4 Kompetensi Utama Dosen Sesuai dengan Kebijakan Kemdiktisaintek
Menjadi dosen di Indonesia diwajibkan untuk memenuhi syarat terkait kualifikasi akademik dan kompetensi pendidik. Sesuai ketentuan dari pemerintah, dipahami ada 4 jenis kompetensi utama dosen.
Menguasai kompetensi utama tersebut sejak awal membantu memenuhi kualifikasi sebagai dosen. Kemudian menunjang pelaksanaan seluruh tugas dan kewajiban akademik setelah diterima menjadi dosen. Jadi, apa saja kompetensi yang dimaksud? Berikut informasinya.
Dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen (pendidik) dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
Dalam Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025, menjelaskan lebih rinci mengenai kompetensi dosen di Indonesia. Kompetensi ini wajib dikuasai oleh para dosen untuk menunjang kinerja akademik.
Kompetensi-kompetensi ini akan membantu dosen dalam menjalankan seluruh tugas dan kewajiban akademik. Mencakup tugas pokok sesuai tri dharma dan tugas tambahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Jenis kompetensi utama dosen sendiri terdiri dari 4 kompetensi. Yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Berikut penjelasan rincinya:
Kompetensi pedagogik adalah kemampuan memahami, merancang, dan melaksanakan perencanaan dan proses pembelajaran termasuk kemampuan mengoptimalkan potensi mahasiswa melalui pemberian pengalaman belajar.
Kompetensi ini penting untuk dikuasai dengan baik oleh para dosen. Sehingga bisa menjalankan tugas pendidikan dan pengajaran, khususnya pengajaran. Mencakup proses perencanaan, proses pengajaran itu sendiri, dan proses evaluasi hasil pembelajaran.
Kompetensi ini jika dikuasai dengan baik oleh dosen, maka akan memudahkan proses transfer ilmu. Dosen bisa menjelaskan materi perkuliahan dengan mudah dan menjawab pertanyaan mahasiswa. Pada mahasiswa, akan menerima penjelasan dan jawaban yang mudah dipahami.
Kompetensi kepribadian adalah kemampuan berupa kondisi kepribadian yang luhur dan berkarakter, stabilitas emosi, dan kedewasaan yang ditunjukkan dalam setiap tindakan, termasuk untuk menjadi teladan bagi sivitas akademika dan masyarakat melalui sikap profesional yang mencerminkan nilai etika akademik dan moral.
Sesuai dengan namanya, kompetensi utama dosen yang kedua ini menunjukan kepribadian yang baik dan positif. Sehingga memiliki karakter yang baik, emosi sudah stabil, dan pola pikir yang dewasa.
Kompetensi ini penting karena dosen yang menjadi sumber ilmu bagi mahasiswa dan masyarakat. Tentu perlu memberi teladan yang baik. Mulai dari apa yang disampaikan, apa yang dilakukan, dan aspek kepribadian lainnya.
Selain itu, kompetensi kepribadian juga ikut menunjang kinerja akademik dosen. Misalnya, bagaimana dosen bisa mengajar dengan tenang dan profesional saat ada masalah keluarga? Kompetensi kepribadian yang membuat dosen mampu mengelola emosi, membuatnya bisa tetap mengajar profesional.
Kompetensi sosial adalah kemampuan berinteraksi dengan baik, dengan sivitas akademika dan masyarakat luas, dan keterampilan berkomunikasi efektif, berkolaborasi dalam tim, dan membangun jejaring yang bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan.
Menguasai kompetensi utama dosen satu ini membantu dosen dalam bersosialisasi. Sebab ketika menekuni profesi dosen, maka tentu akan bertemu banyak orang. Mulai dari rutin bertemu rekan sesama dosen di satu lingkungan kampus.
Kemudian bertemu dan mengajar mahasiswa, masyarakat luas saat kegiatan pengabdian maupun dalam keseharian. Kompetensi ini mendukung dosen membangun hubungan baik dan berkomunikasi dengan baik. Sekaligus menunjang pelaksanaan tri dharma yang melibatkan banyak pihak.
Kompetensi profesional adalah kemampuan dosen untuk menguasai, mengembangkan, dan menerapkan keilmuannya secara mendalam dan berkelanjutan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Melalui penguasaan kompetensi ini, para dosen menunjukan penguasaan ilmu pengetahuan yang mendalam di suatu bidang keilmuan. Sehingga menunjang proses transfer ilmu saat mengajar, meneliti topik-topik sesuai kepakaran, dan menjalankan pengabdian sesuai ilmu dan keterampilan profesional yang dimiliki.
Baca juga artikel berikut yang berkaitan:
Ikuti juga Live Class: Unlock Beasiswa LPDP Lanjut Study Doktoral. Kelas rutin GRATIS untuk dosen Indonesia tentang publikasi, Pengajaran, dan Peningkatan Karir Dosen yang dilengkapi banyak fasilitas untuk peserta!
Menguasai seluruh kompetensi utama dosen tentu bukan sekedar formalitas. Kompetensi ini penting untuk dikuasai oleh para dosen dan digunakan dalam menjalankan seluruh tugas akademik.
Dalam Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025, pada Pasal 8 menyebutkan setidaknya 3 fungsi dari kompetensi pendidik yang dijelaskan di atas. Yaitu:
Fungsi yang pertama dari menguasai 4 kompetensi utama dosen adalah memudahkan dosen menjadi pendidik yang berdedikasi. Sekaligus menjadi teladan yang baik bagi orang sekitarnya.
Kompetensi ini membantu dosen menjalankan tugas akademik dengan baik. Sehingga proses dari kinerja akademik yang dijalankan serta hasil yang didapatkan bisa optimal. Hal ini akan membuat dosen bisa menjadi contoh atau teladan bagi orang sekitar untuk melakukan hal serupa.
Memiliki kompetensi yang memadai, juga membantu dosen tetap menjadi pendidik profesional dan berintegritas. Artinya, ketika melaksanakan tugas akademik terutama penelitian. Maka dosen akan mengedepankan integritas dengan mematuhi seluruh kode etik.
Hal ini mendukung dosen menghindari segala bentuk pelanggaran etika. Seperti melakukan fabrikasi data, falsifikasi data, comot nama, titip nama, plagiarisme, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sebab, dosen memiliki kemampuan yang memadai dalam melaksanakan penelitian yang beretika. Sehingga tidak ada godaan untuk melakukan pelanggaran. Integritas dosen sebagai pendidik dan peneliti profesional tetap terjaga.
Menguasai seluruh kompetensi utama dosen juga membantu dosen menjadi intelektual dan pembelajar sepanjang hayat. Artinya, lewat kompetensi-kompetensi ini maka muncul dorongan dan kesadaran untuk dosen terus mengembagkan diri.
Ilmu pengetahuan akan terus berkembang, dalam dua dekade dan seterusnya akan ada banyak temuan-temuan baru dalam penelitian. Selain itu, teknologi juga bekembang dengan sagat pesat. Dosen harus siap beradaptasi sepanjang hayat dengan perubahan dan perkembangan tersebut.
Memiliki kompetensi sebagai pendidik yang memadai membantu dosen lebih siap untuk terus belajar. Sehingga bisa mengikuti perkembangan iptek. Kemudian bisa memanfaatkan dan mengimplementasikan teknologi dalam menunjang aktivitas tri dharma.
Menguasai seluruh kompetensi utama dosen yang sudah dijelaskan juga memberi banyak manfaat. Manfaat ini dirasakan tidak hanya dosen, melainkan juga berbagai pihak. Berikut penjelasannya:
Mengutip dari salah satu artikel ilmiah yang terbit di jurnal Media Pendidikan, Gizi, dan Kuliner. Menjelaskan bahwa kompetensi dosen memiliki hubungan erat terhadap kinerja akademik dosen tersebut.
Artinya, dosen yang memiliki kompetensi baik dan memadai cenderung memiliki kemampuan yang baik dalam menjalankan tugas akademik. Baik itu tugas mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat.
Sehingga menguasai kompetensi utama bermanfaat dalam menunjang kinerja akademik dosen. Kualitas proses pelaksanaan sampai kualitas hasil menjadi lebih terjamin.
Menguasai seluruh kompetensi utama dosen juga bermanfaat dalam memaksimalkan kinerja akademik dosen. Kompetensi yang mendukung membantu dosen menjalankan tugasnya dengan baik, lancar, minim kendala.
Sehingga dosen memiliki pengalaman lebih baik dalam menjalankan tugas-tugas akademik. Sebagai contoh, jika dosen tidak terampil dalam berkomunikasi. Maka bisa terbata-bata saat mengisi perkuliahan. Hal ini tentu menurunkan kualitas dan hasil perkuliahan tersebut. Dosen, bisa jadi akan takut dan malas mengajar.
Sebaliknya, jika dosen punya komunikasi yang baik dan paham materi perkuliahan. Maka mengajar menjadi lebih menyenangkan. Dosen pun lebih nyaman dan selalu menunggu momen mengajar tersebut. Hal ini berlaku juga untuk tri dharma lainnya. Sehingga kompetensi membantu dosen punya kinerja akademik maksimal.
Ikuti juga kelas online “Masterplan Dosen Sukses” Membangun Linieritas, Branding & Portofolio Unggul dan bangun linieritas dan branding akademik yang kuat untuk bisa menjadi dosen unggul!
Sejalan dengan manfaat sebelumnya, yakni kompetensi utama dosen membantu mengoptimalkan kinerja akademik. Maka akan bermanfaat juga dalam pengembangan karir akademik dosen.
Pertama, dosen menjadi lebih mudah memenuhi BKD 12 SKS per semester. Sebab mampu menjalankan seluruh tugas akademik dan kinerja optimal. Kedua, terpenuhinya BKD menandakan dosen berhasil mengumpulkan angka kredit optimal.
Hal ini tentu saja akan memudahkan dosen memenuhi syarat mengajukan usulan kenaikan jenjang jabatan fungsional. Jadi, kompetensi dosen tidak hanya menunjang pelaksanaan tri dharma. Akan tetapi juga mendukung pengembagan jabatan fungsional. Dosen bisa memperbesar peluang menjadi Guru Besar sebelum pensiun.
Perguruan tinggi pada dasarnya menyediakan akses ke layanan pendidikan tinggi kepada masyarakat luas. Dalam menunjang pelayanan tersebut, dibutuhkan dosen yang profesional dan kompeten.
Sehingga, kompetensi yang dikuasai dosen dengan baik membantu menyelenggarakan layanan tersebut. Yakni dosen bisa mengajar dengan baik dan proses transfer ilmu berjalan lancar. Mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan dengan nyaman dan memahami materi perkuliahan.
Mutu proses menjadi terjamin dan disusul mutu hasil yang positif. Semakin paham pada materi, semakin mudah bagi mahasiswa memahami dan mengimplementasikannya. Sehingga meningkatkan kualitas mereka saat lulus kuliah dan terjun di masyarakat serta di dunia industri atau dunia kerja.
Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompetensi dosen sebagai pendidik dan didukung motivasi belajar mahasiswa yang tinggi bisa meningkatkan prestasi akademik mahasiswa.
Manfaat berikutnya dari menguasai seluruh kompetensi utama dosen adalah menunjang reputasi akademik perguruan tinggi yang menaungi. Sekaligus menunjang akreditasi perguruan tinggi tersebut.
Dosen yang kompeten menjalankan tugas akademik akan memiliki kinerja yang optimal. Sehingga banyak penelitian dan publikasi ilmiah dihasilkan. Begitu juga dengan jumlah buku yang diterbitkan dosen tersebut. Sehingga ikut membangun reputasi positif perguruan tinggi yang menaungi dosen.
Dalam proses akreditasi perguruan tinggi oleh BAN-PT maupun LAM untuk program studi tertentu. Salah satu indikator penilaian dalam akreditasi ini adalah kualitas SDM dan juga hasil tri dharma yang mendapat rekognisi.
Dosen yang kompeten dan kinerja akademik mumpuni, tentu membantu memenuhi indikator ini. Sehingga bisa membantu perguruan tinggi dan program studi meraih skor atau nilai akreditasi yang tinggi.
Kompetensi yang dikuasai oleh dosen tentunya perlu terus dikembangkan. Sehingga dosen menguasai kompetensi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) terkini.
Dalam proses pengembangan tersebut, tentu dosen tidak bisa mengandalkan diri sendiri. Melainkan juga perlu didukung oleh perguruan tinggi yang menaungi. Hal ini seperti salah satu hasil penelitian yang dipublikasikan di JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan).
Dukungan fasilitas dan dukungan bentuk lain dari perguruan tinggi akan memudahkan dosen mengembagkan diri dan kompetensinya. Sehingga memudahkan dosen menguasai, mengimplementasikan, dan terus megembangkan kompetensi utama dosen.
Duniadosen juga memiliki kelas online dengan materi terbia dan sangat cocok untuk membantu pengembangan Anda! Jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftar E-Course dari Duniadosen dan tingkatkan kemampuan Anda!
Salah satu upaya melaksanakan tugas dan kewajiban akademik dosen adalah meraih hibah, termasuk hibah karya…
Mempelajari dan memahami bagaimana cara menulis karya ilmiah berkualitas tentu penting. Baik bagi mahasiswa, dosen,…
Ada banyak sekali keuntungan publikasi jurnal internasional bagi dosen di Indonesia. Publikasi ilmiah lewat jurnal…
Memahami pentingnya akreditasi bagi perguruan tinggi, tentu memberi motivasi untuk mengoptimalkan nilainya. Proses akreditasi menjadi…
Salah satu faktor yang ikut menentukan artikel ilmiah diterima suatu jurnal adalah format penulisan artikel…
Pada saat mengurus luaran penelitian dalam bentuk publikasi ke jurnal, tentunya akan memperhatikan indeks jurnal.…