Informasi

Pandemi, Kedua Dosen UIGM Ini Gagas iFarmplg Bantu Penjual di Pasar Tradisional

Kedua dosen Universitas Indo Global Mandiri (UIGM), Palembang menggagas iFarmplg demi bantu penjual di pasar tradisional di Palembang selama masa pandemi. Kedua dosen UIGM itu adalah Risqo M. Wahid, S.E., M.Sc., yang bertugas sebagai research dan social media dan Budi Setiawan, S.E., M.M., sebagai pemilik iFarm dan penyedia data.

Latar Belakang

Kedua dosen penggagas tersebut membuat Social Media Marketing untuk iFarmyang menggunakan tools media sosial instagram (@ifarmplg) dan whatsapp untuk penjual sayur dan daging di pasar tradisional di Palembang yang terdampak Covid-19.

Risqo mengakatan, gagasan iFarmplg yang menggunakan dana pribadi tersebut dilatar belakangi karerna terjadinya penurunan pendapatan para pedagang pasar tradisional di Kota Palembang, khususnya di pasar Kuto akibat Covid-19. Kebijakan social distancing menyebabkan terjadinya penurunan aktivitas di pasar tradisional yang berdampak terhadap penjualan.

“Oleh karena itu @ifarmplg hadir untuk memjembatani agar konsumen dan pedagang di pasar tradisional tetap terhubung dan bisa melakukan transaksi seperti biasa menggunakan platform sosial media,” terangnya.

Proses



Hasil gagasan kedua dosen UIGM Risqo M. Wahid, S.E., M.Sc., dan Budi Setiawan, S.E., M.M., berupa ifarmplg yang bisa diakses di Instagram dan whatsapp. (Sumber Foto: dok. Budi)

Pengumpulan Data Awal

Langkah awal yang dilakukan kedua dosen dalam berinovasi membangun marketplace untuk penjual di pasar tradisional yaitu; pengumpulan data awal. Risqo menjelaskan, pada tahap tersebut berdiskusi tentang masalah bisnis, terutama masalah pemasaran. Setelah itu, kedua dosen tersebut melakukan data mining pada akun Instagram iFarm.

Segmentasi

Berdasarkan data yang ada, kedua dosen tersebut melakukan segmentasi pasar berdasarkan jenis kelamin, area residensial, hobi, dan umur.

Pemasaran Melalui Instagram Ads

Materi Instagram Ads disusun berdasarkan hasil segmentasi pasar. Ikan ini berlangsung selama sepekan.

Evaluasi

Pada tahap akhir ini kedua dosen tersebut mengevaluasi tingkat keberhasilan program pemasaran melalui media sosial. Risqo mengatakan, ia membandingkan metric (reach, source of reach, profile visit, website clicks, likes, comments, saves, shares, dll.) sebelum dan sesudah penerapan Instagram Ads.

Hasil

Hasil dari gagasan dibentuknya marketplace untuk penjual di pasar tradisional itu terdiri dari beberapa luaran dan dampak, diantaranya:

Awareness meningkat 30%

Jumlah pembeli meningkat 40%

Jumlah penjualan meningkat 20%

Jumlah penjual sayur/daging/bumbu dapur/buah/snack di pasar tradisional yang terbantu meningkat sekitar 20%.

Sebagai catatan, Risqo menjelaskan Instagram Ads tidak sukses secara signifikan untuk meningkatkan jumlah likes, comment, saves, shares, dan followers.

“Hal ini terjadi karena akun instagram @ifarmplg belum menerapkan strategi manajemen konten yang optimal. Ke depannya, pihaknya akan memperbaikinya,” jelasnya.

Produk yang Dihasilkan

Budi menjelaskan produk ifarmplg berupa menyediakan jasa yang menghubungkan antara pedagangan di pasar tradisional dan pembeli. Dan bisa digunakan atau diaplikasikan oleh masyarakat luas.


Dosen UIGM Budi Setiawan, S.E., M.M., sebagai pemilik iFarm dan penyedia data dalam menggagas iFarmplg. (Sumber Foto: dok. Budi)

“Hasil gagasannya ini saat ini belum dipublikasikan ke media masa lain. Sekarang sedang proses penulisan untuk penerbitan ke jurnal ilmiah internasional,” ungkap Budi.

Budi memberikan info bahwa di portal SINTA sekarang ada satu bagian yang mengulas kontribusi dosen terkait Covid-19. Baik dalam bentuk publikasi ilmiah, penciptaan produk dan lainnya. Dari hasil gagasan itu pula Budi dan Risqo akan mempublikasikannya ke SINTA.

Cara Pengaplikasian

Ifarm memberi update price setiap hari. Konsumen megirim order via whatsapps. Lalu tim ifarm belanja produk-produk yang dipesan ke pedagang tradisional. Setelah itu, barang dikirim menggunakan driver ojek.

Harapan

Harapan kedua dosen tersebut, gagasan dan implementasi ini dapat memberikan manfaat bagi pedagangan kaki lima di pasar tradisional dalam hal meningkatkan penjualan. Selain itu, hasil penelitian yang akan di publish di jurnal bereputasi bisa menjadi sumber bacaan dan informasi bagi masyarakat.

Tak hanya itu, tetapi juga mendorong pembaca untuk bisa mempraktikkan hal serupa agar kita bisa berperan secara aktif untuk membantuk pelaku UMKM di Indonesia.

“Kami perpikir bahwa situasi Covid-19 seperti hari ini merupakan waktu yang sangat tepat bagi siapapun, termasuk akademisi untuk turun tangan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat secara langsung,” tambahnya. (duniadosen.com/titisayuw)

Redaksi

Recent Posts

Mengenal Vancouver Style, Gaya Sitasi yang Umum Digunakan dalam Proposal Hibah Penelitian

Ada cukup banyak gaya sitasi yang digunakan di Indonesia, baik di lingkungan perguruan tinggi maupun…

2 hours ago

Memahami Cara Menentukan dan Mengukur TKT dalam Prorgram Hibah Penelitian

Pernahkah mencari informasi mengenai bagaimana cara menentukan dan mengukur TKT hasil penelitian? Bagi dosen, istilah…

23 hours ago

Cara Cek NUPTK Dosen Kemdiktisaintek dan Kemenag

NUPTK menjadi nomor identitas unik untuk profesi dosen di Indonesia. Sehingga dosen perlu memahami cara…

1 day ago

Tata Cara Mengetahui Quartile Jurnal Ilmiah dan Daftar Jurnal Indonesia Q1-Q4 2026

Bagi dosen, mahasiswa, maupun peneliti memahami cara mengetahui quartile jurnal ilmiah sangat penting. Khususnya pada…

2 days ago

Nominal Tunjangan Sertifikasi Dosen Berapa? Ini Penjelasan dan Syarat Pencairannya

Dosen di Indonesia memiliki hak menerima sejumlah tunjangan yang sifatnya khusus, salah satunya tunjangan sertifikasi…

2 days ago

Pembukaan Pendaftaran Program Degree by Research (DbR) BRIN Tahun 2026

Bagi dosen maupun calon dosen dan para peneliti yang mencari program beasiswa pascasarjana. Maka bisa…

3 days ago