Tips

Google Scholar Berguna untuk Akademisi, 5 Tips Ini Bisa Anda Gunakan!

Tak banyak yang mengetahui Google Scholar berguna untuk akademisi. Portal tersebut yang juga dikenal dengan google cendekia bisa memberikan layanan berupa pencarian referensi karya ilmiah. Tentunya portal ini memudahkan penggunanya untuk mencari bahan bacaan atau literatur.

Kalangan akademisi bisa menggunakan ini untuk mendukung kegiatannya, misalnya menulis tugas perkuliahan, melalukan penelitian, menulis tesis atau skripsi, hingga menulis artikel ilmiah. Baik mahasiswa maupun dosen terbantu dengan adanya google scholar ini.

Google Scholar merupakan portal yang berisi kumpulan sitasi dan publikasi. Portal ini dibuat oleh seorang mantan akademisi yang bergabung tim web indexing Google G 2000 silam, Anurag Acharya. Portal ini mendokumentasikan sitasi dan publikasi dari para ahli. Sehingga portal ini bisa menjadi salah satu rujukan mahasiswa dan dosen untuk menunjang kegiatan perkuliahan.

Di sisi lain, fakta bahwa portal ini terintegrasi dengan Science and Technology Index (SINTA) memberikan manfaat tersendiri untuk dosen sebab data karya dosen bisa terdokumentasikan secara lengkap. Hal ini memudahkan dosen untuk mengurus kepangkatan nantinya.

Nah, bagaimana menggunakan Google Scholar? Dikutip dari inet.detik.com, terdapat lima tips untuk memanfaatkan Google Scholar yang jarang diketahui. Tips ini berasal Mashable, situs web media digital  yang diakui oleh Time sebagai satu dari 2 situs terbaik tahun 2009.

Anda bisa mengakses Google Scholar melalui https//scholar.google.com/ untuk mencari artikel. (dok. freepik.com/onlyyouqj)

Cara Mencari Artikel atau Jurnal

Anda bisa mengakses Google Scholar melalui https;//scholar.google.com/ untuk mencari artikel. Anda bisa menuliskan artikel yang dimaksud di search bar. Yang perlu diperhatikan adalah untuk mendapatkan hasil pencarian yang maksimal, Anda perlu menggunakan kata kuci yang tepat dan spesifik.

Hasil pencarian tersebut merupakan kombinasi dari hasil paling relevan dengan kata kunci dan hasil paling banyak dikutip oleh mahasiswa, pelajar, dan akademisi. Apabila hasil pencarian kurang memuaskan maka Anda bisa menggunakan Advanced Search. Bagian ini memungkinkan untuk menampilkan hasil pencarian yang spesifik.

Cara Membuat Perpustakaan Pribadi

Google Scholar juga memberikan layanan berupa ‘Perpustakaan Pribadi’ atau ‘My Library’. Anda bisa menyimpan literatur yang dicari ke bagian perpustakaan pribadi ini. Anda cukup menekan tombol ikon berbentuk bintang di bawah hasil pencarian. Anda bisa melihat daftar informasi artikel tersebut. Anda juga bisa menaruh dalam satu label untuk mengatur sumber yang sama ke dalam satu label.

Cara Mengatur Alert

Layanan Alert ini berguna untuk mahasiswa, misal sedang meneliti isu yang sedang berkembang. Penggunan Google Scholar akan lebih mudah dalam mengikuti artikel akademik terbaru yang diterbitkan. Nah, penggunan bisa memanfaatkan fitur ‘Alert’ jika ingin mendapatkan hasil pencarian baru.

Bagaimana caranya? Anda bisa menekan menu Alerts (simbol amplop di sidebar). Kemudian Anda memilih Create Alert dan memasukkan kata kunci di Alert Query. Anda bisa mengatur hasil pencarian dalam jumlah tertentu. Hasilnya akan dikirim melalui email. Anda akan mendapatkan informasi literature terbaru yang terbit.

Cara Mendapatkan Artikel Terkait

Selanjutnya adalah ketika Anda mendapatkan artikel yang menarik dan sesuai dengan apa yang dicari selama ini. Anda bisa mendapatkan artikel terkait dengan cara memilih tautan ‘Related Articles’ di bawah hasil pencarian.

Anda bisa menemukan hasil pencarian artikel terkait. Jadi misal Anda ingin mencari artikel dengan penulis yang sama, kata kunci yang sama, atau judul yang mirip, Anda bisa manfaatkan fitur ini ‘Related Articles’ ini.

Cara Mengutip

Nah, layanan Google Scholar ini pastinya dicari oleh para akademisi. Pengutipan merupakan poin penting dalam kegiatan akademik misal Anda membuat makalah, skripsi, hingga tesis. Tentunya Anda perlu mmebuat daftar pustaka sebagai bagian dari format tulisan ilmiah. Menyusun daftar pustaka pun tidak boleh sembarang. Terdapat kaidah yang harus dipatuhi.

Google Scholar pun menawarkan layanan penyusunan daftar pustaka. Anda bisa klik ikon tanda kutip di bawah artikel. Kemudian muncul jendela dengan sitasi yang diinginkan sesuai format MLA, APA, Chicago atau Harvard. Hasil sitasi ini bisa disalin dengan cepat dan mudah ke Micorosft Word.

Jadi tidak ada salahnya menggunakan portal ini untuk mencari jurnal  atau referensi, menyimpan sumber literatur, dan bisa mendapatkan kutipan yang dicari. Anda bisa menerapkan tips di atas.

Redaksi

Recent Posts

Syarat Kenaikan Jabatan Menuju Profesor Berdasarkan Juknis Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025

Setiap dosen di Indonesia, tentu ingin mencapai puncak karir akademik. Yakni dengan menjadi Guru Besar…

6 hours ago

Sosialisasi Petunjuk Teknis Permendiktisaintek No 52 Tahun 2025

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menggelar sosialisasi Petunjuk Teknis Pengembangan Profesi dan…

8 hours ago

Memahami Sebab Publikasi Ilmiah SLR Tidak Menunjang Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen

Menyusun artikel ilmiah dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) menjadi langkah yang sering diambil…

24 hours ago

Memahami Apa Itu Novelty pada Penelitian dan Cara Menentukannya

Salah satu indikator kualitas penelitian dikatakan baik adalah terdapat novelty pada penelitian tersebut. Novelty (kebaruan)…

24 hours ago

Research Gap : Pengertian, Fungsi, dan Korelasinya dengan Novelty Penelitian

Topik penelitian yang dipilih bisa jadi sudah pernah diteliti sebelumnya, dan tentu dalam kondisi ni…

24 hours ago

Beasiswa STEM Industri Strategis 2026 dari LPDP, Ini Syarat dan Cara Daftarnya!

Salah satu skema dalam Beasiswa LPDP tahun 2026 adalah Beasiswa STEM Industri Strategis. Beasiswa ini…

2 days ago