Amos Setiadi, ST., MT (tengah) kawasan Curug Banyu Nibo diharapkan akan memberi kontribusi perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan fasilitas bagi wisatawan. (dok. facebook)
Yogyakarta – Dalam program Pengabdian Masyarakat atau disebut Abdimas, Dosen Arsitek UAJY (Universitas Atma Jaya Yogyakarta) dengan menggandeng BAPPEDA Kabupaten Bantul dan Kantor Desa Sendangsari membuktikan perannya melalui pengembangan ide untuk wisata Curug Banyunibo.
Dosen dari Program Studi Magister Arsitektur UAJY yang melaksanakan Abdimas ini adalah Amos Setiadi, ST., MT dan Ir. Lucia Asdra Rudwiarti, M.Phil., Ph.D.
Dikutip dari uajy.ac.id, kedua dosen arsitek UAJY yaitu Amos dan Lucia merancang penataan kawasan obyek wisata yang dikemas dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Kawasan Wisata Curug Banyunibo, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Mereka merancang master plan dengan melibatkan partisipasi mahasiswa Program Studi Arsitektur UAJY yakni Akbar Fitra Nugraha sebagai desainer grafis.
“Abdimas ini bertujuan membuat desain master plan kawasan dan fasilitas pendukung wisata untuk mengoptimalkan potensi yang ada agar mampu mewadahi kegiatan wisatawan dan pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pelaku wisata di tempat tersebut,” tutur Amos kepada tim uajy.ac.id, (11/10/2019).
Abdimas ini berlangsung mulai Februari hingga Juni 2019 lalu. Bidang Pengendalian Penelitian dan Pengembangan BAPPEDA memberikan arahan dan masukan terkait penentuan lokasi pengabdian dosen arsitek UAJY ini. Sehingga terdapat sinkronisasi antara program Pemerintah dan Abdimas.
Pemilihan Curug Banyunibo didasarkan fakta curug ini mempunyai objek air terjun, mata air, panorama, dan wisata indah dari atas bukit.
Dikutip dari yogykarta.panduanwisata.id, Curug Banyunibo memang dikenal dengan panorama indahnya. Wisata ini menjadi alternatif pilihan di tengah wisata pantai dan kerajinan di Yogyakarta. Curug ini salah satu wisata alam tersembunyi karena belum banyak yang menjamahnya. Sebelumnya, wisata pun hanya dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat.
Kawasan wisata ini membutuhkan master plan fasilitas pendukung bagi kegiatan pengunjung dengan penataan yang bertumpu pada panorama alam air terjun. Untuk itu Amos dan Lucia membuat master plan untuk curug tersebut. Mereka membuat rancangan gazebo, pendopo toilet, area parkir, area kuliner, gapura, hingga perbaikan jalan untuk mempermudah akses ke lokasi.
Mereka juga melibatkan peran warga sebagai pengelola aktif curug tersebut. Kesadaran dan respon warga terhadap potensi wisata ini akan memberi manfaat peningkatan kesejahteraan melalui keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya.
“Sebagai objek wisata, kawasan Curug Banyu Nibo diharapkan akan memberi kontribusi perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan fasilitas bagi wisatawan,” pungkas Amos salah satu dosen arsitek UAJY .
Salah satu faktor yang ikut menentukan artikel ilmiah diterima suatu jurnal adalah format penulisan artikel…
Salah satu syarat untuk dosen bisa mengajukan usulan kenaikan jabatan akademik adalah memenuhi KUM sesuai…
Kenaikan jabatan akademik dosen di tahun 2026 tentu mengikuti kebijakan terbaru yang diatur di dalam…
Memasuki tahun 2026, proses kenaikan jabatan akademik dosen mengacu pada Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025.…
Sertifikasi dosen (serdos) adalah proses panjang. Jauh sebelum dosen bisa menjadi peserta serdos. Maka perlu…
Penerbitan Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025 turut mengubah ketentuan baru gaji dosen di Indonesia. Baik…