Publikasi

10 Tips Mendapat Hibah Karya Ilmiah

Salah satu upaya melaksanakan tugas dan kewajiban akademik dosen adalah meraih hibah, termasuk hibah karya ilmiah. Melalui program hibah, dosen bisa mendapat dukungan pendanaan. 

Pendanaan ini bisa dimanfaatkan untuk melaksanakan tugas pokok sesuai tri dharma. Baik itu tugas penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Namun, mendapatkan hibah bukan hal yang mudah. Jadi, apa saja tips yang bisa dilakukan dosen? Berikut informasinya. 

Apa Itu Hibah Karya Ilmiah?

Hibah karya ilmiah adalah program pendanaan untuk membantu menyusun karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah ini biasanya disusun berdasarkan hasil penelitian. Sehingga hibah jenis ini, umumnya mencakup pendanaan penelitian tersebut. 

Ciri khas dari hibah jenis ini adalah luaran dalam bentuk karya ilmiah dan/atau publikasi ilmiah. Misalnya diwajibkan mencapai luaran publikasi minimal 1 artikel pada jurnal internasional bereputasi. Contoh lain, diwajibkan menghasilkan draft artikel ilmiah. 

Hibah karya tulis ilmiah bisa disediakan atau diselenggarakan berbagai pihak. Mulai dari perguruan tinggi, kementerian, BRIN, dan dari organisasi atau yayasan yang dikelola pihak swasta. 

Target hibah disesuaikan kebijakan penyelenggara. Beberapa ditargetkan untuk semua peneliti. Beberapa lagi lebih spesifik. Misalnya hanya bisa diakses oleh dosen tetap di Kemdiktisaintek atau di bawah naungan kementerian lain. 

Manfaat Meraih Hibah Karya Ilmiah

Berhasil meraih hibah karya ilmiah maupun hibah jenis lainnya. Tentu membutuhkan perjuangan dan akan menjadi pencapaian yang berharga. Hal ini terjadi, karena manfaat besar dari program hibah tersebut. Diantaranya adalah: 

1. Mendapat Pendanaan Melaksanakan Tri Dharma

Manfaat yang pertama, tentu saja membantu dosen dalam mendapat dukungan pendanaan untuk melaksanakan tri dharma. Dalam tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat memang tidak terlepas dari karya ilmiah. 

Dalam tugas pendidikan, dosen ada kewajiban mengembangkan bahan ajar dan menulis buku ajar. Pada penelitian dan pengabdian, ada kewajiban publikasi ilmiah di prosiding, jurnal, dan/atau menerbitkan buku ilmiah (monograf, referensi, dan bunga rampai). 

Selain itu, pelaksanaan tugas pokok sesuai tri dharma sampai publikasi ilmiah juga membutuhkan pendanaan. Misalnya saat menerbitkan buku monograf, maka ada biaya penerbitan buku ditanggung dosen. Adanya hibah, membuat biaya tersebut diambil dari dana hibah. 

2. Mengasah Keterampilan Menulis Karya Ilmiah

Dalam hibah karya ilmiah, tentunya ada kewajiban mencapai luaran minimal dalam bentuk draft karya ilmiah. Pada hibah tertentu, ada juga ketentuan luaran dalam bentuk karya ilmiah sudah terpublikasi. Baik dalam prosiding, jurnal, maupun buku ilmiah. 

Jadi, program hibah ini bermanfaat dalam mengasah keterampilan dosen menulis karya ilmiah. Sebab, ada target luaran yang biasanya punya standar tinggi perlu dipenuhi. Hibah ini akan mendorong dosen memenuhi standar tinggi tersebut. 

3. Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Publikasi Ilmiah

Manfaat berikutnya, hibah untuk karya ilmiah akan membantu dosen meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah. Sebab melalui hibah inilah, dosen terasah keterampilannya dalam menyusun karya ilmiah. 

Semakin tinggi kualitasnya, semakin berpotensi menembus media publikasi bereputasi. Baik itu jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi, dan juga penerbit buku kredibel. Sehingga hibah membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas riwayat publikasi ilmiah dosen. 

4. Memperluas Jaringan Akademik Dosen

Program hibah karya ilmiah juga bermanfaat dalam menunjang pengembangan jaringan akademik dosen. Manfaat ini didapatkan karena lewat program ini, dosen bisa terhubung dengan dosen lain. 

Pertama, pada saat membentuk tim penelitian dan penyusun karya ilmiah. Dosen tentu akan menjalin komunikasi dengan dosen, mahasiswa, dan peneliti yang relevan dengan hibah tersebut. 

Kedua, saat hibah berjalan dosen bisa bertemu dengan penerima hibah lain. Baik secara tatap muka maupun jarak jauh (online). Sehingga membantu dosen mengenal lebih banyak dosen dan mahasiswa serta peneliti. Pada masa mendatang, jaringan ini akan membuka potensi kolaborasi. 

5. Menunjang Pemenuhan BKD

Memahami bahwa program hibah karya ilmiah mendukung dosen melaksanakan tri dharma. Maka tentu saja, program ini sekaligus bermanfaat untuk membantu dosen memenuhi BKD. 

Setiap pelaksanaan tugas tri dharma akan dilaporkan dosen ke LKD. Dosen tetap dan dosen tidak tetap di Indonesia diwajibkan memenuhi BKD setidaknya 12 SKS per semester. Program hibah membatu dosen lebih cepat dan lebih mudah memenuhi BKD tersebut. 

6. Bermanfaat dalam Pengembangan Karir Akademik

Sejalan dengan manfaat yang dijelaskan sebelumnya, maa tentu hibah karya ilmiah juga membantu dosen mengembangkan karir akademik. Sebab semua tugas tri dharma akan membantu dosen mendapat tambahan poin angka kredit. 

Semakin sering menerima hibah, semakin produktif menjalankan tri dharma. Sehingga semakin cepat pula dosen mengumpulkan angka kredit yang memenuhi syarat mengajukan usulan kenaikan jenjang jabatan fungsional. Inilah alasan, dosen yang sering menerima hibah lebih cepat karirnya menanjak. 

7. Menjadi Sumber Penghasilan Tambahan bagi Dosen

Menerima program hibah, termasuk hibah karya tulis ilmiah juga bermanfaat dalam memberikan sumber penghasilan tambahan. Dana hibah yang diterima bisa digunakan untuk biaya gaji tim pengusul. 

Termasuk dosen yang menginisiasi usulan atau sebagai ketua pengusul. Bagi dosen Kemdiktisaintek, tentu hal ini sudah dipahami. Sebab sesuai kebijakan terbaru, hibah di tahun 2026 mencakup biaya gaji atau honor peneliti. 

Ketentuannya, besaran gaji peneliti maksimal di 25% dari total dana hibah yang diterima. Bagi dosen di bawah naungan kementerian lain, bisa menyesuaikan dengan kebijakan yang berlaku. Bisa saja sama atau berbeda. 

Tips Mendapatkan Hibah Karya Ilmiah

Merah program hibah karya ilmiah dan hibah jenis lainnya diketahui tidak mudah. Sebab peminat program ini tentu sangat tinggi. Sehingga menciptakan persaingan yang ketat. Penyelenggara pun melakukan seleksi lebih ketat lagi untuk mendanai proposal terbaik dari yang terbaik. 

Meskipun dikenal susah dan peluang lolos seleksi sebagai penerima hibah kecil. Tentunya sangat sampai berkecil hati. Sebab dengan tips dan strategi tertentu, peluang lolos hibah bisa ditingkatkan. Berikut beberapa diantaranya: 

1. Mempelajari Program Hibah dengan Seksama

Tips yang pertama, hindari mengajukan proposal usulan sebelum paham hibah tersebut. Setiap program hibah, memiliki perbedaan tersendiri. Bahkan hibah tahunan yang diselenggarakan oleh pihak yang sama. Setiap tahun bisa terjadi perubahan kebijakan. 

Jadi, pastikan mempelajari hibah tersebut. Kemudian memastikan, hibah ini sesuai dan persyaratannya mudah dipenuhi. Memahami program hibah bisa dengan ikut kegiatan sosialisasi, membaca buku panduan, membaca unggahan media sosial penyelenggara, sharing dengan rekan sejawat, dll. 

2. Mengajukan Skema yang Sesuai

Cukup banyak program hibah yang dibagi menjadi beberapa skema. Terutama untuk hibah penelitian dengan luaran publikasi ilmiah atau jenis lainnya. Pada skema yang dipilih sebaiknya mengutamakan yang sesuai. 

Yakni persyaratan yang mudah dipenuhi, ketentuan program yang bisa diterima dan sesuai kebutuhan, bidang keilmuan tercakup, dan sebagainya. Hindari memilih skema paling bergengsi, melainkan skema yang paling mungkin lolos  dan menjadikan Anda penerimanya. 

3. Menyusun Proposal Sesuai Format dan Ketentuan Lain

Tips mendapat hibah karya ilmiah berikutnya adalah pada saat menyusun proposal usulan. Pastikan proposal disusun sesuai dengan format yang sudah ditetapkan. Sekaligus memenuhi ketentuan lain jika memang ada. 

Misalnya, pihak penyelenggara menyediakan template proposal usulan. Maka silahkan diunduh dan digunakan. Kemudian, jika ada ketentuan jumlah kata pada bagian-bagian isi proposal. Maka wajib dipatuhi dan menyesuaikan. Semakin sesuai ketentuan, semakin besar peluang proposal usulan diterima. 

4. Mengajukan Proposal Berkualitas

Proposal usulan yang diajukan dalam hibah sebaiknya punya kualitas baik. Kualitas proposal bisa dilihat dari struktur yang sistematis dan logis. Kemudian menjelaskan metodologi yang tepat dan relevan. Disusul menjelaskan state of arts sampai urgensi penelitian tersebut. 

Susun proposal usulan sebaik mungkin agar mudah dipahami. Serta menjelaskan bahwa penelitian yang diusulkan sangat layak didanai. Baik dengan menguatkan metodologi, state of arts, manfaat atau implementasi hasil penelitian, dll. 

5. Memiliki Rekam Jejak yang Relevan

Supaya peluang meraih hibah lebih tinggi, maka dosen perlu memiliki rekam jejak yang relevan. Rekam jejak disini berupa riwayat publikasi ilmiah yang masih relevan dengan hibah yang diperjuangkan. 

Jadi, pastikan sudah aktif menjalankan tri dharma dan memiliki publikasi ilmiah yang menunjukan kepakaran pada topik di bidang yang digeluti. Publikasi bisa dalam bentuk jurnal dan buku ilmiah. Jika sudah ada, maka peluang lolos hibah lebih tinggi. 

Ikuti juga kelas online Digital Era Smart Lecturer Optimalisasi Riset dan Publikasi dan kuasai strategi riset dan publikasi digital untuk memperkuat reputasi akademik Anda!

6. Berkolaborasi dalam Meraih Hibah

Tips meraih hibah karya ilmiah selanjutnya adalah berkolaborasi. Kolaborasi dalam penelitian dan publikasi ilmiah bisa menjadi nilai tambah di hadapan asesor. Sebab kolaborasi dinilai mampu meningkatkan mutu proses dan hasil penelitian atau publikasi ilmiah. 

Jadi, silahkan mengajukan proposal dengan kegiatan kolaborasi. Baik dengan dosen lintas fakultas, lintas perguruan tinggi, sampai lintas bidang keilmuan. Bisa juga berkolaborasi dengan pihak nonperguruan tinggi. Misalnya dengan pelaku usaha, perusahaan, dan sebagainya. 

7. Mengusung Topik Terkini dan Urgensinya Tinggi

Tips selanjutnya berkaitan dengan topik yang diusulkan. Supaya peluang meraih hibah lebih tinggi sangat disarankan topik tersebut menarik. Pertama, pastikan topik relevan dengan kepakaran dan bidang keilmuan yang ditekuni. 

Jika pada bidang tersebut ada topik yang tengah naik daun. Maka pilih topik tersebut, karena menunjukan urgensi tinggi dan manfaat atau dampak yang luas. Pemilihan topik yang sedang hangat diketahui mampu meningkatkan potensi proposal lolos hibah. 

8. Menyusun RAB Realistis dan Sesuai Ketentuan

Tips berikutnya berkaitan dengan RAB. RAB akan mencantumkan jumlah dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan isi proposal. Pastikan seluruh biaya di dalam RAB realistis, tidak terlalu tinggi maupun sebaliknya. 

Serta total biaya dalam RAB sesuai ketentuan yang ditetapkan pihak penyelenggara. Misalnya, ditetapkan dana hibah maksimal Rp100 juta. Maka jangan sampai mengajukan dana di atasnya, karena lebih rentan ditolak. 

9. Menentukan Luaran Sesuai Ketentuan

Berikutnya adalah menentukan luaran dengan tepat. Yakni disesuaikan dengan ketentuan hibah karya ilmiah tersebut. Jika luaran wajib harus draft karya ilmiah, maka sesuaikan. Begitu juga jika luaran wajib dalam bentuk lain. Semakin sesuai, semakin besar peluang lolos seleksi. 

10. Membaca dan Mempelajari Contoh Proposal yang Menang Hibah

Tips terakhir, adalah membaca dan mempelajari contoh proposal yang meraih hibah. Khususnya pada hibah yang sama, jika memang memungkinkan. Sebab bisa belajar bagaimana menyusun proposal yang potensi lolos hibah lebih tinggi. 

Melalui beberapa tips mendapat hibah karya ilmiah tersebut. Maka tentu membantu memperbesar peluang menjadi penerima hibah. Namun, jika pada akhirnya tidak lolos seleksi. Jangan berkecil hati, masih ada program hibah berikutnya yang bisa diperjuangkan.

Duniadosen juga memiliki kelas online dengan materi terbia dan sangat cocok untuk membantu pengembangan Anda! Jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftar E-Course dari Duniadosen dan tingkatkan kemampuan Anda!

Referensi:
  1. Ruang Jurnal. (n.d). Tips Lolos Hibah Penelitian: Strategi Efektif untuk Meraih Pendanaan Ilmiah. [BUKA]
  2. Ruang Akademisi. (n.d). 9 Tips Menyusun Proposal Hibah Penelitian agar Peluang Lolos Semakin Besar. [BUKA]
  3. Ruang Akademisi. (n.d). Pentingnya Hibah Penelitian bagi Karier Akademik Dosen. [BUKA]

Ahmad Aziz

An SEO Specialist and Content Editor who also manages SEO and the website for Dunia Dosen. Highly interested in SEO, content marketing, and WordPress website development. With experience as a WordPress Web Developer, helping to optimize and manage website projects to support business goals.

Recent Posts

Keuntungan dan Tantangan Jabatan Struktural Dosen yang Wajib Diketahui

Setiap dosen di Indonesia memiliki kesempatan dan peluang memangku jabatan struktural dosen. Jabatan ini menjadi…

8 hours ago

Syarat Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen Sesuai Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025

Diterbitkannya Permendiktisiantek No. 52 Tahun 2025, sekaligus mengatur kebijakan baru terkait syarat kenaikan jabatan fungsional…

10 hours ago

Pembukaan Program Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis Tahun 2026

Memasuki awal tahun 2026, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi mengumumkan pembukaan program Beasiswa Fellowship…

11 hours ago

10 Cara Menulis Karya Ilmiah Berkualitas Baik

Mempelajari dan memahami bagaimana cara menulis karya ilmiah berkualitas tentu penting. Baik bagi mahasiswa, dosen,…

1 day ago

10 Keuntungan Publikasi Jurnal Internasional bagi Dosen

Ada banyak sekali keuntungan publikasi jurnal internasional bagi dosen di Indonesia. Publikasi ilmiah lewat jurnal…

1 day ago

Pentingnya Akreditasi bagi Perguruan Tinggi di Indonesia

Memahami pentingnya akreditasi bagi perguruan tinggi, tentu memberi motivasi untuk mengoptimalkan nilainya. Proses akreditasi menjadi…

2 days ago