Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D., mempresentasikan makalah hasil penelitiannya yang berjudul “The Effects of Online Activities on Student Learning Outcomes in Blended Learning Environment” dalam ajang “The 3rd International Conference on Education and Multimedia Technology (ICEMT 2019)” yang dihelat di Nagoya, Jepang 22-25 Juli 2019. (dok. uny.ac.id)
Jepang – Teknologi informasi tak bisa dipungkiri telah memberi dukungan kemajuan yang luar biasa pada bidang pendidikan jarak jauh melalui implementasi e-learning. Blended learning (BL) sebagai mode pembelajaran yang menggabungkan antara keunggulan e-learning dengan kekhasan pembelajaran tatap muka menjadi primadona mode pembelajaran yang sedang digalakkan saat ini.
Tentu saja dalam mode pembelajaran BL ini, mahasiswa dituntut untuk aktif, kreatif, dan kolaboratif agar mereka memperoleh manfaat yang optimal. Aktivitas online yang bervariasi dan menantang perlu diciptakan oleh dosen dalam melaksanakan pembelajaran BL tersebut.
Hal tersebut diteliti dosen Prodi Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yakni Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D dan kemudian dipresentasikan dalam ajang “The 3rd International Conference on Education and Multimedia Technology (ICEMT 2019)” yang dihelat di Nagoya, Jepang 22-25 Juli 2019. Dalam kesempatan tersebut Herman menyajikan makalah yang berjudul “The Effects of Online Activities on Student Learning Outcomes in Blended Learning Environment” seperti dilansir uny.ac.id.
Ketua Prodi S2 Teknologi Pembelajaran Program Pascasarjana UNY itu mengatakan makalah tersebut merupakan hasil penelitian tentang pengaruh aktivitas online dalam lingkungan pembelajaran BL terhadap hasil belajar mahasiswa. Dalam penelitian ini aktivitas online yang berupa diskusi online dan pengerjaan quiz online diterapkan dalam pembelajaran secara blended yakni melalui portal e-learning UNY BESMART dan tatap muka di kelas.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas online tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Secara signifikan aktivitas online berkorelasi positif dengan hasil belajar mahasiswa,” ungkapnya.
Herman menjelaskan, ICEMT 2019 ini diselenggarakan atas kerjasama Association for Computing Machinery (ACM) dengan The Education University of Hongkong dan Silpakorn University, Thailand. Kegiatan tahunan tersebut dimaksudkan sebagai sarana bagi para ilmuwan dan peneliti untuk bertukar pikiran dan menyajikan hasil penelitian, ide baru serta pengalaman yang berkaitan dengan teknologi pendidikan, aplikasi teknologi multimedia dalam pendidikan dan e-learning.
“Dalam konferensi yang dihadiri oleh peneliti dari lebih 20 negara tersebut, saya merasa bangga dapat membawa nama UNY di kancah internasional serta menjalin kerjasama dengan peneliti tingkat dunia,” ujarnya.
Selain disajikan secara lisan, paper yang lolos seleksi dalam konferensi tersebut akan diterbitkan di International Conference Proceedings Series by ACM (ISBN: 978-1-4503-7210-7) yang diarsip dalam the ACM Digital Library dan diindex oleh Scopus, Ei Compendex, Thomson Reuters (ISI Web of Science) dan lain-lain. Tidak hanya itu, pada ICEMT 2019 ini Herman juga mendapat berbagai manfaat lain. Salah satunya kesempatan bekerjasama dan menambah jaringan penelitian dari luar negeri.
Redaksi
Salah satu faktor yang ikut menentukan artikel ilmiah diterima suatu jurnal adalah format penulisan artikel…
Salah satu syarat untuk dosen bisa mengajukan usulan kenaikan jabatan akademik adalah memenuhi KUM sesuai…
Kenaikan jabatan akademik dosen di tahun 2026 tentu mengikuti kebijakan terbaru yang diatur di dalam…
Memasuki tahun 2026, proses kenaikan jabatan akademik dosen mengacu pada Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025.…
Sertifikasi dosen (serdos) adalah proses panjang. Jauh sebelum dosen bisa menjadi peserta serdos. Maka perlu…
Penerbitan Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025 turut mengubah ketentuan baru gaji dosen di Indonesia. Baik…
View Comments