Pernah mendengar istilah hipotesis statistik? Bagi kalangan mahasiswa, istilah ini tentu mulai dikenal dan dipelajari lebih mendalam. Sedangkan bagi para peneliti istilah ini bisa dikatakan sebagai makanan sehari-hari, karena memang berkaitan dengan kegiatan penelitian atau lebih tepatnya penyusunan laporan hasil penelitian yang dilakukan.
Hipotesis secara sederhana bisa didefinisikan sebagai jawaban sementara dari topik penelitian yang diangkat. Berhubung sifatnya sementara, maka peneliti memiliki kewajiban untuk membuktikannya apakah memang benar atau tidak. Hipotesis sendiri kemudian ada beberapa bentuk atau jenis.
Ada istilah hipotesis penelitian dan ada pula hipotesis jenis statistik. Apakah keduanya berbeda atau sama? Tentunya keduanya tetap memiliki persamaan sebagai jawaban sementara seorang peneliti. Namun dari segi definisi dan aspek lain nantinya akan dijumpai perbedaan signifikan.
Selain itu, jenis hipotesis lebih banyak lagi dan tidak semuanya bisa diuji dan kemudian tidak semuanya menjadi hipotesis yang penting untuk diuji. Apalagi proses pengujian hipotesis membutuhkan dukungan dana, waktu, dan juga tenaga. Jika hipotesis kemudian tidak atau kurang dianggap penting maka pengujian akan enggan dilakukan.
Atau memang sebaiknya tidak dilakukan, karena pastinya akan ada hipotesis lain yang layak dan wajib untuk diuji. Hipotesis juga akan dikatakan baik dan layak diuji ketika memiliki beberapa ciri berikut ini:
Setelah mengetahui hipotesis yang baik secara umum, maka bisa memperdalam lagi mengenai hipotesis statistik maupun hipotesis penelitian. Sebab keduanya memang berbeda dan tentunya wajib dipahami oleh para peneliti dan calon peneliti. Mahasiswa di tingkat akhir pun kemudian wajib memahaminya, dan berikut penjelasan detailnya.
Hal pertama adalah mengenai hipotesis penelitian yang juga sering disebut dengan istilah hipotesis penelitian. Jadi jangan bingung jika ada yang memakai kata “hipotesa” dan ada pula yang memakai kata “hipotesis”, sebab keduanya sama. Merujuk pada definisi yang sama.
Hipotesis penelitian sendiri adalah jawaban sementara terhadap beberapa pertanyaan penelitian. Jadi, dalam penelitian tentunya akan merumuskan masalah atau membuat rumusan masalah. Isinya adalah daftar pertanyaan, selain membuat daftar pertanyaan seorang peneliti juga perlu menyusun jawaban sementara atas pertanyaan tersebut.
Jawaban sementara inilah yang kemudian disebut dengan istilah hipotesis penelitian tadi. Penyusunan hipotesis penelitian sendiri bukan tanpa tujuan, sebab pembuatannya akan membantu peneliti menentukan arah atau langkah selanjutnya dari kegiatan penelitian yang dilakukan. Sehingga tidak mudah kehilangan arah dan selalu fokus pada topik penelitian.
Adanya hipotesis juga akan membantu peneliti untuk menyusun berbagai kesimpulan dari penelitian yang dilakukan. Kesimpulan ini kemudian akan ditempatkan di bagian penutup atau bab akhir dari laporan penelitian yang disusun.
Menariknya, tidak semua penelitian statusnya membutuhkan hipotesis penelitian. Mengapa? Sebab secara umum, penelitian kualitatif tidak selalu memerlukan hipotesis penelitian. Kalaupun ada, biasanya merupakan hipotesis tentatif atau sifatnya hasil mengira-ngira. Sementara di penelitian kuantitatif, keberadaan hipotesis menjadi hal penting.
Sedangkan untuk hipotesis statistik adalah pernyataan atau dugaan mengenai mengenai keadaan suatu populasi yang kemudian sifatnya sendiri masih sementara atau tingkat kebenarannya masih lemah. Sehingga sifatnya sementara sama seperti hipotesis penelitian,yang kemudian perlu diuji untuk dipastikan apakah sesuai fakta atau tidak.
Hipotesis jenis ini kemudian wajib untuk diuji, sebab jika memang terbukti kebenarannya maka akan digunakan. JIka sebaliknya maka akan ditolak, dan kemudian akan ada penyangkalan terkait hipotesis tersebut. Sehingga penyusunan hipotesis jenis ini harus teliti dan memang bisa diuji, tidak bisa tidak.
Secara umum hipotesis jenis statistik ini bisa berbentuk variabel yang bisa dalam bentuk binomial, poisson, dan juga normal. Semuanya adalah nilai dari suatu variabel yang kemudian sering disebut atau ditulis dengan istilah mean, varians, standar deviasi, dan juga proporsi.
Setelah mengetahui pengertian baik dari hipotesis statistik maupun hipotesis penelitian, tentunya bisa menjumpai perbedaan dari segi definisi. Yakni hipotesis penelitian sebagai jawaban sementara sedangkan untuk hipotesis jenis statistik merupakan dugaan sementara yang kemudian diteliti secara acak bukan secara keseluruhan.
Memudahkan untuk mengetahui perbedaan keduanya, maka bisa menyimak dua contoh hipotesis dari dua jenis penelitian berikut ini:
Contoh dari hipotesis penelitian adalah ketika menduga bahwa semua pegawai di instansi pemerintah memiliki pendidikan akhir S1. Membuktikannya, perlu dilakukan kunjungan atau survei langsung ke instansi milik pemerintah tersebut. Selanjutnya, perlu dilakukan wawancara dengan semua pegawai di dalamnya.
Jika sudah diberi pertanyaan dan memang terbukti semua pegawainya adalah lulusan S1. Maka hipotesis penelitian yang dibuat di awal penelitian ada benar adanya dan kemudian bisa diperkuat dengan landasan teori dari penelitian tersebut. Sehingga di bagian kesimpulan bisa menjelaskan dengan lebih detail.
Sedangkan untuk contoh hipotesis jenis statistik adalah ketika mendengar informasi bahwa karyawan di instansi pemerintah A memiliki penampilan yang cantik-cantik. Hal ini kemudian mendorong disusunnya hipotesis dan dibuktikan dengan mendatangi instansi A tersebut.
Berhubung instansi memiliki ratusan pegawai dari laki-laki dan perempuan, maka sampel diambil dari pegawai perempuan saja. Jumlahna pun hanya sebagian saja sesuai kebutuhan atau batas minimal sampel yang sah. Misalnya mewawancarai 20 pegawai perempuan dari total 30 karyawan.
Jika sudah bertemu dan melakukan wawancara dengan pegawai perempuan tersebut. Maka bisa ditarik kesimpulan langsung, apakah memang pegawai di sana memang cantik-cantik atau tidak. Hasilnya akan mewakili, artinya tidak semua pegawai perempuan cantik karena masih ada pegawai yang belum ditemui tadi.
Dari dua contoh untuk masing-masing jenis hipotesis tersebut tentu bisa disimpulkan sendiri mengenai perbedaan antara keduanya. Namun jika masih bingung, maka bisa dicoba disederhanakan.
Jadi, berdasarkan contoh diatas hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara dari penelitian yang dilakukan dan berawal dari rumusan masalah (masalah penelitian). Sedangkan untuk hipotesis statistik adalah dugaan sementara dan berhubungan dengan kemungkinan apakah sampel penelitian bisa mewakili keseluruhan populasi atau tidak.
Hipotesis jenis statistik kemudian memiliki beberapa jenis, dan berikut adalah jenis-jenis tersebut:
Jenis pertama adalah hipotesis deskriptif, yaitu jawaban atau dugaan sementara terhadap masalah deskriptif dan memiliki hubungan dengan variabel tunggal. Sehingga hipotesis jenis ini ditarik dari masalah yang memiliki hubungan langsung dengan variabel tunggal.
Misalnya, dilakukan penelitian apakah produk soda merek A mengandung alkohol. Maka hipotesis deskriptif yang bisa disusun atau ditarik dari topik penelitian tersebut adalah:
Jenis kedua dari hipotesis statistik adalah hipotesis komparatif, yaitu dugaan atau jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang mempertanyakan mengenai perbandingan antara dua variabel penelitian yang dilakukan. Contohnya adalah
Dilakukan penelitian mengenai perbedaan hasil pembelajaran dengan metode pedagogi dengan metode pembelajaran konvensional di siswa kelas V di sekolah A. Maka akan dirumuskan masalah:
Adakah perbedaan antara hasil pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran pedagogi dengan metode pembelajaran konvensional di kelas V di sekolah A?
Dari rumusan masalah tersebut kemudian bisa disusun hipotesis komparatif sebagai berikut:
Jadi, jika suatu penelitian membandingkan dua hal atau dua variabel yang berbeda. Maka pada perumusan hipotesis nantinya akan mengarah pada hipotesis komparatif, yang intinya akan membandingkan dua variabel tersebut.
Jenis hipotesis statistik selanjutnya adalah hipotesis asosiatif yang merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu rumusan masalah yang mempertanyakan mengenai hubungan antara dua variabel di dalam suatu penelitian. Contohnya adalah sebagai berikut:
Dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan hasil panen tembakau di daerah A dengan hasil penjualan tembakau di toko B. Dari penelitian ini kemudian bisa dibuat rumusan masalah sebagai berikut:
Adakah hubungan antara hasil panen tembakau di daerah A dengan hasil penjualan tembakau di toko B?
Melalui rumusan masalah tersebut, kemudian bisa disusun hipotesis sebagai berikut:
Jadi, jika ada penelitian yang meneliti hubungan dari dua hal atau dua variabel dalam penelitian. Maka hipotesis yang disusun sudah tentu dalam bentuk hipotesis asosiatif. Yakni hipotesis yang akan menentukan ada tidaknya hubungan antara dua variabel yang berbeda tersebut.
Jenis berikutnya adalah hipotesis kausal yang merupakan dugaan atau jawaban sementara dari rumusan masalah penelitian yang mempertanyakan mengenai pengaruh faktor prediktor dengan variabel respon. Contohnya adalah:
Dilakukan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari KB Hormonal terhadap kejadian kanker rahim di kalangan wanita.
Melalui penelitian tersebut kemudian bisa disusun rumusan masalah sebagai berikut:
Adakah pengaruh antara penggunaan KB Hormonal dengan kejadian kanker rahim pada wanita?
Selanjutnya, dari rumusan masalah ini kemudian bisa ditarik beberapa hipotesis berikut ini:
Jadi, untuk semua penelitian yang mempertanyakan mengenai hubungan antara dua variabel. Maka untuk susunan hipotesis akan menggunakan model hipotesis kausal. Sebab menunjukan ada pengaruh dari satu hal ke satu variabel dalam penelitian.
Supaya lebih memahami lagi pengertian dan juga penyusunan hipotesis statistik dalam laporan penelitian. Maka berikut beberapa contoh sesuai dengan jenis-jenis hipotesis tersebut:
Dilakukan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat penghasilan yang didapat seseorang saat terjun di dunia kerja.
Maka akan ditarik rumusan masalah: Adakah hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat penghasilan seseorang saat masuk dunia kerja?
Hipotesisnya adalah:
Dilakukan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat IQ dengan prestasi akademik seorang siswa kelas V di sekolah A.
Dari penelitian tersebut kemudian bisa disusun rumusan masalah: Adakah hubungan antara tingkat IQ seorang siswa kelas V di sekolah A dengan prestasi akademiknya?
Hipotesisnya adalah:
Dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh laju inflasi dengan pendapatan bruto.
Rumasan masalahnya adalah: Apakah laju inflasi mempengaruhi pendapatan bruto?
Hipotesis statistik:
Dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah kepatuhan mengkonsumsi obat tuberkulosis pasien TBC berdampak baik pada berat badan pasien tersebut.
Rumusan masalahnya adalah: Apakah kepatuhan pasien mengkonsumsi obat tuberkulosis bisa menstabilkan berat badan pasien TBC?
Hipotesisnya adalah:
Dilakukan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara kanker paru yang dialami oleh laki-laki dengan perempuan.
Rumusan masalahnya adalah: Adakah perbedaan antara kanker paru yang dialami laki-laki dengan perempuan?
Hipotesisnya adalah:
Dilakukan penelitian untuk mengetahui perbandingan tingkat resiko terkena kanker payudara antara laki-laki dan perempuan.
Rumusan masalahnya adalah: Adakah perbedaan tingkat resiko penyakit kanker payudara pada laki-laki dengan perempuan?
Hipotesisnya adalah:
Melalui contoh-contoh di atas tentunya bisa membantu untuk memahami definisi dari hipotesis statistik dan bagaimana menyusunnya saat menulis laporan penelitian. Selain itu penting pula untuk mengetahui bagaimana tahapan atau langkah-langkah dalam menyusun hipotesis tersebut. Yaitu:
Artikel Terkait:
Dalam Kepmendikbudristek Nomor 500 Tahun 2024 dijelaskan mengenai karakter dosen untuk pengembangan indikator kinerja dosen.…
Bagi mahasiswa dan dosen di Indonesia yang ingin studi lanjut pascasarjana gratis di Qatar, Anda…
Bagi siapa saja yang ingin studi S2 maupun S3 di luar negeri, silakan mempertimbangkan program…
Kabar gembira bagi para dosen di Indonesia yang ingin studi lanjut jenjang S3 di luar…
Kepmendikbudristek Nomor 500 Tahun 2024 Tentang Standar Minimum Indikator Kinerja Dosen dan Kriteria Publikasi Ilmiah…
Kepmendikbudristek Nomor 500 Tahun 2024 menjelaskan dan mengatur perihal standar minimum pelaksanaan hibah penelitian dalam…