Informasi

Cara Mengetahui Format Jurnal Ilmiah yang Baik dan Benar

Kamu sedang berusaha menyusun jurnal ilmiah? Maka penting sekali untuk mengetahui dulu mengenai format jurnal ilmiah tersebut. Jadi, di dalam penyusunan karya ilmiah seperti jurnal ilmiah memang dari segi bahasa sampai bagian yang ada di dalamnya sudah diatur dengan seksama. 

Penulis jurnal ilmiah tentunya perlu mengikuti aturan tersebut, karena keluar dari kaidah sama artinya tidak menyusun jurnal ilmiah. Sebab format dan bahasa maupun ketentuan lain di dalam penyusunan karya ilmiah bermaksud untuk membedakannya dengan karya tulis jenis lain. 

Selain itu bertujuan pula untuk memudahkan pembaca memahami isi di dalam karya tulis ilmiah tersebut. Sehingga penyusunannya harus runtut dan sesuai dengan aturan dari format jurnal secara umum. 

Baca juga : Tips Untuk Menyusun Tesis Dengan Cepat

Cara Mencari Informasi Terkait Format Jurnal Ilmiah

Jika kali ini merupakan kali pertama menyusun jurnal mungkin akan merasa bingung dalam menentukan format penyusunannya. Memudahkan proses pencarian format yang sesuai kaidah, maka beberapa cara berikut bisa dilakukan: 

1. Melihat Contoh Jurnal

Cara pertama untuk mengetahui format jurnal yang benar adalah dengan melihat contoh jurnal, yakni yang sudah terbit. Bisa juga melihat contoh jurnal fisik yang dicetak dan ada di perpustakaan kampus maupun perpustakaan daerah. 

Langkah ini adalah yang termudah karena bisa mencontoh dari jurnal yang sudah dipublikasikan. Hanya saja penting untuk memilih jurnal terbitan baru, sehingga aturannya adalah aturan terbaru karena ada kemungkinan terjadi perubahan. 

2. Bertanya ke Editor

Sebelum mempublikasikan jurnal ilmiah biasanya akan dibantu tim penerbit, salah satunya editor. Editor dari penerbit secara umum merupakan editor yang sudah paham jurnal ilmiah. 

Kamu bisa bertanya kepada editor tersebut terkait format jurnal yang tepat seperti apa. Pihak editor dijamin akan membantu karena hal tersebut memang tugas mereka. 

3. Mengunduh Template Manuskrip

Beberapa jurnal ilmiah yang sudah terbit menyediakan template manuskrip, supaya siapa saja yang hendak menyusun jurnal tinggal memasukan teks naskah ke dalam template tersebut. 

Hanya saja tidak semua jurnal terpublikasi menyediakan fasilitas ini. Jika kamu beruntung bisa menemukannya, maka bisa dimanfaatkan. Supaya tidak bingung lagi mengenai format jurnal yang benar seperti apa.  

4. Mencari Pedoman Penulisan

Saat menerbitkan jurnal dan dalam proses penyusunan biasanya di penerbit maupun di situs tujuan akan disertakan informasi pedoman penulisan. Sehingga semua jurnal di tempat dan situs tersebut memiliki format penulisan yang sama atau seragam. 

Jadi, sebelum mulai menyusun jurnal ilmiah sebaiknya mengecek dulu ada tidaknya pedoman penulisan. Jika ada maka perlu diikuti, karena tidak tertutup kemungkinan ada perbedaan dengan format jurnal secara umum. 

Format Umum untuk Jurnal Ilmiah

Mengetahui format yang benar dalam penyusunan jurnal ilmiah akan mempercepat penyelesaian penyusunannya. Maka beberapa cara di atas bisa dilakukan agar tidak keliru dalam menentukan format penyusunannya bagaimana. 

Secara umum, format jurnal yang berlaku adalah terdiri dari beberapa bagian berikut ini: 

  • Abstrak.
  • Pendahuluan.
  • Metode Penelitian.
  • Hasil Pembahasan.
  • Kesimpulan.
  • Ucapan terima kasih.
  • Daftar pustaka.

Poin-poin di atas adalah format penyusunan jurnal ilmiah secara umum. Umum yang dimaksudkan disini adalah penyusunan karya tulis ilmiah jenis apapun. Sehingga pada dasarnya tidak bisa dijadikan patokan. 

Sebab format penyusunan biasanya antara satu jenis karya ilmiah dengan jenis lainnya bisa berbeda. Misalnya saja untuk format penyusunan jurnal internasional bisa jadi akan berbeda dengan jurnal nasional. 

Jadi, cek kembali dengan teliti dan mencari informasi akurat terkait format jurnal yang tepat seperti apa. Agar benar-benar sesuai aturan dan sesuai dengan jenis jurnal yang disusun. 

Penulis : duniadosen.com/Pujiati
Editor : Wahyudha Wibisono

Admin Dunia Dosen

Admin Website Dunia Dosen Indonesia.

Recent Posts

Tata Cara Menyusun Motivation Letter untuk Doktoral

Sebagian besar perguruan tinggi meminta dokumen motivation letter untuk Doktoral  atau jenang studi PhD. Motivation…

1 hour ago

Syarat dan Alur Sertifikasi Dosen

Dosen di Indonesia memiliki kewajiban untuk bersertifikasi. Sehingga wajib segera memenuhi syarat sertifikasi dosen serdos).…

5 hours ago

Apa Itu Academic Branding? Simak Penjelasan Lengkapnya

Pernahkah mendengar nama perguruan tinggi untuk pertama kalinya? Jika perguruan tinggi tersebut baru berdiri dan…

6 hours ago

Keuntungan dan Tantangan Jabatan Struktural Dosen yang Wajib Diketahui

Setiap dosen di Indonesia memiliki kesempatan dan peluang memangku jabatan struktural dosen. Jabatan ini menjadi…

1 day ago

Syarat Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen Sesuai Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025

Diterbitkannya Permendiktisiantek No. 52 Tahun 2025, sekaligus mengatur kebijakan baru terkait syarat kenaikan jabatan fungsional…

1 day ago

Pembukaan Program Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis Tahun 2026

Memasuki awal tahun 2026, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi mengumumkan pembukaan program Beasiswa Fellowship…

1 day ago