Utrecht, Belanda) Adelaide Festival (Australia) Sydney Festival (Australia) EUROPALIA (Belgia) Ajang Festival Seni Pertunjukan (Luar Negeri dan Dalam Negeri Regional) lain yang setara. |
| Q3 | Nasional | Jakarta World Folklore Festival 2026. Java Jazz Festival 2026 di JIExpo Kemayoran. SIPFest (Salihara International Performing Arts Festival. Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Programs Festival Teater Jakarta (FTJ)Ajang Festival Seni Pertunjukan Dalam Negeri Lingkup Internasional yang mengundang peserta dari luar negeri minimal 5 negara lainnya. |
| Padanan Publikasi Ilmiah | Tingkat Reputasi | Contoh Ajang / Pameran |
| Q1 | Internasional | Sundance Film Festival (Utah, AS) Berlin International Film Festival/Berlinale (Jerman) Cannes Film Festival (Perancis) Venice Film Festival (ItaliaAjang atau festival lain yang setara. |
| Q2 | Regional | Jakarta Film Week (JFW): Festival Film Internasional utama di Jakarta.Festival Film Pilihan Tempo. Festival Film Indonesia (FFI). Madani Film Festival di Taman Ismail Marzuki (TIM)Japanese Film Festival (JFF)Ajang atau festival lain yang setara. |
| Q3 | Nasional | Festival Film Purbalingga (FFP). Bandung: Festival Film Bandung (FFB).Semarang: Semarang Film Festival (SFF). Malang: Malang Film Festival (MAFI Fest)Ajang atau festival lain yang setara. |
| Padanan Publikasi Ilmiah | Tingkat Reputasi | Contoh Ajang / Pameran |
| Q1 | Internasional | World Press Photo Exhibition (Global/Indonesia di Jakarta (Erasmus Huis) dan Pontianak (Port 99) Jakarta International Photo Festival (JIPFest) Festival Fotografi internasional yang diadakan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.Ajang atau festival lain yang setara. |
| Q2 | Nasional | Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) Jogja Gallery Cemeti Institute for Art and SocietyAjang atau festival lain yang setara. |
| Q3 | Lokal | Art Jakarta di JIEXPO Kemayoran. Festival Fotografi di Candi Gedong Songo, SemarangAjang atau festival lain yang setara. |
| Padanan Publikasi Ilmiah | Tingkat Reputasi | Contoh Ajang / Pameran |
| Q1 | Internasional | Penerbit: Penguin Random House, HarperCOllins, Simon & Schuster, dll. Festival: Frankfurt Book Festival, Berlin International Literature Festival, Norwegian Festival of Literature, dll. |
| Q2 | Regional | Penerbit:Kodansha Ltd. (Japan) Shogakukan Inc. (Japan) China Publishing Group Corporation (Chinadll. Festival: Shanghai International Literary Festival Hong Kong International Literary Festivaldll. |
| Q3 | Nasional | Penerbit: GramediaBalai Pustakadll. Festival: Jakarta International Literary Festival Ubud Writers and Readers Festivaldll. |
Detail pemadanan karya seni, sastra, dan desain dengan peringkat publikasi ilmiah untuk pemenuhan syarat khusus. Bisa membaca dokumen Kepmendiktisaintek No. 39/KEP/2026, sehingga bisa memahami detail keseluruhan padanan atau penyetaraannya bagaimana.
Melalui platform Dunia Dosen, dosen dapat memahami strategi publikasi ilmiah yang lebih terarah melalui program E-Course Strategi Publikasi Sukses Tembus Jurnal SINTA & Scopus. Materi disusun secara relevan dan up-to-date mengikuti perkembangan kebutuhan dosen serta standar publikasi terbaru, disertai pendampingan yang membantu Anda menemukan solusi atas kendala publikasi ilmiah.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) baru saja menerbitkan Kepmendiktisaintek No. 39/M/Kep/2026 Tentang Petunjuk…
Terdapat cukup banyak platform terkini yang bisa digunakan dosen untuk memudahkan kegiatan penelitian. Termasuk juga…
Salah satu tahapan penting dalam kegiatan penelitian, adalah pengajuan ethical clearance (klirens etik). Klirens etik…
Menggunakan AI untuk jurnal atau penulisan artikel pada jurnal ilmiah menjadi pertimbangan yang layak dilakukan…
Penerbitan Permendiktisaintek No. 52 Tahun 202,5, tentu menjadi babak baru bagi dosen di Indonesia untuk…
Kurikulum yang diterapkan di perguruan tinggi Indonesia adalah kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education). Salah satu…