Mengenal Seputar Indeks Jurnal dan Manfaat Publikasinya

mengenal-seputar-indeks-jurnal-dan-manfaat-publikasi-jurnal-terindeks
Mengenal Seputar Indeks Jurnal dan Manfaat Publikasinya

Pada saat mengurus luaran penelitian dalam bentuk publikasi ke jurnal, tentunya akan memperhatikan indeks jurnal. Indeks dari jurnal ilmiah membantu melihat jurnal mana saja yang kredibel dan punya visibilitas tinggi. 

Bagi dosen, mahasiswa, dan peneliti yang mengurus publikasi ilmiah hal ini sangat penting. Sehingga hasil penelitian yang dipublikasikan bisa menjaring banyak pembaca dan berdampak nyata. Lalu, apa sebenarnya indeks pada jurnal ilmiah? Berikut informasinya. 

Apa Itu Indeks Jurnal? 

Mengutip dari Telkom University, indeks jurnal adalah suatu sistem atau basis data yang mengumpulkan serta mengkategorikan artikel-artikel yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah. Istilah ini sering juga disebut sebagai indeksasi jurnal. 

Indeks pada jurnal ilmiah biasanya berbentuk website dan diakses oleh masyarakat luas. Kebanyakan menyediakan akses berbayar, misalnya pada Scopus dan World of Science. Namun, fitur tertentu bisa diakses gratis. Misalnya daftar jurnal yang masuk database mereka. 

Indeks jurnal dikelola sebuah perusahaan maupun organisasi nirlaba. Misalnya pada Scopus yang didirikan dan dikelola publisher Elsevier. Sementara World of Science (WoS) dikelola Clarivate Analytics yang diketahui merupakan perusahaan analisis global. 

Sistem dibangun untuk memudahkan akses ke berbagai jurnal ilmiah. Sebab jika tidak ada sistem indeksasi jurnal, maka pembaca perlu mengunjungi website masing-masing jurnal. Langkah ini tentu butuh waktu lama, memakan banyak kuota, dan biaya langganan yang besar. Khususnya pada jurnal-jurnal close access. 

Selain itu, dibangunnya sistem indeksasi jurnal juga menciptakan standar tinggi bagi pengelola jurnal. Sehingga tidak ada jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah secara asal. Melainkan mengedepankan kualitas dan bukan pada kuantitas. Keberadaannya juga menunjang ekosistem publikasi ilmiah tetap eksis (ada). 

Jenis-Jenis Indeks Jurnal

Jurnal ilmiah sendiri secara garis besar terbagi menjadi 2 jenis. Yakni jurnal nasional dan jurnal internasional. Sehingga indeks jurnal juga mengikuti jenis tersebut. Pada tingkat nasional, tiap negara punya sistem indeksasi sendiri. Contoh di Indonesia adalah SINTA yang dikelola pemerintah melalui Kemdiktisaintek. 

Namun, ada juga negara yang tidak membangun sistem indeksasi jurnal nasional yang dikelola pemerintah. Melainkan langsung internasional. Contohnya di Amerika yang semua indeksasi dikelola pihak swasta. Seperti PubMed, IEEE, dan sebagainya. 

Sementara pada tingkat global atau internasional, sistem indeksasi jurnal sangat banyak. Adapun yang termasuk database bereputasi dan sangat populer adalah Scopus dan WoS. Berikut penjelasan terkait jenis-jenis indeksasi jurnal ilmiah yang terbilang populer: 

1. Scopus 

Scopus merupakan sistem indeks pada jurnal ilmiah terkemuka dan terbesar secara global. Sesuai penjelasan sebelumnya, indeksasi jurnal ini dikelola oleh Elsevier yang merupakan sebuah perusahaan publisher atau penerbit jurnal ilmiah. 

Scopus memiliki kriteria yang tinggi dalam menyaring jurnal-jurnal untuk masuk ke dalam databasenya. Sehingga jurnal dengan kualitas dan kredibilitas tinggi saja yang terindeks. Inilah alasan kenapa menjadi database atau indeksasi jurnal bereputasi. 

2. WoS

WoS atau World of Science merupakan sistem indeksasi jurnal yang dikelola oleh Clarivate Analytics. Dulunya, WoS merupakan bagian dari Thomson Reuters yang dikenal sebagai perusahaan penyedia layanan informasi dan berita internasional. 

Thomson Reuters kemudian membentuk sejumlah ekosistem untuk menyajikan informasi kredibel kepada publik dunia. Salah satunya WoS yang fokus menyediakan informasi ilmiah berbentuk daftar jurnal internasional. 

Kemudian WoS diakuisisi oleh Onex Corporation. Oleh Onex Corporation selanjutnya membentuk atau mendirikan Clarivate Analytics yang menjadi pengelola WoS sampai sekarang. WoS juga punya kriteria tinggi dalam mengindeks jurnal. Sehingga masuk ke dalam daftar indeks jurnal bereputasi. 

3. Google Scholar 

Jenis indeksasi jurnal selanjutnya adalah Google Scholar. Dilihat dari namanya, tentu bisa langsung diketahui database ini milik siapa dan dikelola pihak mana. Yakni Google LLC.

Google Scholar bisa dipahami sebagai sistem indeksasi jurnal yang menyediakan akses ke sejumlah publikasi ilmiah. Jika Scopus dan WoS hanya mengindeks jurnal, prosiding, dan buku ilmiah. 

Maka di Google Scholar lebih kompleks. Mencakup juga publikasi untuk tugas akhir seperti skripsi, tesis, dan disertasi. Sifatnya gratis dan menyediakan fitur h-index untuk kemudahan pengukuran dan pengecekan dampak publikasi lewat jumlah sitasi. 

4. SINTA (Science and Technology Index)

Jenis indeks jurnal selanjutnya adalah SINTA. Sesuai penjelasan sebelumnya, SINTA merupakan sistem indeksasi jurnal nasional yang dimiliki dan dikelola oleh Kemdiktisaintek. 

SINTA mendata jurnal-jurnal nasional kredibel yang sudah terakreditasi oleh ARJUNA. Sehingga bisa menjadi tujuan para dosen, mahasiswa, peneliti, dan siapa saja untuk mengecek jurnal nasional. Sekaligus mengetahui jurnal mana saja yang kredibel dan bisa dituju untuk publikasi artikel ilmiah. 

Manfaat Publikasi Ilmiah di Jurnal Terindeks Database Kredibel 

Memiliki riwayat publikasi ilmiah di jurnal yang masuk indeks jurnal bereputasi dan kredibel sangat menguntungkan. Berikut beberapa manfaat yang bisa dirasakan dosen, mahasiswa, maupun kalangan peneliti: 

1. Visibilitas Publikasi Ilmiah Tinggi 

Indeksasi jurnal yang sudah dikenal luas dan dipandang kredibel secara luas, tentu menjadi tujuan masyarakat ilmiah mencari referensi. Baik ketika hendak meneliti, menyusun karya ilmiah, maupun mencari bahan bacaan berkualitas tinggi. 

Alhasil, website-website pengelola indeksasi kredibel dan reputasi banyak dikunjungi. Jika artikel ilmiah Anda terbit di jurnal yang masuk indeks tersebut. Maka potensi ditemukan pembaca lebih tinggi, ini yang disebut visibilitasnya tinggi. 

Jika ditemukan lebih banyak pembaca, maka berpotensi dibaca banyak orang. Selanjutnya, isi di dalamnya akan dikutip dalam karya ilmiah yang disusun. Jadi, ada potensi meraih sitasi yang tinggi. 

2. Meningkatkan Dampak Publikasi Ilmiah 

Manfaat kedua punya publikasi yang masuk ke indeks jurnal bereputasi dan kredibel adalah meningkatkan dampaknya. Sesuai dengan penjelasan sebelumnya. Semakin tinggi pembaca, semakin tinggi potensi publikasi ilmiah dikutip. 

Dalam profesi dosen, jumlah karya atau publikasi yang dikutip menjadi salah satu indikator dampak. Sehingga menunjang reputasi dosen tersebut. Selain itu, dari pribadi dosen sendiri tentu merasa senang dan bangga tulisannya bermanfaat bagi banyak pembaca. Sehingga memberi kepuasan personal. 

3. Membuka Akses ke Program Hibah 

Jika Anda memperhatikan sejumlah syarat pada program hibah. Maka akan menjumpai fakta bahwa riwayat publikasi di jurnal terindeks database bereputasi berdampak besar dalam program hibah tersebut. 

Misalnya hibah penelitian dari Kemdiktisaintek di tahun anggaran 2025. Salah satu syarat dari hibah adalah ketua pengusul memiliki riwayat publikasi yang relevan sampai skor SINTA yang tinggi. 

Artinya, berhasil masuk ke database bereputasi membantu dosen meraih skor SINTA maupun IF tinggi. Hal ini akan menjadi nilai tambah di mata asesor hibah. Peluang lolos seleksi tentu lebih tinggi. 

4. Berdampak pada Pemenuhan BKD dan Karir Akademik 

Manfaat berikutnya mampu mengurus publikasi ke jurnal yang masuk indeks bereputasi adalah membantu pemenuhan BKD. Sekaligus membantu dalam mengembangkan jenjang jabatan akademik (jabatan fungsional). 

Nilai beban kerja atau SKS untuk publikasi di jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi sangat tinggi. Misalnya, pada jurnal internasional bereputasi mencapai 10 SKS. Sementara dalam jabatan fungsional, mencapai 40 poin angka kredit. 

Artinya, dosen yang bisa memiliki publikasi terindeks database bereputasi maka lebih mudah memenuhi BKD. Sekaligus lebih mudah dalam mencapai Guru Besar sebelum pensiun. 

5. Membuka Peluang Kolaborasi 

Visibilitas dan jumlah pembaca sampai sitasi yang tinggi. Tentu membuat nama dosen yang menulis artikel terindeks database bereputasi semakin dikenal luas. Riwayat publikasi seperti ini membantu mengembangka jaringan akademik dosen. 

Jaringan yang luas, membantu dosen mengenal dosen lain dan para peneliti sampai mahasiswa. Bahkan dalam skala global atau internasional. Sehingga di masa mendatang bisa saling berkolaborasi. 

Baik dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun dalam publikasi ilmiah. Kolaborasi ini membatu dosen semakin produktif menjalankan tri dharma. Sehingga semakin banyak publikasi ilmiah dan semakin menunjang pemenuhan BKD sampai pengembangan karir akademik. 

Ikuti juga kelas online Strategi Publikasi Sukses Tembus Jurnal SINTA & Scopus dan jadikan karya ilmiah Anda dikenal luas lewat publikasi berkualitas di jurnal bereputasi!

6. Menunjukan dan Meningkatkan Kualitas Penelitian 

Masuk ke indeks jurnal kredibel dan bereputasi bukan hal mudah. Pengelola jurnal menjadi sangat selektif dalam menerima artikel untuk diterbitkan. Tujuannya agar mempertahankan posisinya di indeksasi jurnal kredibel tadi. 

Jadi, ketika ada riwayat publikasi di jurnal indeks kredibel maka menjadi pencapaian prestisius. Sebab sulit dan belum tentu semua dosen memiliki pencapaian yang sama. Hal ini menjadi bukti penelitian yang dilakukan berkualitas. 

Tak hanya itu, keinginan menembus jurnal terindeks database bereputasi memotivasi dalam meningkatkan mutu penelitian. Sehingga pada akhirnya, membantu dosen untuk melakukan peneliti berkualitas dan berdampak. Bukan sekedar asal meneliti. 

7. Menunjang Pemeringkatan Perguruan Tinggi 

Manfaat selanjutnya bisa memiliki publikasi yang masuk indeks jurnal kredibel dan bereputasi adalah mendukung perguruan tinggi yang menaungi dosen. Perguruan tinggi akan ikut mendapat citra positif. 

Sebab dosen di bawah naungannya punya publikasi ilmiah berkualitas. Pencapaian ini tentu tidak lepas dari support system yang dibangun perguruan tinggi tersebut. Selain itu, dengan riwayat publikasi bergengsi seperti ini maka ikut berkontribusi dalam mengembangkan peringkat perguruan tinggi di pemeringkatan global. 

Sebab kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah perguruan tinggi menjadi salah satu indikator penilaian yang menentukan posisi dalam pemeringkatan global. Jadi, pencapaian dosen di akademik juga bermanfaat bagi perguruan tinggi yang menaungi. 

Cara Memilih Jurnal Terindeks yang Aman 

Berbagai manfaat yang didapatkan, membuat jurnal terindeks ke database bereputasi menjadi prioritas utama dalam publikasi ilmiah. Namun, berhasil masuk ke jurnal-jurnal bereputasi tentu tidak mudah. 

Selain itu, ada juga berbagai tantangan. Mulai dari biaya publikasi yang tinggi sampai resiko terjerat jurnal predator. Menghindari kemungkinan salah pilih jurnal dan malah terjerat jurnal predator. Berikut beberapa cara menentukan pilihan dengan aman: 

1. Mengecek di Sistem Indeks Jurnal Langsung 

Cara yang pertama adalah langsung ke sistem indeksasi jurnal. Artinya, Anda bisa mengecek daftar jurnal terindeks secara langsung di website resmi indeksasi jurnal tersebut. Misalnya, Anda menargetkan publikasi di jurnal terindeks Scopus. Maka bisa memilih jurnal yang tercantum di website resmi Scopus. 

2. Memeriksa Reputasi Publisher Jurnal 

Cara aman kedua adalah mengutamakan jurnal yang dikelola publisher besar dan terkemuka. Jika mencari jurnal nasional, maka utamakan yang dikelola perguruan tinggi terkemuka atau lembaga penelitian yang dinaungi pemerintah. Jika ke jurnal internasional maka utamakan publisher besar seperti Elsevier, IEEE, dll. 

Melalui beberapa cara tersebut, resiko salah dalam memilih jurnal bereputasi bisa dihindari. Sehingga memudahkan dalam membangun riwayat publikasi di indeks jurnal bereputasi secara nasional maupun global.

Duniadosen juga memiliki kelas online dengan materi terbia dan sangat cocok untuk membantu pengembangan Anda! Jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftar E-Course dari Duniadosen dan tingkatkan kemampuan Anda!

Referensi:
  1. Indonesian Scientific Publication. (2025). Indeksasi Jurnal: Mengapa Penting dalam Dunia Akademik? [BUKA]
  2. Telkom University. (n.d). Indeks Jurnal dan Jenis-Jenisnya: Pemahaman dan Fungsinya dalam Dunia Akademik. [BUKA]
  3. Globe News Wire. (2016). Onex and Baring Asia Complete Acquisition of Thomson Reuters’ Intellectual Property & Science Business for $3.55 Billion Company Renamed Clarivate Analytics. [BUKA]
  4. Rayhan, D. (2024). Keuntungan Publikasi Jurnal Terindeks Scopus. [BUKA]
  5. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Rubrik BKD 2021. [BUKA]