Informasi

Produk Pelembab Pertama dengan Vitamin D Hasil Pengembangan UGM

Produk Pelembab dengan Vitamin D Hasil Pengembangan UGM – Produk perawatan kulit tentu semakin menjamur di pasaran apalagi setelah banyaknya produk-produk dari luar masuk ke Indonesia. Meskipun banyak produk perawatan kulit menawarkan segudang manfaat dan mengklaim menjadi produk terbaik. 

Namun memilih yang kaya nutrisi dan memberi manfaat lebih tentunya menjadi pertimbangan brilian di masa sekarang. Sebagai pertimbangan yang bisa diprioritaskan mungkin kehadiran pelembab kulit karya UGM yang dikabarkan mengandung Vitamin D. 

Baca juga : Keterampilan 5C yang Diharapkan Kemendikbud Dimiliki Mahasiswa

Penemuan Pelembab dengan Kandungan Vitamin D

Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri dari FKKMK dan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Mengembangkan sebuah produk pelembab kulit atau yang dikenal juga dengan istilah body lotion. Yakni dengan kandungan Vitamin D. 

Produk pelembab yang dikembangkan ini kemudian diberi nama Dermavita DHC, dan merupakan pelembab pertama di Indonesia yang mengandung Vitamin D. Kandungan vitamin ini terutama dari jenis provitamin D3. 

Produk ini sendiri diperkenalkan tim peneliti UGM melalui webinar “New Discovery of Moisturizer” pada Rabu (4/11/2020) lalu. Pelembab ini juga dihadirkan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan kulit kering yang sering dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia. 

Salah satu anggota dari tim peneliti UGM ini adalah Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, SpKK (K) FINSDV, FAAD. Menyampaikan bahwa produk pelembab ini merupakan hasil pengembangan pelembab yang dilakukan bersama mitra industri, yaitu PT. Dion Farma Abadi. 

Alternatif untuk Memenuhi Kebutuhan Vitamin D

Tidak hanya menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan kulit kering, Hardyanto juga menyampaikan manfaat lain dari pelembab satu ini. Yakni bisa digunakan sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan Vitamin D. 

Selama ini untuk memenuhi kebutuhan Vitamin D memang masyarakat mengandalkan sinar matahari pagi. Sekaligus ditunjang dengan pemenuhan nutrisi tubuh lain yang diperlukan agar produksi Vitamin D secara alami ini dapat terjadi secara maksimal. 

Selain itu, masyarakat juga memenuhi kebutuhan vitamin satu ini dengan mengkonsumsi suplemen yang sesuai. Memahami kondisi seperti ini di lapangan maka Hardyanto menyampaikan bahwa pelembab ini bisa dijadikan alternatif. 

Sebab mengandung Vitamin D yang tentunya dapat memberikan efek sama atau nyaris sama dengan paparan sinar matahari pagi. Hanya saja sekedar menggunakan pelembab ini tanpa diimbangi dengan asupan nutrisi dari makanan juga bukan langkah tepat. 

Disampaikan pula bahwa dengan pelembab ini maka tim peneliti UGM mencoba menghadirkan alternatif pemenuhan Vitamin D secara topikal. Yakni mengoleskan produk pelembab ini di permukaan kulit untuk mendapatkan vitamin tersebut. 

Anggota tim peneliti lain, yakni Prof. Med. dr. Retno Danarti, SpKK (K) FINSDV, FAAD juga menambahkan. Bahwa inovasi untuk produk pelembab kulit ini mengandung 7 Dehydrocholesterol yang kemudian dikombinasikan dengan matrik skin barrier

Baca juga : Tips Kuliah Daring Tanpa Buat Kantong Kering

Kombinasi dari kedua nutrisi ini kemudian membantu memberikan manfaat lebih kompleks. Yakni membantu meningkatkan hidrasi kulit, skin barrier (pelindung kulit), dan juga membantu proses terapi untuk kondisi dermatitis atopik. 

Vitamin D sendiri diketahui menjadi salah satu nutrisi penting untuk menjaga maupun mengembalikan kelembaban alami kulit. Secara klinis dengan penambahan vitamin D ini secara topikal bisa membantu meningkatkan kelembaban alami kulit yang tadinya kering. 

Kehadiran pelembab yang dikembangkan oleh tim peneliti dari UGM ini diharapkan bisa mengatasi keluhan kulit kering. Sekaligus meminimalkan penetrasi dari bahan iritan maupun alergen seperti yang banyak dijumpai di produk-produk perawatan kulit. 

Cara Penggunaan

Bagaimana cara menggunakan produk pelembab dari UGM ini? Ternyata tidak berbeda jauh dengan produk body lotion pada umumnya. Yakni cukup dioleskan secukupnya dan secara merata di permukaan kulit yang dikehendaki secara teratur. 

Penulis : duniadosen.com/Pujiati
Editor : Wahyudha Wibisono

Sumber : https://www.kompas.com

Admin Dunia Dosen

Admin Website Dunia Dosen Indonesia.

Recent Posts

Cara Membuat Pendahuluan Artikel Jurnal Ilmiah dengan Efektif dan Efisien

Menggunakan AI untuk jurnal atau penulisan artikel pada jurnal ilmiah menjadi pertimbangan yang layak dilakukan…

1 day ago

Serdos 2026, Pahami dan Penuhi Persyaratannya dari Sekarang!

Penerbitan Permendiktisaintek No. 52 Tahun 202,5, tentu menjadi babak baru bagi dosen di Indonesia untuk…

1 day ago

Strategi Menghindari Kesalahan Dosen dalam Penyusunan RPS OBE

Kurikulum yang diterapkan di perguruan tinggi Indonesia adalah kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education). Salah satu…

2 days ago

Apa Itu Rumpun Ilmu? Dosen Pemula Wajib Tahu

Sejak tahun 2024, semua dosen di Indonesia diwajibkan mengisi data rumpun ilmu di profil SISTER…

2 days ago

6 Tips Menggunakan Scopus AI untuk Mendukung Publikasi Ilmiah Dosen

Menggunakan teknologi AI bagi kalangan akademisi, tentu bukan hal baru. Sebab dengan penggunaan yang etis…

3 days ago

Bagus Muljadi, Dosen asal Indonesia yang Menjadi Assistant Professor termuda di University of Nottingham

Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki cita-cita menjadi dosen, tentu tak harus mengajar di Indonesia.…

3 days ago