Jenis-Jenis Luaran Hibah Penelitian Yang Dosen Wajib Ketahui dan Strategi Mencapainya

jenis-luaran-hibah-penelitian
Jenis-Jenis Luaran Hibah Penelitian Yang Dosen Wajib Ketahui dan Strategi Mencapainya

Mengenal jenis-jenis luaran hibah penelitian tentu menjadi hal penting. Sebab di dalam program hibah, biasanya sudah ditetapkan apa saja yang menjadi luaran wajib. Beberapa hibah juga member opsional luaran tambahan. 

Menentukan luaran penelitian biasanya dilakukan di tahap awal, yakni sebelum menyusun proposal penelitian. Pasalnya, target luaran harus dicantumkan di dalam proposal tersebut. Maka penentuannya harus tepat, sesuai ketentuan hibah dan juga harus realistis.

Tentang Luaran Hibah Penelitian 

Dalam Buku Panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 2026 (Kemdiktisaintek), luaran penelitian adalah hasil penelitian yang disajikan dalam bentuk karya ilmiah yang dipublikasikan, atau model dan prototipe/purwarupa yang didaftarkan Kekayaan Intelektual (KI)-nya. 

Luaran hibah penelitian merupakan luaran yang harus dicapai oleh penerima hibah penelitian. Sehingga jenis-jenis luaran hibah penelitian sudah ditetapkan pihak penyelenggara. Para dosen dan peneliti yang ingin meraih hibah ini, maka melakukan penyesuaian. 

Sesuai penjelasan sebelumnya, luaran dalam hibah penelitian ditentukan di awal. Sehingga bisa dicantumkan di proposal usulan. Kemudian, berjalannya penelitian yang didanai program hibah tersebut ada kewajiban untuk mencapai luaran yang dicantumkan dalam proposal. 

Oleh sebab itu, menentukan luaran hibah penelitian harus teliti. Selain harus sesuai ketentuan jenis luaran yang ditetapkan penyelenggara hibah. Juga harus realistis. Artinya, luaran tersebut benar-benar bisa dicapai oleh pengusul. Sehingga ada kesesuaian antara isi proposal yang diajukan dengan aktual luaran yang berhasil dicapai. 

Jenis-Jenis Luaran Hibah Penelitian 

Program hibah penelitian bisa diselenggarakan berbagai pihak. Mulai dari perguruan tinggi, program bisa diakses dosen di bawah naungan perguruan tinggi tersebut. Bisa juga terbuka untuk dosen dengan homebase mana saja. 

Kemudian, bisa juga diselenggarakan oleh pemerintah. Baik melalui kementerian seperti Kemdiktisaintek, Kemenag, dan sebagainya. Maupun lewat sejumlah lembaga pemerintah, misalnya BRIN. Bisa juga hibah diselenggarakan pihak lain seperti suatu perusahaan. Secara umum, berikut jenis-jenis luaran hibah penelitian: 

1. Publikasi Ilmiah 

Jenis luaran program hibah penelitian yang pertama adalah berbentuk publikasi ilmiah. Secara garis besar, luaran berbentuk publikasi ilmiah terbagi menjadi 3 jenis. Yaitu: 

a) Prosiding 

Luaran berbentuk publikasi ilmiah yang pertama adalah prosiding. Prosiding adalah kumpulan makalah atau artikel yang diterbitkan sebagai hasil dari suatu konferensi, seminar, atau pertemuan akademik lainnya. Sehingga ada proses mempresentasikan hasil penelitian di sebuah konferensi ilmiah.

b) Jurnal Ilmiah 

Jurnal ilmiah adalah media publikasi ilmiah yang mempublikasikan beberapa artikel ilmiah dalam periode waktu tertentu dan telah melalui proses penelaahan (peer review) oleh pakar di bidangnya. Kebanyakan hibah menetapkan publikasi di jurnal sebagai luaran wajib. 

c) Buku Ilmiah 

Buku ilmiah adalah karya tulis yang dipublikasikan melalui proses Penerbitan Ilmiah hasil dari penelitian, pengembangan, pengkajian, dan/atau penerapan hasil (temuan) penelitian. Buku ilmiah mencakup buku monograf, buku referensi, dan book chapter. 

Ada juga buku ajar, hanya saja isinya mengacu RPS bukan pada hasil penelitian. Hasil penelitian bisa dijadikan referensi tambahan, sedangkan RPS menjadi referensi utama. 

Jenis luaran dalam bentuk publikasi ilmiah selain jenis-jenis secara garis besar di atas, masih terbagi lagi. Misalnya untuk dosen di bawah koordinasi Kemdiktisaintek, luaran berbentuk jurnal sesuai PO BKD terbagi dalam 5 jenis. 

Mulai dari jurnal nasional, jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, jurnal internasional bereputasi, dan jurnal dalam bahasa Inggris yang tidak tercakup ke jurnal internasional dan bereputasi. Begitu juga dengan prosiding (nasional dan internasional). Serta book chapter (nasional dan internasional). 

2. Kekayaan Intelektual (KI) 

Jenis-jenis luaran hibah penelitian yang kedua adalah Kekayaan Intelektual (KI). KI bisa dipahami sebagai hak yang diberikan oleh negara (pemerintah) kepada seseorang atau badan hukum atas hasil karya intelektualnya, yang lahir dari kemampuan pikir, kreativitas, dan inovasi manusia. 

Suatu penelitian akan menghasilkan suatu temuan. Baik dalam bentuk teori, publikasi ilmiah yang dijelaskan sebelumnya, produk, prototipe, model, dan sebagainya. Temuan-temuan ini didaftarkan ke DJKI dan akan mendapatkan hak perlindungan hukum bernama KI tadi. 

KI mencakup Hak Cipta dan Hak Kekayaan Industri (Paten, Merek Dagang, Rahasia Dagang, Desain Industri, dll). Jika luaran penelitian dalam bentuk buku referensi, maka didaftarkan Hak Cipta. Jika berbentuk purwarupa, maka didaftarkan ke DJKI untuk mendapat Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (DTLST). 

3. Prototipe dan Produk 

Jenis-jenis luaran hibah berikutnya adalah produk, prototipe, maupun model. Dalam program hibah, luaran dalam bentuk-bentuk ini diwajibkan didaftarkan KI. Baik dalam proses pendaftaran maupun sudah memiliki KI. 

Pada beberapa hibah penelitian, hasil penelitian dalam bentuk produk maupun model yang belum didaftarkan KI juga diakui. Sehingga termasuk dalam luaran hibah penelitian. Berikut penjelasannya: 

  1. Produk adalah hasil akhir penelitian yang sudah siap digunakan atau diimplementasikan. Baik diimplementasikan ke institusi, masyarakat, atau pemerintah.
  2. Prototipe adalah bentuk awal atau versi percobaan dari produk yang dibuat untuk diuji, disempurnakan, dan divalidasi. Sehingga belum final dan perlu direvisi sampai diuji sebelum naik status menjadi produk. 
  3. Model adalah kerangka konseptual atau representasi sistematis yang menjelaskan hubungan antar variabel, alur proses, atau mekanisme kerja, yang dapat dijadikan dasar pengembangan produk atau kebijakan. 

Membantu memahami ketiganya, maka sebagai contoh perbandingan adalah luaran untuk penelitian di bidang pendidikan berikut: 

  • Luaran model: Menyusun model pembelajaran OBE
  • Luaran prototipe: Mengembangkan prototipe LMS berbasis OBE
  • Luaran produk: Menghasilkan produk LMS berbasis OBE siap pakai

4. Feasibility Study

Feasibility study juga termasuk jenis-jenis luaran hibah penelitian, Feasibility study adalah analisis yang bertujuan untuk menilai kelayakan teknis, finansial, operasional, dan lingkungan dari suatu proyek, produk, atau solusi yang diusulkan.

Luaran penelitian jenis ini sering dijumpai pada penelitian di bidang ilmu teknik dan juga bisnis. Feasibility study kemudian bisa menjadi dasar dalam penentuan kebijakan pihak terkait, misalnya oleh institusi, lembaga, sampai pemerintah. Serta menjadi dasar untuk penelitian lanjutan dengan tujuan mengembangkan produk. 

5. Rekomendasi Kebijakan 

Jenis-jenis luaran hibah penelitian selanjutnya adalah rekomendasi kebijakan. Luaran jenis ini memberikan saran atau rekomendasi kebijakan yang bisa diterapkan pihak terkait. Baik itu oleh institusi, pemerintah, organisasi, dll. 

Rekomendasi kebijakan sebagai luaran hibah penelitian bisa dalam beberapa bentuk di bawah ini: 

  1. Policy brief adalah sebuah dokumen dan padat yang merangkum hasil penelitian untuk memberi rekomendasi kebijakan yang cepat dan praktis kepada pengambil keputusan.
  2. Policy paper adalah dokumen lengkap yang menjelaskan suatu isu kebijakan, menganalisis berbagai aspek, dan memberikan rekomendasi berbasis bukti, untuk pemahaman mendalam oleh pengambil keputusan. 
  3. White paper adalah dokumen informatif yang memberikan penjelasan mendalam tentang solusi atau pendekatan tertentu pada suatu isu. 
  4. Executive summary adalah dokumen berisi laporan penelitian atau dokumen kebijakan yang lebih panjang, menekankan poin-poin penting dan implikasi kebijakan.
  5. Technical report adalah laporan teknis lengkap yang mendokumentasikan metode penelitian, data, analisis, dan temuan yang menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan.

Jenis-jenis luaran hibah penelitian memang cukup beragam. Namun, pada program hibah akan ditentukan pihak penyelenggara luaran mana saja yang sifatnya wajib (luaran wajib). Luaran wajib inilah yang diminta ditentukan di awal dan tercantum di proposal usulan. 

Jadi, sebelum menentukan target luaran penelitian yang akan dicapai. Pastikan membaca buku panduan program hibah penelitian yang dituju. Sebab beda program hibah dan beda penyelenggara. Tentu akan berbeda pula ketentuan luaran wajibnya. 

Ikuti juga kelas online Toolkit Dosen Kreatif “Menyusun RPS Inovatif” dan jadikan RPS Anda bukan sekadar dokumen, tetapi alat transformasi pembelajaran di kelas Anda!

Kenapa Harus Mencapai Luaran dalam Penelitian? 

Dalam program hibah penelitian dan hibah untuk kegiatan tri dharma lainnya. Memang sangat lumrah ada penetapan jenis-jenis luaran hibah penelitian. Namun, seberapa penting meraih atau mencapai luaran yang sudah ditentukan penyelenggara hibah? Berikut penjelasannya: 

  1. Luaran menjadi bentuk pertanggungjawaban penerima hibah, dimana menjadi bukti penelitian yang dilaksanakan sesuai proposal yang diajukan dan hasil penelitian tersebut bisa diverifikasi. 
  2. Bentuk tanggung jawab penerima hibah dalam memanfaatkan pendanaan yang diterima. Sehingga luaran yang dicapai bisa menunjukan pendanaan digunakan untuk apa dan hasilnya seperti apa. 
  3. Mendapat perlindungan dan keberlanjutan hasil penelitian, sebab luaran membantu hasil penelitian diakses publik. Selain itu, juga mendapat perlindungan hukum dari KI. 
  4. Merupakan bentuk kontribusi dosen dan peneliti dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebab luaran dalam berbagai jenis yang sudah dijelaskan bisa dibaca, diakses, dan dimanfaatkan oleh siapa saja. 
  5. Menunjang penilaian kinerja dosen dan pengembangan karir akademik, sebab luaran hasil penelitian ini yang dilaporkan dalam BKD dan dinilai Tim PAK saat mengajukan usulan kenaikan jabatan fungsional. 

Strategi Mencapai Target Luaran Hibah Penelitian 

Memahami bahwa mencapai satu atau beberapa dari jenis-jenis luaran hibah penelitian adalah wajib. Maka tentu, perlu menentukan luaran dengan tepat. Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan: 

1. Disesuaikan dengan Skema Penelitian yang Diajukan 

Dalam hibah penelitian, biasanya terbagi dalam beberapa skema (penelitian dasar, terapan, dan pengembangan). Masing-masing skema ada luaran tersendiri. Silahkan dipahami dan disesuaikan. Jangan sampai tertukar dengan skema lain yang tidak diajukan. Sebab bisa gagal di seleksi administrasi. 

2. Sesuai Kemampuan (Realistis)

Strategi kedua adalah menentukan luaran sesuai kemampuan atau bisa disebut realistis. Diskusi bersama tim, dari berbagai jenis luaran dalam hibah. Luaran mana yang paling mudah dan paling mampu dicapai? Setiap tim pengusul tentu memiliki jawaban sendiri-sendiri. 

3. Membentuk Tim Penelitian Berpengalaman 

Selanjutnya, adalah membentuk tim penelitian yang berpengalaman. Terutama ada pengalaman mencapai luaran yang relevan dengan luaran wajib di skema hibah yang dituju. Jika luaran wajib adalah publikasi di jurnal internasional bereputasi. Maka pilih tim yang sudah berpengalaman mengurus publikasi tersebut. 

4. Menuliskan Target Luaran dengan Ringkas dan Jelas

Berikutnya adalah menuliskan target luaran dengan ringkas agar mudah dipahami. Serta dibuat sejelas dan sangat spesifik. Sehingga saat isi proposal dibaca kembali, bisa paham betul luaran seperti apa yang ditetapkan dan ditargetkan tanpa resiko salah paham. 

5. Mengenal Mitra dengan Baik 

Pada skema penelitian tertentu di program hibah, ada kebutuhan dan kewajiban bekerjasama dengan mitra. Luaran yang dicapai perlu disesuaikan dengan kebutuhan mitra tersebut. Selain itu, pencapaian luaran juga dipengaruhi oleh dukungan mitra. 

6. Memulai Penelitian Lebih Awal 

Strategi selanjutnya, melakukan penelitian lebih awal sebelum pendanaan cair. Setelah proposal disetujui menerima hibah. Usahakan segera memulai penelitian. Sebab semakin awal dimulai, semakin cepat selesai dan semakin cepat pula meraih luaran yang ditargetkan. 

Dengan beberapa strategi tersebut, maka akan lebih mudah menentukan target luaran penelitian. Sekaligus mencapai luaran tersebut tepat waktu dan sesuai ketentuan. Jadi, silahkan memahami dan menentukan jenis-jenis luaran hibah penelitian dengan seksama.

Duniadosen juga memiliki kelas online dengan materi terbia dan sangat cocok untuk membantu pengembangan Anda! Jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftar E-Course dari Duniadosen dan tingkatkan kemampuan Anda!

Referensi:
  1. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2026). Buku Panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 2026. [BUKA]
  2. Ruang Jurnal. (n.d). Tips Menyusun Luaran Hibah Penelitian yang Tepat Sasaran. [BUKA]
  3. Ruang Akademisi. (n.d). Pentingnya Hibah Penelitian bagi Karier Akademik Dosen. [BUKA]
  4. Setiyo, M. (2025). Manajemen Luaran Penelitian. [BUKA]