Suasana saat penyusunan Kurikulum Prodi Teknologi Pakan Ternak di Politala, Kamis (19/3/2020). (Sumber Foto: Dokumentsi Anton K.)
Tanah Laut, Kalsel – Semangat untuk mengembangkan institusi terus dilakukan oleh Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala). Setelah mendapat dukungan dari berbagai industri, perusahaan, maupun instansi pemerintahan, Tim Prodi Baru Politala melakukan lokakarya kurikulum untuk membahas kurikulum prodi baru.
Tujuan lokakarya kurikulum adalah agar kurikulum yang disusun sesuai dengan yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Oleh sebab itu dalam kegiatan tersebut mengundang pakar peternakan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan industri/perusahaan.
Lokakarya kurikulum dibuka oleh Direktur Politala, Dr. Hj. Mufrida Zein, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya Direktur menyampaikan bahwa Politala akan membuka 4 (empat) Prodi baru D4 (Sarjana Terapan) pada tahun 2020 ini. Prodi baru tersebut yaitu: Prodi Teknologi Rekayasa Komputer dan Jaringan, Prodi Teknologi Pakan Ternak, Prodi Teknologi Rekayasa Mekatronika, dan Prodi Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan.
“Kita harus mampu mencetak SDM yang benar-benar diperlukan oleh lingkungan sekitar termasuk dunia usaha dan industri. SDA kita sangat berlimpah, namun SDA tersebut tidak akan banyak manfaatnya jika tidak didukung SDM yang berkualitas,” kata Mufrida.
Prodi baru yang akan dibuka tersebut merupakan prodi yang diperlukan oleh dunia usaha dan dunia industri, baik di Kabupaten Tanah Laut khususnya, maupun di Kalimantan Selatan dan daerah lainnya.
Ketua Tim Prodi Baru, Anton Kuswoyo, S.Si., M.T., mengatakan bahwa selama ini tim prodi baru telah menjalin kerjasama dengan berbagai industri, perusahaan, maupun instansi pemerintahan terkait pembukaan prodi baru.
Sebagai langkah selanjutnya ialah mengadakan lokakarya penyusunan kurikulum Prodi Teknologi Pakan Ternak dengan mengundang pakar peternakan ULM yaitu Ir. Anis Wahdi, M.Si dan Dr. Ir. Nursyam, A.S., M.P. Turut diundang juga dari PT. Cheil Jedang Feed Kalimantan (perusahaan pakan ternak multinasional) yaitu Drs. Hepi Krisdianto, M.M (Manager HR) dan Bayu Prasetya, A.Md.
Sedangkan kurikulum Prodi Teknologi Rekayasa Komputer dan Jaringan juga disusun bersama PT. Indonesia Comnets Plus (PLN Group) yang dihadiri Manager Wilayah Kalimantan Selatan, Erwin Pauang Pongmasakke dan tim.
Dari kegiatan lokakarya kurikulum prodi baru, banyak saran dan masukan dari narasumber, baik itu dari ULM maupun dari industri/perusahaan. Dengan demikian maka kurikulum yang disusun benar- link and match dengan dengan dunia usaha dan industri.
Anton menyampaikan bahwa selain bermanfaat untuk menyusun kurikulum, lokakarya juga menjadi sarana untuk menambah keakraban hubungan kerjasama dengan industri mitra.
“Karena zaman sekarang ini, antara perguruan tinggi dengan dunia industri tidak dapat dipisahkan. Industri memerlukan SDM sedangkan perguruan tinggi mencetak SDM. Kualitas dan kompetensi SDM yang dicetak harus sesuai dengan yang diperlukan industri (link and match),” imbuhnya. (duniadosen.com)
Setiap dosen di Indonesia, tentu ingin mencapai puncak karir akademik. Yakni dengan menjadi Guru Besar…
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menggelar sosialisasi Petunjuk Teknis Pengembangan Profesi dan…
Menyusun artikel ilmiah dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) menjadi langkah yang sering diambil…
Salah satu indikator kualitas penelitian dikatakan baik adalah terdapat novelty pada penelitian tersebut. Novelty (kebaruan)…
Topik penelitian yang dipilih bisa jadi sudah pernah diteliti sebelumnya, dan tentu dalam kondisi ni…
Salah satu skema dalam Beasiswa LPDP tahun 2026 adalah Beasiswa STEM Industri Strategis. Beasiswa ini…