Mengenal Vancouver Style, Gaya Sitasi yang Umum Digunakan dalam Proposal Hibah Penelitian
Ada cukup banyak gaya sitasi yang digunakan di Indonesia, baik di lingkungan perguruan tinggi maupun di lingkungan penerbit. Pada saat dosen menyusun proposal hibah penelitian maupun pengabdian Kemdiktisaintek. Biasanya akan diminta menggunakan gaya sitasi vancouver atau vancouver style.
Vancouver style sampai saat ini masih menjadi gaya sitasi untuk proposal program hibah dari Kemdiktisaintek. Selain itu, menjadi gaya sitasi yang diterapkan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Khususnya yang membuka program studi di bidang kesehatan, kedokteran, farmasi, dan sains terapan. Jadi, apa itu vancouver style? Berikut informasinya.
Vancouver style adalah gaya sitasi yang menggunakan angka urut dalam teks untuk menunjukkan sumber rujukan pada kutipan, lalu daftar pustaka disusun sesuai urutan kemunculan sitasi bukan diurutkan secara alfabet.
Gaya sitasi satu ini pertama kali diperkenalkan ke publik di tahun 1978. Gaya sitasi Vancouver dikembangkan sejumlah editor jurnal di bidang ilmu kesehatan di Vancouver, Kanada. Kemudian menjadi standar gaya sitasi untuk karya tulis ilmiah di bidang kesehatan, kedokteran, farmasi, dan sebagainya.
Gaya sitasi ini juga diterapkan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan pengelola jurnal ilmiah. Tak hanya itu, vancouver style juga menjadi standar gaya sitasi untuk proposal hibah penelitian yang diselenggarakan Kemdiktisaintek.
Selain untuk proposal usulan di bidang kesehatan sampai farmasi. Vancouver style juga untuk proposal usulan di bidang keilmuan lain. Salah satu alasannya karena gaya sitasi ini hemat ruang. Sebab dalam kutipan hanya menambahkan keterangan angka, baik dibuat Bracket (1) dan Superscript 1.
Sehingga di dalam teks tidak perlu mencantumkan nama penulis yang karyanya dikutip, tahun terbitnya, dll. Cukup dengan angka. Hal ini membantu menghemat ruang di dalam naskah proposal usulan. Apalagi ada ketentuan batasan jumlah kata.
Baca juga: 5 Tujuan dari Penulisan Daftar Pustaka dalam Sebuah Tulisan
Vancouver style atau gaya sitasi vancouver kemudian memiliki beberapa karakteristik khas. Sehingga bisa dibedakan dengan mudah dari gaya sitasi lainnya. Pada saat membaca artikel pada jurnal, skripsi, proposal usulan hibah, dll yang memakai gaya sitasi ini. Maka pembaca akan langsung tahu vancouver style sedang digunakan.
Jadi, apa saja yang menjadi ciri khas atau karakteristik khas dari gaya sitasi ini? Berikut penjelasannya:
Karakteristik yang pertama dari vancouver style adalah menggunakan numerik atau angka. Baik dalam sitasi di kutipan, maupun dalam penyusunan daftar pustaka. Kutipan akan diakhiri dengan angka, baik yang ditulis dengan teknik Bracket (1) maupun Superscript 1.
Pada daftar pustaka, seluruh referensi yang digunakan akan disusun dengan nomor urut. Sehingga berurutan sesuai nomor bukan diurutkan secara alfabetis maupun teknik lainnya.
Karakteristik kedua, vancouver style mengurutkan nomor kutipan berdasarkan urutan kutipan itu sendiri. Artinya, sumber yang dikutip pertama kali akan ditandai dengan angka 1. Kutipan kedua dari sumber berbeda, akan diberi angka 2. Begitu seterusnya sampai kutipan terakhir.
Karakteristik yang ketiga, nomor dalam kutipan menjadi identitas unik. Artinya, saat sumber yang sama dikutip sampai dua kali atau lebih. Kemudian dikutip paling pertama sehingga mendapat identitas angka 1.
Maka di kutipan kedua, ketiga, dan seterusnya tetap menggunakan angka 1 tersebut. Jadi, meski satu referensi dikutip sampai 10 kali atau bahkan lebih. Maka di kutipan tetap menggunakan angka yang sama sesuai urutan kapan dikutip.
Masih kesulitan dalam menembus jurnal SINTA dan Scopus? E-Course Strategi Publikasi Sukses Tembus Jurnal SINTA & Scopus wajib Anda ikuti dan jadikan karya ilmiah Anda dikenal luas lewat publikasi berkualitas di jurnal bereputasi!
Karakteristik berikutnya, vancouver style membentuk daftar pustaka yang berurutan sesuai nomor. Nomor di dalam urutan daftar pustaka mengikuti urutan ketika dikutip. Sehingga referensi yang pertama dikutip akan menjadi urutan pertama di halaman daftar pustaka. Begitu seterusnya.
Jadi, dengan kata lain dalam gaya sitasi satu ini daftar pustaka disusun berurutan dengan nomor. Bukan diurutkan sesuai alfabetis dari nama penulis sebagaimana pada APA Style atau gaya sitasi lainnya.
Baca juga: Pedoman Penulisan Daftar Pustaka Jika Sumber dari Prosiding dalam Berbagai Gaya Sitasi
Membahas gaya sitasi vancouver atau vancouver style, tentunya perlu membahas juga aturan membuat kutipan dengan gaya sitasi ini. Sesuai penjelasan sebelumnya, kutipan dengan vancouver style ditandai dengan angka.
Baik yang diapit bracket atau tanda kurung. Maupun yang ditulis dengan format superscript. Berikut adalah aturan penulisan kutipan dengan vancouver style dalam beberapa kondisi:
Kutipan yang dibuat dengan vancouver style bisa dimulai dengan menuliskan kutipan tersebut. Kemudian sitasi ditandai dengan penulisan nomor urut di akhir kutipan tersebut.
Nomor urut ini menyesuaikan dengan urutan kutipan pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Jadi, kutipan pertama disitasi dengan angka 1, kutipan kedua dengan angka 2, dan seterusnya berurutan. Berikut penjelasannya dalam contoh:
Bahan ajar adalah bahan atau materi pelajaran yang disusun secara secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. 1
atau
Bahan ajar adalah bahan atau materi pelajaran yang disusun secara secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. (1)
Bahan atau materi pembelajaran pada dasarnya adalah “isi” dari kurikulum, yakni berupa mata pelajaran atau bidang studi dengan topik/sub topik dan rinciannya. 2
atau
Bahan atau materi pembelajaran pada dasarnya adalah “isi” dari kurikulum, yakni berupa mata pelajaran atau bidang studi dengan topik/sub topik dan rinciannya. (2)
Peran seorang guru dalam merancang atau menyusun bahan ajar sangatlah menentukan keberhasilan proses belajar dan pembelajaran melalui sebuah bahan ajar. 3
atau
Peran seorang guru dalam merancang atau menyusun bahan ajar sangatlah menentukan keberhasilan proses belajar dan pembelajaran melalui sebuah bahan ajar. (3)
Baca juga: Cara Membuat Daftar Pustaka dari Google Scholar
Jika kutipan yang disusun adalah kutipan yang bersumber dari dua referensi berbeda. Maka angka pada akhir kutipan juga ada dua dan disusun berurutan. Setiap angka dipisahkan tanda strip pendek (-) atau tanda koma (,). Berikut penjelasannya dalam contoh:
Jika ingin membuat kutipan langsung dengan vancouver style, maka kutipan tersebut diapit tanda petik dua (“…”). Kemudian sitasi ditulis dengan angka berurutan dan ditambahkan keterangan halaman lokasi kutipan tersebut di dalam tanda kurung dan diawali huruf “p” kecil bukan kapital. Berikut penjelasannya dalam contoh:
“Bahan atau materi pembelajaran pada dasarnya adalah “isi” dari kurikulum, yakni berupa mata pelajaran atau bidang studi dengan topik/sub topik.” 1(p120)
Ikuti juga E-Course Research Gap Kunci Inovasi dan Publikasi Berkualitas dari Dunia Dosen untuk memahami dan menguasai konsep research gap secara mendalam.
Dalam vancouver style, penyusunan halaman daftar pustaka dibuat berurutan sesuai nomor urut kutipan. Referensi yang dikutip pertama kali, akan menjadi daftar pertama di halaman daftar pustaka. Begitu seterusnya sampai kutipan terakhir.
Inilah alasan kenapa sitasi kutipan untuk satu referensi dibuat sama. Meski dikutip 10 kali, jika dikutip yang kedua maka diwakili nomor 2. Setiap kutipan dari referensi tersebut akan diakhiri dengan angka 2.
Jenis referensi memiliki format daftar pustaka yang sedikit berbeda di dalam vancouver style. Berikut penjelasan detailnya:
Aturan pertama dalam menyusun daftar pustaka memakai vancouver style jika sumber dari jurnal ilmiah. Maka menggunakan format berikut:
nama penulis (nama belakang di depan diikuti nama depan dan nama tengah dalam inisial). judul artikel jurnal. nama jurnal (dicetak miring). tahun; volume(nomor):halaman.
Andayani R. Model pembelajaran blended learning pada perguruan tinggi. Jurnal Teknologi Pendidikan. 2020;18(3):201–210.
Andayani R, Prasetyo B. Model pembelajaran blended learning pada perguruan tinggi. Jurnal Teknologi Pendidikan. 2020;18(3):201–210.
Dalam vancouver style, nama penulis ditulis seluruhnya maksimal sampai 6 penulis. Jika artikel pada jurnal atau referensi jenis lain ditulis lebih dari 6 penulis. Maka nama penulis ketujuh, kedelapan, dan seterusnya digantikan dengan keterangan “et al”. Berikut contohnya:
Halpern SD, Ubel PA, Caplan AL, Berlin JA, Fishman JA, Shea JAl. Solid-organ transplantation in HIV-infected patients. N Engl J Med. 2002 Jul 25;347(4):284-7.
Halpern SD, Ubel PA, Caplan AL, Berlin JA, Fishman JA, Shea JA, et al. Solid-organ transplantation in HIV-infected patients. N Engl J Med. 2002 Jul 25;347(4):284-7.
Baca juga: Struktur Jurnal Ilmiah & Standar Kelayakan
Aturan berikutnya adalah untuk format daftar pustaka vancouver style jika sumber atau referensi dari buku. Berikut format umumnya:
nama penulis (nama belakang di depan diikuti nama depan dan nama tengah dalam inisial). judul buku (dicetak miring). edisi. tempat terbit: penerbit; tahun.
Berikut contohnya:
Setiadi A. Metode Penelitian Komunikasi. Jakarta: Prenada Media; 2021.
Fauzi A, Santoso B, Dewi C, Pratama D, Saputra E, Lestari F. Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Kencana; 2022.
Fauzi A, Santoso B, Dewi C, Pratama D, Saputra E, Lestari F, et al. Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Kencana; 2022.
Baca juga:
Berikutnya, format daftar pustaka vancouver style jika sumber dari website resmi suatu kementerian, lembaga pemerintah, organisasi, perusahaan, perguruan tinggi, dll. Maka formatnya sebagai berikut:
nama penulis atau organisasi. Judul halaman [Internet]. Kota (jika ada): penerbit/organisasi; tahun publikasi [cited (tanggal akses) Tahun Bulan Tanggal]. Available from: URL
Berikut contohnya:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Panduan penelitian dosen [Internet]. Jakarta: Kemendikbudristek; 2023 [cited 2026 Feb 12]. Available from: https://dikti.kemdikbud.go.id
Pratama D. Cara menulis karya ilmiah remaja [Internet]. 2022 [cited 2026 Feb 12]. Available from: https://contohwebsite.id
Itulah beberapa contoh format atau aturan penulisan sitasi pada kutipan dan daftar pustaka menggunakan vancouver style. Jika Anda dosen atau mahasiswa, pihak perguruan tinggi yang memakai gaya sitasi ini akan menerbitkan panduan. Silahkan dibaca untuk memahami detail ketentuannya bagaimana.
PROMO HEMAT HINGGA 20% untuk semua produk E-Course hanya sampai tanggal 28 Februari 2026.
JANGAN LEWATKAN DAN BELI SEKARANG PRODUK E-COURSE DARI DUNIA DOSEN!
Pernahkah mencari informasi mengenai bagaimana cara menentukan dan mengukur TKT hasil penelitian? Bagi dosen, istilah…
NUPTK menjadi nomor identitas unik untuk profesi dosen di Indonesia. Sehingga dosen perlu memahami cara…
Bagi dosen, mahasiswa, maupun peneliti memahami cara mengetahui quartile jurnal ilmiah sangat penting. Khususnya pada…
Dosen di Indonesia memiliki hak menerima sejumlah tunjangan yang sifatnya khusus, salah satunya tunjangan sertifikasi…
Bagi dosen maupun calon dosen dan para peneliti yang mencari program beasiswa pascasarjana. Maka bisa…
Bagaimana dosen tetap produktif menulis saat puasa di bulan Ramadan? Pertanyaan ini, tentu menjadi pertanyaan…