5 Ide Topik Kultum Ramadan untuk Dosen yang Relevan dengan Kebutuhan Mahasiswa
Kegiatan penyampaian kultum Ramadan untuk dosen tentu menjadi sebuah momentum penting. Para dosen berkesempatan untuk berbagai ilmu dan wawasan berkaitan dengan agama Islam dan bulan Ramadan.
Poin penting dalam menunjang kelancaran penyampaian kultum tersebut, adalah dosen memilih tema dan topik yang tepat. Selain itu, perlu mempersiapkan diri dengan mencari ide-ide topik kultum Ramadan yang menarik dan berkesan. Berikut informasinya.
Kultum merupakan akronim untuk kuliah tujuh menit. Dalam KBBI, kultum adalah ceramah agama, durasinya tujuh menit, biasanya diberikan setelah salat berjamaah atau menjelang berbuka puasa bulan Ramadan.
Meskipun kultum merupakan akronim dari kuliah tujuh menit. Namun, kultum bukan istilah dan kegiatan yang hanya ditemukan di lingkungan perguruan tinggi. Melainkan di lingkungan mana saja dan bisa disampaikan siapa saja, tidak harus dosen. Bisa disampaikan imam masjid, ustadz, dan sebagainya.
Kultum akan berisi ceramah yang menjelaskan suatu topik berkaitan agama Islam. Misalnya topik mengenai keutamaan puasa Ramadan, keutamaan tadarus Al-Qur’an di bulan Ramadan, dan sebagainya.
Kultum Ramadan untuk dosen menjadi kegiatan rutin di lingkungan perguruan tinggi. Berikut beberapa tujuan dari kegiatan tersebut secara umum:
Tujuan pertama dari penyampaian kultum Ramadan dari dosen kepada mahasiswa adalah memberi pencerahan. Kultum membantu dosen menyampaikan hal-hal berkaitan dengan pesan agama Islam. Sehingga menjadi bagian dari membangun karakter mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
Kultum Ramadan yang disampaikan oleh dosen juga bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan mahasiswa. Melalui kutipan sebuah ayat Al-Qur’an maupun hadist tertentu. Mahasiswa semakin mengenal ajaran dan pesan dari agama Islam. Sehingga keimanan dan ketaqwaan mereka diharapkan meningkat.
Sejalan dengan tujuan kedua, yakni meningkatnya keimanan mahasiswa yang menyimak kultum Ramadan dari dosen. Maka akan memberi motivasi kepada mahasiswa untuk lebih giat dalam menjalankan ibadah. Sebab menjadi sumber ketenangan hati dan bekal pahala di hari perhitungan.
Topik kultum Ramadan untuk dosen tentunya perlu menyesuaikan dengan kondisi maupun fenomena yang dihadapi mahasiswa di masa sekarang. Sehingga kultum yang disampaikan benar-benar dirasa relevan dengan kehidupan dan pengalaman mahasiswa saat menyimak.
Berikut adalah beberapa ide topik kultum Ramadan yang bisa dipertimbangkan dosen untuk disampaikan kepada mahasiswa:
Ide topik kultum Ramadan yang pertama adalah mengurangi distraksi demi ketenangan. Topik ini direkomendasikan, karena masyarakat di era sekarang, termasuk mahasiswa, dengan mudah terdistraksi dengan hal-hal kurang penting.
Misalnya distraksi dari media sosial, game online, dan sebagainya yang bisa diakses dengan mudah dan kapan saja melalui smartphone. Sehingga jika berlebihan, bisa berdampak pada perkuliahan dan proses belajar yang tidak optimal.
Melalui topik ini, dosen bisa memberi nasehat kepada mahasiswa untuk memahami bagaimana menentukan skala prioritas. Sehingga mengedepankan studinya dibanding hal remeh lain. Berikut beberapa dalil yang bisa ditambahkan dalam kultum:
قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَۙ ١ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ ٢ وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَۙ ٣
Artinya: “Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin. (Yaitu) orang-orang yang khusyu dalam shalatnya, orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna”.
Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah ia meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya” (HR. Tirmidzi)
Ide topik kultum Ramadan untuk dosen yang kedua adalah ibadah puasa Ramadan untuk menguatkan mental umat muslim yang kuat. Topik ini relevan dengan kondisi di masa sekarang. Dimana generasi muda mudah memiliki mental lemah.
Bisa karena pengaruh standar media sosial seperti standar TikTok, standar parenting yang keliru, dan pengaruh gaya hidup hedon dan tidak sehat dari sejumlah public figure maupun influencer.
Melalui kultum dengan topik ini, para dosen bisa mengajak mahasiswa untuk menjadikan puasa Ramadan sebagai momentum menguatkan mental. Sebab dalam Islam sendiri, umat muslim perlu dan penting memiliki mental baja. Berikut beberapa dalil yang bisa ditambahkan ke dalam kultum:
وَلَا تَهِنُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ١٣٩
Artinya: “Janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang mukmin.”
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ
عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَاۗ
اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَࣖ ٢٨٦
Artinya: “Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.”
المؤمن القوي خير و أحب إلى الله من المؤمن الضعيف, وفي كل خير
Artinya: ““Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Namun semua mukmin itu baik.” (HR. Muslim no. 2664)
Ide topik kultum Ramadan untuk dosen yang ketiga adalah manajemen waktu belajar saat bulan Ramadan. Topik ini menarik dan bermanfaat bagi mahasiswa. Sebab di bulan Ramadan banyak yang kesulitan melakukan manajemen waktu.
Hal ini terjadi karena ada kegiatan tambahan selama Ramadan. Seperti bangun untuk sahur, tadarus Al-Qur’an, kegiatan Ramadan di kampus, dan lain sebagainya. Sehingga menyulitkan mereka untuk belajar secara rutin sebagaimana bulan-bulan di luar Ramadan.
Melalui topik ini, para dosen bisa mengajak mahasiswa lebih paham mengenai manajemen waktu. Kemudian bagaimana menerapkannya agar kegiatan belajar sebagai mahasiswa tetap berjalan beriringan dengan ibadah di bulan Ramadan. Berikut beberapa dalil yang bisa dicantumkan dalam kultum:
وَالْعَصْرِۙ ١ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ٢ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ ٣
Artinya: “Demi masa. sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.”
“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Inspirasi topik kultum Ramadan untuk dosen yang keempat adalah integritas akademik. Melalui topik ini, para dosen bisa mendorong mahasiswa untuk menjunjung sikap kejujuran dalam ujian.
Begitu juga kejujuran dalam mengerjakan tugas kuliah. Jika menggunakan AI, maka dicantumkan atau diakui dalam naskah. Serta memahami etika dalam penggunaan AI tersebut di lingkungan akademik.
Jadi, dengan topik ini para dosen bisa mengajak mahasiswa untuk selalu bersikap jujur. Sehingga mencerminkan karakter umat Islam yang baik. Adapun beberapa dalil yang bisa dimasukan dalam kultum antara lain:
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَۙ ١
Artinya: “Celakalah orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!”.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ ١١٩
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!”
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah, maka pun beliau bertanya, “Apa ini wahai pemilik makanan?” Sang pemiliknya menjawab, “Makanan tersebut terkena air hujan wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Mengapa kamu tidak meletakkannya di bagian makanan agar manusia dapat melihatnya? Ketahuilah, barangsiapa menipu maka dia bukan dari golongan kami.” (HR. Muslim no. 102)
Bagi dosen, Cara Manajemen Waktu Puasa bagi Dosen Supaya Tri Dharma Tetap Jalan juga merupakan hal yang perlu diperhatikan pada saat bulan ramadhan. Sehingga dengan melakukan manajemen waktu yang baik saat puasa, dosen tetap dapat memenuhi tanggung jawab Tri Dharma sepenuhnya.
Topik kultum Ramadan untuk dosen berikutnya adalah tntang menuntut ilmu sebagai jalan ke surga. Mahasiswa memiliki kewajiban untuk belajar di perguruan tinggi. Dalam proses ini tentu ada kesulitan, tantangan, dan sejenisnya yang dihadapi.
Maka topik mengenai perjalanan menuntut ilmu juga menjadi amal kebaikan, bisa dipilih oleh para dosen. Sebab bisa mengajak mahasiswa lebih semangat menuntut ilmu, karena sumber pahala dan bisa mendapat surga di akhirat kelak. Beberapa dalil yang bisa disampaikan terkait topik ini antara lain:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ١١
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan didalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim)
Sesuai dengan contoh topik kultum diatas, Dunia Dosen memberikan kemudahan akses bagi dosen untuk tetap dapat memaksimalkan waktu dan menuntut ilmu ketika puasa. Dunia Dosen menyediakan kelas E-Course Bundling : Panduan Menyusun dan Implementasi RPS OBE untuk membantu memudahkan dosen dalam menyusun RPS untuk pengajaran dengan implementasi OBE.
Melalui beberapa ide dan inspirasi topik kultum Ramadan untuk dosen di atas. Mungkin para dosen masih sedikit kesulitan dan kebingungan bagaimana memilih topik yang dianggap menarik dan bermanfaat oleh kalangan mahasiswa. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Salah satu kegiatan Ramadan yang sangat dianjurkan dilakukan kalangan dosen adalah mengikuti kajian agama Islam.…
Memasuki bulan Ramadan, kebutuhan dan kewajiban dosen untuk mengembangkan diri tentu tetap berjalan. Tidak serta-merta…
Metode pembelajaran dosen dengan RPS OBE tentu berkaitan satu sama lain. Metode pembelajaran yang diterapkan…
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali menggelar kegiatan sosialisasi tahap kedua untuk Permendiktisaintek…
Kehadiran teknologi AI memang menimbulkan perdebatan, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi. Namun, menggunakan AI tentu…
Selama bulan Ramadan, kegiatan perkuliahan di perguruan tinggi tentu masih berjalan seperti biasanya. Hanya saja,…