10 Cara Menulis Karya Ilmiah Berkualitas Baik
Mempelajari dan memahami bagaimana cara menulis karya ilmiah berkualitas tentu penting. Baik bagi mahasiswa, dosen, maupun kalangan peneliti yang akan rutin menyusunnya dan mempublikasikanya.
Karya tulis ilmiah memiliki jenis dan bentuk yang beragam. Secara umum sama-sama terikat sejumlah aturan. Penulisannya pun harus mengedepankan kualitas agar tetap kredibel dan bisa diandalkan para pembaca. Lalu, bagaimana agar karya tulis ilmiah bisa berkualitas? Berikut informasinya.
Sebelum memahami apa saja cara menulis karya ilmiah berkualitas. Maka penting untuk memahami apa itu karya ilmiah. Sekaligus mengenal jenis-jenis dan bentuk dari karya ilmiah tersebut, sebab sangat beragam.
Mengutip dari Modul 1 Pengertian Penulisan Karya Tulis Ilmiah karya Azril Azahari, menjelaskan bahwa karya tulis ilmiah adalah suatu karya tulis yang disusun berdasarkan pendekatan metode ilmiah (aplikasi dari metode ilmiah) yang ditujukan untuk kelompok pembaca tertentu dan disajikan dengan menggunakan format tertentu yang baku.
Karya tulis ilmiah secara umum ditujukan untuk pembaca dari kalangan masyarakat ilmiah. Mencakup mahasiswa, dosen, dan kalangan peneliti. Karya tulis ilmiah akan menjadi karya tulis yang sangat mereka butuhkan untuk berbagai keperluan. Seperti meneliti, referensi untuk penulisan karya ilmiah, dll.
Meskipun begitu, beberapa jenis dan bentuk karya tulis ilmiah juga ditargetkan untuk pembaca umum (masyarakat umum). Misalnya karya tulis ilmiah dalam bentuk buku ilmiah (buku ajar, monograf, dan referensi). Contoh lain, karya tulis ilmiah dalam bentuk artikel ilmiah yang dimuat di surat kabar dan majalah.
Cara menulis karya ilmiah berkualitas tentunya akan diterapkan ke semua jenis karya tulis ilmiah. Lalu, apa saja jenis-jenisnya? Secara garis besar, karya tulis ilmiah terbagi menjadi 3 jenis. Berikut penjelasannya:
Karya tulis ilmiah adalah karya tulis yang disusun berdasarkan metode ilmiah untuk kelompok pembaca tertentu yang disajikan menggunakan format tertentu yang baku. Contohnya adalah makalah, skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah pada jurnal, dll.
Karya tulis semi ilmiah adalah karya tulis yang disusun berdasarkan metode ilmiah untuk pembaca tertentu, namun disajikan tanpa menggunakan format tertentu yang baku. Contohnya esai ilmiah, resensi buku, makalah seminar, makalah lokakarya, dll.
Karya tulis ilmiah populer adalah karya tulis yang disusun berdasarkan metode ilmiah untuk pembaca umum yang disajikan secara populer. Contohnya seperti artikel populer yang dimuat di surat kabar dan majalah.
Contoh-contoh yang dijelaskan tersebut termasuk dalam bentuk-bentuk karya tulis ilmiah. Ada banyak bentuk karya tulis ilmiah. Adapun yang cukup populer di Indonesia seperti laporan, proposal penelitian, makalah, dan tugas akhir (seperti skripsi, tesis, dan disertasi).
Baca juga artikel berikut yang berkaitan:
Ikuti juga Live Class: Unlock Beasiswa LPDP Lanjut Study Doktoral. Kelas rutin GRATIS untuk dosen Indonesia tentang publikasi, Pengajaran, dan Peningkatan Karir Dosen yang dilengkapi banyak fasilitas untuk peserta!
Menulis berbagai bentuk karya tulis ilmiah yang dijelaskan sebelumnya, tentu diketahui tidak mudah. Sebab terikat oleh sejumlah aturan seperti struktur, gaya bahasa, dan aspek lainnya. Secara tingkat kesulitan, dibanding karya tulis nonilmiah tentu lebih tinggi.
Namun, penulisannya harus berkualitas. Sehingga memahami betul tata cara menulis karya ilmiah berkualitas sangat penting. Lantas, apa arti penting dan urgensi karya ilmiah harus berkualitas? Berikut penjelasannya:
Karya tulis ilmiah disusun berdasarkan fakta atau data nyata di lapangan. Bukan hasil imajinasi sebagaimana pada karya tulis nonilmiah. Data tersebut tentu penting dan bahkan berharga bagi para pembaca.
Sehingga data tersebut perlu disampaikan dengan baik dan benar, enak dibaca, dan mudah dipahami. Oleh sebab itu, penulisannya harus berkualitas sehingga data disajikan dengan baik dan terjamin validitas serta kredibilitasnya. Penulisan dengan teliti juga menjaga isi karya tulis ilmiah tetap objektif bukan subjektif.
Arti penting kedua yang membuat karya tulis ilmiah harus disusun dengan kualitas baik adalah menunjukan kompetensi penulis. Kemampuan seorang penulis akan dilihat dari karya tulis yang disusun.
Semakin berkualitas, maka semakin menunjukan penulis tersebut memang mampu menulis karya tulis ilmiah. Sehingga keterampilan menulisnya akan diakui oleh para pembaca dan berbagai pihak yang memanfaatkan karyanya.
Arti penting memahami dan menerapkan tata cara menulis karya ilmiah berkualitas juga untuk meningkatkan dan menjaga reputasi penulis. Lewat tulisan yang dibuat, penulis akan memperkenalkan diri sebagai penulis profesional.
Serta menjelaskan kepakarannya pada topik tertentu di bidang keilmuan tertentu yang dikuasai dengan baik. Jika tulisannya punya kualitas baik, maka akan membantu pembaca. Para pembaca kemudian memprioritaskan tulisan penulis tersebut untuk berbagai kebutuhan ilmiah. Seperti meneliti, menulis skripsi, dll.
Dalam dunia publikasi ilmiah, akan dipahami ada penerbit kredibel. Misalnya publikasi di jurnal, maka akan mengenal jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi.
Media publikasi kredibel tersebut akan sangat ketat menyaring artikel yang akan diterbitkan. Hal serupa berlaku untuk pengelola seminar (publikasi ke bentuk prosiding) dan penerbit buku ilmiah.
Jadi, sangat penting memastikan karya tulis dibuat berkualitas tinggi. Tujuannya agar lebih mudah diterima penerbit kredibel yang menetapkan standar sangat tinggi. Jika kualitas karya ilmiah kurang mumpuni, maka rentan ditolak sejumlah penerbit.
Arti penting lainnya, adalah meningkatkan validitas karya ilmiah yang sudah diterbitkan. Sekaligus meningkatkan dampak atau manfaatnya. Karya tulis ilmiah yang berkualitas akan lebih mudah terbit di penerbit kredibel dan bereputasi. Database mereka akan diprioritaskan oleh pembaca.
Sehingga karya yang disusun mudah ditemukan para pembaca dan disitasi. Tak hanya itu, pembaca yang menyadari sudah menemukan karya ilmiah berkualitas tidak akan ragu merekomendasikannya pada jaringan yang dimiliki. Sehingga dibantu promosi secara gratis dan jumlah pembaca bisa ikut bertambah.
Ikuti juga kelas online Digital Era Smart Lecturer Optimalisasi Riset dan Publikasi dan kuasai strategi riset dan publikasi digital untuk memperkuat reputasi akademik Anda!
Setelah memahami pentingnya menyusun karya tulis ilmiah berkualitas. Tentu bertanya-tanya, bagaimana menghasilkan karya tulis yang demikian? Berikut beberapa cara menulis karya ilmiah berkualitas yang bisa diterapkan:
Cara pertama agar karya tulis ilmiah yang disusun berkualitas adalah teliti dalam memilih topik. Karya tulis ini akan menjelaskan kepakaran dan kemampuan analisis serta keterampilan menulis. Maka topik yang dipilih harus relevan dengan bidang keilmuan yang ditekuni.
Kemudian, topik tersebut dipahami dengan baik. Semakin paham pada topik, semakin mudah menjelaskannya ke pembaca lewat karya tulis yang disusun. Hal ini akan sangat memudahkan dalam meningkatkan kualitas karya tulis tersebut.
Poin kedua, memastikan karya tulis ilmiah yang disusun memang original. Bahkan harus dipastikan bebas dari segala bentuk pelanggaran etika. Seperti falsifikasi, fabrikasi, plagiarisme, dan lain sebagainya.
Sebab, jiak karya tulis hasil menjiplak atau plagiat karya orang lain. Maka sebagus apapun, tidak bisa diakui sebagai karya tulis Anda. Nama baik dan reputasi pun runtuh begitu saja. Jadi, mengedepankan integritas sangat penting.
Tidak masalah kualitas karya tulis pertama kurang maksimal. Tapi, seiring berjalannya waktu kualitas ini berkembang. Sebab keterampilan menulis lebih terasah dalam proses menulis yang dilakukan secara kontinyu dan percaya pada hasil karya sendiri.
Cara menulis karya ilmiah berkualitas yang ketiga adalah menggunakan metodologi yang tepat, kuat, dan juga valid. Pasalnya, metodologi yang keliru akan membuat hasil analisis data ikut keliru. Hal ini akan menurunkan kualitas karya tulis berisi data-data tersebut.
Dalam menentukan metodologi, perlu menyesuaikan dengan karakteristik data. Sekaligus menyesuaikan dengan pertanyaan penelitian yang akan dijawab. Jika metodologinya tepat, maka akan menguatkan kualitas karya tulis ilmiah yang disusun.
Selanjutnya, selalu mengedepankan penggunaan data terkini dan juga valid. Data dalam karya tulis ilmiah sangat dianjurkan data dari sumber primer. Yakni data yang dikumpulkan sendiri oleh penulis dari sumbernya langsung. Misalnya lewat observasi, kuesioner, wawancara, dan sebagainya.
Data tersebut dijamin valid dan juga sesuai kondisi terkini. Ketika data disajikan ke karya ilmiah, maka tidak ada resiko data tersebut dipandang usang oleh pembaca. Jadi, usahakan tidak asal-asalan dalam mencari sumber data.
Salah satu kriteria dari karya tulis ilmiah berkualitas adalah memiliki analisis yang mendalam dan kritis. Jadi, silahkan mengasah keterampilan melakukan analisis secara mendalam dan kritis.
Hal ini butuh proses dan dilatih lewat kegiatan menulis terus-menerus atau rutin. Analisis yang mendalam akan membantu menjelaskan suatu fenomena atau data secara mendalam juga kepada pembaca.
Sekaligus menyampaikan beberapa informasi yang sifatnya kritis. Informasi ini kadang diabaikan atau terlewat oleh penulis lain. Sehingga menunjukan proses analisis dilakukan secara teliti dan terstruktur.
Tata cara menulis karya ilmiah berkualitas tentu tidak bisa dilepaskan dari struktur yang logis dan sistematis. Tanpa struktur yang demikian, maka rentan membingungkan pembaca.
Oleh sebab itu, dalam proses penulisan sangat dianjurkan menyusun kerangka tulisan dulu. Sehingga bisa menjadi peta jalan dan memastikan struktur sistematis dan logis. Struktur seperti ini membuat data yang disajikan mudah dipahami oleh pembaca.
Karya ilmiah berkualitas juga ditunjukan lewat bagian kesimpulan yang kuat dan relevan. Silahkan menyusun kesimpulan yang relevan dengan hasil pembahasan pada isi naskah karya ilmiah tersebut. Kemudian, pastikan kesimpulan tersebut valid berdasarkan seluruh data penting.
Kualitas karya ilmiah akan lebih terjamin jika referensi yang digunakan juga punya kualitas baik. Ada 3 kriteria dari referensi yang harus dipenuhi agar relevan untuk menyusun karya ilmiah. Yakni relevan dengan topik, terkini, dan ditulis dengan benar. Baik dalam sitasi kutipan maupun daftar pustaka.
Berikutnya adalah memperhatikan gaya bahasa yang digunakan. Perlu memastikan memakai bahasa ilmiah yang baik. Kriterianya adalah menggunakan bahasa formal, objektif, dan kalimat efektif.
Cara terakhir adalah melakukan editing dan penyuntingan mandiri. Sehingga penulis bisa mengecek ada tidaknya kesalahan pada karya tulisnya. Jika memang ada, maka bisa diperbaiki. Hal ini akan meningkatkan kualitas tulisan tersebut.
Menerapkan beberapa cara menulis karya ilmiah berkualitas tersebut, tentu penting untuk dilakukan. Sebab bisa sangat memudahkan dalam menyusun karya tulis berkualitas baik. Semakin baik kualitasnya, semakin mudah dipublikasikan ke media kredibel. Seperti penerbit buku ternama, jurnal terakreditasi, dan jurnal internasional bereputasi.
Duniadosen juga memiliki kelas online dengan materi terbia dan sangat cocok untuk membantu pengembangan Anda! Jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftar E-Course dari Duniadosen dan tingkatkan kemampuan Anda!
Setiap dosen di Indonesia memiliki kesempatan dan peluang memangku jabatan struktural dosen. Jabatan ini menjadi…
Diterbitkannya Permendiktisiantek No. 52 Tahun 2025, sekaligus mengatur kebijakan baru terkait syarat kenaikan jabatan fungsional…
Memasuki awal tahun 2026, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi mengumumkan pembukaan program Beasiswa Fellowship…
Salah satu upaya melaksanakan tugas dan kewajiban akademik dosen adalah meraih hibah, termasuk hibah karya…
Ada banyak sekali keuntungan publikasi jurnal internasional bagi dosen di Indonesia. Publikasi ilmiah lewat jurnal…
Memahami pentingnya akreditasi bagi perguruan tinggi, tentu memberi motivasi untuk mengoptimalkan nilainya. Proses akreditasi menjadi…
View Comments
Materi yang dipublishkan materi yang sangat bermanfaat bagi para mahasiswa. Penggunaan bahasanya juga sangat baik sehingga mudah dipahami. Terimakasih dan terus memberikan materi materi yang bermanfaat.