(Sumber foto: www.uny.ac.id)
Yogyakarta – Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta (FIS UNY) yang terdiri dari, Dr. Suranto, M.Pd., M.Si., Dr. Nasiwan, M.Si, Dr. Miftahudin, Argo Pambudi, M.Si., Utami Dewi, M.PP, dan Benni Setiawan, MSI berkesempatan untuk presentasi paper dalam ajang Malaysia-Indonesia Global Conference Series di University of Malaya (UM) pada Kamis (15/11).
Kegiatan presentasi paper tersebut dilaksanakan di Bilik Mesyuarat Dekan 1, Fakulti Sastera dan Sains Sosial University of Malaya (FSSS UM). Kepala Unit Urusan Internasional dan Kerjasama (U2IK) FIS UNY, Utami Dewi, M.PP menjelaskan, kegiatan tersebut tidak terlepas dari jalinan kerjasama antara FIS dan UM yang selama ini dibangun.
”Sebelumnya FIS juga melakukan kegiatan sit in mahasiswa dan kegiatan akademik lainnya dengan UM” jelasnya seperti dilansir www.uny.ac.id.
Dosen Pendidikan IPS FIS UNY, Nasiwan, pada kesempatan yang sama presentasi paper dengan judul A Shift of Political Education Role Based on The Market Needs: A Criticism for The Development of A Value Based Political Education. Dalam paper tersebut, Nasiwan menjabarkan tentang pergeseran fungsi pendidikan politik di Indonesia. Fungsi pendidikan politik awalnya adalah melahirkan warga negara yang mempunyai pemahaman politik yang ideal yang kemudian bergeser menjadi pendidikan politik yang cenderung mengikuti selera pasar.
Berdasarkan analisisnya, peran pendidikan politik yang dilakukan oleh partai di Indonesia dari tahun 1998-2018 telah mengalami perubahan mendasar. Pendidikan politik menjadi kehilangan makna yang sebenarnya.
Sementara itu, Suranto presentasi paper nya tentang Developing an Evaluation Instrument for Assessing Public Relation Practitioners in Educational Institutions. Dalam paper penelitian tersebut, Suranto mengembangkan instrument evaluasi untuk menilai kinerja praktisi Public Relation (PR). PR yang memiliki kinerja unggul dapat mendukung peningkatan kualitas layanan lembaga pendidikan seperti sekolah dan universitas.
Mengingat pentingnya peran PR dalam lembaga pendidikan, PR perlu dijaga kualitas kinerjanya. Bila kinerja PR dapat terjaga dengan baik, maka hasil kerja yang diperoleh oleh lembaga pendidikan akan memuaskan. Untuk mewujudkan kondisi ini, menurut Dosen Ilmu Komunikasi tersebut, diperlukan suatu evaluasi yang berkesinambungan terhadap kinerja PR agar diperoleh informasi terkini yang menggambarkan tingkat kinerja praktisi PR.
”Dengan adanya evaluasi secara berkesinambungan, apabila kinerja PR mengalami penurunan akan segera diketahui dan dapat diberikan tindakan yang tepat,” jelasnya.
Selain dosen FIS, Utami menambahkan, ada dua dosen dari UM yang juga presentasi paper nya yaitu Rammani A/P Karupiah dan Norliah Binti. Rammani presentasi paper tentang The Development of Philipines-Malaysia Bilateral Relations 1957-2010 sedangkan Norliah presentasi paper tentang Perhubungan Melayu-Cina di Johor 1917-1955. Semua paper yang dipresentasikan dalam kegiatan tersebut akan dipublikasikan dalam jurnal terindeks scopus.
Redaksi
Sebagian besar perguruan tinggi meminta dokumen motivation letter untuk Doktoral atau jenang studi PhD. Motivation…
Dosen di Indonesia memiliki kewajiban untuk bersertifikasi. Sehingga wajib segera memenuhi syarat sertifikasi dosen serdos).…
Pernahkah mendengar nama perguruan tinggi untuk pertama kalinya? Jika perguruan tinggi tersebut baru berdiri dan…
Setiap dosen di Indonesia memiliki kesempatan dan peluang memangku jabatan struktural dosen. Jabatan ini menjadi…
Diterbitkannya Permendiktisiantek No. 52 Tahun 2025, sekaligus mengatur kebijakan baru terkait syarat kenaikan jabatan fungsional…
Memasuki awal tahun 2026, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi mengumumkan pembukaan program Beasiswa Fellowship…