Persiapkan Sekarang! Tes Bakat Skolastik LPDP 2026
Salah satu tahap seleksi dalam program beasiswa LPDP adalah tes bakat skolastik. Seleksi jenis ini masuk ke sebagian besar skema dalam beasiswa LPDP. Selain itu, jika pendaftar memiliki LoA Unconditional maka tidak harus mengikuti seleksi bakat skolastik.
Namun, pendaftar beasiswa LPDP tentu perlu mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi bakat skolastik. Dimulai dengan memahaminya dan struktur tesnya seperti apa. Berikut informasinya.
Tes bakat skolastik adalah tes atau ujian tertulis berbasis komputer untuk menguji potensi akademik, kemampuan kognitif, dan kecerdasan umum pendaftar program beasiswa LPDP. Seleksi bakat skolastik menjadi salah satu tahapan dari 3 tahapan tes lainnya.
Dalam beasiswa LPDP, diketahui ada 3 tahapan seleksi. Dimulai dari seleksi administrasi, seleksi bakat skolastik, dan disusul seleksi substansi. Seleksi bakat skolastik bisa disebut sebagai seleksi dalam bentuk tes atau ujian tertulis.
Namun, ujian sudah berbasis komputer seperti CAT dalam seleksi CPNS. Tes ini akan diikuti pendaftar yang dinyatakan lolos dalam tahap seleksi administrasi. Tidak semua skema beasiswa LPDP menetapkan tahap seleksi bakat skolastik. Pada beberapa skema meniadakan tahapan seleksi ini.
Jika skema beasiswa LPDP yang dipilih menetapkan tahap seleksi bakat skolastik. Maka tentu perlu melakukan persiapan sebaik mungkin agar skor maksimal. Sebab dari penyelenggaraan beasiswa LPDP di tahun-tahun sebelumnya, terdapat skor passing grade yang harus dipenuhi atau dilampaui.
Tes bakat skolastik dalam beasiswa LPDP sendiri menguji kemampuan akademik, kognitif, dan kecerdasan umum. Dalam menilai 3 aspek tersebut, terdapat 3 jenis materi yang harus dikerjakan dan dijawab peserta tes. Berikut penjelasannya:
Materi pertama yang diuji dalam seleksi bakat skolastik adalah kemampuan verbal. Tes kemampuan verbal adalah tes untuk menguji kemampuan peserta dalam memahami dan menganalisis informasi dalam bentuk teks.
Termasuk soal tertulis terkait sinonim, antonim, analogi, dan pemahaman bacaan. Berikut contoh soal yang berisi materi kemampuan verbal:
Sinonim: Abstrak
Tes untuk materi kemampuan verbal biasanya berjumlah 23 soal. Namun tentu setiap tahun pihak LPDP bisa menetapkan kebijakan berbeda. Jadi, jumlah soal bisa saja berubah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Materi kedua adalah kemampuan kuantitatif. Soal dalam materi ini diberikan untuk menguji kemampuan penalaran numerik dan pemecahan masalah matematika. Secara sederhana, materi kemampuan kuantitatif berisi soal-soal hitungan dan logika matematika. Berikut contohnya:
Deret Angka: 2, 4, 8, 16, … Angka berikutnya adalah?
Soal berisi materi kemampuan kuantitatif umumnya berjumlah 25 soal. Sehingga batas waktu pengerjaan lebih lama dibanding materi kemampuan verbal. Sebab dari jumlah soal lebih banyak.
Materi selanjutnya adalah kemampuan pemecahan masalah. Sesuai dengan namanya, pada materi ini berisi soal-soal untuk menguji kemampuan peserta tes dalam memecahkan suatu masalah.
Soal biasanya dalam bentuk contoh kasus dan diminta menentukan langkah terbaik, solusi terbaik, dan sejenisnya dari kasus yang dijelaskan. Berikut contoh soalnya:
Logika: Semua mahasiswa rajin belajar. Budi adalah mahasiswa. Kesimpulannya?
Jumlah soal dalam materi kemampuan pemecahan masalah biasanya paling banyak. Durasi pengerjaan untuk seluruh soal dalam seleksi bakat skolastik biasanya 90-120 menit. Jadi, sangat penting untuk membagi waktu pengerjaan agar bisa menjawab soal sebanyak-banyaknya.
Baca juga artikel berikut yang berkaitan:
Ikuti juga Live Class: Unlock Beasiswa LPDP Lanjut Study Doktoral. Kelas rutin GRATIS untuk dosen Indonesia tentang publikasi, Pengajaran, dan Peningkatan Karir Dosen yang dilengkapi banyak fasilitas untuk peserta!
Tahap tes bakat skolastik tentu menjadi bagian dari seluruh tahapan seleksi dalam beasiswa LPDP. Sehingga bukan sekedar tes yang sifatnya formalitas. Namun memiliki fungsi dan tujuan tersendiri dalam membantu pihak LPDP menentukan awardee yang layak. Berikut tujuan dan fungsi umum seleksi bakat skolastik:
Fungsi yang pertama dari seleksi bakat skolastik adalah untuk menguji atau mengukur kemampuan (potensi) akademik pendaftar beasiswa LPDP. Kemampuan akademik ini penting untuk menunjang studi yang didanai pihak LPDP.
Tanpa kemampuan akademik yang baik, maka awardee LPDP bisa kesulitan mengikuti perkuliahan dan lulus tepat waktu. Sehingga seleksi ini diterapkan untuk mengukur kemampuan akademik lewat tes tertulis berbasis komputer.
Sesuai penjelasan sebelumnya, dalam beasiswa LPDP terdapat 3 tahapan seleksi. Dua seleksi lainnya, bersifat nonakademik. Misalnya pada seleksi administrasi akan fokus menilai kelengkapan dan kesesuaian berkas pendaftaran.
Sedangkan pada seleksi substansi akan menilai kesiapan pendaftar untuk studi lanjut dan rencana kontribusi lewat tes wawancara panel. Sehingga kedua seleksi ini tidak mengukur kemampuan akademik pendaftar. Tes bakat skolastik akan melengkapi hasil dua seleksi tersebut. Sehingga penempatan awardee lebih tepat.
Seleksi administrasi, seleksi bakat skolastik, dan seleksi substansi bisa dikatakan seleksi yang adil. Sebab semua pendaftar mendapat perlakuan yang sama. Pada seleksi administrasi, kelengkapan dokumen setiap pendaftar sama. Sehingga bebannya pun sama beratnya.
Pada seleksi bakat skolastik, semua peserta yang lolos seleksi administrasi mengerjakan tes tertulis yang sama. Sehingga adil dan objektif, karena hasil tes mencerminkan kemampuan akademik masing-masing pendaftar. Sehingga tes ini menjamin proses seleksi dalam beasiswa LPDP adil serta objektif.
Seleksi secara bertahap pada program beasiswa LPDP tentu saja berfungsi untuk memilih pendaftar terbaik dari yang terbaik. Sebelum seleksi substansi dalam bentuk tes wawancara.
Maka pendaftar akan diseleksi secara administratif dan kemudian tes kemampuan akademik (bakat skolastik). Jadi, salah satu fungsi seleksi bakat skolastik adalah untuk menyaring peserta yang mengikuti seleksi substansi. Seleksi substansi menjadi seleksi tahap akhir dalam beasiswa LPDP.
Cek juga kelas online AI ntuk Dosen, Akselerasi Tridharma Perguruan Tinggi dari Duniadosen dan wujudkan kinerja tridharma lebih cepat dan efisien dengan dukungan kecerdasan buatan!
Memahami bahwa tes bakat skolastik ikut menentukan lolos tidaknya menjadi awardee LPDP. Maka tentu perlu memastikan meraih skor maksimal. Apalagi dalam tes jenis ini ditetapkan skor passing grade yang harus dipenuhi dan bahkan diusahakan dilampaui.
Memaksimalkan skor seleksi bakat skolastik bisa dimulai dengan melakukan persiapan yang matang. Berikut beberapa tips dan persiapan yang bisa dilakukan sebelum ikut tes:
Tes atau seleksi bakat skolastik meski berbentuk tes tertulis. Namun bukan tes hafalan atau teoritis. Melainkan tes yang bersifat logika, kemampuan numerik dasar, dan pemahaman pada bacaan.
Memahami apa itu bakat skolastik menjadi bagian dari strategi memaksimalkan skor. Sehingga tidak pusing menghafalkan materi dan setiap soal pada buku bank soal beasiswa LPDP. Namun fokus mengasah kemampuan akademik.
Mulai dari mengasah kemampuan berpikir logis,memecahkan masalah dengan solusi yang dirasa paling tepat, dan kemampuan menghitung angka sederhana. Sebab secara umum soal matematika dalam tes ini berbentuk hitungan sederhana bukan rumus bangun ruang, trigonometri, dan materi matematika rumit lainnya.
Memahami bahwa tes bakat skolastik adalah tes tertulis yang bersifat logika dan numerik dasar bukan hafalan. Maka cara paling efektif untuk memaksimalkan skor adalah dengan latihan soal.
Prinsipnya sama seperti belajar untuk mata pelajaran atau mata kuliah hitungan seperti matematika, fisika, dan sejenisnya. Adanya logika, numerik, dan juga pemecahan masalah.
Soal bisa dibuat sangat beragam dengan cara penyelesaian sama. Jadi harus menguatkan logika agar saat berhadapan dengan soal seperti apapun. Sudah paham cara menyelesaikannya atau mengerjakannya bagaimana.
Dalam tes bakat skolastik dipahami ada setidaknya 3 model soal dengan materi berbeda. Jadi, pada saat melakukan latihan soal bisa sekalian menganalisis keunggulan dan kelemahan di materi mana.
Misalnya, pada materi numerik cenderung lebih lemah dibanding kemampuan verbal dan pemecahan masalah. Maka bisa fokus meningkatkan durasi latihan soal materi numerik. Tujuannya agar kelemahan pada materi jenis ini bisa diatasi dan memaksimalkan skor.
Saat tes berlangsung ada batasan waktu. Sesuai penjelasan sebelumnya durasi pengerjaan antara 90 menit sampai 120 menit tergantung kebijakan pihak LPDP. Adanya puluhan soal kadang membuat waktu yang disediakan kurang.
Mengatasinya bisa dengan belajar manajemen waktu. Dimulai dengan mengerjakan soal yang mudah dan bisa langsung diketahui jawabannya. Jadi, tidak berlama-lama di soal yang susah karena akan boros waktu.
Beasiswa LPDP termasuk dalam program beasiswa bergengsi. Ada banyak lembaga kursus yang membuka program khusus lolos beasiswa LPDP. Selain kursus bahasa Inggris, ada juga yang fokus pada try out tes bakat skolastik. Jika menjumpai peluang try out, baik gratis maupun berbayar maka bisa ikut serta.
Sebab try out ini seperti simulasi yang juga menciptakan suasana mirip tes aslinya. Misalnya ada batasan durasi pengerjaan. Sehingga selain melatih kemampuan logika, juga melatih kemampuan manajemen waktu.
Khusus untuk persiapan menghadapi materi pemecahan masalah dalam seleksi bakat skolastik. Sekaligus kemampuan verbal. Maka sangat disarankan untuk memperbanyak aktivitas membaca.
Sehingga memperbanyak penguasaan perbendaharaan kata yang memudahkan saat mengerjakan soal kemampuan verbal. kemampuan membaca juga membantu terbiasa berhadapan dengan soal analisis pemecahan masalah. Jadi, sebelum mendaftar beasiswa LPDP bisa memperbanyak aktivitas membaca.
Tips berikutnya adalah selalu mengedepankan logika. Yakni memahami dulu soal di setiap materi bakat skolastik. Pastikan untuk mencari dan memilih jawaban yang paling tepat. Jadi, jangan asal dibaca karena bisa mispersepsi dan salah menjawab.
Sebelum ikut tes seleksi bakat skolastik, pastikan selalu memperhatikan kesehatan fisik dan mental. Pahami pentingnya menjaga kesehatan tubuh sehingga bisa bugar di hari H tes. Sekaligus bisa tetap fokus mengerjakan semua soal dengan cepat.
Kesehatan mental pun wajib dijaga. Pahami bahwa tes ini dihadapi banyak orang bukan hanya diri sendiri. Selain itu, pahami juga jika gagal tidak merugi. Sebab bisa mencoba pendaftaran gelombang berikutnya. Bisa juga mencari beasiswa bergengsi lain, yang memang pilihannya sangat banyak.
Dengan beberapa tips dan persiapan tersebut, maka akan lebih siap menghadapi tes bakat skolastik. Pahami bahwa tes ini untuk memastikan pendaftar beasiswa LPDP punya kesiapan akademik. Bukan untuk menjatuhkan pendaftar. Jadi, bisa lebih fokus dan tenang saat mengerjakan semua soal.
Duniadosen juga memiliki kelas online dengan materi terbia dan sangat cocok untuk membantu pengembangan Anda! Jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftar E-Course dari Duniadosen dan tingkatkan kemampuan Anda!
Salah satu tahap dan bentuk seleksi substansi pada program beasiswa LPDP adalah seleksi wawancara atau…
Dalam profesi dosen, mengurus publikasi karya ilmiah atau publikasi ilmiah menjadi kebutuhan dan juga kewajiban.…
Motivation letter untuk beasiswa LPDP merupakan salah satu kelengkapan syarat administrasi pendaftaran. Jadi, menyiapkan dokumen…
Gelar jabatan yang bisa diraih oleh dosen bukan hanya Profesor, akan tetapi juga Profesor Emeritus.…
Sertifikasi dosen (serdos) adalah proses panjang. Jauh sebelum dosen bisa menjadi peserta serdos. Maka perlu…
Menyusun strategi pelaporan BKD di SISTER tentu menjadi agenda rutin para dosen di Indonesia. Sehingga…