Cara Membuat Pendahuluan Artikel Jurnal Ilmiah dengan Efektif dan Efisien

pendahuluan jurnal
Cara Membuat Pendahuluan Artikel Jurnal Ilmiah dengan Efektif dan Efisien

Menggunakan AI untuk jurnal atau penulisan artikel pada jurnal ilmiah menjadi pertimbangan yang layak dilakukan akademisi. Baik itu dosen maupun kalangan mahasiswa. Sebab bisa membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyusunan artikel jurnal. 

Termasuk pada bagian-bagian artikel ilmiah yang dirasa sulit jika dikerjakan mandiri tanpa bantuan suatu teknologi. Salah satunya, bagian pendahuluan (introduction) yang bisa dikatakan rumit karena menjadi bagian awal dari inti artikel ilmiah. Lalu, bagaimana platform AI bisa membantu menyusun bagian ini? Berikut informasinya. 

Apa Itu Pendahuluan (Introduction) pada Artikel Jurnal Ilmiah? 

Sebelum mengetahui apa saja tools AI untuk jurnal, perlu memahami apa itu pendahuluan. Mengutip dari Katadata, dalam dari Skripsi Sarjana Kependidikan: Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif, pendahuluan (introduction) adalah bagian dari artikel ilmiah yang isinya menjelaskan tujuan penelitian, pertanyaan, dan latar belakang sebuah penelitian atau karya ilmiah.

Secara struktur atau sistematika penulisan artikel ilmiah untuk jurnal, isi di dalamnya terdiri dari 3 bagian. Yaitu: 

  1. Bagian awal yang mencantumkan unsur judul, nama penulis, abstrak. 
  2. Bagian utama yang mencakup pendahuluan, kajian pustaka, metode penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, dan kesimpulan serta saran. 
  3. Bagian akhir atau bagian penutup adalah bagian yang berisi ucapan terima kasih (jika ada), keterangan simbol (jika ada), dan daftar pustaka. 

Sehingga, pendahuluan termasuk dalam bagian utama atau inti dari artikel ilmiah pada jurnal. Kemudian berperan sebagai pembuka dari informasi mengenai data penelitian, hasil penelitian, dan pembahasan sampai saran serta kesimpulan. 

Mengutip dari salah satu artikel ilmiah yang terbit di jurnal JAMSI (Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia), menjelaskan bahwa bagian pendahuluan artikel jurnal ilmiah memuat pernyataan  persuasif  dan  argumentatif dari penulis. 

Sebab bagian ini menjadi bagian pertama yang dibaca oleh pembaca, termasuk reviewer jurnal. Sehingga harus memastikan menarik dan mendorong pembaca untuk membaca bagian berikutnya. 

Hal ini yang tentu menjadikan bagian pendahuluan lebih sulit untuk disusun. Sebab jika tidak optimal, artikel ilmiah bisa dinilai tidak menarik oleh pembaca. Sementara bagi reviewer, artikel ilmiah bisa dinilai kurang layak untuk terbit. 

Isi Bagian Pendahuluan Artikel Jurnal Ilmiah 

Mengutip dari University Writing Center, menurut John W. Creswell bagian pendahuluan (introduction) artikel jurnal ilmiah yang baik harus berisi setidaknya 5 informasi kepada pembaca. 

Mulai dari menjelaskan masalah yang diteliti, kajian pustaka masalah tersebut, identifikasi kelemahan penelitian terdahulu dari hasil kajian pustaka, menjelaskan urgensi masalah yang diteliti, sampai tujuan penelitian yang dilakukan. Supaya 5 informasi ini tercantum di pendahuluan, maka berikut isi dari pendahuluan (introduction): 

1. Latar Belakang Penelitian 

Menggunakan AI untuk jurnal ilmiah, khususnya untuk menyusun bagian pendahuluan artikel ilmiah. Maka tentu perlu memahami isi di bagian pendahuluan tersebut agar tidak keliru. 

Bagian pertama yang menjadi isi pendahuluan adalah latar belakang penelitian. Pada bagian pembuka ini, penulis akan menjelaskan topik (masalah) penelitian. Kemudian menjelaskan juga alasan memilih masalah tersebut untuk diteliti. 

Alasan yang dipaparkan tentu harus ilmiah, logis, dan berdasar. Bukan sekedar ada “alasan”, misalnya beralasan topik tersebut diteliti karena wangsit mimpi, hanya karena tertarik tanpa sebab pasti, dll. 

Baca juga: Inilah Daftar Kata yang Tidak Boleh di Awal Kalimat

2. Konteks Penelitian 

Isi kedua di dalam bagian pendahuluan adalah konteks penelitian. Artinya, penulis menjelaskan situasi dan ruang lingkup penelitian yang dilakukan. Misalnya menjelaskan batasan masalah yang diteliti, tempat dilakukan penelitian, dll. Sehingga menjelaskan penelitian yang dilakukan fokus ke mana. 

3. Urgensi Penelitian 

Isi ketiga di bagian pendahuluan artikel jurnal adalah urgensi penelitian tersebut. Yakni menjelaskan urgensi dari masalah yang diteliti, kenapa penting diteliti, kenapa perlu segera diteliti untuk dicari solusinya, dan/atau seberapa besar dampaknya sampai harus segera diteliti?

4. Hasil Kajian Pustaka 

Isi keempat di dalam bagian pendahuluan artikel jurnal ilmiah adalah hasil kajian pustaka. Penulis tentunya akan melakukan kajian pustaka dengan membaca sejumlah publikasi ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasilnya dipaparkan di bagian ini. 

Pada bagian ini, penulis mengawali dengan memaparkan teori-teori yang menjadi landasan atau dasar kegiatan penelitian. Misalnya meneliti dengan topik “Artificial Intelligence dalam Publikasi Ilmiah”. Maka penulis perlu mencari teori yang mendefinisikan apa itu AI, publikasi ilmiah, dan lain-lain yang berkaitan. 

Disusul dengan memaparkan rangkuman hasil penelitian terdahulu dan perkembangannya. Kemudian menjelaskan research gap atau kesenjangan penelitian terdahulu. Baru kemudian memaparkan novelty (kebaruan) dari penelitian yang dilakukan. 

Baca juga: Mengenal Etika Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah dan Cara Menghindari Pelanggarannya

5. Tujuan Penelitian

Isi terakhir di dalam bagian pendahuluan artikel jurnal adalah tujuan penelitian. Penulis akan memaparkan tujuan dari penelitian yang dilakukan. Biasanya dibuat singkat dan jelas, antara 1-2 kalimat. 

Sebagai informasi tambahan, meskipun bagian pendahuluan pada artikel jurnal terdiri dari isi di atas. Namun, penyusunannya dalam bentuk paragraf. Sehingga tidak disusun menjadi subbab maupun subsubbab seperti pendahuluan pada skripsi, tesis, dan disertasi. 

Tata Cara Menyusun Pendahuluan Artikel Jurnal Ilmiah dengan Bantuan AI 

Setelah memahami apa itu pendahuluan (introduction) pada artikel jurnal ilmiah. Tentu memiliki kemudahan untuk menyusunnya dengan baik dan benar. Supaya lebih efisien dan hasilnya memuaskan, maka menggunakan tools AI bisa dipertimbangkan. 

Ada banyak tools AI untuk jurnal ilmiah agar penulisannya efektif dan efisien. Masing-masing memiliki fitur tersendiri untuk memudahkan proses penyusunan bagian pendahuluan. Secara garis besar, tahap penyusunan pendahuluan dengan AI adalah sebagai berikut: 

1. Menentukan Topik Penelitian 

Tahap pertama dalam memanfaatkan tools AI untuk menyusun pendahuluan artikel jurnal adalah menentukan topik yang diteliti. Hal ini menjadi tahap pertama, karena akan menentukan prompt yang disusun ke tools AI yang akan digunakan. 

Jika memanfaatkan tools AI untuk mencari referensi kredibel. Maka bisa mengetik kata kunci pencarian yang sesuai kebutuhan. Sehingga tools AI tersebut merekomendasikan publikasi ilmiah yang relevan, menyusun rangkumannya, dll dengan tepat sesuai kebutuhan. 

Topik penelitian yang relevan dengan bidang keilmuan, menarik, dikuasai, disukai, memiliki urgensi tinggi, tengah menjadi tren publikasi ilmiah, dll. Menjadi topik yang menarik untuk dipilih. Semakin menarik topik tersebut, semakin mudah menembus media publikasi kredibel dan bereputasi. 

Baca juga: Format Penulisan Artikel Jurnal Terindeks SINTA

2. Menentukan Tools AI untuk Jurnal yang Ingin Digunakan 

Tahap kedua dalam memanfaatkan tools AI untuk jurnal ilmiah adalah menentukan tools mana yang akan digunakan. Pilihan tools AI sangat beragam dan dari waktu ke waktu jenisnya terus bertambah. 

Dalam memudahkan penyusunan artikel jurnal ilmiah, dosen maupun mahasiswa bisa menggunakan beberapa tools sekaligus. Misalnya menggunakan Chat GPT untuk mendapat rekomendasi topik menarik. Kemudian disusul dengan menggunakan SciSpace untuk mencari dan memahami referensi ilmiah. 

Lalu menggunakan Notion untuk menyusun kerangka artikel ilmiah, menggunakan Grammarly untuk cek grammar, dan memakai Mendeley untuk menyusun daftar pustaka otomatis. Silahkan menentukan dari awal agar bisa langsung menggunakan seluruh tools AI sesuai kebutuhan. 

Baca juga: 20 AI untuk Membantu Penelitian

3. Mulai Menggunakan Tools AI untuk Menyusun Pendahuluan 

Tahap ketiga setelah menentukan tools AI untuk jurnal yang akan digunakan apa saja dan untuk kebutuhan apa saja. Maka masuk ke tahap menggunakan tools yang dipilih tersebut untuk proses menyusun bagian pendahuluan. 

Dalam kebutuhan ini, tentunya membutuhkan tools AI yang membantu penyusunan karya tulis ilmiah. Memulai menggunakan tools tersebut bisa menyesuaikan dengan fitur dari tools yang dipilih. Sebab masing-masing tools punya fitur, nama fitur, dan fungsi fitur berbeda-beda. 

Misalnya, jika menulis pendahuluan artikel jurnal dengan SciSpace. Maka saat masuk ke akun SciSpace, bisa mengakses fitur bertajuk “AI Writer”. Maka SciSpace akan menampilkan lembar kerja untuk mengetik atau menulis bagian pendahuluan. 

4. Melakukan Penyuntingan dan Parafrase 

Tahap keempat dalam memanfaatkan tools AI untuk jurnal berkualitas, adalah tahap penyuntingan dan parafrase. Hasil penyusunan bagian pendahuluan yang dibantu tools AI sebaiknya diperiksa. 

Silahkan dibaca ulang, jika ada kesalahan maka bisa diperbaiki. Kemudian jika ada definisi teori dan belum ada sitasi, maka bisa melengkapinya dengan sitasi yang tepat dan kredibel. Lakukan ke seluruh isi bagian pendahuluan. 

Selain itu, sangat disarankan untuk hasil pengerjaan AI dilakukan parafrase. Hal ini membantu memastikan pendahuluan tetap ditulis dengan buah pikiran sendiri tanpa bergantung AI 100%. Sekaligus mencegah skor similarity indeks yang terlalu tinggi. 

Baca juga: Memahami Regulasi AI untuk Penelitian Ilmiah yang Dilaksanakan Dosen dan Mahasiswa 

5. Membaca dan Melakukan Penyuntingan Ulang 

Setelah proses penyuntingan dan parafrase, maka hasil akhirnya kembali perlu dibaca ulang. Jika masih dijumpai kesalahan, maka bisa dikoreksi. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas bagian pendahuluan. 

Sebagai informasi tambahan, dalam etika publikasi ilmiah setiap pengelola jurnal memiliki kebijakan tersendiri terkait penggunaan AI. Penulis tentu wajib mematuhi kebijakan tersebut. Jika diperbolehkan menggunakan AI, maka biasanya diwajibkan untuk membuat pernyataan. 

Teknik menyampaikan pengakuan penggunaan AI menyesuaikan kebijakan pengelola jurnal. Misalnya, beberapa jurnal mungkin meminta penulis membuat surat pernyataan dan dilampirkan saat submit artikel. Beberapa lagi, meminta mencantumkan tools AI yang digunakan di daftar pustaka, menjelaskan di bagian pendahuluan, dll. 

Sebaliknya, jika jurnal yang dituju menetapkan larangan penggunaan AI. Maka tentu Anda juga harus menyesuaikan. Yakni tidak menggunakan AI sama sekali untuk menyusun seluruh bagian artikel ilmiah. Jadi, silahkan konsultasikan atau ditanyakan dulu dengan editor jurnal mengenai hal ini.

Pilihan Tools AI untuk Membantu Menyusun Pendahuluan Artikel Jurnal 

Bagi Anda yang membutuhkan rekomendasi tool AI untuk jurnal, khususnya untuk kebutuhan menyusun bagian pendahuluan. Maka berikut beberapa tools AI yang bisa dipertimbangkan: 

1. Chat GPT 

Tools pertama adalah Chat GPT. Pengguna cukup mengetik prompt berisi perintah dibuatkan bagian pendahuluan. Maka Chat GPT akan membantu menyusunnya dalam hitungan detik. 

Misalnya menyusun prompt berikut “Susun pendahuluan artikel jurnal 4 paragraf tentang literasi digital mahasiswa dengan struktur latar belakang, penelitian terdahulu, research gap, dan tujuan penelitian.”

Baca juga: 6 Tips Menggunakan Scopus AI untuk Mendukung Publikasi Ilmiah Dosen 

2. SciSpace

Tools AI untuk jurnal berkualitas berikutnya adalah SciSpace. Sesuai penjelasan sebelumnya, tools AI ini menyediakan fitur bernama “AI Writer”. Pengguna cukup masuk ke website SciSpace dan memilih fitur tersebut. 

Maka akan muncul lembar kerja dan bisa mengetik topik atau judul penelitian. Lalu mengetik tanda baca “/”. Kemudian pilih pilihan “Write Introduction”. Maka SciSpace akan menyusun pendahuluan secara otomatis. 

Selain beberapa tools AI tersebut, tentunya masih banyak pilihan lainya. Silahkan melakukan eksplorasi lebih mendalam untuk mengenal lebih banyak pilihan. Membantu memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas kegiatan tri dharma. 

Para dosen bisa ikut serta dalam E-Course: AI ntuk Dosen, Akselerasi Tridharma Perguruan Tinggi dari Dunia Dosen. Materi E-Course sendiri bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Untuk mengetahui informasi lengkapnya, Anda dapat cek melalui halaman Kumpulan E-Course pada website Dunia Dosen.

More Posts

Kelas E-Course

Ebook Gratis

Tag Populer