Program dosen merenung bukanlah program baru yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Program ini sudah ada sejak tahun lalu, dan mencetuskan dosen-dosen dengan prestasi yang lebih gemilang.

Bagi kalangan dosen program satu ini tentu sudah tidak asing, namun akan berbeda bagi orang awam. Apalagi istilah dosen merenung terdengar unik karena selama ini dosen dikenal akan kewajiban rutinnya dalam mengajar maupun melakukan penelitian. 

Baca juga : Sumber Dan Tips Mendapatkan Dana Hibah Penelitian Dosen

Apa Itu Program Dosen Merenung?

Rupanya sesuai dengan namanya, program dosen merenung memberi kesempatan kepada para dosen yang sudah berstatus sebagai dosen tetap untuk merenung. Merenung disini adalah menjadi proses evaluasi bagi dosen yang bersangkutan mengenai kinerja selama ini. 

Sekaligus menjadi momen bagi dosen tersebut untuk mengembangkan diri. Yakni dengan mengikuti sejumlah kegiatan diluar perguruan tinggi yang sekiranya bermanfaat untuk berbagai pihak.

Program ini digagas karena melihat dosen memiliki kesibukan segudang yang hanya berada di siklus mengajar, melakukan penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kebanyakan bahkan disibukan dengan aktivitas mengajar, sebagian besar mengajar di sejumlah perguruan tinggi. 

Kesibukan ini kemudian bisa membuat dosen yang bersangkutan stagnan, baik dalam hal ilmu pengetahuan maupun dalam kegiatan menjalankan penelitian. Sehingga tahun lalu oleh Kemenristekdikti diadakan program unik, dan diberi tajuk dosen merenung. 

Setiap dosen tetap khususnya yang sudah senior dan aktif mengajar selama bertahun-tahun diberi kesempatan mengikuti program ini. Tidak diminta untuk mengajar maupun melakukan penelitian, melainkan merenung dan melakukan evaluasi di rumah atau dimana saja. 

Namun, meskipun tidak aktif mengajar untuk sementara dosen yang bersangkutan tetap menerima gaji sebagaimana mestinya. Terdengar enak ya? Padahal program ini tidak serta merta memanjakan para dosen yang tadinya super aktif menjadi pasif. 

Setelah program dosen merenung ini selesai, para dosen yang mengikutinya diwajibkan untuk menghasilkan ide maupun karya baru. Bisa dalam bentuk inovasi dalam pembelajaran, karya ilmiah, buku cetak, buku ajar, dan lain sebagainya. 

Tahun lalu program ini berjalan selama 2 bulan, sehingga selama itu pula dosen yang bersangkutan tidak aktif di kampus. Pihak Kementerian sudah menyediakan dana untuk biaya hidup selama mengikuti program. 

Sekaligus disediakan tiket kelas ekonomi naik pesawat untuk menunjang kebutuhan berkunjung ke sejumlah daerah. Sebab dosen diperkenankan selama program ini berlangsung untuk mengembangkan penelitian dan joint proposal dengan banyak pihak di banyak daerah. 

Tujuan Program Ini

Melalui ulasan di atas tentunya sudah bisa disimpulkan apa saja tujuan atau manfaat dari program dosen merenung. Secara umum program ini bertujuan untuk: 

  1. Memberi kesempatan kepada para dosen untuk memperbarui atau mengembangkan ilmu yang dimiliki.
  2. Memberi kemudahan bagi para dosen untuk mengembangkan keahlian atau kemampuan akademik.
  3. Mengembangkan berbagai program dan penelitian yang dilakukan bersama sejumlah mitra.
  4. Mengembangkan kemitraan.
  5. Memberi waktu lebih kepada dosen untuk menyusun karya ilmiah seperti artikel ilmiah yang sudah siap terbit. Tentunya penyusunan karya ilmiah ini disesuaikan dengan keahlian masing-masing dosen.

Kesibukan yang dimiliki para dosen kerap menjadi batu sandungan bagi mereka untuk memperdalam ilmu yang dimiliki. Sekaligus seringkali menghalangi kesempatan untuk menulis karya ilmiah. 

Dengan adanya program dosen merenung ini diharapkan semua tugas dan kegiatan mulia diluar aktivitas mengajar dan aktivitas rutin lainnya bisa dilakukan. Sehingga secara langsung dan tidak langsung program ini mampu meningkatkan kualitas dosen tersebut. 

Dosen yang berkualitas akan menjadi cikal bakal bagi perguruan untuk dikenal sebagai tempat belajar yang berkualitas. Manfaat lebih luasnya adalah menghasilkan generasi yang berkualitas juga, karena ilmu dari dosen mengalir ke mahasiswa yang menjadi generasi penerus bangsa. 

Syarat Bergabung dalam program Dosen Merenung

Sebagai salah satu program yang disediakan oleh Kementerian yakni Kemenristekdikti, maka program ini memiliki sejumlah syarat. Yaitu: 

  • Merupakan dosen tetap di perguruan tinggi di dalam lingkungan Kemenristekdikti.
  • Sudah memiliki NIDN atau NIDK.
  • Merupakan dosen tetap dengan jabatan fungsional minimal di jabatan Lektor Kepala dan sudah berjalan paling tidak selama 2 tahun.
  • Sudah mendapatkan izin mengikuti program dosen merenung dari pimpinan perguruan tinggi.
  • Memiliki persetujuan dari mitra.
  • Memiliki program kerja, misalnya pengajaran maupun penelitian.
  • Memiliki surat keterangan sehat dari rumah sakit.

Penulis : duniadosen.com/Pujiati
Editor : Wahyudha Wibisono

sumber: 
https://duniadosen.com/program-dosen-merenung/
https://tekno.tempo.co
https://www.jawapos.com

Admin Dunia Dosen

Admin Website Dunia Dosen Indonesia.

Recent Posts

Format Penulisan Artikel Jurnal Terindeks SINTA

Salah satu faktor yang ikut menentukan artikel ilmiah diterima suatu jurnal adalah format penulisan artikel…

20 hours ago

Cara Memenuhi Angka Kredit Dosen melalui Publikasi Buku Referensi dan Monograf

Salah satu syarat untuk dosen bisa mengajukan usulan kenaikan jabatan akademik adalah memenuhi KUM sesuai…

1 day ago

Ketentuan dan Cara Pemenuhan Angka Kredit Penelitian (AK Prestasi)

Kenaikan jabatan akademik dosen di tahun 2026 tentu mengikuti kebijakan terbaru yang diatur di dalam…

1 day ago

Aturan Baru Terkait SKP Dosen Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, proses kenaikan jabatan akademik dosen mengacu pada Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025.…

1 day ago

Syarat agar Dosen Eligible untuk Sertifikasi Dosen Tahun 2026

Sertifikasi dosen (serdos) adalah proses panjang. Jauh sebelum dosen bisa menjadi peserta serdos. Maka perlu…

1 week ago

Ketentuan Baru Gaji Dosen Sesuai Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025

Penerbitan Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025 turut mengubah ketentuan baru gaji dosen di Indonesia. Baik…

1 week ago