Informasi

Ini Dua Peran Penting Pendidikan Tinggi Bagi Ekonomi dan Industri Indonesia

Jakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan pendidikan tinggi memiliki kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan industri di Indonesia. Menurutnya, terdapat dua peran penting pendidikan tinggi bagi ekonomi dan industri Indonesia. Yaitu menyiapkan sumber daya manusia/lulusan yang siap masuk industri dan menghasilkan riset inovatif yang siap dihilirisasi dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

”Masalah penyiapan sumber daya manusia itu harus ada ritme yang jelas antara pendidikan tinggi dengan industri, sehingga pendidikan tinggi itu tidak boleh lagi hanya meluluskan sarjana atau tenaga ahli saja, tapi ternyata tidak dipakai oleh industri,” ungkap Menteri Nasir seperti disampaikan dalam siaran pers ristekdikti.go.id.

Menristekdikti mengungkapkan hal tersebut saat menjadi salah satu menteri yang menjadi pembicara pada High Level Plenary Talk Show Sesi Pembangunan Manusia dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Hotel Shangri-La Jakarta pada Kamis (9/5).

Menristekdikti mengungkapkan agar pendidikan tinggi menghasilkan sumber daya manusia yang langsung dapat diterima industri, peran serta industri dalam kurikulum perlu dibuka lebar.

“Pendidikan tinggi di dalam mendesain kurikulum, harus bekerja sama dengan industri, karena dia akan menjadi user nantinya. Jangan sampai perguruan tinggi mendesain kurikulum atas dasar keinginan sendiri, perguruan tinggi harus berkolaborasi dengan industri,” ungkap Nasir.

Menristekdikti Mohamad Nasir ketika sedang menemui para awak media usai Musrenbangnas di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (9/5/2019). (Foto: dok. ristekdikti.go.id)

Pendidikan tinggi, selain berperan menciptakan lulusan yang siap masuk ke industri, juga berkontribusi bagi ekonomi dan industri melalui hasil penelitian. Nasir menargetkan selalu ada inovasi yang diterapkan pada industri dari seribu penelitian dari perguruan tinggi.

“Kalau kita ada riset seribu, yang akan jadi inovasi berapa? Dari seribu, mungkin seratus (inovasinya). Dari sepuluh persennya itu, yang akan masuk industri berapa? Sepuluh persennya juga. Kalau dari seribu bisa menghasilkan industri sepuluh, itu sudah luar biasa,” ungkap Menristekdikti.

Untuk dapat menciptakan lulusan siap kerja di industri sekaligus menciptakan inovasi bagi industri, pendidikan tinggi saat ini memiliki dua jenjang pendidikan berbeda sesuai dengan target dari lulusannya. Yaitu jenjang vokasi dan jenjang sarjana.

“Yang harus kita pikirkan adalah pendidikan tinggi harus bisa menghasilkan tenaga kerja yang profesional pada bidangnya, yaitu melalui pendidikan vokasi. Yang pendidikan akademik harus menghasilkan inovasi yang bisa dimanfaatkan industri,” ungkap Nasir.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir hadir didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im. Selain Menristekdikti, pembicara lain dalam High Level Plenary Talk Show Sesi Pembangunan Manusia ini mencakup Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita Farid Anfasa Moeloek, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Hery Sudarmanto.

Redaksi

Redaksi

Recent Posts

Laporan Program Hibah Penelitian: Pengertian, Fungsi, dan Persiapan Penyusunan

Selain mencapai luaran yang ditargetkan, penerima program hibah juga memiliki kewajiban menyusun laporan program hibah…

2 hours ago

Strategi Memenuhi Syarat Khusus Kenaikan Jabfung dengan Menyusun Roadmap Penelitian

Menyusun roadmap penelitian untuk memudahkan publikasi ilmiah bisa dikatakan langkah yang tepat. Sebab, roadmap penelitian…

4 hours ago

Syarat Kenaikan Jabatan Menuju Profesor Berdasarkan Juknis Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025

Setiap dosen di Indonesia, tentu ingin mencapai puncak karir akademik. Yakni dengan menjadi Guru Besar…

1 day ago

Sosialisasi Petunjuk Teknis Permendiktisaintek No 52 Tahun 2025

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menggelar sosialisasi Petunjuk Teknis Pengembangan Profesi dan…

1 day ago

Memahami Sebab Publikasi Ilmiah SLR Tidak Menunjang Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen

Menyusun artikel ilmiah dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) menjadi langkah yang sering diambil…

2 days ago

Memahami Apa Itu Novelty pada Penelitian dan Cara Menentukannya

Salah satu indikator kualitas penelitian dikatakan baik adalah terdapat novelty pada penelitian tersebut. Novelty (kebaruan)…

2 days ago