Motivation letter untuk beasiswa LPDP merupakan salah satu kelengkapan syarat administrasi pendaftaran. Jadi, menyiapkan dokumen ini sangat penting. Menyusunnya pun harus teliti agar meningkatkan potensi lolos seleksi dan menjadi awardee LPDP.
Sayangnya, masih banyak yang kesulitan dalam menyusun dokumen ini. Penyebabnya beragam, salah satunya karena belum pernah dan belum terbiasa menyusun motivation letter. Lalu, seperti apa cara menyusunnya? Berikut informasinya.
Apa Itu Motivation Letter (Motlet)?
Motivation letter sering disebut dengan istilah motlet dan mengacu pada bentuk pendek atau kependekannya. Motivation letter (motlet) adalah sebuah dokumen yang berisi penjelasan alasan, tujuan, dan motivasi pribadi seseorang dalam mengajukan diri pada suatu program dan menunjukkan kesesuaian diri dengan program tersebut.
Program yang dimaksud disini cukup beragam. Ada banyak program di lingkungan akademik yang familiar dengan dokumen motlet. Misalnya program beasiswa, fellowship, pertukaran mahasiswa (student exchange), pendaftaran mahasiswa baru, dll.
Pada program beasiswa, isi dari motlet akan menjelaskan alasan mendaftar beasiswa tersebut, tujuan yang ingin diraih, dan motivasi yang dimiliki. Penjelasan di dalamnya akan menunjukan rencana studi dan tujuan studi yang jelas yang akan didanai program beasiswa tersebut.
Sehingga dalam menyusun motivation letter untuk beasiswa LPDP maupun beasiswa lainnya sebaiknya teliti. Kemudian fokus pada rencana studi yang relevan dengan beasiswa yang dituju. Isi di dalamnya bisa membantu lolos seleksi dan menjadi awardee.
Struktur Motlet untuk Program Beasiswa
Dalam menyusun motivation letter untuk beasiswa LPDP sebaiknya format disesuaikan ketentuan. Jika tidak dada ketentuan format, maka bisa menggunakan format umum dalam motlet.
Jadi, sebelum mulai menyusun motlet sebaiknya membaca dulu buku panduan dan website resmi penyelenggara. Tujuannya untuk memastikan ada tidaknya ketentuan format penyusunan. Secara umum, format atau struktur motlet untuk program beasiswa adalah sebagai berikut:
1. Paragraf Pembuka
Bagian yang pertama di dalam struktur atau format motlet secara umum adalah paragraf pembuka. Paragraf ini diisi dengan perkenalan diri. Misalnya menjelaskan nama lengkap, asal daerah, dan informasi pribadi lain sebagai bentuk perkenalan.
Latar belakang penulis motlet dibuat singkat saja. Pada paragraf pembuka juga perlu mencantumkan tujuan penulisan motlet dan menyebut program beasiswa yang dituju. Sehingga perkenalan lebih rinci dan mencerminkan isi dari keseluruhan motlet. Berikut contohnya:
“Saya sangat tertarik mengajukan permohonan masuk ke Program Magister Pendidikan melalui Beasiswa LPDP. Latar belakang saya sebagai dosen di bidang pendidikan telah membentuk ketertarikan yang kuat untuk memperdalam kajian akademik sekaligus meningkatkan kontribusi saya dalam pengembangan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi.”
2. Latar Belakang Akademik
Bagian kedua di dalam struktur motlet untuk beasiswa adalah latar belakang akademik. Pada bagian ini, penulis bisa menjelaskan latar belakang pendidikan di jenjang sebelumnya.
Bisa juga menjelaskan profesi yang ditekuni sebelum memutuskan studi lanjut dengan mengajukan program beasiswa. Bisa juga menjelaskan keduanya. Namun, secara umum motlet dibatasi jumlah kata.
Jika tidak memungkinkan untuk menjelaskan latar belakang akademik dan profesi. Maka tentu perlu memilih salah satu yang sekiranya paling relevan dengan program beasiswa dan rencana studi yang dimiliki.
3. Motivasi dan Tujuan Studi
Poin ketiga di dalam struktur motivation letter untuk beasiswa LPDP maupun beasiswa lainnya adalah motivasi dan tujuan studi. Pada bagian ini, penulis menjelaskan apa yang memotivasi keputusan studi lanjut.
Selain itu, bisa disusul dengan menjelaskan tujuan studi lanjut dilakukan. Apakah ingin memperdalam keilmuan, menguasai keterampilan praktis tertentu, memenuhi syarat pengembangan karir, atau alasan lainnya.
Menjelaskan motivasi dan tujuan studi di dalam motlet sangat penting. Sebab bisa menunjukan bahwa penulis motlet memiliki tujuan yang jelas. Sehingga studi yang didanai bisa menjamin selesai bukan putus di tengah jalan.
4. Alasan Memilih Perguruan Tinggi dan Program Studi
Berikutnya, adalah menjelaskan alasan atau latar belakang pemilihan perguruan tinggi dan program studi. Dalam beasiswa LPDP, pendaftar bisa studi pascasarjana di dalam maupun di luar negeri.
Pihak LPDP menerbitkan daftar perguruan tinggi dan program studi tujuan, silahkan memilih salah satunya. Pada saat menentukan pilihan, tentu ada alasan dan pertimbangan tersendiri.
Alasan dan pertimbangan inilah yang dijelaskan di dalam motlet. Misalnya perguruan tinggi tujuan memiliki posisi pemeringkatan tinggi, dikenal unggul pada program studi yang dituju, menjadi homebase dosen promotor yang diincar, dan alasan lainnya. Pastikan alasan berkaitan dengan akademik, bukan alasan lain.
Contoh, hindari menjelaskan memilih perguruan tinggi di Inggris hanya karena dekat dengan Manchester United. Alasan seperti ini tidak logis dan relevan dengan kebutuhan studi.
Baca juga artikel berikut yang berkaitan:
- 5 Tahapan dalam Membuat Personal Statement Beasiswa yang Baik
- Persiapan Tahun 2026! Tips Lolos Beasiswa LPDP
- Ketentuan LoA untuk LPDP agar Lebih Mudah Menjadi Awardee
- Tips Menyusun dan Contoh Essay untuk Lolos Beasiswa LPDP
- Aturan LPDP dari Kewajiban, Larangan Hingga Sanksi
Ikuti juga Live Class: Unlock Beasiswa LPDP Lanjut Study Doktoral. Kelas rutin GRATIS untuk dosen Indonesia tentang publikasi, Pengajaran, dan Peningkatan Karir Dosen yang dilengkapi banyak fasilitas untuk peserta!
5. Rencana Masa Depan dan Kontribusi (Pasca Lulus)
Berikutnya yang menjadi struktur motivation letter adalah menjelaskan rencana masa depan dan rencana kontribusi. Program beasiswa LPDP dan lainnya tentu menunjang kebutuhan dana studi yang ditempuh.
Maka ada pertanggungjawaban agar pendanaan tersebut membantu awardee meraih studi sesuai impian. Sekaligus manfaat studi tersebut bisa berdampak jangka panjang dan dirasakan lebih banyak pihak.
Maka motlet perlu diisi penjelasan mengenai rencana studi. Misalnya pada saat masuk program studi tujuan tertarik mempelajari hal atau topik apa dan kenapa topik ini menarik minat untuk dikuasai dengan baik selama studi.
Disusul dengan rencana kontribusi. Setelah menyelesaikan studi apa rencana kontribusi bagi Indonesia maupun pihak penyelenggara beasiswa. Misalnya kembali ke Indonesia untuk mengatasi masalah sosial tertentu yang relevan dengan rencana studi. Berikut contoh rencana studi di dalam motlet:
“Dalam program doktoral ini, rencana studi saya diarahkan pada penguatan landasan teoritis dan metodologis penelitian pendidikan. Saya berencana mengembangkan penelitian disertasi yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui pendekatan berbasis riset. Selama studi, saya akan aktif berdiskusi dengan pembimbing, mengikuti publikasi ilmiah, dan terlibat dalam forum akademik untuk memperkaya perspektif penelitian.”
6. Paragraf Penutup
Bagian terakhir di dalam struktur motlet program beasiswa adalah paragraf penutup. Pada paragraf ini bisa diisi dengan menegaskan kembali komitmen melanjutkan studi dan rencana kontribusi.
Kemudian diikuti dengan ucapan terima kasih kepada penyelenggara beasiswa karena diberi kesempatan menjelaskan rencana studi yang dimiliki. Bisa juga menyampaikan harapan agar aplikasi pendaftaran beasiswa dipertimbangkan oleh penyelenggara. Berikut contohnya:
“Dengan motivasi dan komitmen tersebut, saya berharap dapat memperoleh kesempatan untuk mengikuti program ini. Saya yakin bahwa dukungan dari program/beasiswa ini akan memberikan dampak nyata bagi pengembangan diri saya serta institusi dan masyarakat luas. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.”
Tips Penting dalam Menyusun Motlet
Isi dari motivation letter untuk beasiswa LPDP tentu akan sangat mempengaruhi hasil penilaian tim penyeleksi. Oleh sebab itu, penyusunannya jangan sampai asal jadi dan asal dilampirkan.
Membantu dalam menyusun motlet yang memperbesar peluang menjadi awardee LPDP. Maka bisa menerapkan beberapa tips di bawah ini:
1. Memahami Ketentuan Motlet dalam Beasiswa LPDP
Motlet menjadi salah satu dokumen yang melengkapi seluruh syarat administrasi pendaftaran beasiswa LPDP. Jadi, cek dengan baik buku panduan dari skema beasiswa yang diajukan.
Bisa jadi ada ketentuan terkait motlet tersebut. Misalnya format dokumen, jumlah kata maksimal atau jumlah halaman maksimal, format atau struktur, dan sebagainya. Jadi, pastikan membaca buku panduan untuk memastikan agar tidak menulis dua kali karena keliru.
2. Melakukan Riset Sederhana Tentang Motlet Beasiswa
Tips kedua dalam menyusun motlet untuk beasiswa LPDP adalah melakukan riset. Artinya, penting untuk mencari contoh motlet yang dibagikan awardee LPDP. Sehingga bisa belajar motlet sebaiknya seperti apa.
Lewat contoh tersebut, bisa membantu menyusun motlet yang memenuhi ketentuan beasiswa LPDP. Selain itu, jika ada konten edukasi dan sharing session di media sosial terkait motlet bisa diikuti dan dibaca. Sehingga bisa membantu menyusun motlet dengan lebih baik lagi.
3. Menyusun Kerangka Tulisan Motlet
Meskipun motivation letter untuk beasiswa LPDP bukan karya tulis panjang seperti naskah buku. Namun isinya perlu menjelaskan rencana studi, tujuan studi dilakukan, dan informasi lainnya.
Padahal motlet biasanya dibatasi jumlah kata atau jumlah halaman. Maka menyusun kerangka tulisan sangat dianjurkan. Sebab bisa membantu dari awal akan menjelaskan apa dan bagaimana struktur atau urutannya.
4. Memperhatikan EYD atau Grammar
Meskipun motivation letter tidak menuntut disusun dengan gaya bahasa formal. Sebab bisa membuatnya kaku dan kurang menarik. Namun, tetap harus mengedepankan pemilihan kosakata baku.
Jadi, jika motlet ini disusun dalam bahasa Indonesia sudah sepatutnya menyesuaikan dengan ketentuan di dalam EYD (Ejaan yang Disempurnakan). Sebaliknya, jika motlet disusun dalam bahasa Inggris. Maka memperhatikan grammar sangat penting.
Apalagi dalam jenjang pascasarjana, kemampuan bahasa Inggris yang baik menjadi kebutuhan dan kewajiban. Meski studi di dalam negeri, skor TOEFL maupun IELTS yang cenderung tinggi sering menjadi syarat administrasi.
Cek juga kelas online AI ntuk Dosen, Akselerasi Tridharma Perguruan Tinggi dari Duniadosen dan wujudkan kinerja tridharma lebih cepat dan efisien dengan dukungan kecerdasan buatan!
5. Fokus pada Satu Aspek Terbaik dalam Hidup
Motivation letter untuk beasiswa LPDP sekali lagi dibatasi oleh jumlah kata atau jumlah halaman. Maka usahakan menyusun motlet yang fokus pada satu aspek terbaik dalam hidup.
Misalnya, selama menempuh pendidikan formal maupun menekuni suatu profesi. Ada pencapaian atau prestasi apa yang paling berkesan dan relevan dengan program studi tujuan? Maka bisa fokus di pencapaian tersebut agar isi motlet tidak melebar kemana-mana dan melebihi ketentuan jumlah kata.
6. Bercerita dan Sampaikan Bukti serta Pencapaian
Berkaitan dengan poin sebelumnya, pada saat menjelaskan atau menceritakan suatu pencapaian. Maka jangan fokus hanya menceritakannya. Akan tetapi juga menjelaskan bukti pencapaian maupun dampak dan peran pencapaian tersebut pada pola pikir maupun rencana studi.
Misalnya, menceritakan pengalaman berkesan pernah menjadi relawan guru di daerah 3T. Maka jelaskan pula tantangan dalam menjalankan tugas relawan tersebut, apa dampaknya, dan bagaimana mempengaruhi keputusan studi lanjut.
7. Otentik dan Original
Tips berikutnya, usahakan untuk menjadi diri sendiri saat menyusun motlet. Sehingga hasilnya lebih otentik, khas tanpa ada persamaan terlalu besar dengan motlet pendaftar lain. Jika sudah otentik, maka tentu lebih terjamin original bukan hasil menjiplak.
8. Melakukan Proofreading
Tips terakhir adalah melakukan proofreading atau koreksi. Jadi, silahkan dibaca ulang. Jika dijumpai ada kesalahan teknis dan nonteknis maka bisa dikoreksi. Sehingga saat dibaca pihak LPDP sudah rapi, tidak ada kesalahan, dan mudah dipahami.
Beberapa tips tersebut, bisa sangat membantu dalam menyusun motivation letter untuk beasiswa LPDP. Sehingga bisa memaksimalkan kualitas isi dan bernilai tambah. Langkah ini layak diperjuangkan, karena motlet memang mempengaruhi hasil seleksi penerima beasiswa LPDP.
Duniadosen juga memiliki kelas online dengan materi terbia dan sangat cocok untuk membantu pengembangan Anda! Jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftar E-Course dari Duniadosen dan tingkatkan kemampuan Anda!
Referensi:
- Dealls. (2025). 15 Contoh Motivation Letter Beasiswa: LPDP, Bank Indonesia, Grab.[BUKA]
- Nurchalimah. (2026). 5 Tips Menulis Motivation Letter (Atau Application Essay). [BUKA]
- Ilmastuti, E. (2025). Langkah-langkah Menulis Surat Motivasi (Motivation Letter) untuk Kuliah ke Luar Negeri. [BUKA]
- Dealls. (2025). 10 Tips Mudah Cara Membuat Motivation Letter dan Contohnya. [BUKA]





