Opini

Kuis Sebagai Alternatif Evaluasi Belajar Mahasiswa

Kuis | Ujian tengah dan akhir semester saat ini selalu dijadikan salah satu komponen penilaian hasil belajar mahasiswa. Selain itu, tidak sedikit juga dosen yang menambahkan tugas karya ilmiah akhir sebagai pelengkap dari kedua ujian tersebut.

Kehadiran dan keaktifan mahasiswa juga banyak dijadikan salah satu acuan dosen untuk memberikan penilaian terhadap performa mahasiswa di kelas. Secara umum, beberapa metode penilaian tersebut tidak ada yang salah.

Hanya saja ada satu metode baru yang sebenarnya bisa digunakan dosen untuk melakukan penilaian terhadap mahasiswanya. Meskipun tidak terlalu memiliki bobot yang besar, metode ini bisa dijadikan alternatif bagi dosen untuk memberikan nilai tambahan kepada mahasiswa.

Adapun metode yang dimaksud adalah metode kuis dimana dosen memberikan pertanyaan singkat kepada mahasiswa sebelum proses perkuliahan dilaksanakan di kelas. Metode ini secara tidak langsung juga dapat menjadi pelengkap karya ilmiah yang seharusnya dibuat oleh mahasiswa.

Metode dengan menggunakan kuis ini bisa menjadi cara alternatif yang bisa digunakan dosen untuk memberikan penilaian kepada mahasiswanya. Secara teknis, metode ini bisa digunakan dosen ketika kelas mata kuliah yang dimaksud akan dilaksanakan.

Dengan kata lain, sebelum dosen membahas materi yang akan disampaikan di kelas, dosen bisa memberikan 1-2 pertanyaan singkat terkait dengan materi yang sebelumnya pernah disampaikan di kelas. Oleh karena itu, metode ini setidaknya hanya membutuhkan waktu 10-15 menit saja.

Mahasiswa kemudian bisa menuliskan jawaban dari pertanyaan dosen tersebut di selembar kertas yang nantinya akan dikumpulkan kepada dosen. Selanjutnya, metode kuis ini tidak harus dilaksanakan setiap minggu di mata kuliah yang sama, tetapi juga bisa dilaksanakan dua minggu sekali.

Dengan metode kuis ini, mahasiswa secara tidak langsung juga bisa mendapatkan nilai tambahan apabila jawaban yang dituliskan adalah jawaban yang tepat berdasarkan penilaian dosen yang bersangkutan.

Selanjutnya, ada beberapa manfaat yang bisa diambil apabila dosen ingin menggunakan metode kuis ini sebagai salah satu metode alternatif untuk memberikan penilaian kepada mahasiswa.

Kuis

Pertama, metode kuis ini secara tidak langsung akan mendorong mahasiswa untuk belajar secara mandiri di luar kelas. Dengan artian, ketika mahasiswa akan menghadapi kuis mata kuliah tersebut, maka bisa hampir dipastikan sebagian mahasiswa akan mempelajari materi-materi yang sebelumnya sudah pernah disampaikan di kelas.

Kedua, metode ini juga berfungsi sebagai bahan review atas materi-materi perkuliahan yang disampaikan sebelumnya. Dengan demikian, dosen tidak perlu membahas lebih jauh terkait dengan materi yang sebelumnya sudah pernah disampaikan ketika akan menyampaikan materi yang baru lagi.

Bahkan dosen justru bisa membuka sesi tanya jawab terhadap kuis yang diberikan kepada mahasiswa sebagai bahan diskusi.

Ketiga, metode ini bisa dimanfaatkan dosen sebagai salah satu komponen penilaian kepada mahasiswa. Tidak hanya itu, dosen juga bisa memanfaatkan nilai dari setiap kuis yang dilakukan tersebut untuk membantu mahasiswa yang nilai akhirnya kurang memuaskan.

Dengan kata lain, dosen bisa ‘mengatrol’ nilai mahasiswa atas dasar pertimbangan nilai kuis yang bagus dari mahasiswa yang bersangkutan.

Keempat, metode tersebut secara tidak langsung akan mempermudah mahasiswa dalam memahami berbagai materi perkuliahan yang sebelumnya sudah pernah disampaikan di dalam kelas. Hal tersebut menjadi sejalan karena mahasiswa akan terdorong untuk mempelajari materi-materi sebelumnya sebagai bahan untuk menghadapi kuis yang akan diberikan dosen di kelas.

Dengan dibacanya kembali materi-materi tersebut secara singkat, maka secara tidak langsung mahasiswa akan terbiasa untuk memahami materi tersebut secara singkat. Akhirnya materi yang pernah disampaikan dosen akan mudah diingat.

Karya Ilmiah

Meskipun dosen telah menggunakan metode kuis tersebut sebagai metode alternatif dalam memberikan penilaian kepada mahasiswa, karya ilmiah tetap menjadi salah satu komponen yang masih dianggap penting.

Oleh karena itu, karya ilmiah yang juga dijadikan salah satu komponen penilaian dosen terhadap mahasiswa harus tetap ada. Justru melalui metode kuis yang dilakukan oleh dosen diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi mahasiswa untuk membuat karya ilmiah secara mandiri.

Hal tersebut tentu akan membantu mahasiswa ketika mereka kesulitan mencari bahan atau tema yang menarik untuk membuat karya ilmiah sebagai salah satu komponen penilaian yang penting. Dengan demikian, metode kuis dan pembuatan karya ilmiah masih memiliki hubungan yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan.

Admin Dunia Dosen

Admin Website Dunia Dosen Indonesia.

Recent Posts

Memahami Sebab Publikasi Ilmiah SLR Tidak Menunjang Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen

Menyusun artikel ilmiah dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) menjadi langkah yang sering diambil…

12 hours ago

Memahami Apa Itu Novelty pada Penelitian dan Cara Menentukannya

Salah satu indikator kualitas penelitian dikatakan baik adalah terdapat novelty pada penelitian tersebut. Novelty (kebaruan)…

12 hours ago

Research Gap : Pengertian, Fungsi, dan Korelasinya dengan Novelty Penelitian

Topik penelitian yang dipilih bisa jadi sudah pernah diteliti sebelumnya, dan tentu dalam kondisi ni…

12 hours ago

Beasiswa STEM Industri Strategis 2026 dari LPDP, Ini Syarat dan Cara Daftarnya!

Salah satu skema dalam Beasiswa LPDP tahun 2026 adalah Beasiswa STEM Industri Strategis. Beasiswa ini…

2 days ago

Pembukaan Beasiswa LPDP 2026, Ketentuan Baru dan Skema Baru!

Kabar baik untuk para calon dosen maupun dosen dan masyarakat luas di Indonesia yang menantikan…

2 days ago

Ini Ketentuan Baru dalam Penyetaraan Tunjangan Dosen Non-ASN dan Cara Perhitungannya

Dalam Permendikisaintek No. 52 Tahun 2025, besaran sejumlah jenis tunjangan dosen non-ASN dibuat setara dengan…

1 week ago