10 Keuntungan Publikasi Jurnal Internasional bagi Dosen
Ada banyak sekali keuntungan publikasi jurnal internasional bagi dosen di Indonesia. Publikasi ilmiah lewat jurnal internasional akan menjangkau pembaca secara global dari seluruh dunia.
Hal ini tentu akan meningkatkan jumlah pembaca dan dampak dari publikasi ilmiah tersebut. Menariknya, dibalik dampak yang terbilang tinggi. Masih banyak manfaat atau keuntungan yang bisa didapatkan kalangan dosen. Berikut informasinya.
Sebelum membahas apa saja keuntungan publikasi jurnal internasional bagi dosen. Maka pahami dulu apa itu jurnal internasional. Jurnal ilmiah adalah terbitan ilmiah berkala yang mempublikasikan hasil penelitian atau kajian akademik. Secara garis besar, jurnal ilmiah terbagi dalam 2 jenis. Yakni jurnal nasional dan jurnal internasional.
Jurnal internasional adalah terbitan ilmiah berkala yang mempublikasikan hasil penelitian atau kajian akademik dan ditujukan untuk komunitas ilmiah lintas negara (bertaraf internasional). Publikasi pada jurnal adalah karya tulis ilmiah berbentuk artikel ilmiah.
Dalam PO BKD 2021, jurnal internasional kemudian terbagi menjadi 2 jenis. Yakni jurnal internasional bereputasi dan jurnal internasional terindeks pada basis data internasional. Jurnal internasional bereputasi adalah jurnal yang masuk indeksasi bereputasi. Seperti Scopus dan World of Science.
Sementara jurnal internasional terindeks basis data internasional adalah jurnal yang masuk indeksasi skala internasional akan tetapi belum tentu bereputasi. Misalnya jurnal tersebut terindeks di basis data internasional DOAJ, EBSCO, dan database internasional lainnya. Namun, belum masuk ke database bereputasi seperti Scopus dan WoS.
Bagi dosen yang bernaung di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Maka tentu publikasi ke jurnal internasional harus memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan. Sehingga bisa mendapatkan berbagai keuntungan publikasi jurnal internasional bagi dosen.
Kriteria ini sendiri tercantum di dalam Kepmendiktisaintek Nomor 63/M/KEP/2025. Terdapat 11 poin kriteria untuk riwayat publikasi jurnal internasional bereputasi diakui. Berikut detailnya:
Jika publikasi di jurnal internasional tidak memenuhi kriteria di atas. Maka tentu tidak bisa masuk kategori jurnal internasional bereputasi. Melainkan bisa masuk ke jurnal internasional terindeks basis data internasional. Selama proses editorial benar dan ketentuan lain terpenuhi, maka akan tetap diakui Ditjen Dikti.
Baca juga artikel berikut yang berkaitan:
Ikuti juga Live Class: Unlock Beasiswa LPDP Lanjut Study Doktoral. Kelas rutin GRATIS untuk dosen Indonesia tentang publikasi, Pengajaran, dan Peningkatan Karir Dosen yang dilengkapi banyak fasilitas untuk peserta!
Mengurus publikasi di jurnal internasional dikenal tidak mudah. Khususnya pada jurnal internasional bereputasi yang persaingannya dan penyaringan pihak pengelola jurnal sangat ketat. Sehingga prosesnya butuh waktu lama dan seringkali ada biaya publikasi yang tidak murah.
Namun, dibalik tantangan panjang dan melelahkan tersebut ada banyak keuntungan publikasi jurnal internasional bagi dosen. Berikut beberapa diantaranya:
Melalui publikasi ilmiah, apapun bentuknya maka dosen menunjukan kinerja akademik yang dimiliki. Sekaligus memperkenalkan diri kepada publik luas sebagai dosen profesional.
Sebab nama dosen dan nama institusi yang menaungi aan tercantum pada publikasi tersebut. Publikasi yang dimiliki menunjukan jika dosen sudah menjalankan tugas dan kewajiban akademik. Sehingga citra dosen semakin positif dan diakui profesionalitasnya. Baik dalam negeri maupun secara global.
Salah satu keuntungan publikasi jurnal internasional bagi dosen adalah memenuhi target BKD (Beban Kerja Dosen). Nilai tambahnya, publikasi di jurnal internasional memiliki bobot SKS yang terbilang tinggi.
Mengacu pada PO BKD 2021, publikasi di jurnal internasional bereputasi membantu dosen mendapat bobot 10 SKS. Padahal per semester dosen perlu memenuhi minimal 12 SKS. Sehingga tinggal 2 SKS lagi.
Sedangkan untuk jurnal internasional terindeks basis data internasional memberi bobot 7,5 SKS. Jadi, dengan memiliki riwayat publikasi di jurnal internasional akan memudahkan dosen memenuhi target BKD. Sebab bobot SKS-nya tinggi.
Tak hanya membantu dosen dalam memenuhi BKD. Publikasi di jurnal internasional juga membantu dosen mempercepat kenaikan jenjang jabatan fungsional. Sebab poin angka kredit terbilang tinggi.
Dalam PO PAK 2025 sesuai Kepmendiktisaintek No. 63/M/KEP/2025, publikasi di jurnal internasional terbagi menjadi 3 jenis. Masing-masing memiliki nilai angka kredit yang terbilang tinggi. Berikut detailnya:
Ikuti juga kelas online Strategi Publikasi Sukses Tembus Jurnal SINTA & Scopus dan jadikan karya ilmiah Anda dikenal luas lewat publikasi berkualitas di jurnal bereputasi!
Tak hanya membantu mempercepat kenaikan jenjang jabatan fungsional. Keuntungan publikasi jurnal internasional bagi dosen juga membantu memenuhi syarat kenaikan jenjang jabatan fungsional tersebut.
Sesuai dengan Kepmendiktisaintek No. 63/M/KEP/2025, terdapat syarat khusus yang harus dipenuhi dosen ketika mengajukan kenaikan jenjang jabatan fungsional. Syarat khusus ini adalah riwayat publikasi di jurnal ilmiah atau kepemilikan karya seni. Berikut rinciannya:
| Jenjang Jabatan Fungsional | Syarat Khusus |
| Asisten Ahli ke Lektor | Memiliki karya ilmiah di jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi sebagai penulis pertama atau hasil karya seni yang diakui oleh perguruan tinggi. |
| Lektor ke Lektor Kepala | Memiliki 1 (satu) karya ilmiah di jurnal nasional terakreditasi peringkat 1 atau peringkat 2 sebagai penulis pertama;Memiliki 1 (satu) karya ilmiah di jurnal internasional yang terindeks oleh lembaga pengindeks internasional bereputasi sebagai penulis pertama; atauMemiliki hasil karya seni yang diakui secara nasional. |
| Lektor Kepala ke Guru Besar | Memiliki 1 (satu) Karya Ilmiah di Jurnal Internasional Bereputasi dan Terindeks dengan SJR >0.10 atau JIF >0.05 sebagai penulis pertama atau hasil karya seni yang diakui secarainternasional. |
Setiap publikasi ilmiah yang berhasil dimiliki oleh dosen akan mencantumkan nama dosen. Bahkan pada publikasi di jurnal ilmiah, akan ikut mencantumkan nama institusi atau perguruan tinggi yang menaungi dosen serta kontak dosen (berupa alamat email).
Jadi, publikasi ilmiah akan membantu dosen memperkenalkan diri sebagai dosen profesional. Jika masuk ke jurnal internasional bereputasi, maka pembacanya tingkat global dari berbagai negara. Dosen pun dikenal lebih luas lagi.
Bagi dosen, publikasi ilmiah menjadi bagian dari memperluas jaringan akademik. Sehingga terhubung dengan dosen lain, mahasiswa, dan kalangan peneliti profesional. Jaringan ini akan memperbesar peluang berkolaborasi di masa mendatang. Bahkan kolaborasi tingkat global di lintas negara.
Keuntungan publikasi jurnal internasional bagi dosen berikutnya adalah mendapatkan visibilitas tinggi. Artinya, publikasi tersebut lebih mudah ditemukan oleh masyarakat ilmiah dari berbagai negara.
Pasalnya, database bereputasi akan menjadi tujuan prioritas untuk mencari referensi ilmiah kredibel. Sehingga publikasi terindeks di dalamnya lebih mudah ditemukan pembaca. Bahkan oleh banyak pembaca.
Semakin tinggi jumlah pembaca yang mengetahui publikasi, membacanya, dan kemudian mengutip isinya dan menjadikanya referensi. Maka akan meningkatkan sitasi dan impact factor. Publikasi ilmiah dosen pun memiliki dampak besar dan luas (tingkat global).
Setiap dosen di Indonesia, tentu memiliki keinginan menerima program hibah. Baik hibah penelitian, pengabdian, maupun hibah publikasi ilmiah. Hibah ini cenderung lebih mudah didapatkan oleh dosen dengan riwayat publikasi ilmiah berskala internasional.
Sebab, dinilai memiliki potensi mencapai luaran yang lebih baik dengan riwayat tersebut. Pada hibah penelitian, dosen dengan riwayat publikasi di jurnal internasional bereputasi akan memenuhi syarat menjadi ketua pengusul.
Sekaligus digaet dosen lain untuk masuk tim penelitian yang dibentuk. Kemudian menjadi penulis korespondensi pada saat mencapai target luaran program hibah. Jadi, riwayat publikasi ini sangat penting sehingga membuka akses ke berbagai program hibah.
Salah satu nilai tambah atau keuntungan publikasi jurnal internasional bagi dosen adalah terbuka peluang melakukan mobilitas akademik. Termasuk juga program mobilitas berskala global (internasional).
Misalnya, membantu dosen memenuhi syarat untuk ikut dalam program Postdoctoral, Visiting Lecturer, Short Course International, dan lain sebagainya. Sehingga riwayat publikasi ini membantu dosen mengakses program-program akademik tingkat global. Kemudian memberi pengalaman, ilmu, wawasan, dan keterampilan lebih.
Keuntungan publikasi jurnal internasional bagi dosen ternyata memiliki dampak lebih luas lagi. Artinya, keuntungan tersebut juga dirasakan oleh pihak lain. Salah satunya institusi atau perguruan tinggi yang menaungi dosen.
Publikasi tingkat global seperti jurnal internasional bereputasi akan ikut membangun reputasi institusi. Nama institusi lebih dikenal dan diperhitungkan di tingkat global. Sehingga institusi tersebut bisa menjalin kolaborasi tingkat global juga. Misalnya kerjasama dengan universitas dari negara lain, lembaga penelitian di negara lain, dll.
Masih keuntungan publikasi dosen di jurnal internasional yang dirasakan institusi. Publikasi di jurnal internasional bereputasi bisa mendorong peningkatan posisi pemeringkatan institusi di tingkat global. Sebab kualitas dan kuantitas publikasi kredibel akan ikut diperhitungkan dalam penentuan pemeringkatan.
Tak hanya itu, riwayat publikasi ilmiah dosen di jurnal internasional bereputasi juga mendukung nilai akreditasi dari BAN-PT. Sebab membantu memenuhi kriteria penilaian terkait luaran tri dharma.
Banyaknya keuntungan publikasi jurnal internasional bagi dosen sesuai penjelasan di atas. Tentunya memberi motivasi untuk lebih konsisten mengurus publikasi di jurnal internasional. Sehingga berbagai keuntungan yang dijelaskan bisa didapatkan dan menunjang karir akademik, pemenuhan BKD, dan aspek profesional lain di dunia akademik.
Duniadosen juga memiliki kelas online dengan materi terbia dan sangat cocok untuk membantu pengembangan Anda! Jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftar E-Course dari Duniadosen dan tingkatkan kemampuan Anda!
Setiap dosen di Indonesia memiliki kesempatan dan peluang memangku jabatan struktural dosen. Jabatan ini menjadi…
Diterbitkannya Permendiktisiantek No. 52 Tahun 2025, sekaligus mengatur kebijakan baru terkait syarat kenaikan jabatan fungsional…
Memasuki awal tahun 2026, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi mengumumkan pembukaan program Beasiswa Fellowship…
Salah satu upaya melaksanakan tugas dan kewajiban akademik dosen adalah meraih hibah, termasuk hibah karya…
Mempelajari dan memahami bagaimana cara menulis karya ilmiah berkualitas tentu penting. Baik bagi mahasiswa, dosen,…
Memahami pentingnya akreditasi bagi perguruan tinggi, tentu memberi motivasi untuk mengoptimalkan nilainya. Proses akreditasi menjadi…