Ketentuan LoA untuk LPDP agar Lebih Mudah Menjadi Awardee

loa-untuk-lpdp
Ketentuan LoA untuk LPDP agar Lebih Mudah Menjadi Awardee

Salah satu strategi memperbesar peluang lolos menjadi awardee beasiswa LPDP adalah memiliki LoA untuk LPDP tersebut. LoA (Letter of Acceptance) masuk dalam daftar syarat administrasi pendaftaran beasiswa LPDP. 

Meskipun begitu, pendaftar bisa melengkapi dokumen ini belakangan. Khususnya jika belum mengurus pendaftaran di perguruan tinggi tujuan. Berhubung bisa membantu lolos seleksi, maka mengurusnya jauh-jauh hari penting untuk dilakukan. Berikut informasinya. 

Apa Itu LoA (Letter of Acceptance)? 

Letter of Admission/Acceptance (LoA) adalah surat resmi dari perguruan tinggi yang menyatakan bahwa seseorang telah diterima sebagai mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. 

Secara sederhana, LoA dipahami sebagai sebuah dokumen yang menyatakan pemiliknya sudah diterima sebagai mahasiswa baru di suatu perguruan tinggi. LoA kemudian hanya bisa diterbitkan perguruan tinggi tersebut. 

Dalam beasiswa LPDP, LoA menjadi salah satu syarat administrasi. Sehingga diharapkan seluruh pendaftar sudah memiliki LoA dari perguruan tinggi tujuan pada saat mengajukan aplikasi pendaftaran di program beasiswa LPDP. 

Adanya LoA untuk LPDP, bisa membantu memperbesar peluang lolos seleksi. Jika mendaftar tanpa LoA sebelumnya. Maka bisa fokus mengikuti proses seleksi dan meminta Letter of Sponsorship (LoS) dari pihak LPDP. Sehingga LoS ini bisa membantu segera diterima perguruan tinggi tujuan dan mendapatkan LoA sesuai ketentuan. 

Ketentuan LoA untuk Beasiswa LPDP 

LoA untuk LPDP sendiri bisa dari jenis LoA Unconditional dan LoA Conditional. Namun, lebih diutamakan pendaftar yang bisa melampirkan LoA Unconditional. Yakni LoA yang isinya menjelaskan pendaftar sudah resmi diterima tanpa adanya syarat tambahan lain. 

Mengacu pada ketentuan beasiswa LPDP di tahun 2025, diprediksi kebijakan terkait LoA tidak berubah banyak bahkan tidak berubah sama sekali. Sebagai persiapan, berikut sejumlah ketentuan dalam LoA yang dilampirkan ke pendaftaran beasiswa LPDP: 

1. Isi LoA Sesuai Ketentuan dari LPDP 

Ketentuan yang pertama, LoA yang dilampirkan berisi data atau informasi sesuai ketentuan yang ditetapkan pihak LPDP. Pada penyelenggaraan di tahun 2025, isi dari LoA diharapkan minimal terdiri dari poin-poin berikut: 

  • Nama lengkap mahasiswa yang menerima LoA. 
  • Jenjang studi. 
  • Program studi, dan 
  • Waktu memulai studi. 

Khusus untuk waktu mulai studi, sangat penting agar sesuai dengan jadwal waktu studi dari pihak LPDP. Namun, setiap perguruan tinggi punya jadwal  berbeda-beda. Khususnya perguruan tinggi di luar negeri yang berbasis di negara 4 musim. Jadi, ada ketentuan tambahan apabila waktu studi tidak sesuai ketentuan LPDP. 

Memahami ada ketentuan isi informasi pada LoA. Maka pada saat mengurus LoA di perguruan tinggi tujuan. Sebaiknya menjelaskan ketentuan tersebut, sehingga isinya bisa disesuaikan. Hal ini akan memperbesar peluang lolos seleksi. 

2. LoA dari Perguruan Tinggi Terdaftar di Program Beasiswa LPDP 

Dalam beasiswa LPDP tahun 2025, diprioritaskan untuk pendaftar yang masuk ke perguruan tinggi dan program studi terdaftar. Pada tahun-tahun sebelumnya, memiliki LoA lebih leluasa masuk perguruan tinggi dan program studi manapun. Tidak harus sesuai daftar dari pihak LPDP. 

Memahami ada aturan ini, maka penting untuk mengutamakan perguruan tinggi dan program studi terdaftar. Setiap beasiswa dibuka pendaftarannya, pihak LPDP akan merilis daftar perguruan tinggi dan program studi yang bisa dipilih. Silahkan disesuaikan. 

Tujuannya agar LoA sudah sejak awal memenuhi ketentuan. Hal ini mencegah kerepotan mengurus dokumen lain karena LoA tidak sesuai ketentuan yang ditetapkan LPDP. Sekaligus memperbesar peluang lolos seleksi, karena sejak awal sudah tertib secara administratif. 

3. Merupakan LoA Unconditional 

LoA untuk LPDP pada dasarnya adalah LoA jenis Unconditional. Sesuai penjelasan sebelumnya, LoA terdiri dari 2 jenis. LoA Unconditional yang menjelaskan mahasiswa resmi diterima tanpa syarat dan ketentuan tambahan yang harus dipenuhi. 

Sementara LoA Conditional adalah LoA yang menjelaskan mahasiswa diterima selama memenuhi syarat tambahan sesuai ketentuan perguruan tinggi. Syarat ini bermacam-macam disesuaikan kebijakan perguruan tinggi dan administrasi yang dilampirkan calon mahasiswa baru. 

Dalam beasiswa LPDP, LoA Conditional akan dikecualikan atau diterima. Apabila syarat yang dijelaskan perguruan tinggi tujuan adalah salah satu atau beberapa syarat berikut: 

  • Persyaratan sponsor pendanaan; 
  • Persyaratan dokumen fisik ijazah; 
  • Persyaratan dokumen fisik transkrip nilai jenjang sebelumnya; dan/atau 
  • Persyaratan tambahan lain yang tidak berisiko mengubah status diterimanya orang tersebut sebagai mahasiswa pada program studi yang dituju.

Jadi, pastikan jujur pada saat mendaftar mahasiswa baru di perguruan tinggi tujuan. Hindari melampirkan ijazah palsu dan dokumen palsu laiya. Sebab tentu jika sampai ketahuan, isi syarat LoA bisa diluar pengecualian LPDP dan pendaftaran ditolak. 

4. Ketentuan LoA dengan Waktu Studi Tidak Sesuai LPDP 

Bagi pendaftar beasiswa LPDP dan perguruan tinggi tujuan memiliki waktu studi yang berbeda dengan ketentuan program. Maka wajib melampirkan dokumen tambahan. 

Yaitu surat keterangan penundaan jadwal perkuliahan program studi dari perguruan tinggi tujuan tersebut. Surat keterangan ini diunggah atau dilampirkan bersamaan dengan LoA untuk LPDP. 

Jika tidak mengurus surat keterangan penundaan jadwal perkuliahan. Maka ada resiko awardee tidak bisa melakukan klaim pada sejumlah biaya yang tercakup di beasiswa LPDP. Misalnya biaya pengurusan visa, biaya asuransi, dll. 

Jadi, pastikan mengecek jadwal mulai kuliah di perguruan tinggi tujuan. Kemudian pilih yang paling sesuai dengan waktu kuliah dari pihak LPDP agar tidak rumit. Namun jika tidak memungkinkan, maka mengurus surat keterangan penundaan jadwal kuliah paling direkomendasikan sebagai solusi. 

5. Ketentuan LoA pada Skema Double Degree dan Joint Degree 

Khusus untuk LoA pada beasiswa LPDP di skema Double Degree dan Joint Degree. Maka wajib menambahkan informasi bahwa perguruan tinggi tujuan emang membuka program  Double Degree dan Joint Degree. 

Maka penting untuk mencari perguruan tinggi tujuan yang memang membuka program Double Degree dan Joint Degree. Opsional lebih aman, adalah menyesuaikan dengan daftar perguruan tinggi yang sudah ditetapkan pihak LPDP. 

6. Ketentuan Tambahan Jika LoA Conditional 

Ketentuan LoA untuk LPDP berikutnya adalah terkait LoA Conditional. Jika memiliki LoA jenis ini. Maka wajib memastikan masuk daftar syarat pengecualian yang dijelaskan sebelumnya. 

Jika syarat tambahan berpotensi menggagalkan penerimaan pendaftar sebagai mahasiswa baru. Maka LoA Conditional akan ditolak pihak LPDP. Misalnya, LoA meminta skor IELTS baru karena yang dilampirkan sebelumnya tidak memenuhi syarat. 

Syarat tambahan ini berpotensi menggagalkan mahasiswa diterima, karena skor IELTS tidak pasti. Bisa jadi meskipun sudah ikut tes ulang skor masih di bawah ketentuan perguruan tinggi tujuan tersebut. 

7. Ketentuan Tambahan Jika Mendaftar LPDP Tanpa LoA 

Ketentuan LoA untuk LPDP berikutnya adalah bagi pendaftar yang mendaftar tanpa LoA sebelumnya. Apakah masih bisa? Jawabannya adalah bisa. Sebab dari pihak LPDP, LoA bisa dilampirkan belakangan. 

Jika pendaftar belum menentukan perguruan tinggi dan program studi tujuan saat pendaftaran. Maka praktis belum memiliki LoA. Maka bisa mendaftar dan mengikuti seleksi beasiswa LPDP sebagaimana mestinya. 

Setelah resmi dinyatakan lolos menjadi awardee (penerima beasiswa). Barulah mengajukan Letter of Sponsorship (LoS) ke pihak LPDP. LoS bisa diajukan ke perguruan tinggi tujuan yang menyatakan sudah menjadi awardee LPDP. Sehingga meningkatkan peluang lolos dalam penerimaan mahasiswa baru dan mendapat LoA. 

Batas waktu pengurusan LoA pasca ditetapkan sebagai awardee maksimal 18 bulan. Jadi, pastikan segera diurus. Semakin cepat LoA didapatkan, maka semakin baik. Sebab jika lewat dari 18 bulan maka berpotensi LoA tidak lagi diterima LPDP. 

Cek juga kelas online Digital Era Smart Lecturer Optimalisasi Riset dan Publikasi dan kuasai strategi riset dan publikasi digital untuk memperkuat reputasi akademik Anda!

Cara Mendapatkan LoA dari Perguruan Tinggi Tujuan 

LoA untuk LPDP disarankan untuk mulai diurus jauh-jauh hari. Pasalnya, LoA secara umum baru bisa didapatkan setelah resmi diterima sebagai mahasiswa baru. Padahal, proses seleksi penerimaan mahasiswa baru bisa sampai beberapa bulan. 

Namun, sudahkah Anda mengetahui tata cara mengurus LoA? Secara umum mengurus LoA di perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri tidak berbeda jauh. Berikut detail langkah-langkahnya: 

1. Menentukan Perguruan Tinggi dan Program Studi Tujuan 

Tahap pertama, adalah menentukan dulu perguruan tinggi dan program studi tujuan. Jika mengincar beasiswa LPDP maka utamakan perguruan tinggi yang sudah masuk dalam daftar. 

Hal ini membantu mendapatkan LoA dengan waktu studi yang lebih sesuai dan memenuhi ketentuan lainnya. Silahkan menentukan sesuai dengan rencana studi, rencana penelitian, maupun rencana karir di masa mendatang. 

2. Memenuhi Persyaratan Pendaftaran Mahasiswa Baru 

Jika sudah menentukan perguruan tinggi dan program studi tujuan. Maka tahap kedua dalam mendapatkan LoA adalah mencari informasi syarat penerimaan mahasiswa baru. Sekaligus memenuhi syarat tersebut. 

Setiap perguruan tinggi akan mempublikasikan seluruh syarat dan ketentuan mahasiswa baru. Jadi, silahkan membaca, memahami, dan kemudian memenuhi syarat-syarat tersebut. Semakin sesuai dengan syarat yang ditetapkan, semakin mudah lolos penerimaan mahasiswa baru. 

3. Mendaftar dan Mengikuti Proses Seleksi Penerimaan 

Setelah merasa mampu memenuhi syarat mendaftar mahasiswa baru. Maka silahkan melakukan proses pendaftaran sesuai ketentuan perguruan tinggi tujuan. Kemudian mengikuti proses seleksi yang sudah ditetapkan dan diatur. 

Seleksi penerimaan mahasiswa baru antara satu perguruan tinggi dengan lainnya berbeda-beda. Ada yang menggunakan seleksi berdasarkan IPK (untuk jenjang pascasarjana), ada yang lewat tes tertulis, dll. Jadi, silahkan mengikuti prosedur yang berlaku. 

4. Resmi Diterima Bisa Mengajukan LoA Sesuai Ketentuan Perguruan Tinggi 

Tahap berikutnya, setelah resmi dinyatakan lolos seleksi penerimaan mahasiswa baru. Adalah mengajukan LoA ke pihak perguruan tinggi tujuan. Masing-masing punya kebijakan tersendiri dalam hal ini. 

Beberapa perguruan tinggi menetapkan pengajuan LoA secara online di portal khusus. Beberapa lagi pengajuan secara langsung (tatap muka – luring). Sehingga mahasiswa yang bersangkutan datang ke kampus dan mengurus di bagian akademik yang menerima pengajuan LoA. 

Ikuti prosedur pengajuan LoA, termasuk jika diminta melampirkan sejumlah dokumen. Sebab umumnya pihak perguruan tinggi perlu memastikan tujuan pengajuan LoA tersebut. Jadi, silahkan menyesuaikan. 

Supaya LoA bisa segera didapatkan, maka ada beberapa strategi bisa diterapkan. Mulai dari mendaftar mahasiswa baru di lebih dari satu perguruan tinggi. Jadi, tidak lolos di salah satunya masih ada peluang diterima di perguruan tinggi lainnya. 

Kemudian, bisa fokus dulu mengikuti seleksi beasiswa LPDP. Sehingga bisa mendapatkan LoS yang memudahkan proses diterima sebagai mahasiswa baru. Jadi,  silahkan mempraktekan strategi yang tepat agar LoA untuk LPDP bisa segera dimiliki. Kemudian bisa segera melengkapi syarat administrasi program beasiswa LPDP.

Duniadosen juga memiliki kelas online dengan materi terbia dan sangat cocok untuk membantu pengembangan Anda! Jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftar E-Course dari Duniadosen dan tingkatkan kemampuan Anda!

Referensi:
  1. Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. (2025). Panduan Pendaftaran Beasiswa Reguler 2025. [BUKA]
  2. Firma, T. (2024). Mendaftar Beasiswa LPDP Harus Pakai LoA atau Tidak? Ini Jawabnya. [BUKA]
  3. Gunawan, T. (2024). LoA LPDP 2025: Definisi, Jenis, Contoh dan Cara Mendapatkannya. [BUKA]