Informasi

Politeknik ElBajo Commondus Jadi Pendidikan Tinggi Vokasi Baru di Indonesia Timur

Nusa Tenggara Timur – Pendidikan tinggi vokasi belum banyak di Indonesia Timur. Dalam beberapa tahun terakhir, pembentukan pendidikan tinggi vokasi lebih digalakkan lagi. Apalagi mengingat pendidikan vokasi masih menjadi dinomorduakan dibandingkan dengan pendidikan sarjana. Pada Jumat (1/3), Direktur Jenderal Kelembagan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Dr. Ir Patdono Suwignjo M. English.Sc mengapresiasi berdirinya Politeknik elBajo Commodus di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Dalam peresmian Politeknik ElBajo Commondus, Patdono Suwigno mengapresiasi berdirinya pendidikan tinggi vokasi pertama di Manggarai Barat, karena belum banyak pendidikan tinggi vokasi di Indonesia Timur.  Peresmian ditandai dengan menandatangani prasasti serta memberikan kuliah umum. Hadir Bupati Manggarai Barat Agustinus C.Dula, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Bali dan NTB I Nengah Dasi Astawa, Kepala Yayasan Anak Bangkit Negeriku Novita Halim, Direktur Politeknik ElBajo Commodus Teddy Halim serta sejumlah dosen dan mahasiswa.

Politkenik ElBajo Commondus ini bergerak pada pengembangan pendidikan vokasi di bidang pariwisata.

Patdono Suwignjo secara khusus menyampaikan terima kasih atas inisiatif dari Keluarga Besar Ibu Novi atas pembangunan politeknik tersebut. ”Untuk itu kami atas nama pemerintah mengucapkan banyak terimakasih setiap usaha usaha yang membantu pemerintah di dalam mencerdaskan kehidupan bangsa ini,” jelasnya dilansir kelembagaan.ristekdikti.go.id.

Saat menyampaikan kuliah umum, Patdono mengatakan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia terkecil di bandingkan Malaysia, Singapura, apalagi dengan Korea Selatan. Pemerintah tidak mempunyai kekuatan untuk membangun perguruan tingginya sendiri. Sehingga partisipasi dari masyarakat sangat diharapkan. Tercatat perguruan tinggi yang didirikan oleh pemerintah hanya seperlima dari perguruan tinggi yang ada. Selebihnya 80% perguruan tinggi didirikan  oleh masyarakat atau swasta.

Dr. Ir Patdono Suwignjo M. English.Sc, oleh Direktur Jenderal Kelembagan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti menghadiri peresmian politeknik ElBajo Commodus. (Foto: dok. poltekelbajo.ac.id)

Patdono menambahkan, dengan adanya pihak Yayasan Bangkit Negeriku yang mendirikan  Politeknik ElBajo Commodus maka Labuan Bajo ini bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di bidang pariwisata. Politeknik ElBajo Commodus tersebut bergerak dalam pengembangan pendidikan vokasi di bidang pariwisata dan memiliki Progam Studi Sarjana Terapan (D4) Pengelolahan Perhotelan, Diploma III Perhotelan dan Diploma III Ekowisata.

Patdono menjelaskan salah satu kelemahan pendidikan tinggi di Indonesia adalah masih sedikitnya perguruan tinggi maupun minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi vokasi. Menurutnya, di semua negara industri maju, jumlah perguruan tinggi politeknik lebih banyak daripada universitas. Di Indonesia justru kebalikanya, universitas lebih banyak dibanding pendidikan vokasinya. Saat ini Indonesia memilik perguruan tinggi vokasi sebanyak 262 politeknik dan non politeknik 4.560 buah. Sementara itu pemerintah melalui Kemenristekdikti sudah berupaya mendukung pendidikan vokasi dengan mengirim 105 mahasiswa lulusan D2 maupun D3 politeknik  Indonesia untuk melanjutkan kuliah di Taiwan.

”Kita membuat progam revitalisasi vokasi yang tujuanya agar bahwa jumlah politeknik di Indonesia harus di tingkatkan jumlahnya, mutu politeknik harus diperbaiki sehingga lulusan SMA dan SMK kalau di tanya setelah lulus ingin melanjutkan kuliah dimana,  idealnya adalah lebih dari 60% menyatakan ingin sekolah di politeknik,” jelas Patdono.

Menurut Patdono, salah satu ciri politeknik itu adalah keterlibatan industrinya itu sangat besar. ”Untuk itu saya menghimbau industri yang terkait dengan pariwisata yang ada di Labuan Bajo ini mau bekerjasama dengan politeknik ElBajo Commodus ini, diantaranya dengan merumuskan kurikulumnya untuk memenuhi kompetensi yang diinginkan. Untuk itu, dosenya minimum lima puluh persen dari praktisi industri pariwisata di sini,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat Agustinus C. Dula menyampaikan rasa bangga dan terima kasih banyak serta rasa hormat karena peresmian Politeknik ElBajo Commodus yang direncanakaan sejak lama. Kehadiran politeknik ini menumbuhkan harapan karena perguruan tinggi merupakan mahkota dari sebuah ibukota sehingga harga diri Manggarai Barat bisa terangkat.

Agustinus berharap dengan kehadiran politeknik ini mampu mengangkat kelas pariwisata di wilayah tersebut menjadi setara dengan wisata dunia lainnnya. Ia juga mengharapkan terciptanya sumber daya manusia yang nanti bisa mengimbangi perkembangan obyek pariwisata Labuan Bajo dan Pulau Komodo yang terus berkembang ke kelas dunia.

 

Redaksi

Redaksi

Recent Posts

Cara Membuat Pendahuluan Artikel Jurnal Ilmiah dengan Efektif dan Efisien

Menggunakan AI untuk jurnal atau penulisan artikel pada jurnal ilmiah menjadi pertimbangan yang layak dilakukan…

1 day ago

Serdos 2026, Pahami dan Penuhi Persyaratannya dari Sekarang!

Penerbitan Permendiktisaintek No. 52 Tahun 202,5, tentu menjadi babak baru bagi dosen di Indonesia untuk…

1 day ago

Strategi Menghindari Kesalahan Dosen dalam Penyusunan RPS OBE

Kurikulum yang diterapkan di perguruan tinggi Indonesia adalah kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education). Salah satu…

3 days ago

Apa Itu Rumpun Ilmu? Dosen Pemula Wajib Tahu

Sejak tahun 2024, semua dosen di Indonesia diwajibkan mengisi data rumpun ilmu di profil SISTER…

3 days ago

6 Tips Menggunakan Scopus AI untuk Mendukung Publikasi Ilmiah Dosen

Menggunakan teknologi AI bagi kalangan akademisi, tentu bukan hal baru. Sebab dengan penggunaan yang etis…

3 days ago

Bagus Muljadi, Dosen asal Indonesia yang Menjadi Assistant Professor termuda di University of Nottingham

Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki cita-cita menjadi dosen, tentu tak harus mengajar di Indonesia.…

3 days ago