Cara Manajemen Waktu Puasa bagi Dosen Supaya Tri Dharma Tetap Jalan

manajemen waktu puasa
Cara Manajemen Waktu Puasa bagi Dosen Supaya Tri Dharma Tetap Jalan

Manajemen waktu puasa dengan baik menjadi kunci penting menjaga produktivitas tri dharma para dosen. Selama bulan Ramadan atau bulan puasa, tentu akan ada perubahan jadwal kegiatan harian. 

Misalnya terbiasa sarapan jam 6 pagi, selama bulan Ramadan harus bangun sekitar jam 3 pagi untuk bersantap sahur. Dosen yang berpuasa tentu perlu melakukan adaptasi dan pengaturan ulang jadwal harian. Sehingga ibadah puasa lancar, produktif dalam tri dharma, dan cukup istirahat. Berikut informasinya. 

Tata Cara Manajemen Waktu Puasa bagi Dosen 

Selama menjalankan puasa, para dosen tentu akan menunda makan dan minum sesuai ketentuan agama Islam. Dalam masa ini, aktivitas tri dharma tentu tidak serta merta bisa dihentikan. Melainkan harus tetap dijalankan dengan baik sebagaimana hari biasanya. 

Kunci agar tetap produktif menjalankan tri dharma sambil menjalankan puasa dengan lancar adalah melakukan manajemen waktu dengan baik. Berikut tata cara manajemen waktu puasa yang bisa diterapkan para dosen: 

1. Menyusun Jadwal Kegiatan 

Memasuki bulan Ramadan, para dosen tentu tidak hanya menyusun jadwal kegiatan akademik. Namun juga kegiatan ibadah, mulai dari ibadah wajib sampai sunnah. Khususnya ibadah sunnah yang tentu akan diutamakan umat muslim. 

Silahkan memulai manajemen waktu puasa dengan menyusun jadwal kegiatan. Jadwal disesuaikan dengan agenda rutin sebagai dosen. Disusul dengan kegiatan ibadah sunnah apa saja yang memungkinkan untuk dilakukan. 

Penyusunan jadwal harus mengedepankan realistis. Sehingga seluruh kegiatan yang dijadwalkan benar-benar memungkinkan untuk dijalankan. Misalnya memiliki waktu 30 menit setiap selesai sahur. Maka bisa diisi kegiatan ibadah sunnah yang bisa selesai kurang dari 30 menit. Misalnya mengaji Al Qur’an meski hanya 1 muka. 

Kemudian, harus ada komitmen untuk menjalankan jadwal kegiatan tersebut. Sehingga harus disiplin, anti menunda-nunda, dan tentunya sistematis agar kegiatan tidak saling berbenturan. 

2. Mengatur Skala Prioritas Pekerjaan 

Jika di bulan-bulan lain bisa mengerjakan tugas dan kewajiban akademik sambil tetap makan dan minum. Maka di bulan Ramadan tidak memungkinkan untuk dilakukan. Maka perlu mengatur skala prioritas pekerjaan. 

Energi yang dimiliki dosen tentu lebih optimal di pagi hari. Maka utamakan kegiatan akademik yang butuh waktu lama, butuh energi lebih, tingkat kesulitan tinggi, dan butuh konsentrasi tinggi di jam-jam pagi. Sehingga bisa dikerjakan sesaat setelah sampai ke kampus. 

Begitu seterusnya, disusul dengan kegiatan akademik yang dinilai lebih ringan dan tingkat kesulitannya tidak tinggi. Bagaimana jika semua kegiatan akademik dosen punya tingkat kesulitan tinggi? Maka silahkan melaksanakannya pelan-pelan, menjaga fokus, dan sesuaikan dengan deadline dan tingkat urgensinya. 

Cek juga kelas online Strategi Teknis Menyusun RPS Berbasis OBE dari Dunia Dosen dan pelajari langkah-langkah praktis dalam menyusun RPS yang efektif dan terukur dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE).

3. Mengelola Energi dengan Baik 

Menghemat energi dengan baik dan bijak juga menjadi bagian dari manajemen waktu puasa. Menghabiskan energi di tengah ibadah puasa dan masih jauh dari jam berbuka. Tentu meningkatkan resiko tubuh lemas, berbuka sebelum waktunya, dan bahkan sakit. 

Menghindari resiko tersebut, para dosen perlu mengelola energi dengan baik. Dimulai dengan menjalankan aktivitas secara santai tapi tetap produktif. Hindari segala hal, seperti percakapan yang meningkatkan emosi. Sebab saat marah, sedih, dan sebagainya membutuhkan energi lebih. 

Tips lain, adalah menghindari aktivitas begadang. Pada hari biasa, dosen mungkin sengaja begadang untuk menulis naskah buku, artikel pada jurnal, dll. Namun, selama puasa harus tidur tepat waktu. Supaya bisa bangun sahur dan tidak ngantuk ketika menjalankan kewajiban di kampus. 

4. Berusaha Tetap Fokus Selama Bekerja 

Tata cara manajemen waktu puasa berikutnya adalah memaksimalkan kinerja sesuai jadwal yang sudah disusun. Salah satu caranya adalah dengan menjaga fokus selama mengerjakan pekerjaan tersebut. 

Pada saat dosen menjalankan kewajiban mengajar, maka usahakan fokus mengajar dan menjauhi distraksi. Sehingga materi sesuai RPS bisa disampaikan dengan baik. Tanpa perlu mengganggu penyampaian materi lain di pertemuan berikutnya. 

Contoh lain, saat dosen menulis buku monograf maupun buku ilmiah lain di rumah. Maka usahakan fokus menulis dan menghindari distraksi seperti smartphone, televisi, anak di rumah jika kebetulan masih kecil, dll. 

Semakin fokus, semakin cepat kewajiban akademik selesai. Sehingga sesuai jadwal dan masih ada waktu untuk menjalankan ibadah. Manfaat tambahan lainnya, dosen bisa menghemat energi agar puasa lancar sampai tiba jam berbuka. 

5. Mengatur Pola Makan yang Sehat 

Dalam manajemen waktu puasa, memasukan pola makan sehat juga penting. Alasannya karena lewat pola makan inilah, dosen memiliki asupan nutrisi dan sumber energi yang cukup. 

Sehingga bisa tetap produktif dalam menjalankan tri dharma, menjalankan ibadah puasa maupun ibadah sunnah selama Ramadan, dan punya energi lain untuk aktivitas lain. Misalnya berkumpul bersama keluarga, bermain bersama anak, dll. 

Selama menjalankan ibadah puasa, penting sekali untuk memastikan pola makan sehat. Asupan nutrisi makro dan mikro terpenuhi dalam porsi makan sahur dan berbuka. Selain itu, penting sekali untuk menghindari makanan tertentu yang berdampak negatif bagi kesehatan. 

Misalnya jika ada riwayat maag, maka hindari sahur maupun buka dengan gorengan dan makanan pedas. Asupan lemak juga harus diatur. Sebab menyantap makanan sahur dan berbuka tinggi lemak bisa membuat tubuh lemas. 

6. Menjaga Pola Tidur yang Cukup 

Meski tengah berpuasa, dosen tetap memiliki agenda akademik yang padat. Bahkan sama bebannya dengan hari-hari biasa. Misalnya, BKD tetap harus mencapai 12 SKS per semester. Hanya saja, bagi beberapa PTN dilakukan penyesuaian jam kerja. Misalnya pulang lebih awal untuk dosen dan mahasiswa. 

Meski pulang lebih awal, dosen tentu tetap menjalankan tri dharma. Baik itu menulis buku, melanjutkan kegiatan penelitian, dan menjalankan pengabdian. Supaya semua kewajiban akademik tertunaikan dengan baik, sambil tetap berpuasa. Maka pola tidur juga harus diperhatikan. 

Apabila dosen selama ini terbiasa begadang, maka selama puasa berpu mengubah jam tidur agar tepat waktu. Aktivitas tri dharma yang dikerjakan sampai malam bisa dialihkan sebelum atau sesudah sahur. 

7. Manfaatkan Waktu Luang untuk Berolahraga 

Manajemen waktu puasa juga perlu melibatkan aktivitas olahraga. Kenapa? Sebab selama berpuasa, dosen juga harus menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Dalam mencapainya, aktivitas olahraga tidak bisa diabaikan. 

Hanya saja, karena sedang menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Maka perlu penyesuaian pada jenis olahraga yang dilakukan. Misalnya, jika di hari biasa lari cepat maka selama puasa bisa diganti jalan santai, jalan di treadmil dengan pache yang diturunkan, dll. 

Bisa juga mempertimbangkan jenis-jenis olahraga yang dirasa sangat ringan, tidak butuh banyak energi, tapi bisa tetap menjaga tubuh bugar. Misalnya sepeda statis 20 menit sehari, yoga, pilates, dan sebagainya. Silahkan menyesuaikan kemampuan dan riwayat kesehatan agar tetap aman dan nyaman berolahraga selama puasa. 

Manajemen waktu puasa dengan baik, bisa membantu dosen melaksanakan kewajiban akademik sekaligus ibadah secara beriringan. Sehingga tidak mengganggu satu sama lain. Beberapa cara yang dijelaskan, tentu bisa diterapkan untuk memudahkan implementasi manajemen waktu selama bulan Ramadan. 

Dunia Dosen juga memiliki kelas online dengan materi terbaik dan sangat cocok untuk membantu pengembangan Anda! Jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftar E-Course dari Duniadosen dan tingkatkan kemampuan Anda!

Referensi:
  1. Relawan Nusantara. (2025). Tips Mengatur Waktu Ibadah, Kerja, dan Istirahat Agar Ramadhan Lebih Optimal. [BUKA]
  2. Elly, S. (2023). Dosen Vokasi Bagikan Tips Manajemen Waktu di Bulan Puasa. [BUKA]
  3. Ulum, W. (2025). Kiat Mengatur Waktu agar Produktif di Bulan Ramadhan. [BUKA]