Tata Cara Mengetahui Quartile Jurnal Ilmiah dan Daftar Jurnal Indonesia Q1-Q4 2026
Bagi dosen, mahasiswa, maupun peneliti memahami cara mengetahui quartile jurnal ilmiah sangat penting. Khususnya pada saat mencari jurnal tujuan untuk kebutuhan submit artikel yang sudah disusun.
Mengedepankan jurnal dengan quartile tinggi tentu prioritas para dosen dan peneliti. Sebab jika artikel yang disusun diterima jurnal tersebut. Maka otomatis kualitasnya baik dan diakui. Lalu, bagaimana cara cek quartile jurnal ilmiah? Berikut informasinya.
Membahas tata cara mengetahui quartile jurnal ilmiah, tentu dimulai dulu dengan memahami apa itu quartile. Quartile jurnal ilmiah adalah pengelompokan jurnal dalam suatu database berdasarkan kinerja jurnal tersebut di satu bidang keilmuan.
Kinerja yang dimaksud disini adalah didasarkan pada jumlah sitasi. Semakin sering artikel pada suatu jurnal dikutip. Maka semakin meningkatkan peluang masuk ke quartile di peringkat tinggi. Istilah quartile sendiri digunakan di database jurnal internasional Scopus yang dikelola publisher Elsevier.
Pada database World of Science (WoS) juga terdapat fitur pengelompokan jurnal yang terindeks. Hanya saja menggunakan istilah berbeda. Bisa diakses melalui fitur Journal Citation Reports (JCR) dan hanya bisa diakses pengguna berlangganan.
Pada database Scopus, pengelompokan jurnal di masing-masing bidang keilmuan terbagi menjadi 4 kelompok. Yakni Quartile 1 (Q1), Quartile 2 (Q2), Quartile 3 (Q3), dan Quartile 4 (Q4). Urutan dari jurnal dengan kinerja tertinggi ke rendah adalah dari Q1, Q2, Q3, dan Q4. Jadi, jurnal dengan kinerja paling tinggi ada di kelompok Q1. Pada kelompok Q2 dan Q3 kinerja ada di pertengahan.
Sedangkan kelompok Q4 adalah jurnal dengan kinerja paling bawah. Namun, di Scopus juga terdapat jurnal terindeks dan belum masuk Quartile manapun. Biasanya untuk jurnal yang baru masuk database Scopus. Sehingga jumlah sitasi belum terdata pihak pengelola.
Baca juga: Mengenal Seputar Indeks Jurnal dan Manfaat Publikasinya
Setelah memahami apa itu quartile pada jurnal ilmiah. Tentunya perlu memahami juga kenapa dosen, mahasiswa, maupun peneliti perlu mengetahui quartile suatu jurnal. Sehingga memunculkan kebutuhan untuk memahami bagaimana cara mengetahui quartile jurnal ilmiah. Berikut penjelasannya:
Alasan pertama yang membuat cara mengetahui quartile jurnal ilmiah sangat penting adalah membantu proses publikasi ilmiah. Yakni memberi kemudahan memilih jurnal mana untuk tujuan publikasi ilmiah tersebut.
Mengecek jurnal masuk ke quartile mana akan dilakukan dosen, mahasiswa, maupun peneliti sebelum memutuskan submit artikel ilmiah. Semakin tinggi peringkat quartile jurnal ilmiah, maka semakin tinggi visibilitasnya.
Jurnal tersebut sudah dikenal luas oleh masyarakat ilmiah. Sehingga artikel yang dipublikasikan banyak yang membaca. Hal ini meningkatkan potensi artikel yang terbit di dalamnya dikutip dan meningkatkan jumlah sitasi.
Memilih jurnal untuk tujuan publikasi ilmiah, tentu berharap jurnal tersebut dikenal luas dan dicari banyak pembaca. Oleh sebab itu, banyak yang mengutamakan jurnal di Q1 atau Q2.
Memahami betul bagaimana cara mengetahui quartile jurnal ilmiah sangat penting bagi dosen. Sebab posisi quartile jurnal tujuan akan mempengaruhi bisa tidaknya digunakan untuk memenuhi syarat kenaikan jabatan fungsional.
Sesuai ketentuan yang diatur di dalam Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025, terdapat syarat khusus naik ke jenjang jabatan fungsional. Syarat khusus ini, salah satunya berbentuk riwayat publikasi di jurnal internasional bereputasi. Sekaligus ada ketentuan di quartile mana.
Misalnya, salah satu syarat khusus kenaikan jenjang Lektor Kepala adalah memiliki riwayat publikasi ilmiah minimal 1 artikel di jurnal internasional bereputasi pada kelompok Q4. Jadi, dosen dari awal perlu mencari jurnal Q4 untuk memenuhi syarat tersebut dan bisa naik ke jenjang Lektor Kepala.
Arti penting berikutnya mengetahui jurnal di quartile mana adalah untuk mendukung kenaikan klasterisasi perguruan tinggi yang menaungi dosen. Klasterisasi adalah proses pengelompokan perguruan tinggi di Indonesia yang didasarkan pada kinerja akademiknya.
Sesuai ketentuan, penentuan masuk ke klaster mana adalah dengan menilai 6 aspek. Yakni (1) Kelembagaan sebesar 15%; (2) Sumber Daya Manusia sebesar 15%; (3) Penelitian sebesar 15%; (4) Pengabdian kepada Masyarakat sebesar 15%; (5) Publikasi sebesar 25%; dan (6) Kekayaan Intelektual sebesar 10%.
Pada penilaian yang didasarkan publikasi perguruan tinggi, salah satunya adalah menghitung jumlah publikasi di jurnal internasional dengan peringkat Q1-Q4. Jadi, semakin banyak publikasi dosen di jurnal dengan quartile tinggi maka semakin besar nilai di aspek publikasi. Perguruan tinggi berpeluang masuk ke klaster strategis.
Misalnya klaster mandiri dan klaster utama, sebab bisa mendapat akses lebih ke program hibah dan program lain dari pemerintah. Sehingga bisa menguntungkan perguruan tinggi tersebut dan dosen di bawah naungannya.
Ikuti kelas Strategi Publikasi Sukses Tembus Jurnal SINTA & Scopus dari Dunia Dosen dan tingkatkan kualitas publikasi ilmiah Anda supaya terindeks SINTA dan Scopus!
Setelah memahami alasan kenapa perlu mengetahui quartile jurnal ilmiah. Maka tentu perlu memahami tata cara mengetahui quartile jurnal ilmiah tersebut. Pengecekan quartile bisa dilakukan secara daring. Sampai saat ini terdapat 3 website bisa dituju untuk mengetahui quartile jurnal ilmiah. Berikut penjelasanya:
Cara pertama untuk mengetahui posisi quartile jurnal ilmiah, khususnya jurnal internasional bereputasi adalah lewat website Scopus secara langsung. Pada layanan pencarian jurnal terindeks, terdapat fitur filter berdasarkan quartile. Berikut langkah-langkahnya:
Jika memiliki jurnal untuk diverifikasi masuk quartile mana. Maka bisa mengetik nama jurnal tersebut di kolom pencarian yang disediakan Scopus. Kemudian, centang pada quartile yang dikehendaki.
Scopus kemudian akan menampilkan informasi jurnal tersebut masuk quartile tersebut atau tidak. Jika iya, maka nama jurnal akan ditampilkan pada tabel. Sebaliknya, jika tidak masuk quartile tersebut nantinya juga akan ada notifikasi yang menjelaskan. Contohnya seperti gambar di bawah ini:
Baca juga:
Cara mengetahui quartile jurnal ilmiah yang kedua adalah melalui website SCImago Journal Rank atau yang disebut dengan istilah SCImago JR. Website ini bukan bagian langsung dari Scopus, sebab dikelola dan dikembangkan oleh SCImago Research Group.
Sesuai dengan namanya, website ini menyajikan data pemeringkatan jurnal secara global. Data pemeringkatan ini didapatkan dari Scopus. Sehingga SCImago JR juga menampilkan informasi quartile jurnal ilmiah. Berikut detail tata cara mengeceknya:
Ini yang dicari semua dosen! E-Course Research Gap Kunci Inovasi dan Publikasi Berkualitas dari Dunia Dosen dirancang untuk mengetahui langkah praktis, sistematis, dan aplikatif dalam mengidentifikasi research gap yang relevan, aktual, dan memiliki kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan!
Pilihan cara mengetahui quartile jurnal ilmiah yang ketiga adalah lewat laman SINTA yang dikelola Kemdiktisaintek. Berikut langkah-langkahnya:
Hasil pengecekan di SINTA akan merangkum riwayat quartile jurnal dari tahun ke tahun. Sehingga lebih rinci. Selain itu, quartile pada jurnal di Scopus bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan data kinerja jurnal terbaru.
Baca juga: SINTA Score Overall
Daftar juga kelas online Digital Era Smart Lecturer Optimalisasi Riset dan Publikasi dari Dunia Dosen, dan pahami strategi cerdas dosen di era digital untuk riset dan publikasi!
Setelah memahami bagaimana cara mengetahui quartile jurnal ilmiah. Maka tentu bisa dipraktekan secara langsung. Berikut adalah beberapa jurnal dari Indonesia yang terindeks Scopus dan menempati Q1-Q4 dari berbagai bidang keilmuan:
| Quartile | Nama Jurnal | Publisher |
| Q2 | International Journal of Renewable Energy Development | Diponegoro university Indonesia – Center of Biomass and Renewable Energy (CBIORE) |
| Q3 | Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis | Masyarakat Katalis Indonesia – Indonesian Catalyst Society (MKICS) |
| Indonesian Journal of Chemistry | Gadjah Mada University | |
| CommIT Journal | Bina Nusantara University | |
| Q4 | Scientific Contributions Oil and Gas | Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi |
| Buletin Ilmiah Sarjana Teknik Elektro | Universitas Ahmad Dahlan | |
| Molekul | Universitas Jenderal Soedirman | |
| ASEAN Engineering Journal | Penerbit UTM Press | |
| Journal of Tropical Life Science | Brawijaya University | |
| Jurnal Kesehatan Lingkungan | Airlangga University Faculty of Public Health |
Sebagai informasi tambahan, data jurnal Indonesia di Scopus pada Q1-Q4 tersebut didapatkan saat mengecek di 11 Februari 2026. Berhubung Scopus secara berkala melakukan evaluasi dan menerbitkan daftar jurnal discontinued. Maka data di atas bisa berubah sewaktu-waktu, data terbaru bisa mengecek langsung ke website Scopus.
Baca juga:
Selain itu, data di atas adalah jurnal dari Indonesia yang sudah masuk ke Q1-Q4. Sementara di Scopus, masih banyak jurnal yang belum masuk ke quartile mana. Sehingga masih ada beberapa jurnal dari Indonesia yang terindeks Scopus dan tidak masuk pada tabel di atas.
Mencari informasi mengenai quartile jurnal ilmiah sangat penting untuk dosen, mahasiswa, dan peneliti. Sebab bisa menjadi sarana memilih tempat publikasi dengan visibilitas tinggi. Serta membantu memenuhi kebutuhan, misalnya untuk dosen yang bisa memilih jurnal dengan quartile sesuai syarat khusus kenaikan jenjang jabatan fungsional.
PROMO HEMAT HINGGA 20% untuk semua produk E-Course hanya sampai tanggal 28 Februari 2026.
Jangan lewatkan dan beli sekarang produk E-Course dari Dunia Dosen!
Pernahkah mencari informasi mengenai bagaimana cara menentukan dan mengukur TKT hasil penelitian? Bagi dosen, istilah…
NUPTK menjadi nomor identitas unik untuk profesi dosen di Indonesia. Sehingga dosen perlu memahami cara…
Dosen di Indonesia memiliki hak menerima sejumlah tunjangan yang sifatnya khusus, salah satunya tunjangan sertifikasi…
Bagi dosen maupun calon dosen dan para peneliti yang mencari program beasiswa pascasarjana. Maka bisa…
Bagaimana dosen tetap produktif menulis saat puasa di bulan Ramadan? Pertanyaan ini, tentu menjadi pertanyaan…
Selama Ramadan, biasanya jam operasional perguruan tinggi di Indonesia menyesuaikan. Yakni menjadi lebih pendek dibanding…