Informasi

UGM Kembali Sukses Kantongi Peringkat Pertama Kampus dengan Kinerja Penelitian Terbaik

Yogyakarta – Sekali lagi, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengantongi peringkat pertama sebagai perguruan tinggi dengan kinerja penelitian terbaik tahun 2016-2018. Prestasi ini mengulang kembali kesuksesan UGM seperti tahun 2013-2015 silam. Saat itu, UGM juga dinobatkan sebagai perguruan tinggi dengan kinerja penelitian terbaik.

Pemeringkatan perguruan tinggi ini berdasar penilaian kinerja penelitian yang dikeluarkan Kemenristek periode 2016-2018. Mengacu pada data yang dikumpulkan oleh masing-masing perguruan tinggi di Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Simlitbamas).

Adapun komponen yang dievaluasi antara lain sumber daya penelitian, manajemen penelitian, luaran, serta revenue generating yang dihasilkan.

Dari hasil penilaian tersebut 10 besar universitas dengan kinerja penelitian terbaik adalah UGM berada di posisi pertama. Disusul oleh Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Andalas, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Udayana.

“Hasil ini menjadi penghargaan bagi semua warga UGM,” ujar Sekretaris Direktorat Penelitian UGM, Dr. Mirwan Ushada, STP. M.App.Life.Sc., Rabu (201/11/2019), atas peringkat yang dirilis oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) merilis peringkat tersebut.

Dilansir ugm.ac.id, Mirwan menyebutkan keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama sivitas akademika UGM. Ia menekankan peran peneliti di pusat studi, sekolah, dan fakultas yang turut andil dalam pencapaian ini. Para peneliti tersebut telah berkarya menghasilkan penelitian baik berupa prosiding, publikasi, jurnal, maupun hak kekayaan intelektual.

Selain peneliti, Mirwan juga menyampaikan, berkat dukungan unit-unit kerja di UGM dalam memfasilitasi penelitian maka peringkat tersebut bisa disandang kembali.

Pemeringkatan perguruan tinggi ini berdasar penilaian kinerja penelitian yang dikeluarkan Kemenristek periode 2016-2018. Mengacu pada data yang telah dikumpulkan oleh masing-masing perguruan tinggi di Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Simlitbamas). (sumber: ugm.ac.id)

Beberapa diantaranya seperti Badan Penerbit dan Publikasi, Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi, Direktrorat Kerja Sama dan Urusan Internasional, Direktorat Keuangan, Direktorat Sistem dan Sumber Daya Informasi, Direktorat SDM, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat, Pusat Inovasi Agro Teknologi, Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu, fakultas, sekolah, dan pusat studi.

“Ini semua seperti orkestrasi, bukan hanya menjadi kerja satu unit saja, tetapi semua pihak,” jelas Mirwan. Pemeringkatan bukan menjadi tujuan akhir tetapi memacu UGM untuk bekerja dan berkarya lebih baik lagi dalam mencapai visi misinya menjadi perguruan tinggi nasional berkelas dunia yang unggul dan inovatif serta bermanfaat bagi masyarakat.

Lebih lanjut Mirwan mengungkapkan jika UGM telah mengambil empat  langkah strategis guna mempertahankan capaian tersebut. Empat langkah itu adalah memastikan kepatuhan pada proses riset, meluncurkan kebijakan yang lebih nyaman bagi para peneliti, etika dan integritas, serta mengimplementasikan technology lisence office dan technologi transfer office. 

“Tantangan selanjutnya adalah hilirisasi hasil riset ke industri, serta mendorong riset berbasis kearifan lokal serta digitalisasi riset,” pungkasnya.

Redaksi

Recent Posts

Cara Membuat Pendahuluan Artikel Jurnal Ilmiah dengan Efektif dan Efisien

Menggunakan AI untuk jurnal atau penulisan artikel pada jurnal ilmiah menjadi pertimbangan yang layak dilakukan…

23 hours ago

Serdos 2026, Pahami dan Penuhi Persyaratannya dari Sekarang!

Penerbitan Permendiktisaintek No. 52 Tahun 202,5, tentu menjadi babak baru bagi dosen di Indonesia untuk…

24 hours ago

Strategi Menghindari Kesalahan Dosen dalam Penyusunan RPS OBE

Kurikulum yang diterapkan di perguruan tinggi Indonesia adalah kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education). Salah satu…

2 days ago

Apa Itu Rumpun Ilmu? Dosen Pemula Wajib Tahu

Sejak tahun 2024, semua dosen di Indonesia diwajibkan mengisi data rumpun ilmu di profil SISTER…

2 days ago

6 Tips Menggunakan Scopus AI untuk Mendukung Publikasi Ilmiah Dosen

Menggunakan teknologi AI bagi kalangan akademisi, tentu bukan hal baru. Sebab dengan penggunaan yang etis…

3 days ago

Bagus Muljadi, Dosen asal Indonesia yang Menjadi Assistant Professor termuda di University of Nottingham

Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki cita-cita menjadi dosen, tentu tak harus mengajar di Indonesia.…

3 days ago