Informasi

Mahasiswa UAD Menyabet Juara Satu dengan Plester Antinyeri Berbahan Herbal

Yogyakarta – Kabar baik datang dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Pasalnya tiga mahasiswanya dari Fakultas Farmasi UAD yakni Kalfin Juniardi Sani, Arsynnur Pratiwi, dan Nursahsa Awalia berhasil menyabet juara satu dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional dengan judul Inovasi Plester Antinyeri Herbal dari Lidah Buaya (Pleslibu) dengan Onset Cepat, Praktis, dan Efektif sebagai Upaya Menurunkan Angka Kesakitan Akibat Nyeri.

Dikutip dari uad.ac.id, dalam perlombaan itu, mereka diberi waktu 10 menit untuk mempresentasikan LKTI-nya dan 5 menit tanya jawab dengan juri. Perlombaan karya tulis ilmiah bergengsi ini berlangsung di Universitas Sriwijaya pada 27-29 September 2019.

Ditemui di Kampus III UAD Jln. Prof. Dr. Soepomo, S.H., Janturan, Yogyakarta, Sabtu (26/10), Nursahsa Awalia menerangkan kajian dalam LKTI ini menjelaskan produk plester antinyeri dari bahan herbal lidah buaya, yang sangat simpel dan praktis saat dibawa ke mana-mana. Tidak hanya itu, produk ini tidak mengandung efek samping yang bisa merusak sel-sel seperti obat kimia.

“Jadi, kami bikin dulu zat aktifnya yang diambil dari lidah buaya. Lalu kami ekstraksi dengan menambahkan bahan lain ke dalam produk. Produk ini memiliki dua lapisan, lapisan atas dan lapisan bawah. Lapisan bawah mengandung obatnya sedangkan yang di atas sebagai bahan perekat di kulit,” jelas mahasiswa yang akrab dipanggil Sahsa tersebut.

Ia menuturkan bahwa kelebihan dari produk plester antinyeri ini karena memakai bahan alami yakni lidah buaya yang memanfaatkan bahan alam, dan bentuknya yang praktis serta mudah dibawa ke mana-mana.

“Bagi orang yang susah menelan obat tablet juga tidak perlu khawatir lagi, cukup memakai produk ini. Selain itu, cara pemakainya sangat ringkas dan gampang tentunya,” tambahnya.

Namun produk dalam LKTI ini perlu diuji lebih lanjut karena kajian LKTI ini diambil dari penelusuran studi literaratur yang ada di jurnal-jurnal ilmiah. Pengujiannya harus memastikan apakah zat aktifnya benar-benar bisa menembus kulit dan berapa lama prosesnya untuk menghilangkan nyeri.

“Setelah lomba, saya berharap produk plester antinyeri bisa dikembangkan lagi,” imbuhnya.

Poster Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Pesta Ilmiah Sriwijaya 2019 dengan tema “Peran Generasi Millenial dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Berbasis Soci-Technopreneur.”. (sumber: unsri.ac.id)

Diketahui, Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Pesta Ilmiah Sriwijaya 2019 merupakan ajang lomba keilmiahan yang menjadi bagian dari rangkaian acara besar Pesta Ilmiah Sriwijaya 2019. Kegiatan lomba ini merupakan even tahunan yang diselegarakan oleh keilmiahan Universitas Sriwijaya untuk meramaikan dengan memberikan nuansa ilmiah melalui kompetisi berbagai karya tulis ilmiah dengan ide yang brilian dari berbagai mahasiswa di seluruh Indonesia.

LKTIN PIS 2019 dalam penyelenggaraannya mengusung tema “Peran Generasi Millenial dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Berbasis Soci-Technopreneur.”

Redaksi

Recent Posts

Cara Membuat Pendahuluan Artikel Jurnal Ilmiah dengan Efektif dan Efisien

Menggunakan AI untuk jurnal atau penulisan artikel pada jurnal ilmiah menjadi pertimbangan yang layak dilakukan…

22 hours ago

Serdos 2026, Pahami dan Penuhi Persyaratannya dari Sekarang!

Penerbitan Permendiktisaintek No. 52 Tahun 202,5, tentu menjadi babak baru bagi dosen di Indonesia untuk…

22 hours ago

Strategi Menghindari Kesalahan Dosen dalam Penyusunan RPS OBE

Kurikulum yang diterapkan di perguruan tinggi Indonesia adalah kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education). Salah satu…

2 days ago

Apa Itu Rumpun Ilmu? Dosen Pemula Wajib Tahu

Sejak tahun 2024, semua dosen di Indonesia diwajibkan mengisi data rumpun ilmu di profil SISTER…

2 days ago

6 Tips Menggunakan Scopus AI untuk Mendukung Publikasi Ilmiah Dosen

Menggunakan teknologi AI bagi kalangan akademisi, tentu bukan hal baru. Sebab dengan penggunaan yang etis…

3 days ago

Bagus Muljadi, Dosen asal Indonesia yang Menjadi Assistant Professor termuda di University of Nottingham

Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki cita-cita menjadi dosen, tentu tak harus mengajar di Indonesia.…

3 days ago