Format Penulisan Artikel Jurnal Terindeks SINTA
Salah satu faktor yang ikut menentukan artikel ilmiah diterima suatu jurnal adalah format penulisan artikel jurnal sudah sesuai. Setiap pengelola jurnal atau publisher diketahui menetapkan format secara khusus.
Format ini untuk membuat susunan artikel ilmiah yang diterbitkan seragam. Sehingga susunan sama persis dari segi struktur dan isi. Hal ini akan memudahkan pembaca memahami isi artikel. Sekaligus menunjukan pengelolaan jurnal sudah profesional. Lalu, seperti apa format untuk jurnal terindeks SINTA? Berikut informasinya.
Publikasi ilmiah di jurnal nasional, tentu membuat dosen memprioritaskan jurna-jurnal terindeks di SINTA (Science and Technology Index). Jurnal yang masuk dalam pengindeks yang dikelola Kemdiktisaintek ini menunjukan sudah terakreditasi. Sehingga dijamin kredibel dan berkualitas. Berikut adalah format umum untuk artikel jurnal nasional di Indonesia:
Bagian pertama di dalam format atau struktur artikel ilmiah pada jurnal terindeks SINTA adalah judul. Judul sama seperti judul karya tulis ilmiah lainnya. Yakni mampu menjelaskan dalam versi ringkas dari isi artikel ilmiah. Unsur utama mencantumkan topik penelitian.
Bagian kedua di dalam format artikel ilmiah pada jurnal terindeks SINTA adalah identitas penulis. Mencakup nama lengkap penulis, jika artikel disusun lebih dari 1 penulis maka ditulis semuanya secara lengkap.
Disusul dengan mencantumkan informasi bidang keilmuan penulis dan mengabdi di perguruan tinggi mana. Umumnya akan mencantumkan informasi fakultas dan nama perguruan tinggi yang menaungi dosen atau penulis artikel. Berikut contohnya:
Bagian selanjutnya adalah abstrak. Pada bagian ini, penulis akan menjelaskan rangkuman dari isi artikel yang dipublikasikan ke jurnal terindeks SINTA. Kemudian ditutup dengan kata kunci (keyword).
Bagian keempat setelah abstrak adalah pendahuluan dan kajian pustaka. Pendahuluan akan menjelaskan latar belakang pemilihan topik penelitian, tujuan, dan manfaat penelitian tersebut dilakukan.
Kemudian diikuti dengan kajian pustaka yang memaparkan seluruh teori yang mendukung penelitian, menjelaskan hasil penelitian terdahulu pada topik yang sama, dan mencantumkan juga research gap dan kebaruan (novelty).
Selanjutnya adalah metode penelitian. Sesuai dengan namanya, pada bagian ini penulis artikel akan menjelaskan metode penelitian yang digunakan. Selain itu, menjelaskan alasan kenapa memilih metode tersebut.
Bagian keenam adalah hasil dan pembahasan. Pada bagian ini, penulis akan menjelaskan data dalam penelitian dan hasil penelitian yang didapatkan. Kemudian dibahas secara mendalam.
Bagian berikutnya adalah kesimpulan. Pada beberapa jurnal nasional terindeks SINTA, bagian ini disebut Penutup. Isinya adalah kesimpulan atau hasil penelitian. Kemudian diikuti saran dari penulis.
Bagian ini akan mencantumkan daftar seluruh referensi yang digunakan penulis dalam penelitian dan penyusunan artikel ilmiah. Daftar pustaka disusun menggunakan gaya sitasi yang juga ditetapkan pihak pengelola jurnal nasional terindeks SINTA.
Ketahui pentingnya ID SINTA pada artikel berikut: ID SINTA: Manfaat, Cara Membuat dan Melihat
Secara umum pihak pengelola jurnal akan mencantumkan template artikel ilmiah yang sudah ditetapkan. Sehingga bisa diunduh dan digunakan oleh penulis.
Berikut contoh langkah-langkah mengecek format artikel dari salah satu jurnal terindeks SINTA dan masuk peringkat SINTA 1:
Jurnal lain mungkin menempatkan template artikel di menu berbeda. Sebab tampilan dan fitur pada website jurnal akan berbeda satu sama lain. Silahkan mencari dengan teliti dan biasanya menyatu dengan fitur submit artikel.
Baca juga: 8 Cara Menaikkan SINTA Score dengan Cepat dan Tepat
Mengikuti format sesuai ketetapan pengelola jurnal nasional sangat penting. Sebab, ketika artikel yang disubmit atau yang dikirimkan tidak sesuai format. Maka akan ditolak pihak editor jurnal.
Jadi, jangan sampai asal-asalan dan wajib memastikan sudah mengetahui format yang berlaku di jurnal tujuan. Sehingga artikel sudah sesuai ketentuan, diterima editor, dan masuk ke tahap peer review.
Hal ini sekaligus yang menjadi alasan kenapa sebelum menyusun artikel ilmiah dosen perlu memilih jurnal tujuan. Kemudian mencari format yang ditetapkan, baru mulai menulis artikel tersebut. Sebab jika dibalik, maka ada kemungkinan format tidak sesuai dan dosen harus menulis ulang dari awal.
Tidak sedikit dosen mengalami kesulitan dalam menyesuaikan format penulisan artikel dengan standar jurnal terindeks SINTA. Jika struktur dan penyajian naskah tidak sesuai pedoman jurnal, peluang publikasi dapat menjadi lebih kecil.
Melalui kelas online Strategi Publikasi Sukses Tembus Jurnal SINTA & Scopus, dosen dapat memperoleh pendampingan untuk memahami format penulisan artikel jurnal sekaligus mengoptimalkan strategi publikasi agar karya ilmiah dapat terbit di jurnal bereputasi.
Publikasi di jurnal nasional tentu akan memprioritaskan jurnal terindeks SINTA. Khususnya di peringkat strategis, seperti peringkat 3 besar (SINTA 1, SINTA 2, dan SINTA 3). Publikasi di jurnal nasional terindeks SINTA tentu lebih sulit dibanding yang belum terindeks. Berikut beberapa tips dan trik yang bisa dilakukan:
Sangat dianjurkan memilih jurnal dari website resmi SINTA secara langsung. Sehingga bisa memastikan jurnal tersebut memang terindeks SINTA.
Hal ini juga untuk mengetahui secara detail identitas dan informasi lain dari jurnal tersebut. Mulai dari siapa pengelolanya, jumlah sitasinya, impact-nya, dan lain sebagainya.
Informasi terkait format atau template artikel disediakan di website pengelola jurnal tersebut. Pastikan mencari tahu dulu sebelum mulai menulis artikel yang akan dikirimkan ke jurnal tujuan.
Kesesuaian format akan ikut menentukan. Jadi, sebelum menulis artikel usahakan memilih jurnal tujuan terlebih dahulu dulu.
Jurnal ilmiah, termasuk jurnal nasional terakreditasi yang masuk indeksasi SINTA memiliki scope sendiri-sendiri. Misalnya, jika scope di AI maka hanya menerima artikel tentang AI saja. Jadi, usahakan memilih jurnal nasional dengan teliti.
Tips berikutnya adalah memastikan artikel ilmiah original, bukan hasil plagiarisme. Sekaligus bebas dari pelanggaran etika lain. Seperti falsifikasi data, fabrikasi data, dan sebagainya. Jika pihak jurnal mewajibkan pengecekan di Turnitin dan melampirkan bukti. Maka silahkan menyesuaikan dan mengikutinya.
Revisi artikel ilmiah yang sudah di submit adalah hal lumrah. Revisi ini sesuai catatan dari reviewer. Jadi, silahkan dipahami dan direvisi sesuai yang tercantum pada keterangan atau komentar. Hindari asal-asalan melakukan revisi, karena akan memperlama proses publikasi.
Publikasi di jurnal ilmiah bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan lebih dari 12 bulan (1 tahun). Jadi, usahakan menyiapkan mental dengan menyiapkan kesabaran dan ketekunan. Hal ini yang membuat beban SKS sampai angka kredit penulis korespondensi setara dengan penulis pertama.
Baca juga: Daftar Jurnal Sinta 3 Pendidikan [Update]
Salah satu syarat untuk dosen bisa mengajukan usulan kenaikan jabatan akademik adalah memenuhi KUM sesuai…
Kenaikan jabatan akademik dosen di tahun 2026 tentu mengikuti kebijakan terbaru yang diatur di dalam…
Memasuki tahun 2026, proses kenaikan jabatan akademik dosen mengacu pada Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025.…
Sertifikasi dosen (serdos) adalah proses panjang. Jauh sebelum dosen bisa menjadi peserta serdos. Maka perlu…
Penerbitan Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025 turut mengubah ketentuan baru gaji dosen di Indonesia. Baik…
Dosen di Indonesia memiliki hak menerima sejumlah tunjangan yang sifatnya khusus, salah satunya tunjangan sertifikasi…