Informasi

Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal Resmi Dibuka

Kendal – Politeknik Industri Furnitur  dan Pengolahan Kayu di Kendal resmi dibuka oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Menteri Pendidikan Tinggi dan Keterampilan Republik Singapura Ong Ye Kung di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah, kemarin (10/1). Keberadaan Politeknik Industri Furnitur di Kawasan Industri, Kendal ini salah satunya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri kompeten untuk mendorong peningkatan produktivitas dan menjadikan industri furnitur lebih berdaya saing.

”Keberadaan Politeknik Industri Furniture dan pengolahan kayu harus bisa menjawab tantangan perkembangan industri dan tren pasar furnitur,” kata Menteri Airlangga dalam sambutan pembukanya, dikutip dari Antara News, Kamis (10/1/2019).

Menurut Airlangga, pasar furnitur saat ini mengalami pergeseran dari yang semula membeli produk jadi ke toko beralih ke pemesanan model tertentu. Hal ini disebabkan industri furnitur merupakan sektor yang berbasis gaya hidup. Artinya, diperlukan inovasi desain produk yang mengikuti selera pasar terkini agar mampu bersaing.

Kombinasi jaringan produksi dan kemajuan teknologi dalam penerapan industri 4.0 juga mendukung tren pasar tersebut. Sehingga industri furnitur saat ini telah didukung dengan teknologi yang memudahkan pembuatan furnitur secara custom.

Untuk itu, penyelenggaraan pendidikan pada Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu baik kurikulum maupun fasilitas praktikum tidak saja disiapkan untuk menghasilkan SDM yang sesuai kebutuhan industri saat ini, tetapi juga mengantisipasi kebutuhan kompetensi SDM ke depan khususnya menghadapi penerapan industri 4.0.

Ada pun Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu ini diperuntukkan bagi kelompok industri ringan (light industry) yang menghasilkan barang siap pakai/konsumsi. Termasuk di dalamnya industri furniture.

Sistem pembelajaran di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu ini mengadopsi konsep dual system yang dikembangkan bersama Swiss. Sehingga lulusan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri dan nantinya dapat menjadi contoh bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar dalam kesempatan sama memaparkan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu telah memulai operasional pendidikan angkatan pertama sejak 1 Oktober 2018 dengan tiga Program Studi. Yaitu Teknik Produksi Furnitur, Desain Furnitur, dan Manajemen Bisnis Industri Furnitur.

”Sejak awal pendirian, Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu telah bekerja sama dengan industri mulai dari penyusunan kurikulum, seleksi mahasiswa, penyediaan tenaga pengajar hingga tempat praktik kerja,”tambah Haris.

Jumlah mahasiswa angkatan pertama sebanyak 99 orang yang diseleksi dari 694 orang pendaftar. Seluruh mahasiswa tersebut telah disiapkan rencana penempatannya pada 16 perusahaan industri furnitur.

Politeknik yang dibangun di atas lahan dua hektare dengan luas gedung 4.800 m2 ini terdiri dari 4 lantai, dilengkapi dengan ruang pameran sebagai salah satu sarana untuk promosi produk furniture bagi industri serta produk hasil praktek mahasiswa.

Redaksi

Redaksi

Recent Posts

Cara Membuat Pendahuluan Artikel Jurnal Ilmiah dengan Efektif dan Efisien

Menggunakan AI untuk jurnal atau penulisan artikel pada jurnal ilmiah menjadi pertimbangan yang layak dilakukan…

1 day ago

Serdos 2026, Pahami dan Penuhi Persyaratannya dari Sekarang!

Penerbitan Permendiktisaintek No. 52 Tahun 202,5, tentu menjadi babak baru bagi dosen di Indonesia untuk…

1 day ago

Strategi Menghindari Kesalahan Dosen dalam Penyusunan RPS OBE

Kurikulum yang diterapkan di perguruan tinggi Indonesia adalah kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education). Salah satu…

2 days ago

Apa Itu Rumpun Ilmu? Dosen Pemula Wajib Tahu

Sejak tahun 2024, semua dosen di Indonesia diwajibkan mengisi data rumpun ilmu di profil SISTER…

2 days ago

6 Tips Menggunakan Scopus AI untuk Mendukung Publikasi Ilmiah Dosen

Menggunakan teknologi AI bagi kalangan akademisi, tentu bukan hal baru. Sebab dengan penggunaan yang etis…

3 days ago

Bagus Muljadi, Dosen asal Indonesia yang Menjadi Assistant Professor termuda di University of Nottingham

Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki cita-cita menjadi dosen, tentu tak harus mengajar di Indonesia.…

3 days ago