Informasi

Jurnal: Cara Praktis dan Elemen Penting Penulisannya [Bagian 1]

Dalam dunia dosen, jurnal adalah pekerjaan yang tidak dipisahkan. Selain menjadi media penelitian bagi dosen-dosen, jurnal juga menunjang kredibilitas dosen secara professional. Lalu, apa saja elemen penting dalam pembuatannya? dan bagaimana cara praktis penulisan karya ilmiah tersebut? Berikut penjabarannya!

  • Judul

Tidak seperti menulis buku novel, judul jurnal haruslah jelas dan lugas. Judul yang ambigu, terlalu umum, atau menggunakan bahasa yang bias, harus dihindari. Tujuannya, pembaca judul akan mudah mengetahui inti tulisan tanpa membaca keseluruhan tulisan tersebut.

Contoh yang salah:

“Analisis Masyarakat Modern”. Dengan judul semacam itu, apakah pembaca akan langsung menangkap isi konkret dari jurnalnya? Terlalu luas dan multi-interpretasi, memang. Sebaiknya hindari penulisan judul yang terlalu luas maknanya.

Contoh yang benar:

“Jenis Tindakan dan Perilaku Masyarakat Modern Terhadap Penggunaan Smartphone”, Memang judulnya sedikit lebih panjang daripada yang pertama. Akan tetapi, Anda lebih menangkap inti jurnal yang dimaksud bukan?

  1. Abstrak

Tidak banyak orang tahu bahwa; Abstrak BUKAN ringkasan. Kebanyak penulis keliru ketika menransfer kajian pokok jurnal ke dalam abstrak. Mayoritas justru menulis tentang ringkasan dari inti kajian menjadi satu paragraf padat. Padahal bukan!

Abstrak berfungsi untuk membantu pembaca agar mencerna isi jurnal secara singkat. Bukan memberi ringkasan. Abstrak di sini juga dimaksudkan menjadi penjelas tanpa mengacu pada jurnal. Bagian abstrak harus menyajikan sekitar 250 kata yang merangkum; tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan.

Adapun larangan dalam penulisan abstrak adalah menggunakan abreviasi (baca: singkatan) ataupun kutipan. Sebuah abstrak harus berdiri sendiri tanpa catatan kaki satu pun.

Tips agar bisa menulis abstrak yang sesuai standar adalah ditulis terakhir. Walau posisi abstrak dalam jurnal adalah di awal tulisan, tapi sebaiknya Anda tulis ketika tulis ketika tulisan sudah mau selesai. Cara praktis selanjutnya, adalah dengan mengutip poin-poin penting dalam jurnal dan menyusunnya jadi satu kesatuan. Kesatuan tersebut adalah deskripsi singkat mengenai isi tulisan tersebut.

Ingat, abstrak BUKAN ringkasan.

  1. Pendahuluan

Yang namanya intro biasanya diawali dengan pengenalan masalah.

Pendahuluan dalam jurnal harus memberikan gambaran kasus dari jurnal tersebut. Gambaran kasus tersebut adalah pernyataan dari kasus yang kita selidiki. Tujuannya agar pembaca memahami tujuan spesifikasi kita dalam kerangka teoritis yang lebih besar. Selain itu, pendahuluan juga ditujukan agar pembaca mengetahui situasi dari permasalahn yang dibahas.

Adapun himbauan dalam menulis pendahuluan adalah jangan memberi penjelasan yang jangkauannya terlalu luas. Sebab, pembaca belum tentu adalah orang yang mempunyai cakupan ilmu yang setara dengan Anda. Jika Anda ingin menulis dengan cakupan luas, jelaskan dahulu di dalam inti kajian secara step by step.

  1. Bahan dan Metode

Pada bab ini, penulis menjelaskan bagian ketika percobaan telah dilakukan.  Adapun bahan dalam penelitian bisa beruda media hidup ataupun mati. Maksudnya, jika Anda meneliti tentang ilmu kemanusiaan ataupun humaniora, maka ‘bahan’ Anda adalah narasumber, ataupun volunteer. Diluar dengan bidang itu, sebenarnya lebih mudah lagi.

Aturan penting yang harus diingat adalah bagian ini harus memaparkan secara rinci dan jelas. Sehingga, pembaca memiliki pengantar dan teknik dasar yang jelas agar bisa dipublikasikan.

Selanjutnya ke bagian 2 >

Admin Dunia Dosen

Admin Website Dunia Dosen Indonesia.

Recent Posts

Cara Membuat Pendahuluan Artikel Jurnal Ilmiah dengan Efektif dan Efisien

Menggunakan AI untuk jurnal atau penulisan artikel pada jurnal ilmiah menjadi pertimbangan yang layak dilakukan…

22 hours ago

Serdos 2026, Pahami dan Penuhi Persyaratannya dari Sekarang!

Penerbitan Permendiktisaintek No. 52 Tahun 202,5, tentu menjadi babak baru bagi dosen di Indonesia untuk…

22 hours ago

Strategi Menghindari Kesalahan Dosen dalam Penyusunan RPS OBE

Kurikulum yang diterapkan di perguruan tinggi Indonesia adalah kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education). Salah satu…

2 days ago

Apa Itu Rumpun Ilmu? Dosen Pemula Wajib Tahu

Sejak tahun 2024, semua dosen di Indonesia diwajibkan mengisi data rumpun ilmu di profil SISTER…

2 days ago

6 Tips Menggunakan Scopus AI untuk Mendukung Publikasi Ilmiah Dosen

Menggunakan teknologi AI bagi kalangan akademisi, tentu bukan hal baru. Sebab dengan penggunaan yang etis…

3 days ago

Bagus Muljadi, Dosen asal Indonesia yang Menjadi Assistant Professor termuda di University of Nottingham

Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki cita-cita menjadi dosen, tentu tak harus mengajar di Indonesia.…

3 days ago