Salam Sahabat Dunia Dosen semuanya. Semoga selalu dalam kondisi sehat dan dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Pada tulisan pertama, saya sudah menjelaskan bagaimana biasanya saya mendapatkan ide, di media apa saya mencatat ide tersebut, kemudian bagaimana mengembangkan ide menjadi sebuah kerangka tulisan untuk dijadikan naskah buku. Pada tulisan kedua ini, saya ingin berbagi pengalaman tentang langkah-langkah selanjutnya setelah menyusun outline atau kerangka tulisan untuk naskah-naskah buku saya.

Saya biasa menyimpan file naskah-naskah buku yang sudah ditulis outline-nya dalam sebuah folder yang saya beri nama “Bank Naskah”. Dari Bank Naskah inilah calon-calon buku saya lahir. Saya akan memilih calon-calon naskah buku untuk dieksekusi menjadi sebuah buku berdasarkan feeling alias ‘krentege ati’, he… he…

Setelah saya menetapkan pilihan naskah yang akan ditulis, selanjutnya saya menyiapkan amunisi untuk menulis. Baik itu berupa buku maupun artikel-artikel lepas di sejumlah media cetak dan elektronik (internet) terkait tema yang akan ditulis.

Langkah selanjutnya adalah mulai menulis rutin setiap hari dengan menggunakan metode yang saya sebut ‘One Day One Topic’ (ODOT).

Jika dalam naskah tersebut terdapat 30 topik bahasan, maka praktis dalam 30 hari atau sekitar 1 bulan, naskah buku tersebut selesai ditulis.

Jika setiap topik bahasan rata-rata ditulis sebanyak 5 halaman, maka jumlah halaman buku tersebut 150 halaman (versi Word). Biasanya setelah menjadi buku, jumlah halamannya bertambah banyak.

Langkah selanjutnya adalah editing naskah. Proses editing naskah ini penting dilakukan sebelum naskah benar-benar dikirim ke penerbit. Selain agar naskah kita terhindar dari kesalahan-kesalahan teknis yang tidak perlu, seperti salah ketik, kurang atau kelebihan huruf, ketidaktepatan tanda baca, ketidaktersambungan maksud antarparagraf, dan sebagainya, juga untuk memudahkan editor dalam menyunting naskah kita. Hal ini tentu menjadi poin plus bagi naskah kita di mata editor (penerbit).

Setelah yakin tentang kelayakan naskah tersbut untuk dikirim ke penerbit, barulah saya mengirimkannya.

Selanjutnya, saya tinggal menunggu jawaban dari penerbit. Rata-rata sekitar 1-2 bulan penerbit baru memberi kabar tentang diterima atau tidaknya naskah kita.

Didi Junaedi

Dosen di IAIN Syekh Nurjati, Cirebon.

Recent Posts

Format Penulisan Artikel Jurnal Terindeks SINTA

Salah satu faktor yang ikut menentukan artikel ilmiah diterima suatu jurnal adalah format penulisan artikel…

16 hours ago

Cara Memenuhi Angka Kredit Dosen melalui Publikasi Buku Referensi dan Monograf

Salah satu syarat untuk dosen bisa mengajukan usulan kenaikan jabatan akademik adalah memenuhi KUM sesuai…

21 hours ago

Ketentuan dan Cara Pemenuhan Angka Kredit Penelitian (AK Prestasi)

Kenaikan jabatan akademik dosen di tahun 2026 tentu mengikuti kebijakan terbaru yang diatur di dalam…

23 hours ago

Aturan Baru Terkait SKP Dosen Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, proses kenaikan jabatan akademik dosen mengacu pada Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025.…

1 day ago

Syarat agar Dosen Eligible untuk Sertifikasi Dosen Tahun 2026

Sertifikasi dosen (serdos) adalah proses panjang. Jauh sebelum dosen bisa menjadi peserta serdos. Maka perlu…

1 week ago

Ketentuan Baru Gaji Dosen Sesuai Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025

Penerbitan Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025 turut mengubah ketentuan baru gaji dosen di Indonesia. Baik…

1 week ago